<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>sepatumerah.net</title>
	<atom:link href="http://blog.sepatumerah.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.sepatumerah.net</link>
	<description></description>
	<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 03:47:59 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>The 20s</title>
		<link>http://blog.sepatumerah.net/2010/08/the-20s/</link>
		<comments>http://blog.sepatumerah.net/2010/08/the-20s/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 03:38:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sepatumerah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[ilustrasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sepatumerah.net/?p=2218</guid>
		<description><![CDATA[Perasaan saya punya kategori ilustrasi deh di blog ini. Perasaan saya juga pernah bertekad mau ngegambar seminggu sekali? Tsk tsk. Ke laut aja semua. Ya sudahlah, ini dia oret-oretan iseng saya, itung-itung nambahin posting berkategori ilustrasi :D
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F08%2Fthe-20s%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F08%2Fthe-20s%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Perasaan saya punya kategori <a href="http://blog.sepatumerah.net/category/ilustrasi/">ilustrasi </a>deh di blog ini. Perasaan saya juga <a href="http://blog.sepatumerah.net/2009/08/illustration-friday-magnify/">pernah bertekad mau ngegambar seminggu sekali</a>? Tsk tsk. Ke laut aja semua. Ya sudahlah, ini dia oret-oretan iseng saya, itung-itung nambahin posting berkategori <a href="http://blog.sepatumerah.net/category/ilustrasi/">ilustrasi </a>:D</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 502px"><img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/20s.jpg" alt="" width="492" height="369" /><p class="wp-caption-text">The 20s Girl</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sepatumerah.net/2010/08/the-20s/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kilat!The Flash Fiction Challenge. Vote Me? :)</title>
		<link>http://blog.sepatumerah.net/2010/08/kilatthe-flash-fiction-challenge-vote-me/</link>
		<comments>http://blog.sepatumerah.net/2010/08/kilatthe-flash-fiction-challenge-vote-me/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 06:20:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sepatumerah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sepatumerah.net/?p=2205</guid>
		<description><![CDATA[Gara-gara banyak banget yang mention saya di twitter, meminta saya mem-vote flash fiction mereka untuk Kilat! The Flash Fiction Challenge ,jadinya saya latah deh ikutan, langsung bikin dua biji aja getoh, cuma yang saya &#8216;jagoin&#8217; yang judulnya : &#8216;Aku Cinta Padamu, Katanya&#8217; sih. Kalau kalian, yang mana? *halah*

DEMI MEMANJAKAN PERUT (Vote here)
Kata orang, cara membuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F08%2Fkilatthe-flash-fiction-challenge-vote-me%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F08%2Fkilatthe-flash-fiction-challenge-vote-me%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Gara-gara banyak banget yang <em>mention </em>saya di twitter, meminta saya mem-<em>vote </em><a href="http://flashfiction.ubudwritersfestival.com/2010/08/what-is-flash-fiction-a-few-words-of-guidance/">flash fiction</a> mereka untuk <a href="http://flashfiction.ubudwritersfestival.com/">Kilat! The Flash Fiction Challenge</a> ,jadinya saya latah deh ikutan, langsung bikin dua biji aja getoh, cuma yang saya &#8216;jagoin&#8217; yang judulnya : <a href="http://flashfiction.ubudwritersfestival.com/2010/08/aku-cinta-padamu-katanya/">&#8216;Aku Cinta Padamu, Katanya&#8217;</a> sih. Kalau kalian, yang mana? *halah*</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong>DEMI MEMANJAKAN PERUT</strong> (<a href="http://flashfiction.ubudwritersfestival.com/2010/08/demi-memanjakan-perut-2/">Vote here</a>)</p>
<p>Kata orang, cara membuat pria jatuh cinta adalah dengan memanjakan perutnya.</p>
<p>Itu sudah kulakukan pada suamiku sejak kami masih pacaran. Setiap berkencan aku menghidangkan makanan yang lezat. Dan dia tergila-gila padaku karena itu.</p>
<p>Kami menikah tahun lalu. Dan beginilah rutinitasku setelah menjadi istrinya : aku harus memastikan bahwa makanan sudah siap di meja makan pada jam sebelas, karena jam dua belas suamiku pulang untuk makan siang.</p>
