Dear Good Friends
Seorang kawan baik belakangan ini selalu meng-SMS saya dengan galau-sumalau, gara-gara masalah *uhuk* percintaan, kadang-kadang saya ikut sedih kalau dia sedih, kadang-kadang saya ikut sebal kalau dia sebal, tapi beberapa kali sih saya ketawain saat dia mulai cupu mehek-mehek karena kisah cinta-nya. :D
(Ya, saya sih siap aja diketawain juga kalau misalnya saya mehek-mehek — satu saat nanti, tapi ketok meja ah— karena masalah percintaan saya ntar. Semoga nggak terjadi. Amin)
Pada akhirnya saya pun mengirimkan secuplik SMS, berisi harapan saya buatnya : Semoga lo cepet nemu pasangan yang membuat lo ngerasa jadi perempuan paling beruntung di dunia. Dan semoga pasangan lo ngerasa bahwa lo adalah the most precious gift in his life.
Mendadak saya berpikir, kayaknya saya nggak pernah benar-benar mendoakan kawan-kawan baik saya deh (yak, caci-makilah saya. :D), padahal orang-orang datang dan pergi —- yaa, bukan hal yang aneh dan harus didramatisir sih, pertemanan itu kan proses seleksi untuk menemukan mereka yang cocok dengan kita atau tidak —- tapi mereka bertahan, walaupun telah melewati naik dan turun seperti roller coaster.
Dari situ, saya mulai memikirkan banyak harapan baik untuk mereka — dan dasar suka pamer, saya pun mengicaukan harapan-harapan baik tersebut di Twitter dengan hashtag : #DearGoodFriends.
Direkap ah!
Dear Good (Single) Friends, semoga kamu dapat pasangan yang bikin kamu ngerasa jadi orang paling beruntung sedunia.
Dear Good (Single) Friends, semoga kamu dapat pasangan yang menganggap kamu adalah the most precious gift.
Dear Good Friends, semoga selalu ada tangis-tangisan bareng saat ngadepin masalah kita, lalu ketika semua hal menyebalkan tersebut lewat, kita bisa ketawa-ketawa histeris, ngetawain kecupuan dan kecengengan kita.
Dear Good Friends, semoga kita selalu punya becandaan sektoral yang orang lain nggak ngerti. Semoga kita bisa mempertahankan cara berkomunikasi kita yang ajaib.
Dear Good Friends, semoga kita selalu punya waktu membahas banyak hal, dari yang penting, sampai yang tidak penting, seperti kenapa sendok dinamakan sendok. Oh, tapi jangan gosip artis ya, kayak ibu-ibu dari RT mana aja.
Dear Good Friends, happily ever after itu sudah di’tek’ oleh Disney, kita nggak bakal dapat yang kayak gitu — tapi biarpun nggak happily ever after, semoga kita selalu baik-baik saja.
Dear Good (traveling) Partners, semoga selalu punya waktu untuk traveling bareng. Atau setidaknya saling cerita pengalaman traveling masing-masing.
Dear Good Friends, semoga senyebelin-nyebelin saya, kamu bisa maklum dan sebaliknya, sengeselin-ngeselinnya kamu saya bisa bilang ‘ya sudahlah’.
Dear Good Friends, semoga selalu ada maaf. Semoga.
Dear Good Friends, semoga selalu sehat, fisik dan mental. Semoga selalu bahagia. Semoga selalu dilindungi.
Anyway, sudahkah kamu menyebutkan harapan-harapan baik untuk teman baikmu? :)










