<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>blog.sepatumerah.net</title>
      <link>http://blog.sepatumerah.net/</link>
      <description></description>
      <language>nl</language>
      <copyright>Copyright 2008</copyright>
      <lastBuildDate>Wed, 14 May 2008 08:37:23 +0700</lastBuildDate>
      <generator>http://www.sixapart.com/movabletype/</generator>
      <docs>http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss</docs> 

            <item>
         <title>Usaha Sampingan Selebriti</title>
         <description><![CDATA[<img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/jikustik.jpg">

update :
<i>Sing Suer</i> ini bukan hasil sentuh ulang (<i>retouch</i>) photoshop, makanan kecil kaya MSG ini saya temukan di kios Mama Bot (Mama = Ibu, Bot = besar, secara harafiah penjualnya emang guedeeee banget, masuk pintu kiosnya aja ribet kali..) depan rumah, harganya 10 sen, ada dua rasa, Keju dan Coklat. Produk dari Cirebon tuh...

om sony, kalau mau ambil boleh kok :))
]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/05/usaha_sampingan_selebriti.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/05/usaha_sampingan_selebriti.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">cerita visual</category>
        
        
         <pubDate>Wed, 14 May 2008 08:37:23 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>APAKAH ANDA TERLALU PEMALU?</title>
         <description><![CDATA[…sampai-sampai menanyakan nomor telepon orang yang anda sukai saja anda tidak berani?

Gunakanlah <em>t-shirt </em>ini!

<div align="center"><img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/canihaveyours.jpg"></div>

Berhubung saya <em>nggak </em>terlalu pemalu, maka saya nggak beli <em>t-shirt </em>yang saya temukan di pasar barang bekas Suai (Distrik Cova Lima, Timor Leste) ini.

Eh, <em>Ngomong-ngomong</em> soal <em>line </em><em>gombal-gombalan</em>, ada satu <em>line </em>yang jadi andalan kalau saya sedang ingin menggombali orang yang sedang di<em>kecengi </em> (ih, istilah di'keceng' itu aneh banget sih bunyinya?) : ]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/05/apakah_anda_terlalu_pemalu.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/05/apakah_anda_terlalu_pemalu.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">cerita visual</category>
        
        
         <pubDate>Fri, 09 May 2008 13:24:06 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>IBU</title>
         <description><![CDATA[<strong>ibu  /n/ </strong>

Perempuan yang –waktu saya kecil- selalu tega tidak pernah memberikan mainan yang saya mau dengan mudahnya, sebelum melihat usaha saya menabung. 

Perempuan yang –waktu saya kecil- menolak untuk memberikan <em>reward </em>berupa uang, mungkin karena tidak mau ketika saya besar menjadi orang yang money oriented.

Perempuan yang –waktu saya kecil- dengan mudahnya membelikan saya buku atau mengikut sertakan saya ke kursus-kursus yang saya inginkan.

Perempuan yang senang bersih-bersih, sampai-sampai saya harus ‘menyelamatkan’ <em>tshirt </em>butut nan nyaman, karena kalau tidak tshirt tersebut akan digunting untuk dijadikan lap meja.

Perempuan yang nggak suka masak harian karena gerah dan ribet, tapi senang mencoba resep-resep baru

Perempuan yang selalu mengingatkan untuk menyisihkan perpuluhan setiap saya mendapatkan penghasilan.