<p>Jam enam, makanan dengan menu lain sudah harus terhidang, jam tujuh ia pulang kantor.</p>
<p>….</p>
<p>Hari ini, suamiku pulang lebih cepat. Aku panik. Untunglah aku bisa mengatur meja dengan cepat. Ia menikmati makanan dengan lahap. ‘Kamu jago sekali memasak’ pujinya,’aku tak salah memilih istri.’</p>
<p>Aku, seperti biasa tersenyum, menggenggam erat-erat bon pemesanan di restoran langganan yang kali ini belum sempat kubuang.</p></blockquote>
<p style="text-align: center;">&#8230;.</p>
<p style="text-align: center;">
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong>AKU CINTA PADAMU, KATANYA </strong>(<a href="http://flashfiction.ubudwritersfestival.com/2010/08/aku-cinta-padamu-katanya/">Vote here</a>)</p>
<p>“Aku mencintamu dengan sepenuh hati..” kata laki-laki itu. Wajahnya menampakkan kesungguhan, ia terlihat tampan. Yah, bagaimana tidak, dia adalah seorang model.Digilai oleh sejuta ibu rumah tangga dan ABG.</p>
<p>Aku tertawa dalam hati mendengarnya, seperti biasa, aku selalu geli mendengar kata-kata gombal seperti itu. Tiba-tiba ia mengulurkan setangkai mawar merah dari balik punggungnya.</p>
<p><em> Oh tolonglah…. Ini 2010, mawar sudah tidak musim. </em></p>
<p>“Tidak ada yang lain dalam hatiku, selain kamu, kamu yang terindah dalam hidupku” laki-laki itu melanjutkan. Aku mulai tersenyum, geli.</p>
<p><em>Yakin niiih?</em> Kataku, dalam hati tentunya.</p>
<p>“Bersamamu, aku merasa hanya kita berdua yang ada didunia ini…” kata dia lagi.</p>
<p>Tawaku menyembur. Aduh, maaf. Aku merusak suasana, tapi sungguh, aku tidak tahan.</p>
<p>“Aku ingin menghabiskan sisa hidupku hanya bersama kamu, bukan yang lain…” dia meneruskan, lalu mengeluarkan sesuatu dari kantungnya, sebuah kotak perhiasan beludru. Ia membuka tutupnya, tampak sebuah cincin bermata satu.</p>
<p>Uh oh.Ia melamar?</p>
<p>Dan ia pun berlutut. Ampun!</p>
<p>Aku sudah tidak tahan lagi, ingin tertawa , ingin mencela. Segera kuambil remote control televisiku, dan kumatikan TV, dalam sekejap laki-laki model dan perempuan pendatang baru tadi menghilang dari layar.</p>
<p>Dasar sinetron! gerutuku sambil kembali meneruskan makan malamku.</p></blockquote>
<p style="text-align: center;">&#8230;.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong>UPDATE Satu Lagi : Menyatakan Cinta Pada Magdalena (<a href="http://flashfiction.ubudwritersfestival.com/2010/08/menyatakan-cinta-pada-magdalena-2/">Vote here</a>)</strong></p>
<p><strong></strong><br />
Sesungguhnya cinta tumbuh karena terbiasa itu benar adanya. Aku mencintai Magdalena.</p>
<p>Bagaimana tidak, kami telah tinggal bersama selama empat tahun. Bukan sekedar tinggal bersama, tapi kami sudah berbagi tempat tidur!</p>
<p>Aku begitu menikmati saat-saat kami berdua saja. Cinta itu menelusup saat ia mengelusku. Saat ia memelukku. Saat ia menciumku. Cintaku padanya mengerak di seluruh relung dan rongga tubuhku</p>
<p>Sayang, Magdalena tidak menyadari bahwa cintaku padanya sedalam itu. Padahal aku sudah berusaha untuk memberi tahunya, namun ia tidak mengerti. Ia memilih begitu banyak pria lain. Yang terakhir adalah Ryan, sebulan yang lalu.</p>
<p>Magdalena tidak menyadari betapa aku terbakar cemburu saat Ryan meneleponnya. Mereka berbincang mesra. terkadang mereka saling menggoda,</p>
<p>Dan itu terjadi setiap malam. Seperti ritual. Ritual cinta antara Magdalena dan Ryan.Bisa kau bayangkan betapa tersiksanya aku?</p>
<p>Di hari yang ke tiga puluh lima, aku tidak tahan. Ryan menelepon dan mereka melakukan ritual bercinta mereka. Kemesraan mereka mendorongku untuk membulatkan tekad. Aku harus menyatakan perasaanku.</p>
<p>Harus kucoba agar Magdalena mengerti.Harus. Harus. H-a-r-u-s.</p>
<p>Tiga jam kemudian, Magdalena menutup telepon. Sumringah senyum menghiasi wajahnya. Ia menoleh padaku, kemudian memeluk dan menciumku. Ia mengelus badanku lembut</p>
<p>Aku harus bilang sekarang juga! Pita suaraku menegang. Liurku mengumpul. Lidahku kaku. Harus!</p>
<p>Sekuat tenaga aku berusaha untuk menyatakannya….</p>
<p>Aku cinta kamu! ‘Meong!’</p>
<p>aku-cinta-kamu! ‘me-ong!’</p>
<p>AKU CINTA KAMU! ‘MEONG!’</p>
<p>Dan Magdalena mengerutkan keningnya,’kenapa sih kamu,Pus? Laper?’</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sepatumerah.net/2010/08/kilatthe-flash-fiction-challenge-vote-me/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PENANTIAN JODOH dan LOVE STORY</title>
