<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>sepatumerah.net</title>
	<atom:link href="http://blog.sepatumerah.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.sepatumerah.net</link>
	<description></description>
	<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 17:28:02 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tokoh Spiritualku Sayang, Tokoh Spiritualku Malang.</title>
		<link>http://blog.sepatumerah.net/2010/03/tokoh-spiritualku-sayang-tokoh-spiritualku-malang/</link>
		<comments>http://blog.sepatumerah.net/2010/03/tokoh-spiritualku-sayang-tokoh-spiritualku-malang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 17:22:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sepatumerah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[catatan kecil]]></category>

		<category><![CDATA[keseharian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sepatumerah.net/?p=2009</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;. hal ini membuat &#8216;tokoh spiritual&#8217; dan sebangsa &#8216;motivator kehidupan&#8217; atau penulis buku-buku swabantu* menjadi satu pekerjaan menarik untuk menangguk keuntungan banyak :)
Memang ya, twitter itu bikin orang yang sebenarnya nggak begitu tertarik dengan perkembangan dunia &#8212;seperti saya&#8212;  mau nggak mau &#8216;terpaksa&#8217; mengikuti-nya. Gimana enggak, seluruh berita terjembreng di timeline saya dengan variasi rangkaian 140 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F03%2Ftokoh-spiritualku-sayang-tokoh-spiritualku-malang%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F03%2Ftokoh-spiritualku-sayang-tokoh-spiritualku-malang%2F" height="61" width="51" /></a></div><p style="border: 1px solid black; padding: 8px; float: left; width: 30%; font-size: 1.5em; line-height: 1.2em; margin-top: 15px; margin-bottom: 15px; margin-right: 30px; background-color: whitesmoke; font-weight: bold;">&#8230;. hal ini membuat &#8216;tokoh spiritual&#8217; dan sebangsa &#8216;motivator kehidupan&#8217; atau penulis buku-buku swabantu* menjadi satu pekerjaan menarik untuk menangguk keuntungan banyak :)</p>
<p>Memang ya, <em>twitter</em> itu bikin orang yang sebenarnya <em>nggak</em> begitu tertarik dengan perkembangan dunia &#8212;seperti saya&#8212;  mau <em>nggak</em> mau &#8216;terpaksa&#8217; mengikuti-nya. Gimana <em>enggak</em>, seluruh berita terjembreng di <em>timeline</em> saya dengan variasi rangkaian 140 karakter yang menarik, yang seringnya membuat saya penasaran, dan mengklik tautan menuju sumber berita yang terpercaya.</p>
<p>Nah beberapa malam yang lalu, tanpa sengaja saya melihat <em>tweet</em> seseorang yang menyebutkan nama AK, seorang tokoh spiritual kondang yang dituduh melakukan pelecehan seksual yang melibatkan murid-muridnya. Saya <em>nggak</em> tau, berita itu benar atau tidak, tapi entah kenapa, saya langsung teringat beberapa kasus &#8216;miring&#8217; yang dilakukan oleh orang-orang berprofesi serupa yang terjadi belakangan ini. Mulai dari kasus <em>kepleset <span style="text-decoration: line-through;">omong </span>ngetweet </em>yang dilakukan <span style="text-decoration: line-through;">moderator </span>seorang motivator kondang, kasus pendeta pujaan sejuta umat yang dikabarkan bercerai sampai kasus Dai dan poligami yang pernah heboh beberapa tahun yang lalu.</p>
<p>Sebenarnya peristiwa-peristiwa &#8216;miring&#8217; itu sama sekali <em>nggak</em> ada <em>ngaruh</em>nya sih di saya. Soalnya saya <em>nggak</em> pernah memuja mereka. Cuma, ada yang  menarik bagi saya, dan tentu saja bukan soal <em>kepleset</em>nya mereka,melainkan reaksi dari masyarakat.</p>
<p>Masyarakat umum membicarakan perkara tersebut dengan hebohnya, sampai-sampai kasus ini sudah seperti bencana nasional banget. Banyak banget yang mengatakan : &#8216;Tokoh spiritual/motivator kok gitu&#8230;&#8221;.Dan orang-orang yang tadinya adalah <em>groupies</em>nya kemudian patah hati.</p>
<p>Untuk kasus pendeta yang bercerai, kebetulan seorang kawan adalah pemuja tokoh tersebut. Setiap saat bertemu dengannya, kalau pembicaraan menyangkut ke urusan spiritual atau kerohanian, pasti nama pendeta tersebut <em>kesebut</em> lagi, <em>kesebut </em>lagi. Begitu saya tunjukkan berita tentang kasus perceraiannya, saya bisa melihat kawan saya itu merasa pahit dan kecewa.Masih untung semangatnya di soal rohani dan spiritual <em>nggak</em> mendadak loyo. :)</p>
<p><span id="more-2009"></span></p>
<p>Soalnya saya SERING banget mendengar ada beberapa teman yang menolak berurusan dengan perkara rohani dengan alasan &#8216;Gue liat banget kelakuan tokoh-tokoh spiritualnya negatif  kayak gitu, bikin gue males aja&#8230;&#8217;</p>
<p><em>Anyway, </em>biarpun <em>nggak </em>pernah <em>segitu</em>nya <em>ngefans </em>dengan tokoh spiritual apapun, saya pernah juga beranggapan bahwa yang namanya tokoh spiritual itu harus &#8217;suci&#8217; dan bebas dosa.<em>Nggak </em>boleh salah! Situ kan tokoh spiritual, kalau bikin salah, apa kabar kehidupan spiritual sejuta umat?</p>
<p>Cuma (untungnya) saya dikasih kesempatan untuk kenal secara pribadi berbagai orang yang kebetulan &#8216;memakai pakaian&#8217; tokoh spiritual dalam berbagai bentuk.</p>
<p>Mereka makan apa yang kita makan *ya iyalah*. Mereka bisa merasakan <em>happy.</em> Mereka bisa <em>pundung bin mutung.</em> Mereka pernah marah,bahkan murka sampai memaki-maki. Mereka menangis juga saat sedih. Mereka kadang-kadang bandel-bandel. Mereka juga bisa lelah dicurhatin spiritual oleh sejuta umat. Mereka juga jadi norak dan menyek-menyek kalau lagi jatuh cinta. Mereka pasti punya libido (ha!). Mereka benar-benar mirip dengan saya (dan anda). Mereka&#8230; manusia, yang punya keinginan daging. ;-)</p>
<p>Yup, mengenal mereka secara pribadi, membuat saya bisa melihat mereka &#8217;sebagai manusia biasa&#8217;, bukan manusia-cemerlang-tanpa-cela. Hanya kebetulan saja mereka <span style="text-decoration: line-through;">berada di jalan yang benar</span> memilih/terpilih/terjebak jalan hidup (atau pekerjaan) yang <em>job description</em>-nya adalah menenangkan/menginspirasi umat secara spiritual.</p>
<p>Ya tau dong, jaman ini kan jaman edan, kita ini hidup di dunia yang edan, bikin stress dan depresi, jadi<em> </em>manusia selalu butuh<em> hil-hil</em> <span style="text-decoration: line-through;">yang mustahal</span> berbau spiritual/religius, untuk memberi ketenangan, harapan, kebahagian <em>endeswey-endeskoy</em>. Banyak yang sengaja <em>bela-belain </em>melakukan semacam perjalanan spiritual, pencarian spiritual dan lain-lain spiritual dengan bentuk yang berbeda-beda, secara abstrak maupun konkrit. Saya juga kok. ;-)</p>
<p>Tapi bukannya yang memberi ketenangan, harapan, kebahagiaan endeswey-endeskoy itu &#8216;jalan&#8217;nya? &#8216;Cara&#8217;nya? Tokoh-tokoh spiritual <em>mah</em> cuma manusia (seperti kita) yang jadi &#8216;toa&#8217;-nya, karena kebetulan mereka pernah menjalani/mendalami &#8216;jalan&#8217; atau &#8216;cara&#8217; spiritual tertentu. Jadi ya, agak aneh kalau kemudian si tokoh-tokoh spiritual itu dikultuskan/dipuja-puja kayak gitu. Dan agak lucu ya, kalau kemudian, ketika sekali sang tokoh spiritual kepleset, sak jalan/cara spiritualnya ditinggal (padahal sebelumnya, <em>beuh,</em> mengklaim jalan-nya/cara-nya yang paling benar,membawa ketenangan, membawa harapan, kebahagiaan dst dst.). Jiah, kalau emang <em>beneran </em>bikin tenang mah, ngapain ditinggal? :P</p>