Perempuan yang jago menabung, kata adik saya – jangan pernah menitipkan uang tabungan pada beliau, karena beliau itu seperti bubu atau jebakan ikan, uang gampang masuk tapi susah keluar. (‘Buat beli apa?’, ‘Jangan boros.’, ‘Tabung dulu.’, ‘Emang beli itu penting?’) – tapi saya tidak belajar dari ‘kesalahan’ dan tetap menitipkan buku tabungan dan segala dokumen penting padanya. (karena somehow saya tidak percaya akan kemampuan saya menahan nafsu kedagingan buang-buang uang *haha!*)

]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/04/ibu_1.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/04/ibu_1.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">catatan kecil</category>
        
        
         <pubDate>Sat, 26 Apr 2008 06:00:00 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>Perbincangan Imajiner</title>
         <description><![CDATA[<div align="center"><img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/Maret202008-081.jpg"></div>

“Kak, kenapa kebenaran itu harus dicari?”
“Soalnya dunia itu panggung sandiwara, dik.”
“Ohh, jadi semua orang berakting,ya Kak?”
“Iya.”
“Pasti nyari kebenaran tuh susah banget…”
“Kenapa kamu bilang gitu, Dik?”
“Ya liat aja, orang ini sampe mati nyari kebenaran…”

Sebuah perbincangan imajiner yang selalu muncul di kepala setiap melihat monumen depan gang rumah ini.

]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/04/perbincangan_imajiner.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/04/perbincangan_imajiner.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">cerita visual</category>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">project kaki</category>
        
        
         <pubDate>Fri, 18 Apr 2008 14:04:38 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>Dear Pembunuh Mimpi,</title>
         <description><![CDATA[Saya masih ingat benar lho, kata-kata anda sekitar setahun setengah yang lalu ketika saya menceritakan tentang mimpi-mimpi saya untuk masa depan.

“Mimpi lo muluk banget sih?” Itu kata anda dengan <em>gesture </em>yang melecehkan, seolah berkata ‘konyol banget sih bermimpi seperti itu?’

Saya beneran nggak nyangka kata-kata itu keluar dari bibir anda. Padahal, kalau ditilik dari umur yang sudah kepala empat, seharusnya anda sudah menjadi sosok berpengalaman yang bijak bestari. *alah bestari!*

Anda tahu, kalimat anda benar-benar menusuk jantung.

Jleb. 

Nggak tau rasanya? 

Begini, coba bayangkan, apa yang anak anda rasakan kalau misalnya saya bilang “Kamu nggak mungkin dapat beasiswa yang kamu impikan!” padahal ia sedang mengikuti dalam proses seleksi beasiswa tersebut. Nyakitin kan?

Anda itu kenapa sih? Memangnya anda tidak pernah memiliki mimpi?

Apa? Tidak pernah?

Nggak mungkin. 

Coba ingat-ingat lagi. 

Waktu kecil mungkin? 
]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/04/dear_pembunuh_mimpi.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/04/dear_pembunuh_mimpi.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">catatan kecil</category>
        
        
         <pubDate>Thu, 10 Apr 2008 10:12:01 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>Menikmati Bayangan *</title>
         <description><![CDATA[“Saya percaya, jika saya menampung dan merawat musafir seperti Nona sekarang, suatu saat nanti, ketika saya menjadi musafir, atau mungkin anak saya, atau cucu saya, atau orang-orang yang saya kasihi menjadi musafir, maka akan ada orang lain yang menampung dan merawat mereka…”

Itu adalah kalimat panjang yang keluar dari bibir hitam kemerahan (kupikir ia terlalu banyak makan siring pinang dan harus masuk rumah sakit ketergantungan sirih pinang) milik seorang laki-laki tua, kepala salah satu desa yang terdapat di kaki gunung Ile Mandiri, Larantuka, bertahun-tahun yang lalu. 

Aku tersentuh. Walaupun apa yang dia bilang adalah hukum tabur tuai yang sering disebut-sebut dalam kegiatan religi (siapa yang menabur kebaikan akan menuai kebaikan atau kurang lebih begitulah), tapi saat itu, aku sangat tersentuh. Kalimatnya kemudian masuk ke dalam otakku. Tanpa sadar, aku tidak pernah berkeberatan menampung dan merawat musafir yang kebetulan bersilangan jalan denganku.

Dan terbukti, apa yang kutabur, kutuai sekarang. Selama lebih dari enam bulan aku di jalan, dengan ajaibnya, setiap berada dalam kesulitan, selalu ada orang-orang yang menampung dan merawatku.