		<link>http://blog.sepatumerah.net/2010/08/penantian-jodoh-dan-love-story/</link>
		<comments>http://blog.sepatumerah.net/2010/08/penantian-jodoh-dan-love-story/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 03:17:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sepatumerah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[catatan kecil]]></category>

		<category><![CDATA[keseharian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sepatumerah.net/?p=2197</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari di tahun 2006 atau 2007, mendadak Melanie. salah seorang (mantan) mahasiswa saya menghampiri saya.Ia bilang, ia dan SARAF (Satuan Rakyat Film) ITHB sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa yg bersifat underground*tsah*&#8212; membutuhkan satu cerita untuk dijadikan film. Waktu itu saya sempat menyerahkan sekitar 5 - 10 cerita pendek; namun yang dipilih oleh mereka adalah yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F08%2Fpenantian-jodoh-dan-love-story%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F08%2Fpenantian-jodoh-dan-love-story%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Suatu hari di tahun 2006 atau 2007, mendadak <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=639536449&amp;ref=search">Melanie</a>. salah seorang (mantan) mahasiswa saya menghampiri saya.Ia bilang, ia dan SARAF (Satuan Rakyat Film) ITHB sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa yg bersifat <em>underground</em>*tsah*&#8212; membutuhkan satu cerita untuk dijadikan film. Waktu itu saya sempat menyerahkan sekitar 5 - 10 cerita pendek; namun yang dipilih oleh mereka adalah yang berjudul <a href="http://blog.sepatumerah.net/2007/02/penantian-jodoh/">Penantian Jodoh</a>,sebuah cerita pendek yang saya buat di jaman saya kuliah berbelas-belas tahun yang lalu (atau sekitar itulah, lupa, saking lamanya). Saya sempat melihat proses mereka syuting yang membuat kerusuhan di sebuah toko sepatu di mall bernuansa pedestrian di Bandung,berinisial C.I.W.A.L.K.(heu,inisial kok lengkap. :D)</p>
<p>Sebelum saya sempat melihat hasil &#8216;jadi&#8217;nya, saya keburu terserang kegilaan, bosan kerja dan pengen jalan-jalan dalam jangka waktu panjang.Jadi asli, itu film jadinya tahun 2007, saya baru liat beneran awal 2009. *boleh loh kalau mau mencaci maki.hihi*</p>
<p>Cuma selama saya di jalan, saya dua kali dapat kabar dari mereka,via e-mail bahwa film tersebut pernah ditayangkan di sebuah stasiun TV lokal Bandung dalam acara &#8216;Take Three&#8217; dan nggak berapa lama kemudian, mereka mengikut sertakannya dalam sebuah festival film: Mankom Movie Award yang diadakan oleh Jurusan Manajemen Komunikasi Unisba (lokal lagi).</p>
<p>Katanya sih, berhasil meraih 5 penghargaan :<br />
1. Pemeran Pembantu Terbaik (Fatima Adila)<br />
2. Editing Terbaik (Deo, Hizkia, Sid, Tajir)<br />
3. Ide Cerita Terbaik (Okke “Sepatu Merah)<br />
4. Sutradara Terbaik (Hizkia)<br />
5. Film Terbaik (produsernya <a href="http://sicsid.blogsome.com/">SicSid</a>)</p>
<p>Ini dia filmnya.</p>
<p><object width="480" height="385" data="http://www.youtube.com/v/zA7KGV4648U?fs=1&amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/zA7KGV4648U?fs=1&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
<p>Eh tau-tau,beberapa malam yang lalu, salah seorang mantan mahasiswa menelepon, menceritakan sambil meminta maaf, karena ternyata ada seorang Nanang Putra, mahasiswa yang bersekolah di Academy of Art University di San Francisco yang tertarik untuk membuat ulang film ini, kredit diberikan pada yang terlibat di versi awalnya. (Sebenernya itu kan jadi nggak masalah, Yang gue kagak ngerti, kenapa kudu minta maaf,<a href="http://kepaladingin.tumblr.com/">Mil</a>? :D)</p>
<p>Anyway, ini versi &#8216;remake&#8217; nya.</p>
<p><object width="480" height="385" data="http://www.youtube.com/v/D9sOw-tLsXg?fs=1&amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/D9sOw-tLsXg?fs=1&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
<p>Jadi, jadi, coba bandingkan. Pegimana menurut anda?</p>
<p>Dan..jadi,jadi&#8230; kapan SARAF bangkit kembali? *dumdidum*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sepatumerah.net/2010/08/penantian-jodoh-dan-love-story/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>@AnjingGombal: Menggombal dan Berbagi</title>