<p>Atau ini terjadi karena pada dasarnya manusia susah percaya akan sesuatu yang tak kasat mata? Konsep spiritual yang mengawang-awang itu rumit bin <em>musingin</em>, jadi mereka membutuhkan <em>role model</em> untuk memproyeksikan ajaran spiritualnya?  Karena kebetulan para tokoh spiritual tersebut yang mengajarkan konsep-konsep tersebut, terjebaklah mereka, orang melupakan bahwa mereka manusia yang bisa kepleset dan jatuh jungkir balik melakukan hal-hal yang <em>nyeleneh</em> atau di luar ajarannya. (sekali-sekali atuh, kali mereka bosen juga hidup &#8216;lurus&#8217;. hihi)</p>
<p><em>Au ah.</em></p>
<p>Jadi ingat obrol-mengobrol dengan  <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1172887762&amp;ref=ts">dua </a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=537952253&amp;ref=ts">orang </a>kawan dekat saya, yang satu kebetulan adalah  lulusan teologi, sedangkan yang satunya masih mahasiswa teologi.</p>
<p>Yang satu menolak fitrah (sesuai dengan pilihan kuliah)nya menjadi pendeta karena menurutnya menjadi pendeta itu berat, selalu menjadi sorotan. &#8220;Susah Kak, jadi pendeta itu tanggung jawabnya besar, <em>nggak</em> boleh salah. Salah sedikit dicerca jemaat.&#8221; .</p>
<p>Sedangkan yang satu, sambil bercanda pernah memlesetkan lirik lagu-nya Seurieus, katanya &#8216;pendeta itu juga manusia, punya rasa, punya hati.&#8217; &#8212; gara-gara kerap menerima komentar &#8216;Calon pendeta kok gitu&#8230;&#8217;</p>
<p>Waktu itu saya cuma ketawa-ketawa dan bilang &#8216;Rasain, siapa suruh&#8230;&#8217; yang dibalas dengan pelototan mereka. Di mata saya, jadi mereka itu berat bok bebannya. Kasihan. Kudu terlihat sempurna terus. Kebayang nggak, capeknya? Jadi, sebagai sesama manusia, manusiawilah, maklumi sajalah kalau mereka melakukan kesalahan, <em>nggak </em>usah <em>lebay</em> menanggapinya. Hihi. :D</p>
<p><em>Aaanyway, </em>kalau saya sendiri jujur nih, agak antipati dengan tokoh-tokoh yang dipuja keterlaluan.  Sekali lagi,  kita hidup di jaman edan dan manusia butuh &#8217;sesuatu&#8217; untuk meredakan kekhawatiran kita dalam menghadapi segala ke&#8217;edan&#8217;an yang ada. Nah, hal ini membuat &#8216;tokoh spiritual&#8217; dan sebangsa &#8216;motivator kehidupan&#8217; atau penulis buku-buku swabantu* menjadi satu pekerjaan menarik untuk menangguk keuntungan banyak, Laku bok.  Selama mereka tahu cara yang pas untuk  &#8216;menyentuh&#8217; orang-orang yang haus akan apapun yang berbau spiritual, mereka bakal sukses (dan jadi pujaan). <em>Oh well</em>. Tokoh spiritual <em>is overrated. Lebay </em>ah <em>lebay</em>.</p>
<p>(Abis ini saya dilemparin deh sama penganut aliran spiritual apa pun,hihi..)</p>
<p>*swabantu : self-help. Kata baru yang baruu saja saya tahu dua minggu lalu. Senang bisa menggunakannya sekarang :))</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sepatumerah.net/2010/03/tokoh-spiritualku-sayang-tokoh-spiritualku-malang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Telah Terbit : Musim Merah Jambu</title>
		<link>http://blog.sepatumerah.net/2010/02/telah-terbit-musim-merah-jambu/</link>
		<comments>http://blog.sepatumerah.net/2010/02/telah-terbit-musim-merah-jambu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 09:16:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sepatumerah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[novels]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sepatumerah.net/?p=2005</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari todongan Andy F Yahya untuk &#8216;menyumbang cerpen&#8217; dengan deadline Sangkuriang, alias diminta sekarang, kudu nyerahin besok. Duh Gusti &#8212; akhirnya saya ikut ambil bagian menyerahkan cerpen-cerpen lama saya di : Musim Merah Jambu

Mobile cerpen dan suara pertama di Indonesia dari Telkomsel untuk menyambut Valentine.
Cara download: Tekan *890#. Pilih &#8216;2. Tips &#38; Word&#8217;, pilih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F02%2Ftelah-terbit-musim-merah-jambu%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F02%2Ftelah-terbit-musim-merah-jambu%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Berawal dari todongan <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=687065979">Andy F Yahya </a>untuk &#8216;menyumbang cerpen&#8217; dengan <em>deadline</em> Sangkuriang, alias diminta sekarang, kudu nyerahin besok. Duh Gusti &#8212; akhirnya saya ikut ambil bagian menyerahkan cerpen-cerpen lama saya di : <strong>Musim Merah Jambu</strong></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/musimmerahjambu.jpg" alt="" width="299" height="423" /></p>
<p><strong>Mobile cerpen dan suara pertama</strong> di Indonesia dari Telkomsel untuk menyambut Valentine.</p>
<p>Cara download: <strong>Tekan *890#. Pilih &#8216;2. Tips &amp; Word&#8217;, pilih &#8216;6. Cerpen Romantis&#8217;, dan pilih &#8216;1. Mobile Book&#8217; atau &#8216;2. Suara&#8217;. Harga Rp. 500/cerpen.</strong></p>
<p>Adhitya Mulya<br />
- Dimsum</p>
<p>Andi F. Yahya<br />
- Dia, Aku dan Kamu<br />
- Sepotong Senja</p>
<p>Andi Fauziah Yahya<br />
- Cerita Dua Hati<br />
- Sepasang Kupu-Kupu</p>
<p>Hotma Juniarti<br />
- Atas Nama Cinta<br />
- Jalan Takdir</p>
<p>Okke ‘Sepatumerah’<br />
- Marco dan Tabitha<br />
- Uji Setia</p>
<p>Rizki Pandu Permana<br />
- Mimpi dari Ujung Timur Kalimantan<br />
- Saya, Dia dan Samuel Morse</p>
<p>S.A.Z Al-Fansyour<br />
- Pilihan Lamoreng</p>
<p>Veronika Kusuma Wijayanti<br />
- Eva Mencari Hati<br />
- Menjemput Mempelai<br />
- Musim Merah Jambu</p>
<p>Mari bergabung di <em><a href="http://www.facebook.com/pages/musim-merah-jambu/281971619454?v=wall&amp;ref=ts">fanpage</a></em>-nya. Dan kalau mau mereview, silahkan ke <a href="http://www.goodreads.com/book/show/7675837-musim-merah-jambu">sini</a>. Selamat menikmati. ;-)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sepatumerah.net/2010/02/telah-terbit-musim-merah-jambu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Penerbit, Seperti Mencari Pacar</title>
		<link>http://blog.sepatumerah.net/2010/02/mencari-penerbit-seperti-mencari-pacar/</link>
		<comments>http://blog.sepatumerah.net/2010/02/mencari-penerbit-seperti-mencari-pacar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 18:08:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sepatumerah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[catatan kecil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sepatumerah.net/?p=1983</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;Tapi lebih dari itu. Kerja sama menerbitkan naskah, pada intinya adalah partnership. Rekanan. Sama saja kan, dengan pacaran?
&#8220;Pacarku dong,banyak, masa Tante cuma satu?&#8221; itu celetukan seorang anak perempuan berumur 7 tahun. Yang ada saya hanya senyum-senyum aja, sambil berpikir bahwa anak ini matengnya cepet banget. Dasar iseng, saya pun menanyakan nama-nama pacar-pacar si bocah ini.
