<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>blog.sepatumerah.net</title>
      <link>http://blog.sepatumerah.net/</link>
      <description></description>
      <language>nl</language>
      <copyright>Copyright 2009</copyright>
      <lastBuildDate>Sat, 06 Dec 2008 01:44:54 +0700</lastBuildDate>
      <generator>http://www.sixapart.com/movabletype/</generator>
      <docs>http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss</docs> 

            <item>
         <title>Apaa? Menulis Jujuur?</title>
         <description><![CDATA[Sayang, tadi siang, saya membaca entri di blog seseorang,lho. Terus, entri itu membuat saya terus menerus berpikir. Eh, saya nggak <em>online </em>lama-lama kok, lha wong niat saya cuma <em>online </em>kilat, mengecek satu kiriman penting via <em>e-mail</em>. Sumpah.

Ehm, iya sempet <em>blogwalking</em>. Dikiiit kok. Ih, bukannya saya nggak disiplin, kan sambil menunggu <em>log in</em>.

Ih, kau mau dengar cerita saya nggak sih, Sayang? Makanya diem dong. Bawel bener.

Sebenarnya sih bukan isi entrinya yang panjang sepanjang-panjangnya, tapi hanya satu kalimat dari sekian banyak karakter yang ada di sana (yang kebetulan tertangkap dari hasil membaca sekilas). Menulis itu harus jujur.

Jujur. JUJUR! Bukan Bujur. Ih. Kamu nih.

Pokoknya intinya, menulis itu harus jujur –dan bukan bujur- dari hati.
]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/12/apaa_menulis_jujuur.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/12/apaa_menulis_jujuur.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">catatan kecil</category>
        
        
         <pubDate>Sat, 06 Dec 2008 01:44:54 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>Bahasa Dewa.</title>
         <description><![CDATA[<img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/18845151_7521c9a846_m.jpg" align="left" hspace="5"><strong>Bikin pelatihan menulis asik, yuk. Kmu jadi pembicaranya.</strong>

Begitu bunyi SMS <a href="http://profiles.friendster.com/17336702">seorang pria tampan dan single ini</a> (hey, ladies! Come and get him! Hahaha, pis ah!) beberapa waktu yang lalu saat saya baru terbangun siang-siang gara-gara begadangan mengejar deadline pekerjaan.

Pelatihan menulis asik? Maksyudnya?

Yah, saya memang asik kalau menulis (eits, nggak kena! Hihi), tapi seriously, saya sangat nggak bisa kalau disuruh membagi kiat atau mengajarkan cara menulis satu cerita fiksi. Doh. Saya menulis otodidak, nggak pernah belajar khusus. Makanya, kalau ada e-mail yang menanyakan hal itu, pasti saya mati gaya dan berakhir dengan memberikan beberapa URL yang memuat cara menulis. Atau, kalau tidak, saya cuma bilang, ngeblog deh, bagus buat latihan nulis. (Yup, sekolah menulis saya adalah blog.)

Akhirnya, dengan arwah yang belum terkumpul sepenuhnya, saya mulai bertanya-tanya, pelatihan macam apa yang dimaksud.

Oooh, ternyata itu hanya luapan kekesalannya karena diharuskan menulis ilmiah dengan bahasa ilmiah nan berbunga-bunga --- atau bahasa dewa.

<strong>Jadi, kita rubah mindset orang-orang, bahwa yang ilmiah itu nggak mesti serius, tapi asik. Kan yang penting esensinya, bukan bahasanya.
</strong>

Itu katanya lewat SMS.

Saya cuma cengar-cengir, padahal tadinya saya berharap, pelatihan itu benar-benar ada --- kalau ada, kan bisa tuh jajal jadi pelatih menulis (gayanyaaa…)
]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/11/bahasa_dewa.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/11/bahasa_dewa.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">catatan kecil</category>
        
        
         <pubDate>Fri, 28 Nov 2008 04:10:06 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>Peraturan Dibuat Memang Untuk Dilanggar, Tapi...</title>
         <description><![CDATA[Katanya, sih.