		<link>http://blog.sepatumerah.net/2010/08/anjinggombal-menggombal-dan-berbagi/</link>
		<comments>http://blog.sepatumerah.net/2010/08/anjinggombal-menggombal-dan-berbagi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 12:34:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sepatumerah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[catatan kecil]]></category>

		<category><![CDATA[keseharian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sepatumerah.net/?p=2186</guid>
		<description><![CDATA[..Dari orang asing dengan gelombang menggombal yang sama di dunia maya, menjadi sahabat di dunia nyata.  Isn&#8217;t it awesome? :)
( Saya emang niat banget untuk bikin tulisan khusus tentang ini kalau bukunya terbit sekaligus bayar hutang karena pernah janji dengan Rahne Putri untuk membuat tulisan tentang AnjingGombal. :D )
Berhubung selama dua minggu-an kemarin saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F08%2Fanjinggombal-menggombal-dan-berbagi%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F08%2Fanjinggombal-menggombal-dan-berbagi%2F" height="61" width="51" /></a></div><p style="border: 1px solid black; padding: 8px; float: left; width: 30%; font-size: 1.5em; line-height: 1.2em; margin-top: 15px; margin-bottom: 15px; margin-right: 30px; background-color: whitesmoke; font-weight: bold;"><strong>..Dari orang asing dengan gelombang menggombal yang sama di dunia maya, menjadi sahabat di dunia nyata. <em> Isn&#8217;t it awesome</em>? :)</strong></p>
<p><em>(</em> <em>Saya emang niat banget untuk bikin tulisan khusus tentang ini kalau bukunya terbit sekaligus bayar hutang karena pernah janji dengan Rahne Putri untuk membuat tulisan tentang AnjingGombal. :D )</em></p>
<p>Berhubung selama dua minggu-an kemarin saya sedikit tidak produktweet alias kurang produktif nge-tweet dan memerhatikan <em>timeline</em>, saya baru tahu hari ini bahwa <a href="http://bukune.com/Kabar-Bukune/Ungkapan-Cinta-Gombal-A-la-Anjinggombal.html">&#8216;Aku Padamu :   Karena Cinta Dapat Ditemukan Dalam Kata &#8216;</a> sudah terbit. (Ya,ya, cacimakilah saya.) :P</p>
<p>Buat yang <em>nggak ngeh</em> buku apaan &#8216;Aku Padamu&#8217; ini, ya ini adalah buku kompilasi gombalan-gombalan yang diambil dari akun twitter <a href="http://twitter.com/anjinggombal">@anjinggombal</a>.</p>
<p>Agak lucu juga melihat pada akhirnya <em>tweet-tweet</em> AnjingGombal pada akhirnya serius dibukukan. (Thanks <a href="http://bukune.com">Bukune</a> atas kesempatannya). Semua ini berkat kerelaan <a href="http://twitter.com/rahneputri">@rahneputri</a>, <a href="http://twitter.com/jonathanend">@jonathanend</a>, <a href="http://twitter.com/NisanKubur">@NisanKubur</a>, <a href="http://twitter.com/exotrisc">@exotrisc</a> bersibuk-sibuk mengurusi masalah penerbitan buku kompilasi gombalan ini.</p>
<p>Padahal pada awalnya, anjinggombal hanyalah sebuah hashtag yang berisi keisengan belaka.</p>
<p>Anyway, jadi buat yang dari tadi berkerut kening dan bertanya-tanya Anjinggombal apaan sih, sini-sini, tante ceritain.</p>
<p>Pernah denger tipe-tipe gombalan macam ini nggak?</p>
<blockquote><p><em>Kamu dulu pasti kuliahnya jurusan desain interior deh, abis begitu kamu masuk, ruangan jadi indah gini.</em></p></blockquote>
<p style="text-align: center;">..atau</p>
<blockquote><p><em>&#8220;Aku nggak suka aktivitas kerajinan tangan, tapi khusus buatmu, aku mau loh,belajar merajut. Merajut masa depan bersama&#8221;</em></p></blockquote>
<p style="text-align: center;">&#8230;atau</p>
<blockquote><p><em>Excuse me! | Yes? | You dropped something! | What? | My jaw.</em></p></blockquote>
<p>Pernah dong ya pasti?</p>
<p>Nah ceritanya, suatu hari di bulan Oktober 2009, ada yang iseng nih,  membagi gombalan-gombalan najis tralala ini di twitter. Sepertinya pepatah &#8216;<em>people with the same wavelength will find one another</em>&#8216; itu berlaku untuk keisengan tweet gombalan ini, karena mendadak ada dua orang yang responsif, langsung men-tweet gombalan versi masing-masing : <a href="http://twitter.com/rahneputri">@rahneputri</a> dan <a href="http://twitter.com/sugahpuff">@sugahpuff. </a></p>
<p>Selama sekitar dua minggu-an terjadilah saling sahut menyahut kegombalan. Di minggu ke-dua, gombalan mulai surut, menggombal via tweet mulai terlupa. Cuma, taunya, entah bagaimana caranya, di bulan Januari 2010, lah kok aktivitas gombal-menggombal via tweet mulai lagi? Kali ini yang ikutan menggombal semakin banyak. Tau dong ya, <em>the more the merrier, </em>kadang-kadang pakai janjian kalau mau menggombal.</p>