&#8220;Teddy, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F02%2Fmencari-penerbit-seperti-mencari-pacar%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F02%2Fmencari-penerbit-seperti-mencari-pacar%2F" height="61" width="51" /></a></div><p style="border: 1px solid black; padding: 8px; float: left; width: 30%; font-size: 1.5em; line-height: 1.2em; margin-top: 15px; margin-bottom: 15px; margin-right: 30px; background-color: whitesmoke; font-weight: bold;">&#8230;<strong>Tapi lebih dari itu. Kerja sama menerbitkan naskah, pada intinya adalah <em>partnership</em>. Rekanan. Sama saja kan, dengan pacaran?</strong></p>
<p>&#8220;Pacarku dong,banyak, masa Tante cuma satu?&#8221; itu celetukan seorang anak perempuan berumur 7 tahun. Yang ada saya hanya senyum-senyum aja, sambil berpikir bahwa anak ini matengnya cepet banget. Dasar iseng, saya pun menanyakan nama-nama pacar-pacar si bocah ini.</p>
<p>&#8220;Teddy, Reza, Anggi&#8230;.&#8221; (dan dia pun sibuk menginventarisasi <span style="text-decoration: line-through;">teman-teman</span> pacar-pacarnya)</p>
<p>&#8216;Obrolan&#8217; kami berlanjut, bukan saya yang memancing lho, tapi dia yang bertanya-tanya.</p>
<p>&#8220;Tipe cowok yang tante suka yang kayak gimana sih?&#8221;</p>
<p>Saya pun <em>speechless</em>. Astaga, itu anak, umur tujuh tahun lho, book!</p>
<p>&#8216;Kamu dulu, ah. Kamu suka cowok yang kayak gimana?&#8217; tanya saya.</p>
<p>&#8216;Harus cakep. Kalo ngobrol asyik. Bisa diajak kompakan, bisa diajak main bareng, pengertian. Suka nraktir&#8230;&#8230;&#8221; ia menjawab dengan lugas kriteria-kriterianya. Banyak banget, &#8220;Nah kalau Tante?&#8221;</p>
<p>Setelah berpikir sejenak saya pun menjawab,&#8221;Asyik diajak ngobrol, asyik diajak ngelakuin macem-macem bareng-bareng dan sepikiran.&#8221; (&#8230;dalam hati saya menambahkan, plus jago berciuman. hihi)</p>
<p>Anak tersebut terpukau, katanya, kriteria saya minimalis sekali.  Mendadak saya bingung, ini dia yang terlalu canggih, atau saya yang terbelakang ya dalam soal menentukan kriteria pria idaman? :D</p>
<p>Iya, kriteria pria idaman *alah* saya sederhana. Dan mungkin ini memang karena umur. Bukannya memang sewajarnya, semakin tua, kriteria semakin sederhana?  :)</p>
<p>Pada intinya pasangan saya harus bisa diajak komunikasi dengan baik. Dan memiliki visi yang sama. Saya sudah tidak membuat spesifikasi-spesifikasi seperti nyambung, <em>nggak </em>posesif, <em>nggak</em> cemburuan, cocok lahir batin, menghargai, perhatian, terbuka etc-etc, karena bagi saya, semua itu tercakup dalam kriteria &#8216;komunikasi dengan baik&#8217;. Memang ada kriteria-kriteria lain sih, tapi itu berubah-ubah, dan yang tidak pernah saya cabut dari list kriteria ya cuma ini.</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu, secara iseng saya pun melemparkan perkara kriteria pasangan ini di twitter. Dari <em>feedback </em>yang saya dapatkan beragam. Tampaknya memang setiap orang memiliki kriteria yang berbeda-beda, tapi  yang menarik, sebagian besar menjawab kriteria yang berhubungan dengan komunikasi. Ada yang bilang harus nyambung, harus pengertian dan seterusnya.</p>
<p>Emang sih, memiliki kriteria pasangan yang berkaitan dengan komunikasi itu ya wajar saja, karena menyatukan dua individu yang berbeda itu sebenarnya &#8216;nyari masalah&#8217;, tanpa adanya kemampuan komunikasi yang baik dari masing-masing pihak, yuk mari ah, ke Hong Kong aja. :)</p>
<p><em>Anywaaaay</em>, nggak kok, saya <em>nggak</em> mau menuliskan permasalahan kriteria pacar,biarpun sebentar lagi Valentine&#8217;s Day. *halah, terus kenapa kalau Valentine&#8217;s Day?*</p>
<p><span id="more-1983"></span></p>
<p>Saya mau ngomongin soal mencari penerbit.</p>
<p>Belakangan ini saya sering banget menerima <em>e-mail</em> menanyakan bagaimana cara menerbitkan buku.</p>
<p>Saya percaya bahwa banyak orang yang bermimpi untuk menerbitkan buku. Saya juga (masih) begitu, ada  sebuah kebanggaan khusus melihat buku &#8212; dengan nama kita tertera di <em>cover </em>depannya &#8212;- ada di toko buku. Jujur aja, sampai sekarang saya masih suka,lho mencari-cari buku saya di toko buku lalu tersenyum kecil ketika menemukannya (Kalau <em>nggak</em> nemu,saya khusus bela-belain nanya ke bagian informasi. Norak? Biar.)</p>
<p>Sebenarnya kalau secara teknis, bagaimana menerbitkan buku, ya kurang lebih menyadari <em>genre</em> tulisan kita seperti apa dan mencari penerbit yang menerbitkan buku-buku dengan <em>genre</em> yang sama. Untuk hal-hal yang berkaitan dengan format naskah, kayak ukuran kertas, berapa halaman dan seterusnya, biasanya sih dimuat di <em>website</em> penerbit-penerbit itu; setiap penerbit memiliki ketentuan yang berbeda. Tinggal ikuti saja  syarat-syarat tersebut.</p>
<p>Tapi, yang lebih krusial adalah bagaimana mencari penerbit yang cocok dengan kita. Setelah saya pikir-pikir lagi, dan setelah <em>ngobrol</em> banyak dengan Nita Sellya  dua minggu yang lalu, kayaknya mencari penerbit untuk diajak kerja sama menerbitkan buku, sama seperti mencari pacar. :)</p>
<p>Pengalaman saya berurusan dengan penerbit sebenarnya <em>nggak</em> banyak, cuma 3 penerbit. Hubungan kerja sama dengan salah satu dari tiga penerbit tersebut bubar jalan. Sedangkan yang dua berjalan cukup baik sampai sekarang. Tapi saya pingin sedikit berbagi dengan teman-teman yang sekarang sedang berjuang untuk menerbitkan buku. Dan sama sekali <em>nggak</em> bermaksud menggurui lho ya :)</p>
<p>Bahwa kerja-sama menerbitkan naskah dengan penerbit, bukan sekedar naskah kita disetujui, disunting, kita tanda tangan kontrak, kemudian naskah dicetak dan didistribusikan ke toko-toko buku, <em>thok</em>.</p>
<p>Tapi lebih dari itu. Kerja sama menerbitkan naskah, pada intinya adalah <em>partnership</em>. Rekanan. Sama saja kan, dengan pacaran? Dan, naskah yang kita serahkan itu ibarat &#8216;masa depan&#8217; kita. Tentu saja kita <em>nggak</em> mau dong <em>ngasih</em> &#8216;masa depan&#8217; kita dengan sembarang orang.</p>
<p>Tentunya, sama seperti pacaran, ada persyaratan-persyaratan khusus agar hubungan rekanan antara penulis dan penerbit berlangsung menyenangkan secara timbal balik dan setara, jadi tidak ada pihak yang membutuhkan dan pihak yang dibutuhkan, melainkan sama-sama butuh.</p>
<p>Yang buat saya penting; kita dan pacar harus memiliki satu visi. Hubungan itu memiliki satu <em>goal</em>. Dan <em>goal </em>keduanya harus sama. Kalau dalam menjalani hubungan yang satu pingin ke kiri, yang satu pingin ke kanan kan nyebelin. Begitu pula dengan hubungan kerjasama dengan penerbit, masing-masing harus memiliki visi yang sama &#8212; meraih <em>goal </em>kita dan penerbit.</p>
<p>Bukan berarti setelah punya visi yang sama, hubungan jadi aman. Untuk tetap membuat hubungan terus menyenangkan, nggak bikin <em>sepet </em>satu pihak atau kedua belah pihak, ya kudu ada komunikasi yang baik dan terbuka. Saya sih males banget kalau misalnya punya pacar yang susah diajak komunikasi dan tidak terbuka, karena sejauh ini kayaknya saya bukan pembaca pikiran, mana saya tahu apa yang ada dalam pikirannya. Dan, karena saya yakin, bahwa pacar saya bukan pembaca pikiran juga, makanya saya selalu menanyakan dan mengemukakan apa pun secara terbuka padanya.</p>
<p>Begitu juga untuk urusan kerja sama menerbitkan sama, dengan komunikasi yang baik dan terbuka, hubungan kita dan penerbit, ya bisa baik-baik saja. Nggak tebak-tebakan, nggak ada saling menduga yang belum tentu benar.</p>
<p>Kadang-kadang hal seperti ini diabaikan oleh penulis yang naskahnya disetujui oleh penerbit. Saking senangnya karena  naskah bakal terbit, semua jadi tampak tidak penting. Dan tanpa sadar, penulis yang bersangkutan, menjebakkan diri ke dalam hubungan yang timpang. Oh ya, percayalah, ada kok penerbit-penerbit yang bersikap nyebelin.</p>
<p>Sedikit cerita saja, di tahun 2002, saya &#8216;nyaris&#8217; menerbitkan novel pertama saya dengan satu penerbit kecil,di Bandung &#8212; <em>nggak</em> usah lah saya sebutkan namanya, ya, nanti bisa-bisa saya ditangkap, dituduh mencemarkan nama baik, lagian penerbit itu juga <em>nggak</em> tau gimana kabarnya lagi sekarang. Begitu mendengar kabar bahwa naskah saya diterima, senangnya luar biasa.  Bahkan ketika disodori kontrak penerbitan, nyaris saja saya menandatanganinya tanpa membaca lagi. Pokoknya, naskah saya terbit dan dijual di toko buku!</p>
<p>Untung waktu itu saya masih &#8216;agak&#8217; waras, saya meminta izin untuk membawa kontrak pulang. Tadinya pihak penerbit keberatan, cuma setelah beradu alasan, mereka mengalah. Di rumah, saya membaca ulang kontrak tersebut, ada pasal-pasal yang terdengar agak &#8216;janggal&#8217; &#8212; tapi saya <em>nggak</em> yakin juga, saya sampai khusus mengundang kawan saya yang lebih mengerti soal hukum. Dan benar, menurutnya, pasal-pasal yang ada dalam kontrak tersebut banyak berupa pasal terbuka dan bisa dipersepsi macam-macam. Ia pun membantu saya untuk menandai dan menuliskan daftar pertanyaan.</p>