Ada sensasi tertentu rasanya, ketika kita  melakukan perbuatan <strike>asusila</strike> yang melanggar peraturan.Adrenaline serasa dipacu. Hidup menjadi lebih hidup. Seru. Lalu, ketika berhasil melakukan itu, terlintas pikiran,"Wah, gue pemberontak <strike>keren</strike>!"

Tapi ya bo, biasanya, orang kalau melanggar mah diem-diem, ngumpet-ngumpet. Ya nggak sih?

<div align="center"><img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/Untitled-1.jpg">

</br></br>
<a href="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/Picture-131.jpg">
Klik ini </a>untuk melihat lebih jelas.
</div>]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/11/peraturan_dibuat_memang_untuk.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/11/peraturan_dibuat_memang_untuk.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">cerita visual</category>
        
        
         <pubDate>Wed, 26 Nov 2008 21:51:41 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>Energi Yang Bertransformasi.</title>
         <description>Saya masih ingat, tujuh tahun yang lalu, waktu kami masih sama-sama awal dua puluhan, perempuan ini membuat saya ternganga-nganga karena ia memutuskan untuk menikah. Memang mereka telah berpacaran cukup lama, tapi buat saya yang waktu itu belum memikirkan menikah sama sekali --- lumayan membuat terkejut.

“Lo yakin?”

Dan ia pun mengangguk tegas. 

“Kenapa?”

Karena, ia bilang, mereka telah ‘berhasil’ melewati sekolah kehidupan lajang dan merasa cukup qualified untuk naik kelas; menikah dan menghadapi ujian demi ujian di jenjang ini. Dengan yakinnya ia bilang, bahwa selama ini energi mereka untuk mempertahankan hubungan telah teruji, tidak pernah habis; jadi ia yakin, akan terus punya energi untuk itu, walau apa pun yang terjadi.

“Lo nggak takut --- entar ternyata kenapa-kenapa setelah menikah?” celetuk saya iseng.

“..lagipula, gue dan dia itu sahabat yang nyoulmate banget. Apa sih yang perlu gue takutin dengan tinggal bersama dengan sahabat lo?”

Okay. Saya berhenti berkomentar iseng lagi.

Singkat kata, menikahlah mereka.

Selama ini saya tidak pernah melihat ada masalah yang berarti dalam hubungan mereka. Setahun kemudian mereka punya anak, lalu mereka menyicil rumah, lalu membeli mobil --- sedikit demi sedikit mereka membangun kerajaan mungil bertiga.

Manisnya.

Tapi dua minggu yang lalu, ia menceritakan hal yang cukup membuat saya terperangah. Ia sempat berencana untuk bercerai beberapa bulan yang lalu.

“Kami udah nggak cocok lagi.” Itu katanya.

Ah. Saya jadi bingung. Sewaktu awal menikah --- ia begitu yakin, bahwa pasangannya adalah ‘sahabat yang nyoulmate banget’.

“Gue udah capek.”

Dan dulu ia juga begitu yakinnya bahwa tidak akan pernah kehabisan energi untuk mempertahankan hubungan mereka. Sekarang kemana energi itu?
</description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/11/energi_yang_bertransformasi.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/11/energi_yang_bertransformasi.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">catatan kecil</category>
        
        
         <pubDate>Fri, 21 Nov 2008 02:58:08 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>Moral-moralan.</title>
         <description><![CDATA[<img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/nude.jpg" align="left" hspace="10">Kemarin, saya nongkrong bertiga, dengan dua orang teman. Di sebuah tempat nyaman berwi-fi yang tidak perlu login. Saya sibuk 'sibuk' mengganti <em>header </em>untuk <a href="http://lajangdanmenikah.blogspot.com">blog lajang dan menikah</a>, menambahkan tagline karya <a href="http://bintangtary.multiply.com">ibu Bintangtary</a>, <a href="http://lajangdanmenikah.blogspot.com/2008/11/lajang-dan-menikah-sama-enaknya-sama.html">pemenang</a> <a href="http://lajangdanmenikah.blogspot.com/2008/11/lomba-berlomba-dilombakan.html">lomba tagline ini</a>. Bukan pekerjaan sulit, jadi sebenarnya sudah selesai dalam lima belas menit. Tapi saya masih browsing sana-sini tak tentu arah. Sementara dua teman saya ini sibuk membahas tentang <strong>moral</strong>.