Kemarin, pria gempal berkulit tembaga yang hobi curhat itu telah menampungku. Sebelumnya, entah sudah berapa kali orang-orang yang tak kukenal membantuku.

Sekarang, Prima. Salah seorang sepupu jauh. Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba ia menelepon saat aku baru menyalakan handphone, satu jam setelah mendarat di Bali dan berpikir keras bagaimana cara tinggal di Bali dengan <em>budget</em> seminim mungkin.

Prima, seorang perempuan Solo, berwajah eksotis, berkulit kecoklatan, berambut panjang lurus dan hitam. Ia menikah dengan Jérémie Bellanger, seorang penulis dari Prancis dan tinggal di Ubud.

Sebuah ketidak sengajaan? Entah.

Dan, mereka memiliki sebuah <em>café</em> mungil dengan fasilitas wifi, tepat saat aku perlu menghubungi Nad, untuk memberikan informasi terakhir tentang <em><a href="http://blog.sepatumerah.net/2008/03/next_destination_you.html">next destination</a></em>ku.

Ketidaksengajaan lagi? 
]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/04/menikmati_bayangan.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/04/menikmati_bayangan.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">Fiksi</category>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">Mi, The Wandering Soul</category>
        
        
         <pubDate>Sun, 06 Apr 2008 11:58:46 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>Dia Bilang Saya Goblok (dan variannya)</title>
         <description><![CDATA[<div align="center"><img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/kaki-oehala.jpg"></div>

Seumur hidup saya sangat yakin bahwa saya tidak masuk dalam kategori goblok dan variannya. Juga, tidak pernah – catat, tidak pernah ada seorang pun yang pernah mengatai saya sepertu itu, baik itu secara bercanda, apalagi serius. 

Dan seumur hidup juga, saya sangat percaya, bahwa di dunia ini, tidak ada orang goblok dan variannya. Yang ada, orang yang sudah tahu dan orang yang belum tahu. Makanya saya tidak pernah mengatai orang seperti itu.

Tapi seseorang mengatai saya ‘Goblok!’ dengan keras dan sarkastis – yang lebih menyakitkan dia serius.

Berawal dari keluhan saya tentang betapa keberanian dan kenekatan saya jauh berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Untuk hal yang sederhana; saya jadi sedikit takut ketinggian. Lalu saya memberi contoh kasus. Kebetulan siangnya saya baru saja menyambangi air terjun Oehala.

 “Di Oehala gue berusaha untuk berdiri di bibir air terjunnya. Beuh, rasanya nggak karu-karuan. Takut iya, sere..”

Nada excited yang keluar dari bibir saya terpotong.

“Goblok banget sih lo…”lawan bicara saya menatap tajam]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/04/dia_bilang_saya_goblok_dan_var.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/04/dia_bilang_saya_goblok_dan_var.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">cerita visual</category>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">project kaki</category>
        
        
         <pubDate>Fri, 04 Apr 2008 13:56:32 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>Indonesian Idle vs American Idle</title>
         <description><![CDATA[<div align="center"><img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/2184ZHW41CL_AA180_.jpg"><img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/indidle.gif"></div>

Barusan saya <em>googling </em>dengan keyword <strong>Indonesian Idle</strong>.  maksudnya sih, mau meng<em>update</em> blog <a href="http://novelsepatumerah.blogspot.com/">review novel saya</a>. Tapi, saya malah menemukan  entri di <a href="http://h706a.multiply.com/journal/item/138/American_Idle_vs_Indonesian_Idle">sini</a>,

<blockquote>
Karena sedang gemar membaca, lalu sempat menyentuh Indonesian Idle-nya Okke Sepatumerah. Hanya tahan membaca setengahnya lalu langsung menuju halaman belakang. Isinya tentang perempuan jadi pengangguran di Jakarta. Lalu, baru saja dari Bandung Book Center ada buku American Idle, isinya tentang pengangguran di Amerika. Jdang.
</br></br>
Kok, kaya' sama, ya?
Ada yang udah pernah baca?
</blockquote>

Gubrags. Oops. Sumpah saya kaget. Nah lu.