<p>Ketika saya kembali ke penerbit dan mempertanyakan itu, tampak sekali penerbit yang bersangkutan tidak suka. Mereka menutup diri, alih-alih menjawab pertanyaan saya, mereka malah menampakkan sikap tersirat  &#8216;Mau tanda tangan nggak?&#8217;. Saya pura-pura bego saja, tetap bertanya &#8212; dan ujungnya, keluarlah kata-kata &#8220;Ya sudah, semua yang bekerja sama dengan penerbit ini tidak pernah mengeluhkan soal kontrak tuh. Kalau Mbak nggak mau ya udah.&#8221;</p>
<p>Jiah. Saya sempat kesal dan mengeluarkan kata-kata pedas. Yang dibalas dengan,&#8221;Ya kita sih bisa nyari naskah lain&#8230;&#8221;</p>
<p>Akhirnya, saya membatalkan kerja sama penerbitan. Sejujurnya saya sedih juga, naskah saya batal terbit, tapi ya sudah, masa sih, sudah marah-marah, mendadak saya berbaik-baik dan setuju agar naskah terbit? Sebagai spesies Gengsianus Bangetus, nggak mungkin hal itu saya lakukan.</p>
<p>Selama beberapa saat saya sempat sedikit menyesal. Tapi kalau dipikir-pikir sekarang sih, seharusnya saya bersyukur, karena kalau tidak, ya saya sendiri yang dirugikan, karena tidak mendapat penerbit yang bisa memperlakukan saya sebagai partner. Gimana mau <em>partner</em>an, <em>lha wong</em> diajak  berkomunikasi <em>uangel tenan</em>. Lagian, baru urusan penandatanganan kontrak saja sudah <em>segitun</em>ya, apalagi nantinya,kalau saya sudah terikat kontrak.</p>
<p>Lalu, belakangan ini, saya  mendengar beberapa kawan yang mengeluhkan hubungannya dengan penerbit masing-masing. Mereka benci penerbit mereka. Saya nggak tahu ya, masalah apa yang benar-benar terjadi dalam hubungan kerja sama mereka, bisa jadi itu karena kurang komunikasi saja, entahlah. Tapi saya jadi membayangkan, hubungan yang tidak nyaman dengan penerbit, pasti rasanya sama kayak hubungan yang tidak menyenangkan dengan pacar;bikin iritasi batin!</p>
<p>Ini ada sedikit hasil obrolan saya dengan Nita Sellya, soal memilih penerbit, saya agak lupa-lupa ingat, tapi kurang lebih seperti ini, lah :</p>
<ul>
<li>Sebelum memutuskan untuk bekerja sama dengan penerbit tertentu, ada baiknya kalau kita cari tahu dulu latar belakang dan sepak terjang penerbit tersebut dengan orang yang pernah bekerja sama dengannya, entah mungkin dengan orang yang bekerja di penerbit tersebut atau dengan penulis-penulis lain. Lha wong kalau <em>ngeceng</em> saja, pasti kita nyari-nyari tahu orangnya gimana, kan?</li>
<li>Minta kita terlibat dalam proses penyuntingan, banyak diskusi dengan editor atau orang-orang dari penerbitan yang berhubungan langsung dengan naskah kita, mulai dari soal naskah, font yang dipakai, cover dan printilan lainnya. Memang terkesan bawel sih, tapi menyenangkan kok terlibat dalam hal-hal seperti itu. Dari sini kita bisa merasakan, apakah penerbit tersebut enak diajak komunikasi/kerja sama, atau mereka tipe &#8216;Udah lu diem aja, pokoknya tau beres.&#8217;</li>
<li>Kalau naskah sudah disetujui dan kontrak penerbit sudah di tangan, jangan oh jangan langsung main tanda-tangan saja. Baca dengan teliti, libatkan orang-orang yang lebih &#8216;melek&#8217; dalam urusan kontrak dan hukum. Kasih tanda untuk pasal-pasal yang tidak dimengerti, buat list pertanyaan. Biasanya sih penerbit yang bener, <em>nggak</em> pernah mengirimkan kontrak final di atas kertas bermeterai atau kertas segel, tapi menunjukkan draft terlebih dahulu, untuk dicek dan ricek; dan mereka <em>nggak </em>bakal <em>misuh-misuh</em> kalau beberapa pasal kontrak kita pertanyakan. Pada intinya kontrak tersebut harus bersifat seimbang, tidak merugikan salah satu pihak.</li>
</ul>
<p>Kalau ada yang juga pernah mengalami kerja sama dengan penerbit dan menganggap ada hal-hal lain yang perlu ditambahkan, silahkan lho. Atau kalau ada orang dari penerbitan yang mau bilang apa yang kalian inginkan dari penulis, boleh juga kok :)</p>
<p><em>Anyway,</em> buat teman-teman yang sedang berjuang menerbitkan naskahnya, tetap berjuang, karena segala sesuatu bakal indah pada waktunya. *JIYEH!*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sepatumerah.net/2010/02/mencari-penerbit-seperti-mencari-pacar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pemenang Kuis Heart Block : Biarkan Cinta Menemukanmu.</title>
		<link>http://blog.sepatumerah.net/2010/02/pemenang-kuis-heart-block-biarkan-cinta-menemukanmu/</link>
		<comments>http://blog.sepatumerah.net/2010/02/pemenang-kuis-heart-block-biarkan-cinta-menemukanmu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 13:52:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sepatumerah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[novels]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sepatumerah.net/?p=1979</guid>
		<description><![CDATA[Yak, ada 27 orang yang telah memasukkan jawaban kuis &#8216;Heart Block : Biarkan Cinta Menemukanmu&#8217; sampai kemarin, hari Minggu, jam 00.00 WIB . Terima kasih ya.
Dan pemenang telah ditentukan, menggunakan random chooser. (Terima kasih untuk situs ini, sehingga saya memilih random-nya tidak perlu pakai menutup mata sambil menyanyikan lagu &#8216;Bang bang Tut).
Siapa sajakah, mereka?



Selamat untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F02%2Fpemenang-kuis-heart-block-biarkan-cinta-menemukanmu%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F02%2Fpemenang-kuis-heart-block-biarkan-cinta-menemukanmu%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Yak, ada 27 orang yang telah memasukkan jawaban kuis &#8216;Heart Block : Biarkan Cinta Menemukanmu&#8217; sampai kemarin, hari Minggu, jam 00.00 WIB . Terima kasih ya.</p>
<p>Dan pemenang telah ditentukan, menggunakan <a href="http://www.mauvecloud.net/randomchooser.html">random chooser</a>. (Terima kasih untuk situs ini, sehingga saya memilih random-nya tidak perlu pakai menutup mata sambil menyanyikan lagu &#8216;Bang bang Tut).</p>
<p>Siapa sajakah, mereka?</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/Untitled-1-1.jpg" alt="" width="469" height="285" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/Untitled-3.jpg" alt="" width="468" height="288" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/untitled-2.jpg" alt="" width="468" height="288" /></p>
<p style="text-align: center;">Selamat untuk :</p>
<p style="text-align: center;"><strong>PUTRI ADIATY SUCIWULANDHARI</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>NIKE F NDARU</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>DAISY.ME</strong></p>
<p>Dan jawaban dari kuisnya adalah :</p>
<ol>
<li> Puebla</li>
<li> Pak Abram, editor in chief Grahamedia</li>
<li> Turn Your Light Down Low (Bob Marley)</li>
<li> Jerman</li>
<li> Bohemian, abad 19.</li>
</ol>
<p>Nah, yang menarik bagi saya adalah bayangan dari para peserta kuis ini tentang Senja (sayang saya sebut boleh dijawab, boleh enggak &#8212; jadi saja, dari sekian yang mengirimkan kuis tersebut, cuma 10 yang menuliskannya)</p>
<p>Ini dia :</p>
<p>Senja : Luna Maya, Dirinya Sendiri, Saya (haaa!), Dewi &#8216;Dee&#8217; Lestari, Fanny Fabriana, Wulan Guritno, Maudy Ayunda, Anggun C Sasmi, Drew Barrymore (yang di Never Been Kissed), Ratih Kumala.</p>
<p>Genta : Johnny Depp,Ariel Peterpan, Marcell, Pacar saya (kayak ada yang pernah lihat pacar saya yaa,tolong. haha), Kamga-nya Tangga, Oka Antara, Bob Marley, Ben Joshua, Ario Bayu,Chris Evans</p>
<p>Anyway, selamat buat para pemenang! Oh ya, buat para pemenang, tolong kirim email ke okke77@yahoo.com , untuk memberitahukan alamat pengiriman hadiah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sepatumerah.net/2010/02/pemenang-kuis-heart-block-biarkan-cinta-menemukanmu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bagi-bagi Hadiah : ‘Heart Block : Biarkan Cinta Menemukanmu.’ )</title>
		<link>http://blog.sepatumerah.net/2010/01/bagi-bagi-hadiah-%e2%80%98heart-block-biarkan-cinta-menemukanmu%e2%80%99/</link>
		<comments>http://blog.sepatumerah.net/2010/01/bagi-bagi-hadiah-%e2%80%98heart-block-biarkan-cinta-menemukanmu%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 06:46:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sepatumerah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[novels]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sepatumerah.net/?p=1957</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;Ketika membaca novel ini, kalian memvisualisasikan Genta dan Senja itu seperti siapa?
Sebagai ucapan terima kasih atas teman-teman yang telah mendukung novel terbaru saya Heart Block : Biarkan Cinta Menemukanmu, akan ada 3 paket buku dari Gagas Media yang akan dibagikan untuk kalian.