<p>Di tengah-tengah sahut-sahutan gombal mendadak muncul ide untuk membuat kompilasi dalam bentuk PDF dan <a href="http://anjinggombal.com">website </a>yang di<em>launching</em> tepat pada Valentine&#8217;s Day 2010 (Niat!).</p>
<p>Berkat <a href="http://twitter.com/miund">@miund</a> dan <a href="http://twitter.com/deelestari">@deelestari</a> yang mendadak tergoda ikutan menggombal, jadi aja, banyak orang yang ikutan mentweet dengan hashtag #anjinggombal, dan kalau dipikir-pikir sayang juga kalau tidak dikumpulkan,akhirnya dibuatlah satu akun twitter dengan nama @anjinggombal, plus <a href="http://www.facebook.com/pages/AnjingGombal/327343036897?ref=search">fanpage di Facebook</a> (gaya!).</p>
<p>Oh kalau ada yang nanya kenapa namanya anjinggombal? Ya, gimana sih reaksi Anda kalau mendengar gombalan corny, najis tralala, kalau bukan &#8216;<strong>Anjing,gombal</strong> banget seh!&#8217;.</p>
<p>&#8230;.</p>
<p>Sebenarnya gombal-menggombal bukanlah hal yang baru. Aduh, dari jaman delapan puluhan udah ada kali. :)</p>
<p>Bukan gombalan-nya, tapi semua yang terjadi di balik  @anjinggombal inilah yang istimewa. Saya juga baru <em>ngeh</em> belakangan (baik, cacimakilah saya lagi!).</p>
<p>Berdasarkan pengamatan saya (tsah!), awalnya para penyetor gombalan saling tidak mengenal, lalu kemudian mereka mulai mengadakan <em>gathering</em> beberapa kali; sampai kemudian saya membaca entry demi entry di <a href="http://exotrisc.co.cc/tagged/anjinggombal/page/1">tumblr-nya @exotrisc  yang diberi tag anjinggombal</a>. Mereka bersahabat. Bersahabat baik.</p>
<p>Dari orang asing dengan gelombang menggombal yang sama di dunia maya, menjadi sahabat di dunia nyata.  <em>Isn&#8217;t it awesome</em>? :) Somehow saya merasa, anjinggombal ini adalah keisengan yang membawa kebahagiaan dan berujung pada persahabatan. :)</p>
<p>Ini yang membuat adanya penolakan terhadap ide beberapa orang untuk mengkomersilkan &#8216;AnjingGombal&#8217; menjadi sebuah buku. Apa yang tadinya untuk senang-senang,ketika dikomersilkan tentu akan kehilangan kesenangannya.</p>
<p>Cuma pemikiran berubah karena mendadak muncul ide, jika anjinggombal dibukukan, royaltinya kan bisa didonasikan untuk orang-orang yang membutuhkan. Well, sebuah ide yang bagus, kalau awalnya anjinggombal adalah keisengan yang membawa kebahagiaan dan berujung pada persahabatan bagi sebagian kecil orang, kenapa <em>nggak</em> berbagi kebahagiaan pada orang lain?</p>
<p>Yup, royalti dari penjualan AnjingGombal The Book, Aku Padamu : Karena Cinta Dapat Ditemukan Pada Kata&#8217; sepenuhnya disumbangkan kepada yayasan <a href="http://tunascendekia.org">Tunas Cendekia</a> (bisa dilihat di <a href="http://tunascendekia.org/wordpress/archives/468">sini</a>).</p>
<p>Terima kasih buat para penggombal yang rela gombalannya dimasukkan ke dalam buku kompilasi ini. Semoga anjinggombal bisa membawa kebahagiaan bagi mereka di luar sana.</p>
<p>Dan sebagai penutup entri ini : <strong>BELI DONG AH!</strong></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 493px"><img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/AG.jpg" alt="" width="483" height="362" /><p class="wp-caption-text">Penampakan Buku &#39;Aku Padamu&#39; (foto nyolong dari FBnya Rahne Putri)</p></div>
<p>(Dear Rahne, utang lunas! :D)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sepatumerah.net/2010/08/anjinggombal-menggombal-dan-berbagi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mati Saja, Wahai Penulis!</title>
		<link>http://blog.sepatumerah.net/2010/07/mati-saja-wahai-penulis/</link>
		<comments>http://blog.sepatumerah.net/2010/07/mati-saja-wahai-penulis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 17:53:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sepatumerah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[catatan kecil]]></category>

		<category><![CDATA[keseharian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sepatumerah.net/?p=2176</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;cara mempersepsi seseorang terhadap sesuatu itu rumit, tidak mungkin kita mengendalikan masing-masing individu agar persepsinya seragam dan sesuai dengan yang kita mau. Bisa sih, dicoba, kalau mau frustasi sih.