Berawal dari pertanyaan salah seorang dari mereka, yang menanyakan konsep tinggal bareng yang ada dalam novel <a href="http://blog.sepatumerah.net/2008/01/anak_kedua_saya_istoria_da_paz.html">Istoria da Paz : Perempuan Dalam Perjalanan</a>. Dia bertanya, kenapa saya membuat sang tokoh tinggal bareng.

Jawab saya : karena saya mau. Kan saya yang nulis? (haha! Jedig!). Tidak ada alasan, bahwa itu adalah fenomena umum masa kini atau apa. Hanya itu. ]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/11/moralmoralan.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/11/moralmoralan.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">catatan kecil</category>
        
        
         <pubDate>Sun, 16 Nov 2008 19:37:09 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>Odesaiko&apos;s Chronicle : Insomnia Keparat</title>
         <description><![CDATA[<div align="center">
<img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/insomnia_odesaiko.jpg">
</div>]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/11/odesaikos_chronicle_insomnia_k.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/11/odesaikos_chronicle_insomnia_k.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">Odesaiko&apos;s Chronicle</category>
        
        
         <pubDate>Tue, 11 Nov 2008 15:06:14 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>Bekerja Merubah Dunia. *Tsah!*</title>
         <description><![CDATA[Betapa selama ini saya merasa telah menjadi pahlawan, <em>agent of change</em> --- hanya karena saya memutuskan untuk turun langsung ke jalan. Dan jujur saja, saya menikmati guyuran pujian dan kekaguman orang banyak setiap saya menceritakan kesulitan yang saya hadapi di lapangan.

<em>
‘Gue kagum sama lo, lo berani turun berkotor-kotor langsung...’
‘Lu nggak takut apa?’</em>

Bahkan, saya pun begitu bangga, ketika ada yang bilang saya gila.
<em>
‘Lu gila, ninggalin kemapanan yang lo punya, untuk hidup nggak jelas gitu?’</em>

Dalam hati saya bilang ‘Ya iyalah, saya nggak cuma ngomong.’

Kepala saya membesar, hidung melayang… Sampai…

…

Hari itu perpisahan, hari terakhir kelas kami --- sekaligus penghujung kontrak saya sebagai relawan. Ada murid yang sudah mempersembahkan nyanyian, kami sudah bertukar cenderamata. Tiba-tiba seorang remaja putri maju, berkata bahwa ia bersama teman-teman sekelas telah menciptakan puisi perpisahan dan ingin membacakan puisi tersebut.
]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/11/bekerja_merubah_dunia_tsah.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/11/bekerja_merubah_dunia_tsah.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">Cerita Dari Jalan</category>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">catatan kecil</category>
        
        
         <pubDate>Mon, 10 Nov 2008 14:43:19 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>Mecahin Jerawat...</title>
         <description><![CDATA[<blockquote>
<strong>Acne vulgaris </strong>(commonly called acne) is a skin disease caused by changes in the pilosebaceous units (skin structures consisting of a hair follicle and its associated sebaceous gland). Severe acne is inflammatory, but acne can also manifest in noninflammatory forms.[1] Acne lesions are commonly referred to as pimples, spots, zits, or acne.
<strong></br>
<div align="right">sumber : <a href="http://wikipedia.org">wikipedia</a>, tentunya.</div>
</strong>
</blockquote>

Entah kenapa, saya hobi mecahin jerawat :D. Semua orang yang melihat saya melakukan ini pasti berteriak histeris, "JANGAN DIPECAHIN! NANTI INFEKSI!" atau "NANTI BERBEKAS!". Tapi, ya itu, suka aja. Saya menikmati rasa sakitnya, sampai air mata meleleh-leleh dan saya menikmat ketika 'isinya' keluar berdarah-darah (Ewww!).

