Main

Orang-orang Istimewa Archives

09 juni 2007

Bersinarlah, Brother Shine

"Waktu itu saya masih kuliah, masih menjadi seorang laki-laki yang ingin selalu pergi jauh dari rumah untuk berpetualang, mencari kegilaan." laki-laki tampan berusia tiga puluhan akhir itu membuka ceritanya.

Saya menyandar pada pintu kayu rumah milik seorang pendeta di daerah Pati sambil memegangi perut saya yang agak kekenyangan akibat memamah kodok sexy ini. Ini pasti akan menjadi cerita yang panjang, karena pria ramah ini senang sekali bercerita - dan semua ceritanya tidak pernah membosankan.

Suara teman-teman yang lain terdengar riuh, saling melempar lelucon dalam bahasa Jawa dan saling mentertawakan. Saya sempat terkikik mendengar guyonan salah seorang dari mereka yang rata-rata masih berumur dua puluhan awal. Mereka adalah sekelompok relawan organisasi lokal yang selalu siap sedia untuk turun ke lapangan kapan pun dibutuhkan,

Laki-laki itu menoleh, tersenyum sekilas walaupun saya tahu beliau tidak mengerti dengan bahasa yang dipergunakan teman- teman saya.

Continue reading "Bersinarlah, Brother Shine" »

24 augustus 2007

Sekolah Kehidupan (Sebuah Curhat Colongan)

Keputusan memang sudah diambil. Tapi siang itu, saya mulai meragu. Bukan karena takut susah (please deh!), tapi karena hal lain.Yang jelas saya kecewa.

Setelah proses berpikir panjang untuk mengorbankan comfort zone, tentunya saya memiliki satu harapan besar bagi kehidupan saya, kan? Saya ingin melakukan sesuatu yang berguna bagi orang lain. Kalau pada akhirnya saya harus tunduk, menjalankan hal yang saya tahu sama sekali tidak tepat dan memiliki potensi untuk membuat kekacauan, buat apa? Sejak awal sindroma temporary craziness memutuskan ini, walaupun sesungguhnya alasan besarnya hanya ingin berpetualang karena bosan dengan rutinitas saja, tapi saya telah bertekad agar apapun yang dilakukan harus menghasilkan sesuatu,bukan cuma kegiatan plesir saja.

Dan Minggu siang itu saya memutuskan untuk tinggal di rumah. Tidak ikut dengan setengah dari teman satu team yang pergi ke desa sebelah untuk pertemuan dialog damai, atau setengah lagi yang memutuskan untuk hiking menyusuri gunung dan hutan.Sang pemilik rumah, Kepala Sekolah tempat kami mengajar sedang mengunjungi saudaranya yang meninggal entah di mana.

Saya. Sendirian. Duduk di muka rumah. Sambil membuat sketsa suasana sekeliling, saya juga berpikir, mempertimbangkan untuk pulang.

Brengsek. Saya takut tidak bisa berkontribusi penuh untuk melakukan sesuatu yang berguna.

Sejurus kemudian, sayup-sayup terdengar suara Aze, seorang murid yang luar biasa pintar menyanyikan lagu Rai Timor Lorosae. Disusul sahutan Miguel dari arah yang berbeda. Dan seperti menular, suara-suara lain menimpali, entah itu Lambertus, Jose, Goris atau siapa -- semua membentuk harmoni yang selalu sukses membuat saya merinding dan terhenyak. Menangis.

Saya sangat mencintai hidup di jalan dan berdekatan dengan Aze, Miguel, Lambertus, serta semua yang ada di Tanah Timor Lorosae ini.

Sial.

....

Continue reading "Sekolah Kehidupan (Sebuah Curhat Colongan)" »

17 december 2007

Tentang Patah Hati

Di sini, ada beberapa remaja yang memiliki naran familia [nama keluarga] : daBuset. Ya, ya, tentu saja itu bukan benar-benar naran familia orang Timor Leste, seperti daCosta, daSilva, Freitas dan seterusnya. Buset itu singkatan dari Budak Setan, nama geng anak-anak Becusse Centro, desa tempat saya dan teman-teman tinggal selama lima bulan terakhir. Seluruh anggota geng itu menjadikan nama geng mereka menjadi naran familia. Mereka dengan sukarela, dan saya pikir lebih berbangga hati menyandang nama ‘daBuset’ di belakang nama mereka. Bahkan, walaupun nama desa kami adalah Becusse Centro, tapi mereka merubahnya menjadi : Buset Area. Di beberapa tempat yang sering mereka tongkrongi, akan mudah ditemukan tulisan : Pendo daBuset, Gab daBuset, Ananu daBuset dan seterusnya.

Salah satu remaja yang masuk dalam ‘keluarga besar’ daBuset adalah Pendo. Pendo daBuset. Ia berasal dari desa Uatucarbau, Viqueque dan baru pindah ke Dilli untuk melanjutkan SMU pada bulan Mei kemarin. Anak ini termasuk sejenis remaja ngeselin, salah satu oknum yang melempari saya dan Nita dengan kerikil. Ia hobi sekali melakukan tindakan intimidatif untuk membuat Malae-malae macam saya ketar-ketir. Entah mendatangi rumah dalam keadaan sempoyongan karena mabuk dan memaksa masuk, mematikan dan menghidupkan pusat listrik bolak-balik sehingga kami yang di dalam berasa di bawah kelap-kelip pancaran lampu disko *halah*, terakhir malah ia sempat membakar pohon pisang di depan rumah. Asli, ni anak.. nakutin. Saya sempat berpikir, sepertinya ia mampu untuk melakukan perbuatan yang lebih berbahaya lagi – semacam perbuatan kriminal, seperti menusuk, membakar rumah dan seterusnya. Bahkan manik hitam matanya yang berwarna pudar, yang menandakan bahwa ia telah kehilangan penglihatan – membuat saya berpikir bahwa itu adalah akibat baku hantam antar geng.

Sampai…

Continue reading "Tentang Patah Hati" »

About Orang-orang Istimewa

This page contains an archive of all entries posted to blog.sepatumerah.net in the Orang-orang Istimewa category. They are listed from oldest to newest.

novels is the previous category.

project is the next category.

Many more can be found on the main index page or by looking through the archives.

Powered by
Movable Type 3.31