Akhirnya, karena penasaran, saya <em>googling </em>lagi, dengan keyword "American Idle", eh malah ketemu website <a href="http://americanidle.org/">ini</a>.

Hm... lalu pencarian saya lanjutkan dengan menambah kata novel setelah "American Idle". Jadi :<strong> "American Idle"+novel.</strong>

Dan di baris pertama hasil pencarian, muncul website <a href="http://www.alesiaholliday.com/">Alesia Holliday</a>, pengarang novel bergenre chicklit dari <em>sono </em>dan menemukan novel <a href="http://www.alesiaholliday.com/americanidle.cfm">American Idle</a>.

Doh, padahal kemarin saya merasa sangat brillian dan kreatif dalam memberi judul "Being an Indonesian Idle" pada novel pertama saya, dan dipersingkat menjadi <a href="http://blog.sepatumerah.net/2007/08/indonesian_idle.html">'Indonesian Idle</a>' atas usulan <a href="http://dodolsurodol.com/journal">bapak ini</a>. (Setelah saya sebel-sebel karena <a href="http://dodolsurodol.com/journal">doi </a>memlesetkan judul menjadi 'Indonesian <strong>udel</strong>'.) Ternyataaa ya. :))

Mungkin, selain pelatihan menulis fiksi, harus juga diadakah 'pelatihan memberi judul novel'. Dan saya akan menjadi orang pertama yang mendaftar.

hehehe.

<strong>PS</strong>: 
Ada yang sudah pernah membaca American Idle? Ceritanya gimana sih?



]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/03/indonesian_idle_vs_american_id.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/03/indonesian_idle_vs_american_id.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">ga penting</category>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">novels</category>
        
        
         <pubDate>Tue, 25 Mar 2008 14:22:42 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>Next Destination : You</title>
         <description><![CDATA[“Gue pengen ke Togian.  Nyepi. Siapa tau gue jadi lebih baik. Setelah itu baru melanjutkan perjalanan.” Cetusku, ini adalah tujuan ke lima yang berbeda, yang telah kusebutkan dalam tiga puluh menit ini.
“Yakin bakal lebih baik kalau lo pergi-pergi?” Tanya Pay, pria yang baru kutemui Jumat lalu dalam perjalanan.
“Ya nggak juga sih,”
“Tuh kan?”

Aku nyengir. Lalu kami terdiam.

“Mungkin elo selama ini hidup dalam fase <em>denial</em>, Mi. Elo selalu bilang elo baik-baik aja, padahal enggak.” Seru Pay beberapa jenak kemudian.

Aku hanya bersandar pada tembok kamar kostnya sambil bertanya-tanya, kenapa aku sampai kehilangan libido untuk traveling? Tumben. Padahal <em>passion</em>ku adalah menjelajah. Pay meledek bahwa aku sedang <em>frigid to travel</em>. Ini gara-gara saat aku menyambangi pantai yang indah, air terjun, padang rumput yang keren, aku hanya bisa menghela nafas sambil berkata “<em>Oh yeah, well</em>. Terus?” – tidak ada rasa meledak-ledak dalam hati, seperti biasanya.
 
Sumpah aneh. Yang kuinginkan hanya tidur. Bermalas-malasan. Bahkan ada saat di mana aku menyesal terbangun. 

Aku hanya mencibir. <em>Denial </em>apa? Aku tidak pernah memungkiri apa pun. ]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/03/next_destination_you.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/03/next_destination_you.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">Fiksi</category>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">Mi, The Wandering Soul</category>
        
        
         <pubDate>Tue, 25 Mar 2008 13:40:33 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>Batas</title>
         <description><![CDATA[<div align="center"><img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/kakiborder.jpg"></div>

Entah kenapa, walaupun sudah sering melewati garis kuning yang menandai perbatasan Timor-Leste dan Indonesia, tapi saya selalu menyempatkan diri untuk bermain 'Sebelah badan di negara yang berbeda'. 