Untung nggak sering jerawatan :D

Anyway, sekarang saya (tumben) lagi seneng-senengnya menggambar, nih. Berhubung tadi pagi baru mecahin jerawat *pengumuman ga penting*, maka....

<div align="center">
<img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/jerawat_partA.jpg">
</div>
]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/11/mecahin_jerawat.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/11/mecahin_jerawat.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">cerita visual</category>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">keseharian</category>
        
        
         <pubDate>Thu, 06 Nov 2008 15:36:14 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>Santun-Net</title>
         <description><![CDATA[<img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/ramadhan.jpg">
Si saya ini terpesona begitu masuk ke salah satu warnet di Bandung sewaktu bulan ramadhan kemarin. Di meja operator tertulis :

DILARANG BERISIK DAN BERKATA KASAR DALAM RUANGAN (mengganggu yang lain). UNTUK ANAK DI BAWAH UMUR DILARANG MEMBUKA SITUS DEWASA, SANKSI DENDA 50.000, APABILA KETAHUAN MEMBUKA SITUS DEWASA.

Nggak kok, namanya warnetnya bukan Santun-net]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/11/santunnet.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/11/santunnet.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">cerita visual</category>
        
        
         <pubDate>Tue, 04 Nov 2008 11:38:12 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>Project Baru : Lajang dan Menikah</title>
         <description><![CDATA[<u><strong><em>Si Menikah</em></strong></u>

"Eh Mbak, saya ambil yang ini ya."

"Mas, tolong bungkus yang itu deh."

"Adududuh...bagus bangeeett! Beli gak beli gak beli gak."

Itu saya, selama sejam belakangan ini. Sudah ada tiga tas plastik warna warni berisi syal, kaos, dan celana jins. Oh dan jangan lupa ikat rambut, kan rambut saya sudah panjangan.

Dan sekarang saya sedang memegang sebuah rok terusan warna hitam (efek melangsingkan, jangan lupa) bergaris horisontal warna merah dan coklat.

Kenalkan, saya seorang perempuan ( yang selalu berusaha tampak lebih) muda (dari usia sebenarnya) , beranak satu dan bersuami satu.

Tidak kelihatan ya dari belanjaannya?

Itulah saya, sering amnesia membelikan apapun untuk anak dan suami, sementara untuk kepentingan koleksi sendiri tidak pernah absen.

Satu-satunya masa di mana saya tidak pernah melupakan keduanya adalah saat belanja bulanan.

Misalnya kemarin malam.

Saya dan suami mendorong-dorong satu trolley penuh berisi susu, sabun anak-anak, kaos singlet putih, beberapa pasang kaos kaki dua jenis ukuran, shaving cream, coklat, french fries, dan sebagainya dan sebagainya. Untunglah anak kami sudah tidak perlu diapers. Bukan apa-apa, mahal!

Lah tuh belum apa-apa saya sudah mikirin mahalnya. Padahal rok terusan ini harganya tiga kali lipat harga diapers.



<u><em><strong>Si Lajang</strong></em></u>
Dasar cewek. Atau mungkin dasar saya saja ya. Tujuan utama sih membeli pembalut, tapi saya nyangkut ke setiap gerai. Dari kopi instan sampai deterjen. Dari body lotion sampai barang pecah belah. Doh. Dan kadang tidak berakhir sampai cuma lihat-lihat saja, sedikit demi sedikit keranjang saya dipenuhi oleh benda-benda yang ketika saya masuk ke dalam supermarket tidak masuk dalam rencana beli!

Anyway, gang yang mendisplay rupa-rupa pembalut justru saya sambangi belakangan. Saya mengambil satu bungkus yang isinya 48. Biarin, biar sampai bulan depan.

"Jangan yang merk ini, Mas. Mahal. Yang merek itu aja."

Saya mendengar sebuah suara perempuan. Dengan gerakan tidak ketara saya melirik. Perempuan itu bersama seorang lelaki, sedang memilih-milih diapers. Mereka terlihat menarik satu merk, mengembalikannya lagi, mengambil merk yang lain, mengembalikannya lagi. Lalu mengambil dua merk dan membandingkannya.