Kalau ingin mendapatkan hadiah tersebut, caranya :
1. Jawab 5 pertanyaan kuis yang ada di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F01%2Fbagi-bagi-hadiah-%25e2%2580%2598heart-block-biarkan-cinta-menemukanmu%25e2%2580%2599%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F01%2Fbagi-bagi-hadiah-%25e2%2580%2598heart-block-biarkan-cinta-menemukanmu%25e2%2580%2599%2F" height="61" width="51" /></a></div><p style="border: 1px solid black; padding: 8px; float: left; width: 30%; font-size: 1.5em; line-height: 1.2em; margin-top: 15px; margin-bottom: 15px; margin-right: 30px; background-color: whitesmoke; font-weight: bold;">&#8230;Ketika membaca novel ini, kalian memvisualisasikan Genta dan Senja itu seperti siapa?</p>
<p>Sebagai ucapan terima kasih atas teman-teman yang telah mendukung novel terbaru saya <a href="http://heartblockthenovel.blogspot.com">Heart Block : Biarkan Cinta Menemukanmu</a>, akan ada 3 paket buku dari <a href="http://gagasmedia.net">Gagas Media</a> yang akan dibagikan untuk kalian.</p>
<p>Kalau ingin mendapatkan hadiah tersebut, caranya :</p>
<blockquote><p>1. Jawab 5 pertanyaan kuis yang ada di akhir entri ini.</p>
<p>2. Setelah itu, kalian bisa melakukan salah satu dari cara di bawah ini:</p>
<ul>
<li><em>Retweet </em>entri ini. Caranya bisa dengan mengklik <em>button</em> abu-abu hijau yang ada di kanan atas entri ini, atau mem<em>follow</em> saya di <a href="http://twitter.com/sepatumerah">http://twitter.com/sepatumerah</a>, dan me<em>retweet tweet</em> (Duh  me<em>retweet tweet</em>!) saya yang ini (klik di <a href="http://twitter.com/sepatumerah/status/8443745563">sini untuk menemukan </a><em><a href="http://twitter.com/sepatumerah/status/8443745563">tweet-nya</a> ) </em> :</li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/hratisan.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>ATAU</strong></p>
<ul>
<li>Re-post entri ini di blog masing-masing (di note facebook juga boleh).</li>
</ul>
<p>3. Kirimkan jawaban kalian dengan subject<strong> ‘HeartBlock bagi-bagi hadiah’</strong>,<span style="text-decoration: underline;"> jangan lupa sertakan tautan/link hasil retweet kalian atau hasil repost di blog/notes kalian</span>. Tujukan ke <a href="mailto:okke77@yahoo.com">okke77@yahoo.com</a></p></blockquote>
<p>Nah, pertanyaannya adalaaaaah…….</p>
<p><span id="more-1957"></span></p>
<blockquote><p>1. Apa sih nama blus katun yang dipakai Dayu, waitress Van Dyke’s ?</p>
<p>2. Siapa nama pacar Tasya dan apa pekerjaannya?</p>
<p>3. Apa judul lagu yang dinyanyikan Genta untuk Senja di Van Dyke’s dan siapa penyanyi aslinya?</p>
<p>4. Orang mana Demetrius, si pemilik hotel Swargaloka?</p>
<p>5. Waktu pertama kali melihat Ludwina Hamm, sang kurator jutek, Senja membayangkan bahwa seharusnya Willhemina itu hidup di era apa?</p></blockquote>
<p>Ini bonus iseng aja, boleh dijawab, boleh nggak.</p>
<blockquote><p>Ketika membaca Heartblock, kalian memvisualisasikan Genta dan Senja itu seperti siapa? (Boleh menyebutkan nama pesohor luar maupun dalam negeri.)</p></blockquote>
<p>Kuis ini berlangsung selama 1 minggu, dimulai dari hari ini <strong>(Minggu,31 Januari 2010)</strong> dan berakhir pada hari <strong>Minggu tanggal 7 Februari 2010.</strong></p>
<p>3 (tiga) orang Pemenang (mereka yang jawabannya benar semua) akan dipilih secara random dan diumumkan pada hari Senin, 8 Februari 2010.</p>
<p>Selamat mencoba dan ditunggu ya ! :)</p>
<p>Salam,</p>
<p>Okke ‘Sepatumerah’</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sepatumerah.net/2010/01/bagi-bagi-hadiah-%e2%80%98heart-block-biarkan-cinta-menemukanmu%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pemesanan Heart Block : Biarkan Cinta Menemukanmu (Personalized Autographed Edition) - DITUTUP</title>
		<link>http://blog.sepatumerah.net/2010/01/pemesanan-heart-block-personalized-autographed-edition/</link>
		<comments>http://blog.sepatumerah.net/2010/01/pemesanan-heart-block-personalized-autographed-edition/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 04:54:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sepatumerah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[novels]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sepatumerah.net/?p=1941</guid>
		<description><![CDATA[Heyho, Hello!
Beberapa kali saya menerima e-mail dan pesan di twitter yang bilang nyari buku Heart Block : Biarkan Cinta Menemukanmu,  susah. Duh, yaa maak, mbaf! :). Untuk mengatasi hal itu, maka melalui blog saya ini, saya membuka pemesanan online edisi bertanda tangan.

Caranya?
Gampang. Tinggal email ke okke77@yahoo.com dengan subyek &#8220;Order Heartblock&#8221; (Please ditulis tepat seperti ini, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F01%2Fpemesanan-heart-block-personalized-autographed-edition%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F01%2Fpemesanan-heart-block-personalized-autographed-edition%2F" height="61" width="51" /></a></div><p><span style="text-decoration: line-through;">Heyho, Hello!</span></p>
<p><span style="text-decoration: line-through;">Beberapa kali saya menerima <em>e-mail</em> dan pesan di twitter yang bilang <em>nyari</em> buku<a href="http://heartblockthenovel.blogspot.com"> Heart Block : Biarkan Cinta Menemukanmu</a>,  susah. Duh, yaa maak, mbaf! :). Untuk mengatasi hal itu, maka melalui <em>blog </em>saya ini, saya membuka pemesanan <em>online</em> edisi bertanda tangan.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="text-decoration: line-through;"><img class="aligncenter" src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/paketheartblockralat.jpg" alt="" width="418" height="226" /></span></p>
<p><span style="text-decoration: line-through;">Caranya?</span></p>
<p><span style="text-decoration: line-through;">Gampang. Tinggal email ke <a href="mailto:okke77@yahoo.com">okke77@yahoo.com</a> dengan subyek &#8220;<strong>Order Heartblock</strong>&#8221; (Please ditulis tepat seperti ini, soalnya saya &#8216;menyalakan&#8217; filter subject, karena e-mail saya itu suka penuh dengan e-mail notifikasi <em>nggak</em> jelas, daripada kelewat kaaan?)</span></p>
<p><span style="text-decoration: line-through;">Cantumkan di dalam email tersebut data di bawah ini:</span></p>
<p><span style="text-decoration: line-through;"><span style="font-weight: bold;">Nama Pemesan:</span><br />
<span style="font-weight: bold;">Nomor telepon:</span><br />
<span style="font-weight: bold;">Alamat pengiriman:</span><br />
<span style="font-weight: bold;">Jumlah buku yang dipesan:</span></span></p>
<p><span style="text-decoration: line-through;">Nah, harga per-eksemplar </span><span style="text-decoration: line-through;">Rp. 30,000 Rp.25.500, di luar ongkos kirim. Pengiriman dilakukan  dengan tiki JNE, jadi kalau mau lihat kira-kira ongkos pengiriman ke alamat anda, bisa lihat di <a href="http://www.tikijne.co.id">http://tikijne.co.id</a>. Pengiriman dilakukan dari Bandung.</span></p>
<p><span style="text-decoration: line-through;">Nanti saya akan membalas email teman-teman dengan jumlah yang harus ditransfer dan ditransfer ke mana.</span></p>
<p><span style="text-decoration: line-through;">Lalu, sekalian nih, soalnya ada beberapa keluhan lagi, katanya dua buku saya sebelumnya, <a href="http://gagasmedia.net/Novel-Remaja/Indonesian-Idle/Detailed-product-flyer.html">Indonesian Idle</a> dan<a href="http://gagasmedia.net/Novel/Sastra/Istoria-da-Paz-Perempuan-dalam-Perjalanan/Detailed-product-flyer.html"> Istoria Da Paz: Perempuan Dalam Perjalanan</a>, juga sulit didapatkan.Ooops, maaf dimaaf. Dan lagi-lagi, untuk mengatasi masalah tersebut, teman-teman bisa juga memesan online di sini.</span></p>
<p><span style="text-decoration: line-through;">Indonesian Idle seharga Rp.25.000 dan Istoria da Paz : Perempuan Dalam Perjalanan seharga Rp.27.500, bisa didapatkan teman-teman dengan harga &#8216;paket&#8217; lebih hemat (Duh, boo, gue kayak jualan ayam goreng, ada paket hematnya..:D).Yaitu :</span></p>
<p><span style="text-decoration: line-through;"><strong>1. Paket 2 Buku yang berisi : Heart Block : Biarkan Cinta Menemukanmu + salah satu buku (antara Indonesian Idle ATAU Istoria da Paz : Perempuan dalam Perjalanan) seharga Rp. 50.000,- <span style="text-decoration: underline;">(di luar ongkos kirim)</span></strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="text-decoration: line-through;"><img class="aligncenter" src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/paketbeartblock2.jpg" alt="" width="557" height="150" /></span></p>
<p><span style="text-decoration: line-through;"><strong>2. Paket 3 buku, yang berisi : Heart Block : Biarkan Cinta Menemukanmu + Indonesian Idle + Istoria da Paz : Perempuan dalam Perjalanan seharga Rp. 75.000,-<span style="text-decoration: underline;"> (di luar ongkos kirim.)</span></strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="text-decoration: line-through;"><img class="aligncenter" src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/paketheartblock3.jpg" alt="" width="557" height="150" /></span></p>
<p><span style="text-decoration: line-through;">Caranya, ya sama aja, kirim email ke <a href="mailto:okke77@yahoo.com">okke77@yahoo.com</a>, subyeknya &#8220;<strong>Pemesanan Paket Buku</strong>&#8220;. Dalam e-mail, cantumkan :</span></p>
<p><span style="text-decoration: line-through;"><span style="font-weight: bold;">Nama Pemesan:</span><br />
<span style="font-weight: bold;">Nomor telepon:</span><br />
<span style="font-weight: bold;">Alamat pengiriman:</span><br />
<span style="font-weight: bold;">Paket yang dipesan:</span></span></p>
<p><span style="text-decoration: line-through;"><strong>Anyway, pemesanan ini dibuka dari hari ini (Senin, 11 Januari 2010) sampai Senin, tanggal 18 Januari 2010.</strong></span></p>
<p><span style="text-decoration: line-through;">Jadi, tunggu apa lagi?Yuk, pesan sekarang juga! *doh*</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sepatumerah.net/2010/01/pemesanan-heart-block-personalized-autographed-edition/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Heart Block : Biarkan Cinta Menemukanmu. A (new) Novel By Okke &#8216;Sepatumerah&#8217;</title>
		<link>http://blog.sepatumerah.net/2009/12/heart-block-biarkan-cinta-menemukanmu-a-new-novel-by-okke-sepatumerah/</link>
		<comments>http://blog.sepatumerah.net/2009/12/heart-block-biarkan-cinta-menemukanmu-a-new-novel-by-okke-sepatumerah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 07:25:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sepatumerah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[novels]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sepatumerah.net/?p=1910</guid>
		<description><![CDATA[Telah terbit, Heart Block : Biarkan Cinta Menemukanmu. A Novel by Okke &#8216;Sepatumerah&#8217; (ini saya! *halah*), terbitan Gagas Media. 