Dan saya -secara psikologis- selalu merasakan sensasi yang sama, sebelah badan merasa aman karena di berada negara sendiri, sedangkan sebelah badan merasa 'tidak terlindungi' karena di negara orang.

]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/03/batas.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/03/batas.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">project kaki</category>
        
        
         <pubDate>Thu, 20 Mar 2008 20:21:52 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>Ancaman Lapan Puluhan.</title>
         <description>Sebenarnya ancaman bunuh diri yang dilakukan oleh seseorang supaya tidak ditinggal oleh pacar adalah trik basi delapan puluhan. Tapi, kok masih ada saja yang pakai trik itu ya? 

Betapa tidak mengikuti perkembangan zamannya orang-orang macam itu. Boleh jadi itu trik yang sangat brilian nan spektakuler pada masa Bapak Rano Karno, Ibu Yessy Gusman, Tante Yenny Rahman atau Oom Roy Marten masih pantas memakai seragam putih abu. Tapi, ini sekarang, tahun 2008, di mana para aktor dan aktris tahun jebod itu sudah terlalu tambun dan bergelambir untuk memakai seragam SMU.

Anyway, seorang teman baru mengirimkan pesan pendek dan bilang bahwa ia batal putus (lagi!) dengan pacarnya, karena sang pacar bilang, ia tidak bisa hidup tanpa teman saya – lebih baik mati jika harus putus. 

Ini terjadi berulang-ulang - sampai bosan mendengarnya. Padahal teman saya ini jelas-jelas bilang bahwa ia sudah tidak tahan dengan sikap pacarnya yang obsesif dan cemburuan. Ada hari-hari di mana teman saya terlihat depresi.
</description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/03/ancaman_lapan_puluhan.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/03/ancaman_lapan_puluhan.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">catatan kecil</category>
        
        
         <pubDate>Mon, 17 Mar 2008 10:58:56 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>Peace Of Mind</title>
         <description><![CDATA[<div align="center"><img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/pom.jpg"></div>

Yah, Cuma bertanya-tanya saja.. bagaimana cara mendapatkan ‘peace of mind’ ya?  Apakah dengan menyewa satpam dari security service yang bertagline ‘Peace of mind’? Memagari property dengan pagar tinggi?]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/03/peace_of_mind.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/03/peace_of_mind.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">cerita visual</category>
        
        
         <pubDate>Thu, 13 Mar 2008 10:31:57 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>Lagu Favorit Saya : Timor Lorosae</title>
         <description><![CDATA[<embed width="448" height="361" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" src="http://i15.photobucket.com/player.swf?file=http://vid15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/timorlorosae_0003.flv">


<em>Rai timor Loro Sae
Rai ida Be Hau Moris
Hau Hadomi Deit O Mesak Doben
Rai Timor Loro Sae
Rai Ulun to a Rai Ikun
Tasi Feto to O Tasi Mane
Husi Loro Sae Loran Monu Mesak
Oan Timor Loro Sae</em>

Tanah Timor Lorosae
Tanah tempat lahirku
Saya hanya mencintaimu
Tanah Timor Lorosae
Dari ujung timur sampai ujung barat
Laut tenang dan laut ganas
Dari Lorosae sampai Loromonu
Semua anak timor lorosae

<em>Timor Oan tomak Lemorai
Hela iha Rai Seluk-seluk
Rona Lai Ami Hananu Hodi
Solok Imi Hotu Lae
Rai Ulun to a Rai Ikun
Tasi Feto to O Tasi Mane
Husi Loro Sae Loran Monu Mesak
Oan Timor Loro Sae</em>