Saya jadi penasaran.

Maka terambillah satu.

Buset. Mahal.

Lalu saya lirik keranjang belanjaan pasangan tadi --- berisi susu bayi, perlengkapan mandi bayi. Lalu ada beberapa alat rumah tangga. Lalu ada cairan sabun cuci piring, ada deterjen ada obat pel.

Spontan saya melihat isi keranjang saya.

Kripik-kripik. Body lotion yang sebenarnya saya sudah punya, tapi yang satu tinggal setengah. Kopi instan --- dua jenis rasa, satu mochacino satu vanilla latte. Cheek brush untuk membalurkan eye shadow pink muda di pipi. Bagus lho, wajah anda bakal tampak bercahaya.

.............
]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/10/project_baru_lajang_dan_menika.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/10/project_baru_lajang_dan_menika.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">project</category>
        
        
         <pubDate>Mon, 27 Oct 2008 15:49:29 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>Mimpi : Jangan Ditunda, Jangan Dibunuh.</title>
         <description><![CDATA[<img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/paperplane.jpg" align="left" vspace="10" hspace="10">Jadi, gara-gara makan siang <em>bareng </em>dengan <a href="http://rradjahaba.multiply.com/">Ibu ini</a> di Erla's Dago Pojok (Maaf ya, djeung <a href="http://brokolisehat.blogspot.com">Brok</a>, minggu depan deh bersamamu.haha), <em>ngobrolin </em>tentang (salah satunya) film  <a href="http://www.imdb.com/title/tt0112579/">The Bridges Of Madison County</a>, saya jadi tergoda untuk berburu DVD-nya. Dan dapat! Oh ya film ini diadaptasi dari novel berjudul sama.

Ceritanya tentang seorang perempuan, Fransesca Johnson (Meryl Streep) seorang ibu rumah tangga yang (dulunya) memiliki <em>passion </em> untuk berpetualang --- tapi pada akhirnya ia memilih untuk menikah dan tinggal di Madison County, Iowa. Ketika sang suami dan anak-anaknya sedang pergi, datanglah seorang pria, Robert Kincaid (Clint Eastwood) --- fotografer National Geographic, yang ditugaskan untuk memotret jembatan di tempat tersebut.

Selanjutnya --- ketebak. <em>Affair</em>. Tapi dari hubungan mereka yang hanya beberapa hari tersebut, mimpi-mimpi Fransesca dibangunkan kembali dari tidur panjangnya. 

Akhirnya? Tonton saja sendiri. Dan saya juga tidak mau memberi bintang-bintang karena entri ini bukan <em>review </em>tentang film tersebut. :P

Tapi, ada satu hal yang 'mencolek-colek' saya, dan (rasanya) sih 'menyerempet-nyerempet' kehidupan ini, sampai akhirnya saya meninggalkan pekerjaan saya dan <em>online</em>, untuk menulis entri ini.

Bahwa mimpi itu, tidak boleh ditunda. Apalagi dibunuh.
]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/10/saat_makan_siang_bareng_dengan.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/10/saat_makan_siang_bareng_dengan.html</guid>
        
        
         <pubDate>Sat, 25 Oct 2008 15:41:09 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>&quot;Istoria da Paz : Perempuan Dalam Perjalanan&quot; di Cleo</title>
         <description><![CDATA[<div align="center">
<img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/cleo.jpg"><br>
edisi November 2008.
Thanks Mbak Herdiana! ;-)
</div>

]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/10/istoria_da_paz_perempuan_dalam.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/10/istoria_da_paz_perempuan_dalam.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">novels</category>
        
        
         <pubDate>Fri, 24 Oct 2008 02:38:03 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>Terima Kasih!</title>
         <description><![CDATA[<div align="center">
<img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/bdayyyy.jpg"><br><br>Terima kasih,ya teman-teman. Juga yang melalui facebook.<br><br><b>diperbaharui jam 23.30 WIB</b><br><br>karena diprotes... iyaa, terima kasih juga yang sudah menelepon. Hahaha</div>