Thank you buat Christian &#8216;Ino&#8217; Simamora dan Gita Romadhona atas ketabahannya menghadapi ke&#8217;pundung&#8216;an saya dalam proses penyelesaian novel ini =)) Peace yow! Jangan kapok. Thank you juga buat Sitta Karina yang rela meluangkan waktunya untuk menuliskan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2009%2F12%2Fheart-block-biarkan-cinta-menemukanmu-a-new-novel-by-okke-sepatumerah%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2009%2F12%2Fheart-block-biarkan-cinta-menemukanmu-a-new-novel-by-okke-sepatumerah%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Telah terbit,<a href="http://gagasmedia.net/Novel/Sastra/Heart-Block/Detailed-product-flyer.html"><strong> Heart Block : Biarkan Cinta Menemukanmu</strong></a>. <em>A Novel by</em> Okke &#8216;Sepatumerah&#8217; (ini saya! *halah*), terbitan <a href="http://gagasmedia.net">Gagas Media</a>. <em></em></p>
<p><em>Thank you</em> buat <a href="http://www.facebook.com/christian.simamora">Christian &#8216;Ino&#8217; Simamora</a> dan <a href="http://www.secangkircokelat.blogspot.com/">Gita Romadhona</a> atas ketabahannya menghadapi ke&#8217;<em>pundung</em>&#8216;an saya dalam proses penyelesaian novel ini =)) <em>Peace</em> yow! Jangan kapok. <em>Thank you</em> juga buat <a href="http://sittakarina.com">Sitta Karina</a> yang rela meluangkan waktunya untuk menuliskan kata pengantar buat novel ini.</p>
<p>Dan sebagai mahluk visual, saya harus mengakui, Gagas Media memang keren dalam menangani urusan visual novel : <em>love the cover</em> (Thanks, Pak<a href="http://www.facebook.com/jeffri.fernando"> Jefri Fernando</a>), ilustrasi pembatas bab, tipografi, dan layoutnya. Saya puas banget.</p>
<p>Selamat Menikmati.</p>
<p>PS : tau kan arti kata &#8216;pundung&#8217;? Tanya deh sama teman2nya yang orang Sunda. :P</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 379px">
<p align="center"><img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/kaperdepan.jpg" alt="" width="369" height="539" /></p>
<p><p class="wp-caption-text">Heart Block : Biarkan Cinta Menemukanmu (A Novel By Okke &#39;Sepatumerah&#39;)</p></div></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Cara terbaik untuk jatuh cinta<br />
adalah mencintai seolah-olah kau belum pernah terluka sebelumnya.</strong></em>
</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Senja adalah penulis sukses yang sedang berada di puncak karier. Publisitas dan ketenaran sudah di tangan—tapi kenapa tak bahagia? Dia merasa dunia di sekitarnya menuntut terlalu banyak. Terlalu banyak mengomentari kekurangan dan kealpaan, seolah-olah kebahagiaan mereka terletak di kejatuhan Senja.</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Tak hanya itu, dia juga menemui ketakutan terbesar: kreativitasnya buntu. Khawatir deadline yang dekat memperparah masalah, Senja mengambil jalan pintas yang paling gampang saat ini: menyepi dan menyelesaikan naskah. Hanya itu yang terpikir di dalam benak Senja sekarang&#8230; sampai dia bertemu seorang pelukis bernama Genta. </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Genta.<br />
Bentuk dari sesungguhnya cinta yang selama ini dua cari.</strong>
</p>
<p style="text-align: center;">&#8230;</p>
<p style="text-align: center;"><em>Writers’  block memang bisa menimpa semua penulis—bahkan tekanannya cukup membuat traumatis bagi sebagian orang. Namun dengan menikmati kisah pontang-panting Senja di buku ini, semoga dapat menjadi hiburan dan pembelajaran informal yang bagi para penikmat buku: pembaca, penulis, maupun penulis aspiratif!</em></p>
<p style="text-align: center;"><strong>(<a href="http://sittakarina.com">Sitta Karina</a>, novelis, kontributor Cerpen CosmoGirl! Indonesia)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sepatumerah.net/2009/12/heart-block-biarkan-cinta-menemukanmu-a-new-novel-by-okke-sepatumerah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hadiah Buat Sinterklas</title>
		<link>http://blog.sepatumerah.net/2009/12/hadiah-buat-sinterklas/</link>
		<comments>http://blog.sepatumerah.net/2009/12/hadiah-buat-sinterklas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 09:58:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sepatumerah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[ilustrasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sepatumerah.net/?p=1907</guid>
		<description><![CDATA[
PS : Perasaan saya pernah berikrar mau gambar seminggu sekali yak? *sigh* Ternyata itu ikrar yang terlalu ambisius. Anyway, met liburan semua!!!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2009%2F12%2Fhadiah-buat-sinterklas%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2009%2F12%2Fhadiah-buat-sinterklas%2F" height="61" width="51" /></a></div><p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/christmaspresent.jpg" alt="" width="401" height="576" /></p>
<p>PS : Perasaan saya pernah berikrar mau <a href="http://blog.sepatumerah.net/2009/08/illustration-friday-magnify/">gambar seminggu sekali</a> yak? *sigh* Ternyata itu ikrar yang terlalu ambisius. Anyway, met liburan semua!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sepatumerah.net/2009/12/hadiah-buat-sinterklas/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>HottaLotta And Cyber-Bullying</title>
		<link>http://blog.sepatumerah.net/2009/12/hottalotta-and-cyber-bullying/</link>
		<comments>http://blog.sepatumerah.net/2009/12/hottalotta-and-cyber-bullying/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 12:45:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sepatumerah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[catatan kecil]]></category>

		<category><![CDATA[keseharian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sepatumerah.net/?p=1886</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Ih, tapi gue kan ga ikut-ikutan komen jahat di HottaLotta?&#8217; protesnya.