<em>Semua anak Timor mengembara
Tinggal di tanah yang berbeda-beda
Dengarkan dulu nyanyian kami
Untuk menyenangkan kalian semua
Dari ujung timur sampai ujung barat
Laut tenang dan laut ganas
Dari Lorosae sampai Loromonu
Semua anak timor lorosae</em>


Yah, sejak saya dengar lagu ini tahun 2001, saya langsung suka. Walaupun sekarang sudah banyak lagu-lagu Tetun yang saya dengar, lagu ini tetap ada dalam daftar lagu favorit :)
]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/02/lagu_favorit_saya_timor_lorosa.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/02/lagu_favorit_saya_timor_lorosa.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">cerita visual</category>
        
        
         <pubDate>Fri, 29 Feb 2008 12:22:52 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>Dijual : Sertifikat dan Ijazah.</title>
         <description>Akhirnya, selesai juga seluruh materi yang harus diajarkan di salah satu kursus yang diadakan bekerja sama dengan LSM lokal di salah satu perpustakaan di Dili. Tes akhir diadakan pada minggu ke-dua bulan Februari 2008. Ada 12 orang yang ikut, menyusut dari jumlah awal murid yang seharusnya 20 orang.

Seluruh materi dalam tes sudah pernah diajarkan pada pertemuan regular seminggu tiga kali kursus di kelas. Tapi ternyata masih ada yang tidak bisa menjawab dengan benar. Saya sedikit kecewa juga. Ketika saya periksa, ada delapan orang lulus, sisanya tidak. Rasanya nggak enak, kalau bisa sih, saya luluskan semuanya. Tapi mau gimana lagi? Ini adalah hasil tes yang sesungguhnya, sesuai dengan kehadiran, kemauan belajar dan persiapan sebelum tes. Untuk yang tidak lulus, ya nggak bisa diapa-apain lagi, dinaik-naikin juga tetap nggak bisa melewati batas minimal kelulusan. Ya sutrah, apa boleh buat, artinya mereka harus mengulang di level yang sama. Hitung-hitung pendalaman lah. 

Eh jadi ingat, zaman kuliah, kalau saya tidak lulus satu mata kuliah, dan harus mengulang, saya tidak pernah bilang ‘Iya nih, gue dapat D buat Kewiraan, harus ngulang’, tapi saya bilang ‘Iya nih, gue dapat D buat kewiraan, harus mendalami’. Dan pssst…beneran, saya memang nggak lulus Kewiraan. Haha. Ngomong-ngomong mata kuliah yang judulnya : Kewiraan masih ada nggak sih?
</description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/02/dijual_sertifikat_dan_ijazah.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/02/dijual_sertifikat_dan_ijazah.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">catatan kecil</category>
        
        
         <pubDate>Mon, 18 Feb 2008 10:23:46 +0700</pubDate>
      </item>
            <item>
         <title>Anak Kedua Saya : Istoria da Paz</title>
         <description><![CDATA[<blockquote>
mbak okke...<br /> <br /> waaaw, i'm so ecstatic! senang sekali bisa menjadi 'teman' walau hanya dalam dunia FS.<br /> <br />first off, thanks for approving my friend request y, mba. i've been dying to congratulate u for <strong><u>ur recent book published, 'istoria da paz'. keren! i believe that as of this morning (after finishing ur book), i have seriously fallen for ur (fictional) character, Dion. waaaaaaaaa... a tall handsome selfless guy? duh, nyari dimana ya tuh, mba, yg macam gt hari gini? hohoho</u></strong>.<br /> <br /> sebenernya udah impressed banget sejak baca 'indonesian idle'. i love it a lot. soalnya saya ngerasa bener-bener bisa relate sama ceritanya. as i am so much the rookie girl that is still in search of her so-called 'dream job'. hehe.<br /> <br /> yang jelas saya suka banget sama gaya penulisan mba okke di kedua novel itu. very honest. simple yet endearing... u MUST continue writing yha, Mba. no matter what!:) Semangat!<br /> <br /> meanwhile, take good care.<br /> and gbu. 
</blockquote>

Itu <em>comment </em>terakhir dari <a href="http://profiles.friendster.com/6483761">Tessa Intanya </a>di friendster saya. Yang ada saya bengong dan mikir : "Lah? Novel saya sudah keluar lagi ya?"