Pernah ngalamin sudah berbaring manis dan bersiap-siap tidur sambil twitteran memakai handphone, eh mendadak menemukan tautan yang menarik di timeline anda, ketika Anda klik, ternyata tautan itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F07%2Fmati-saja-wahai-penulis%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F07%2Fmati-saja-wahai-penulis%2F" height="61" width="51" /></a></div><p style="border: 1px solid black; padding: 8px; float: left; width: 30%; font-size: 1.5em; line-height: 1.2em; margin-top: 15px; margin-bottom: 15px; margin-right: 30px; background-color: whitesmoke; font-weight: bold;"><strong>&#8230;cara mempersepsi seseorang terhadap sesuatu itu rumit, tidak mungkin kita mengendalikan masing-masing individu agar persepsinya seragam dan sesuai dengan yang kita mau. Bisa sih, dicoba, kalau mau frustasi sih.</strong></p>
<p>Pernah <em>ngalamin</em> sudah berbaring manis dan bersiap-siap tidur sambil <em>twitter</em>an memakai <em>handphone</em>, eh mendadak menemukan tautan yang menarik di <em>timeline</em> anda, ketika Anda klik, ternyata tautan itu memang <em>beneran </em>menarik dan  membuat Anda merasa wajib untuk bangun, <em>ngidupin</em> komputer, supaya lebih puas <em>browsing</em>?</p>
<p>Saya pernah.</p>
<p>Eh.. sering,ding. :)</p>
<p>Salah satunya adalah dua malam yang lalu. Mendadak <em>tweet </em>beberapa orang di <em>timeline</em> saya menggunakan <em><a href="http://www.contentious.com/2009/03/03/whats-that-hashtag-new-glossary-tools-for-twitter/">hashtag</a> </em>yang sama. Salah satu dari <em>tweet-tweet</em> tersebut memuat tautan ke halaman goodreads; yang berisi <em>review</em> sebuah novel terbitan Gramedia Pustaka Utama plus diskusi seru tentang novel tersebut. Boleh dikatakan bahwa <em>review</em>nya agak <em>nyilet,</em>ya.  Yang menarik dari<em> review</em> itu adalah terlibatnya sang penulis dalam  diskusi tersebut. Terlihat jelas bahwa sang penulis berusaha (keras) untuk menjelaskan tentang (jalan cerita) novelnya dan terkesan sangat defensif, bahkan ujung-ujungnya agak ofensif. (eh nulisnya bener ga sih?)</p>
<p>Kasus seperti ini jarang saya temui &#8212; atau mungkin saya saja yang kuper. Selama ini yang sering saya lihat adalah, mau <em>review</em>nya negatif maupun positif, <em>nyilet </em>maupun <em>muji, </em>penulis sama sekali tidak terlihat batang hidungnya dalam review novelnya, atau muncul hanya untuk mengucapkan terima kasih, atau berkomentar seperlunya. Tidak pernah sampai dengan niatnya membela mati-matian novelnya.</p>
<p>Ada dua hal yang terpikir ketika memerhatikan kasus ini. Pertama, bisakah kita membuat SEMUA orang menyukai (karya) kita? <em>Well, </em>boleh saja usaha, kalau rela jadi gila sih. Karena setiap individu itu memiliki ragam latar belakang dan pengalaman, yang membentuk cara ia mempersepsikan segala sesuatu. Ada contoh yang sangat sederhana yang pernah saya ajukan dalam mata kuliah Psikologi Persepsi yang saya dan kawan saya ampu, waktu itu saya dan kawan saya membuat daftar benda-benda yang mudah ditemui di sekitar kita dan mahasiswa kami suruh untuk menuliskan apa pun yang terlintas saat benda-benda tersebut disebut.</p>
<p><span id="more-2176"></span></p>
<p>Saat kami menyebut &#8216;melati&#8217;, sebagian besar menyebutkan &#8216;wangi&#8217;, &#8216;indah&#8217; dan sejenisnya, tapi ada satu yang menulis : &#8217;sedih&#8217;. Setelah diselidiki, ternyata ia memiliki pengalaman tertentu yang berkaitan dengan melati tersebut, menurutnya, itu mengingatkan pada kematian sang kakek.Itu baru contoh sederhana, masih ada contoh yang lebih kompleks lagi, berkaitan dengan budaya, agama, pendidikan dan lain-lain. Saya pernah sedikit membahasnya di <a href="http://blog.sepatumerah.net/2009/09/mendebat-joko-karena-orang-bereda-beda/">sini</a>.</p>