Beberapa waktu yang lalu, saya pernah terlibat pembicaraan mengenai bullying. Seorang rekan protes karena anaknya yang masih SD kelas 1 mengalami tindakan bullying di sekolahnya. Dan dia pun menistakan tindakan macam itu. Saya yang mendengarnya jadi tertawa sendiri, karena tepat beberapa hari sebelumnya, saya menerima [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2009%2F12%2Fhottalotta-and-cyber-bullying%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2009%2F12%2Fhottalotta-and-cyber-bullying%2F" height="61" width="51" /></a></div><p style="border: 1px solid black; padding: 8px; float: left; width: 30%; font-size: 1.5em; line-height: 1.2em; margin-top: 15px; margin-bottom: 15px; margin-right: 30px; background-color: whitesmoke; font-weight: bold;">&#8220;Ih, tapi gue kan ga ikut-ikutan komen jahat di HottaLotta?&#8217; protesnya.</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu, saya pernah terlibat pembicaraan mengenai <em>bullying</em>. Seorang rekan protes karena anaknya yang masih SD kelas 1 mengalami tindakan <em>bullying</em> di sekolahnya. Dan dia pun menistakan tindakan macam itu. Saya yang mendengarnya jadi tertawa sendiri, karena tepat beberapa hari sebelumnya, saya menerima <em>e-mail</em> darinya yang merekomendasikan sebuah <em>blog</em>.</p>
<p>Sebenarnya, bukan dia doang sih yang mengirimi saya URL <em>blog</em> tersebut, ada <em>kali</em> sekitar  lima <em>e-mail</em> bernada sama. Seluruh <em>e-mail</em> tersebut diberi pengantar kurang lebih sama : &#8216;Liat deh, lumayan buat ketawa-ketawa.&#8217; atau &#8216;hiburan hari ini&#8217;.</p>
<p>Blog yang dimaksud adalah blog milik Tara, yang beralamatkan di <a href="http://hottalotta.blogspot.com">http://hottalotta.blogspot.com</a> . Kebetulan hari itu saya sedang dalam kondisi tidak memungkinkan untuk memerhatikan secara seksama si hottalotta ini. Saya cuma melihat sekilas. <em>Another fashion blog. </em>Tanpa bermaksud menjadi <em>party pooper</em>, saya <em>nggak</em> merasa ada yang lucu di <em>blog </em>milik Tara, yang bermimpi menjadi <em>fashion stylist </em>dan <em>fashion designer</em>. Saya cuma merasa bahwa segala <em>outfit</em> dan pose yang terdisplay itu aneh. Mungkin ini selera humor saya saja ya, buat saya &#8216;aneh&#8217; itu <em>nggak</em> lucu dan lucu itu <em>nggak </em>harus aneh.</p>
<p>Baru sekitar beberapa hari kemudian, karena beberapa kali membaca <em>link</em> atau <em>nickname</em> sang empunya blog di <em>timeline twitter</em> saya, juga gara-gara mendapat<em> e-mail</em> lagi, yang merekomendasikan <em>blog</em> itu lagi, dengan kata pengantar  &#8216;Gue dari ketawa-ketawa sampai miris bacanya&#8217;, saya jadi tertarik dan mulai meneliti satu demi satu entri-nya.</p>
<p>Dan memang miris sekali membaca komentar-komentar di sana, yang didominasi oleh mahluk-mahluk bernama &#8216;<em>anonymous&#8217;</em> . <em>Seriously</em>, jahat sekali. Semuanya berisi celaan dan hinaan. Dari celaan <em>taste,</em> fisik dan intelejensia; dan dengan kata-kata yang menurut saya nggak difilter sama sekali.</p>
<p>Mendadak saya jadi teringat kasus Ophi A Bubu. Kalau ada yang belum tahu Ophi A Bubu siapa; dia adalah seorang remaja yang gemar menulis dengan bahasa Alay di notes-notes Facebook-nya. Untuk saya pribadi, tulisan dengan bahasa ini cukup ganggu, karena saya <em>nggak</em> terbiasa membaca  &#8216;aku&#8217; jadi &#8216;aquwh&#8217;, &#8216;kamu&#8217; jadi &#8216;kmuwh&#8217;, &#8216;mau&#8217; jadi &#8216;mawh&#8217; etc. Ophi A Bubu ini mendadak kondang gara-gara notes-notesnya, sampai-sampai entah siapa ada yang dengan niatnya membuat semacam <em>fanpage</em>, yang tentunya isinya celaan-celaan sadistis. (Cuma barusan dicari-cari sudah <em>nggak</em> ada)</p>
<p>Satu hal yang sama yang terlintas dalam benak saya melihat kasus HottaLotta dan Ophi A Bubu adalah : <em>bullying</em>.</p>
<p>Istilah <em>bullying</em> ini berarti adalah perilaku menyerang berulang-ulang yang di arahkan pada orang lain secara sengaja, baik dalam bentuk fisik maupun verbal. Tindakan ini dimaksudkan untuk menyakiti target, membuat target menjadi <em>powerless - </em>sekaligus membuat pelaku merasa berkuasa.  Semacam penindasan lah. Yang jelas, bagi pelaku, tentu menyenangkan, tapi bagi korban? Yang ekstrim, korban bisa mengalami gangguan mental/perilaku, bisa jadi stress dan depresi (Saya jadi <em>mikir</em>, ini pelaku apa <em>nggak</em> bisa menempatkan diri di posisi korban apa?)</p>
<p><em>Anyway,</em> kasus <em>bullying</em> ini kayaknya sudah <em>nggak</em> asing lagi deh. Beberapa kali saya melihat perilaku <em>bullying</em> ini di beberapa film, terutama film remaja, <a href="http://www.imdb.com/title/tt0398808/">Bridge of Terabithia</a>, adalah salah satu film terakhir yang saya tonton yang &#8216;mengandung&#8217; kasus <em>bullying </em>di dalamnya. Mungkin di sinetron remaja di TV Indonesia banyak juga kasus <em>bullying/gencet-gencetan</em>, <em>nggak </em>tau juga, soalnya sekarang saya termasuk jarang nonton TV lokal. Yang saya ingat sih  salah satu adegan sinetron Bidadari yang dibintangi oleh Marshanda jaman dulu. Lalu ada satu lagi, film Barb13 yang dibintangi oleh (CMIIW) Tikam,  Cathy Sharon dan Desta Club80s.</p>
<p><span id="more-1886"></span></p>
<p>Ada beberapa tipe <em>bullying</em>, yakni :</p>
<ol>
<li><strong>Verbal</strong>, yakni menggunakan kata-kata yang menyakitkan, seperti penggunaan panggilan &#8216;Si Goblok&#8217;, &#8216;Si Pendek&#8217;, &#8216;Si Selera Rendah&#8217;  dan semua yang sifatnya kata-kata yang mampu membuat target sakit hati.</li>
<li><strong>Fisik</strong>, yakni menyerang secara fisik, meninju, menggigit, mendorong, atau barang-barang personal target diambil tanpa persetujuan (semacam <em>malak</em>), termasuk juga pelecehan seksual.</li>
<li><strong>Sosial</strong>, yakni diisolasi dari lingkungan pergaulan, dicuekin, dimusuhi etc.</li>
<li><strong>Psikologis/Mental</strong>, ketika seseorang diancam atau diintimidasi</li>
<li><strong><em>Homophobic bullying</em></strong>, yakni penindasan karena target adalah seorang homoseksual (gay/lesbian), diduga homoseksual (karena perilakunya) &#8212; seringnya sih, yang kelihatan kalau seorang cowok berperilaku melambai, pasti mendapat perlakuan tidak enak dari lingkungannya.</li>
</ol>
<p>Dan yang terakhir, yang baru dimasukkan ke dalam tipe <em>bullying</em> adalah <em>cyber-bullying</em>, yang oleh wikipedia didefinisikan sebagai sebuah perilaku untuk menyakiti seseorang/target dengan menggunakan internet, telepon genggam atau <em>gadget</em> lain, dengan mengirimkan teks atau gambar. Jelas banget apa yang dialami oleh Ophie A Bubu dan HottaLotta adalah <em>cyber-bullying</em>.</p>
<p>Inti dari tindakan <em>bullying</em> ini sebenarnya adalah pemenuhan rasa lapar &#8216;kekuasaan&#8217; atau keinginan untuk dianggap/merasa berkuasa. Kalau sering menonton film dengan <em>scene bullying</em> kita bisa lihat, orang yang memiliki kecenderungan untuk menjadi pelaku adalah mereka yang memiliki kekuatan. Secara sosial mereka kuat mungkin semacam mahluk-mahluk <em>alpha</em>. Secara stereotype, biasanya pelaku  tindakan ini adalah bintang basket/<em>cheerleader blonde</em>, kaya, cantik. Dan yang menjadi korban/target adalah mereka yang dianggap &#8216;aneh&#8217; : penampilan berbeda, tingkah laku berbeda, ras  berbeda, agama berbeda &#8212; yang kalau di film, divisualisasikan sebagai sosok-sosok culun nan <em>ndeso - type </em>omega banget lah.</p>
<p>Nah, kalau kasus <em>cyber-bullying</em> sendiri, kenapa?</p>
<p>Situs <a href="http://www.stopcyberbullying.org">http://www.stopcyberbullying.org</a> mengatakan bahwa penyebab terjadinya <em>cyber bullying</em> ini bisa jadi karena dendam, kemarahan atau perasaan frustasi. Bisa juga karena pelaku memang <em>nggak </em>punya kerjaan, sedangkan &#8216;mainan&#8217; berbau teknologi banyak tersedia di sekeliling mereka; jadinya iseng dan pingin cari keributan. Atau bisa jadi, pelaku adalah orang-orang yang di kehidupan nyatanya termasuk golongan &#8216;<em>nggak </em>dianggap&#8217; atau tidak punya kekuatan, dengan melakukan <em>cyber-bullying</em> mereka merasakan bagaimana rasanya jadi &#8216;orang yang berkuasa&#8217;.</p>