Saya jadi semakin yakin ketika malamnya, <a href="http://jennyjusuf.blogspot.com">Jenny </a>mengirimkan SMS dan semakin yakin lagi dan lagi setelah membaca komentar <a href="http://blog.sepatumerah.net/2008/01/kalau_saja_saya_menjadi_seoran.html#comment-1805">t.w di entry yang sebelumnya</a>.

Buset. Saya kemana aja ya?

Jangan dijawab, itu pertanyaan retorik. Saya sudah kembali lagi ke bumi Lorosae tercinta, dan kembali berjauhan dengan sarana komunikasi.:D. Makanya <a href="http://blog.sepatumerah.net/2007/09/the_art_of_samen_leven.html#more">kasus saya tidak ikut menyertai kelahiran anak pertama</a>, terjadi lagi pada kelahiran anak kedua.

Tapi, ya sudahlah. Yang penting ini.

Telah lahir anak ke-dua saya : Istoria da Paz : Perempuan dalam Perjalanan. Dapatkan di toko buku- toko buku terdekat. ;-).<em> I am oh so excited </em>:)



--------------------------------

<div align="center"><img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/istoria-da-paz.jpg"></div>


<em>Putus. Adalah hal yang menyakitkan bagi setiap orang. Termasuk Damai Priscilla, seorang editor yang bekerja di sebuah penerbitan. Dalam keadaan sangat hancur, ia mendapat tugas untuk membukukan kisah seorang guru ‘Sekolah Damai’, sebuah sekolah alternatif bagi anak-anak pengungsi Timor Leste yang berada di camp pengungsian di Timor Barat.

Untuk itu ia harus melakukan perjalanan menemui sang guru dan mengalami banyak hal 

Istoria da Paz*: Perempuan dalam perjalanan. Bukan cerita tentang perempuan bernama Damai, seorang editor yang patah hati. Bukan juga cerita tentang Sekolah Damai. Tapi ini kisah perempuan yang mengalami perjalanan mengubah sudut pandangnya tentang kehidupan.</em>

.....

Masyarakat belum bisa terima perbedaan nilai. Berhubung yang umum dalam masyarakat adalah menikah, maka buat orang yang belum menikah, atau bahkan memutuskan untuk tidak menikah, akan dianggap aneh. Maka beramai-ramailah mereka memercayai bahwa mereka normal jika menikah.
<strong>Arimbi Pramudhita, feature editor ‘Destination’</strong>

Kenyamanan ini membuat kita berhenti mencari, padahal proses pencarian itu belum selesai.
<strong>Enrico Stephanus, tattoo artist</strong>

 Well, mungkin perjalanan dan pertemuan dengan orang plus suasana baru bisa membantu lo menata hati.
<strong>Julia Sastrawijaya, editor Codex</strong>

Jalan hidup manusia itu seperti garis, walaupun tidak lurus. Suatu saat mungkin terjadi persilangan, perpotongan atau persentuhan antara garis jalan hidup masing-masing.
<strong>Dionysius Alexander, pekerja sosial</strong>

]]></description>
         <link>http://blog.sepatumerah.net/2008/01/anak_kedua_saya_istoria_da_paz.html</link>
         <guid>http://blog.sepatumerah.net/2008/01/anak_kedua_saya_istoria_da_paz.html</guid>
                  <category domain="http://www.sixapart.com/ns/types#category">novels</category>
        
        
         <pubDate>Tue, 29 Jan 2008 12:54:51 +0700</pubDate>
      </item>
      
   </channel>
</rss>