<p>Sekali lagi  , cara mempersepsi seseorang terhadap sesuatu itu rumit, tidak mungkin kita mengendalikan masing-masing individu agar persepsinya seragam dan sesuai dengan yang kita mau. Bisa sih, dicoba, kalau mau frustasi sih.</p>
<p>Jadi, untuk kasus ada yang suka dan ada yang tidak suka dengan karya seorang pengarang ya wajar saja. <em>Nyantai</em> saja, Djeung. Kalau ada yang tidak suka, (mungkin) bukan berarti (karya) pengarang tersebut buruk kok, bisa saja (karya) pengarang tersebut memang tidak satu gelombang dengan pembaca tertentu. Dan kalau ada yang suka sampai memuja-muja, yaa&#8230;bukan berarti (karya) pengarang tersebut hebat-bin-luar-biasa juga lah, kebetulan saja (karya) kita sesuai dengan selera pembaca yang bersangkutan</p>
<p>Yang kedua, dan masih berkaitan dengan keberbedaan cara persepsi tiap individu, mendadak saya jadi teringat Roland Barthes dalam esai-nya yang berjudul Death of An Author. Dalam esai-nya, Barthes mengkritik cara &#8216;menikmati&#8217; sebuah teks dengan mengkaitkannya dengan aspek identitas pengarang, entah dari agamanya, psikologinya, cara pandang politiknya dan aspek-aspek pribadi lainnya.</p>
<p>Ketika seorang pengarang melahirkan sebuah teks (tulisan), kemudian dilepas kepada publik, serta merta pengarang tersebut mati. Pengarang bukanlah siapa-siapa, hanyalah seorang penulis skrip. Lupakan proses kreatif yang dilakukannya selama pengerjaan, lupakan juga curahan air mata saat pengeditan gara-gara <em>laptop</em> terformat (eh ini mah curhat..hihi). Bete-betenya, lupakan begadangnya (ini juga masih curhat. :D)</p>
<p>(Duh, mendadak pingin <em>ngadu</em> deh ke oom Barthes, soalnya saya masih suka ditanya &#8216;Apakah ini pengalaman pribadi?&#8217; yang sebenarnya sudah <em>nggak</em> penting lagi untuk ditanya.)</p>
<p>Sebuah teks itu punya &#8216;kehidupan&#8217; tersendiri. Siapa yang menghidupkan? Tentu saja para pembaca; para individu yang memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda-beda tersebut.</p>
<p>Bagaimana bentuk kehidupan teks tersebut di tengah publik, benar-benar tergantung pada benak masing-masing pembaca. Pengarang sama sekali tidak bisa mengendalikannya, pun ketika ia menemukan pembaca yang interpretasi-nya berbeda dengan maksud pengarang. <em>Nggak </em>bisa protes, itulah kehidupan dari teks(tulisan) tersebut.</p>
<p>Jangankan karya sastra sekuler, bahkan dalam kitab suci pun berlaku fenomena  Barthes ini. Buktinya? Banyak sekali persepsi dan interpretasi yang berbeda-beda dari masing-masing individu. <em>Nggak </em>bisa dipungkiri bahwa kitab menginspirasi pembacanya untuk melakukan hal-hal negatif, seperti menyakiti orang dengan pengeboman, pembunuhan, melakukan diskriminasi atau positif, seperti mengasihi, membantu sesama, tepa salira endeswey endesbrey, tergantung cara pembaca menginterpretasikan dan memersepsikan teks di dalamnya.</p>
<p>Anyway, saya menganalogikan hubungan pengarang dan teks/tulisannya itu sebagai hubungan ibu dengan anaknya. Bahwa teks/tulisannya itu ya seperti anak, buah hati yang disayangi, yang dibikin dengan susah payah, pakai curahan air mata, bete dan begadang gitu loh (eh lah, kok curcol mulu yak? :D).  Tentu saja sang ibu punya harapan-harapan yang baik akan anaknya, tapi pada akhirnya, sang ibu harus punya kesadaran penuh, bahwa ia tidak punya otoritas penuh terhadap sang anak, ia adalah individu tersendiri, yang punya kehidupan tersendiri.Kecuali kalau  sang ibu mau mengisolasinya dari kehidupan sosial.</p>
<p>Apapun yang terjadi pada si anak ya jelas di luar kuasa ibu,kecuali kalau sang ibu mau jadi<em> bodyguard</em> bagi sang anak secara terus menerus. Yang mana kasihan juga ya anak yang ibunya kayak gitu? Pasti diejek melulu. Dan ibunya&#8230; <em>don&#8217;t you have life, Ma&#8217;am? </em>:)</p>
<p>Eh, bentar.. sampai mana tadi?</p>