<p>Yang gawat dari <em>cyber-bullying</em> adalah, orang bisa merasa terlindung di balik anonimitas. Dan kebayang, kan, ketika seseorang sudah berpikir &#8216;ah nggak ada yang tau ini&#8217;, maka dia  bisa melakukan BANYAK hal. Ya lihat saja-lah, <em>gimana</em> ancurnya komentar-komentar di <em>blog </em>hottalotta.</p>
<p>Anyway, saya pun bilang pada kawan saya (yang anaknya mengalami <em>bullying</em> di sekolahnya), saya bilang, kalau mau menista tindakan <em>bullying</em>, ya konsisten, jangan terlibat dalam tindakan <em>bullying </em>juga. Eh, dia protes, katanya, dia TIDAK PERNAH melakukan tindakan <em>bullying</em> pada siapa pun. Lalu saya ingatkan dengan tindakannya tertawa-tawa melihat <em>blog </em>HottaLotta.</p>
<p>&#8220;Ih, tapi gue kan ga ikut-ikutan komen jahat di HottaLotta?&#8217; protesnya.</p>
<p>Ya, dalam kasus <em>bullying</em>, sebenarnya ada tiga<em> roles</em> yang terlibat di dalamnya : <em>The Bully </em>(Pelaku), <em>Victims </em>(Korban) dan <em>Bystander </em>(Saksi/penonton). Penonton/orang yang menjadi saksi, bisa dibagi dua : (1) Orang yang menikmati/ikut-ikutan tertawa saat kejadian <em>bullying</em> ini berlangsung (2) Orang yang sebenarnya kasihan pada korban, tapi tidak berbuat apa-apa dengan berbagai alasan : <em>nggak </em>mau kepo, takut jadi sasaran berikutnya, atau <em>simply nggak</em> peduli etc.</p>
<p>Seringkali kita merasa bahwa kita tidak terlibat dalam kasus <em>bullying</em> jika kita bukan pelaku atau korban. Padahal dengan menjadi <em>bystander</em> dan tidak melakukan apa-apa pun, artinya kita sudah memiliki peran besar membiarkan tindakan ini berlanjut.</p>
<p>Untuk kasus HottaLotta, kawan saya yang ikut-ikutan mentertawai jelas sudah terlibat dalam kasus <em>bullying </em>ini. Saya rasa, saya pun juga terlibat dalam tindakan <em>cyber-bullying</em> dengan target HottaLotta, karena (tadinya) saya mengambil sikap bukan urusan gue/tidak peduli :)</p>
<p>&#8230;</p>
<p><em>Aaanywaaay, </em>selama 4 hari belakangan ini, saya jadi rajin menyambangi HottaLotta dan melihat begitu banyak perubahan <em>outfit</em> dan posenya. Ada beberapa komentator (yang <em>teteub</em> ya <em>bok</em>, berlindung di balik anonimitas) yang memberi saran <em>fashion</em> padanya, mengoreksi kesalahan grammar/struktur bahasa Inggrisnya; dan Tara (sang pemilik HottaLotta) mengikutinya. Tapi masih ada juga yang mencela-cela.</p>
<p>Namun yang saya herankan adalah, mulai bermunculan beberapa komen, terutama beberapa entri terakhir, yang mengatakan bahwa <em>blog</em> itu <em>nggak</em> seru lagi. <em>Nggak</em> ada yang bisa diketawain.</p>
<p>Eh?</p>
<p>Perasaan di entri-entri sebelumnya para komentator &#8216;memaksa&#8217; pemilik blog untuk berubah deh, lah begitu berubah, kok ya salah juga?</p>
<p>Apa memang sebenarnya hidup itu sudah susah, ya? Sehingga dibutuhkan target <em>bullying</em>, sebagai hiburan? Pokoknya harus ada orang yang lebih susah aja, untuk membuat diri mereka merasa lebih baik? Kalau memang gitu, pantes saja orang-orang doyan pada berita-berita buruk seleb di <em>infotainment</em>. :P</p>
<p>Entahlah.</p>
<p>Oh iya, saya sempat menyambangi *niat!* halaman<a href="http://lookbook.nu/"> Lookbook</a> dari si pemilik HottaLotta dan membaca satu <em>quote</em> yang dibuatnya sendiri.</p>
<blockquote><p><em>&#8221; to be successful we have to go through various obstacles such as the ridicule of others &#8220;  (Quotes by myself)</em></p></blockquote>
<p>Oh well, hidup itu keras, Jendral. Dan lebih keras lagi bagi mereka yang sedang berjuang meraih mimpi.</p>
<p><strong>Http://lajangdanmenikah.com sudah kembali bisa diakses dengan normal sekarang, maaf atas ketidaknyamanan anda beberapa hari belakangan ini. *Tsah*. Dan <a href="http://lajnmen.blogspot.com/2009/12/sub-project-celoteh-bocah.html">Celoteh Bocah Project</a>, masih berlangsung loh, kalau kalian mendengar celoteh lucu anak/anak teman/keponakan/anak nemu, <em>monggo</em> dikirim ke lajangdanmenikah@gmail.com dengan subject Celoteh Bocah Project. Ditunggu!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sepatumerah.net/2009/12/hottalotta-and-cyber-bullying/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Celoteh Bocah Project</title>
		<link>http://blog.sepatumerah.net/2009/12/celoteh-bocah-project/</link>
		<comments>http://blog.sepatumerah.net/2009/12/celoteh-bocah-project/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 10:24:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sepatumerah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[keseharian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sepatumerah.net/?p=1881</guid>
		<description><![CDATA[Kalau nguping jakarta, ngupingin celoteh orang-orang dewasa, nah kalau &#8216;Celoteh Bocah Project&#8217; ini, ya jelas celoteh para bocah yang dimuat.
Heu,gara-gara lupa bayar, http://lajangdanmenikah.com sudah 3 hari ini off. Sedang diurus, supaya bisa kembali &#8216;bener&#8217;. Untuk sementara, buka saja http://lajnmen.blogspot.com (Iya, tau, jelek bener namanya :D)
Anyway, ceritanya lajangdanmenikah.com membuka satu project baru nih, yaitu project Celoteh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2009%2F12%2Fceloteh-bocah-project%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2009%2F12%2Fceloteh-bocah-project%2F" height="61" width="51" /></a></div><p style="border: 1px solid black; padding: 8px; float: left; width: 40%; font-size: 1.5em; line-height: 1.2em; margin-top: 15px; margin-bottom: 15px; margin-right: 30px; background-color: whitesmoke; font-weight: bold;">Kalau <em>nguping jakarta</em>, <em>ngupingin</em> celoteh orang-orang dewasa, nah kalau &#8216;Celoteh Bocah Project&#8217; ini, ya jelas celoteh para bocah yang dimuat.</p>
<p>Heu,<span style="text-decoration: line-through;">gara-gara lupa bayar</span>, <a href="http://lajangdanmenikah.com">http://lajangdanmenikah.com</a> sudah 3 hari ini off. Sedang diurus, supaya bisa kembali &#8216;bener&#8217;. Untuk sementara, buka saja <a href="http://lajnmen.blogspot.com">http://lajnmen.blogspot.com</a> (Iya, tau, jelek bener namanya :D)</p>
<p><em>Anyway,</em> ceritanya lajangdanmenikah.com membuka satu <em>project</em> baru nih, yaitu <em>project</em> Celoteh Bocah. Ide awalnya karena kami sering banget denger anak-anak itu mengatakan sesuatu yang <em>bikin ketawa</em>, jadi kami pikir, lucu juga kalau kelucuan-kelucuan celoteh bocah tersebut dikumpulkan. Kalau <a href="http://ngupingjakarta.blogspot.com"><em>nguping jakarta</em></a>, <em>ngupingin</em> celoteh orang-orang dewasa di Jakarta, nah kalau &#8216;Celoteh Bocah Project&#8217; ini, ya jelas celoteh para bocah yang dimuat, bocah di mana saja.</p>
<p>Nah, <em>project</em> ini terbuka bagi semua orang. Asli siapa saja boleh ikutan.</p>
<p>Caranya, kalau misalnya kebetulan anda mendengar anak-anak anda atau keponakan anda, atau anak-anak teman anda mengatakan sesuatu yang lucu/ kocak/ <span style="font-style: italic;">sweet</span>, kalian bisa mengirim e-mail ke <a href="mailto:lajangdanmenikah@gmail.com">lajangdanmenikah@gmail.com</a>, sertakan nama pengirim (dan blognya kalau ada), nama dan umur sang bocah. Kalau mau masukin foto anaknya juga boleh. :) Umur bocah sampai kurang lebih kelas 6 SD ya, lewat dari situ soalnya udah pra-remaja. Oh iya, jangan lupa tulis : <span style="font-weight: bold;">Celoteh Bocah</span> di subject e-mailnya ya.</p>
<p>Celoteh bocah ini bakal ditampilkan setiap <span style="font-weight: bold;">Sabtu</span>, di lajangdanmenikah.com :)</p>
<p>Ditunggu ya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sepatumerah.net/2009/12/celoteh-bocah-project/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