]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/10/terima_kasih.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/10/terima_kasih.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">catatan kecil</category>
        
        
         <pubDate>Wed, 22 Oct 2008 21:35:56 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>100 : Memprospek Jemaat</title>
         <description><![CDATA[<em>"Mbak, mbak ke gereja gue deh."
"Karena?"
"Gereja gue tuh asyik, Mbak. Seru. Nggak kayak gereja-gereja lain."
"Oooo."</em>

<img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/religion.jpg" align="left" valign="10" hspace="10">Yah begitu lah secuplik konversasi dengan seseorang beberapa waktu yang lalu. Yang terlintas dalam benak saya <em>'Ternyata aktivitas prospek-memrospek itu bukan kerjaannya MLM aja, gereja juga!' </em> Menurut orang ini, gerejanya seru -- tidak seperti gereja-gereja ortodoks yang tata ibadahnya kolot, ada <em>band </em>(maksudnya, perkara nyanyi-menyanyi diiringi <em>band</em>, bukan <a href="http://selebriti.kapanlagi.com/ada_band/">Ada band</a> yang ini), jemaatnya pemuda dan pemudi <em>funky </em>daaan seterusnya.

<em>Anyway</em>, buat saya, yang namanya masalah spiritual dan hal-hal yang berkaitan dengan itu adalah masalah pribadi.

Untuk agama , yang penting esensinya --- berkomunikasi dengan Sang Penguasa Jagad. Alat komunikasi. Saya sering menganalogikannya dengan <em>handphone</em>, bentuk macam-macam, fasilitas macam-macam, esensinya, <em>yo </em>alat komunikasi, <em>iku</em>..

Eh,<em>ngemeng-ngemeng</em> soal <em>handphone</em>, jadi ingat, ada seorang ibu, membeli handphone dengan fitur ini dan itu, tapi pada akhirnya ya cuma buat menelepon dan mengirim pesan pendek, thok. Ck ck ck.

Kalau soal gereja/kelompok aktivitas agama? Ya cuma tempat. Wadah thok.Sebagai orang yang senang melakukan <em>tour de gereja</em>, saya nggak melihat ada yang buruk atau baik dari gereja kolot atau gereja <em>funky</em>, dan juga saya nggak melihat ada yang baik dan buruk dengan tidak pergi ke gereja. :P

Itu sebabnya saya tidak mudah terkesan dengan segala jaminan keselamatan (ketenangan etc etc) yang ditawarkan oleh agama ini-itu, plus fasilitas ini-itu yang disediakan oleh gereja / kelompok agama tertentu, ngga pentiiiing. 
]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/10/100_memprospek_jemaat.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/10/100_memprospek_jemaat.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">catatan kecil</category>
        
        
         <pubDate>Fri, 17 Oct 2008 18:04:17 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>Namanya Juga Usaha</title>
         <description><![CDATA[<img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/asuransi.jpg" align="left">Sekitar tiga hari yang lalu saya mengantarnya ke stasiun, kami memang sengaja datang satu jam lebih cepat dari jadwal keberangkatan dan memanfaatkan waktu untuk mengobrol. 

Di tengah-tengah obrolan dan ketawa-ketawa, tiba-tiba datanglah seorang perempuan bertubuh gempal, mengenakan seragam <em>provider </em>sebuah GSM (atau CDMA, entahlah, saya tidak tahu pasti, nggak pernah ngikutin) baru. Sambil membawa produknya, ia bilang “Permisiiiii… boleh ganggu yang pacaran nggak?”

Saya dan dia berpandang-pandangan dan dia bilang “Nggak tuh,Mbak.” – saya tahu maksud dia bercanda, karena dia mengatakannya sambil cengengesan, tapi mimik wajah perempuan bertubuh gempal tersebut berubah 180 derajat, dari yang senyum-senyum sumringah dan bahagia, jadi kecewa.
]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/10/namanya_juga_usaha.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/10/namanya_juga_usaha.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">catatan kecil</category>
        
        
         <pubDate>Thu, 09 Oct 2008 13:52:08 +0700</pubDate>
      </item>
      
   </channel>
</rss>