<p>Oh ya, sama juga dengan teks/tulisan, jika ingin sebuah teks/tulisan tidak dipersepsi dan diinterpretasi berbeda-beda, ya jangan dilepas di publik, diisolasi saja dalam <em>harddisk</em> komputer. Ketika teks/tulisan tersebut telah terlepas, apapun yang terjadi pada tulisan tersebut, ya di luar kuasa sang pengarang. Pengarang <em>nggak</em> bisa jadi pembela dari teks/tulisannya secara terus menerus. :)</p>
<p>Sebagai penutup, ada secuplik kalimat, dari sebuah esai lain, karya Katrin Bandel yang berjudul  &#8216;Karya Sastra Sebagai  Taman Bermain&#8217; yang ada dalam antologi esai-nya, &#8216;Sastra, Perempuan, Seks&#8217; (terbitan Jalasutra,2006). Cuplikan ini selaras dengan Barthes :</p>
<blockquote><p>Sudah sering disebut oleh ahli sastra bahwa yang menentukan makna sebuah teks sebetulnya bukanlah pengarangnya, tetapi terutama pembacanya&#8230;..</p>
<p>Di mata kita, pengarang menjadi semacam pahlawan, manusia teramat mulia,yang melebihi kita-kita &#8216;manusia biasa&#8217;.  Sedangkan karyanya kita jadikan monumen&#8230;.</p>
<p>Mengunjungi sebuah monumen bisa saja menarik, terutama kalau apa yang dilambangkan oleh monumen tersebut mempunyai arti tersendiri bagi kita&#8230;</p>
<p>Tetapi kadang-kadang mengunjungi  monumen malah terasa membosankan, terlebih-lebih bagi anak muda.Suasana khusyuk, seperti misalnya dalam sebuah museum, mungkin saja dirasakan sebagai  kekakuan  dan keterbelengguan. Benda-benda tidak boleh disentuh dan oleh karena itu tinggal benda mati saja.</p>
<p>(hal 13)</p></blockquote>
<p>Yup, kasus penulis yang defensif dan ofensif terhadap persepsi dan interpretasi para pembaca di goodreads itu membuat tulisannya seolah menjadi benda berharga di museum, yang diberi pengumuman &#8216;DILARANG MEMEGANG&#8217;. Tulisan tersebut tidak akan pernah sempat hidup sama sekali, hanya menjadi semacam  artefak, di toko atau rak buku. (Dan mungkin dia <em>nggak</em> sadar, dengan defensif dan ofensif seperti itu, dia membuat dirinya jadi target <em>cyber-bully</em> )</p>
<p>Gitu deh.</p>
<p>Udah malem, mari kita <em>twitteran</em> lagi!</p>
<p>Halah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sepatumerah.net/2010/07/mati-saja-wahai-penulis/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Drama Status Facebook : Mencintai Pasangan Itu Omong Kosong?</title>
		<link>http://blog.sepatumerah.net/2010/06/drama-status-facebook-mencintai-pasangan-itu-omong-kosong/</link>
		<comments>http://blog.sepatumerah.net/2010/06/drama-status-facebook-mencintai-pasangan-itu-omong-kosong/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 04:08:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sepatumerah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[lajangdanmenikah.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sepatumerah.net/?p=2163</guid>
		<description><![CDATA[Oh tentu saja ini posting silang saya lagi dengan http://lajangdanmenikah.com .Pokoknya kalau entri di  sini berbau-bau relationship,  bisa dipastikan bahwa itu posting silang dengan blog sebelah aja! :D
&#8230;Apakah anda mencintai pasangan anda? Atau anda mencintainya karena ia masih melakukan apa yang anda inginkan?
Ternyata ya, saya nggak perlu banget ngidupin televisi kalau mau nonton sinetron. Serius. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F06%2Fdrama-status-facebook-mencintai-pasangan-itu-omong-kosong%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F06%2Fdrama-status-facebook-mencintai-pasangan-itu-omong-kosong%2F" height="61" width="51" /></a></div><p style="text-align: left;"><em>Oh tentu saja ini posting silang saya lagi dengan <a href="http://lajangdanmenikah.com">http://lajangdanmenikah.com</a> .Pokoknya kalau entri di  sini berbau-bau relationship,  bisa dipastikan bahwa itu posting silang dengan blog sebelah aja! :D</em></p>
<p style="border: 1px solid black; padding: 8px; float: left; width: 30%; font-size: 1.5em; line-height: 1.2em; margin-top: 15px; margin-bottom: 15px; margin-right: 30px; background-color: whitesmoke; font-weight: bold;">&#8230;Apakah anda mencintai pasangan anda? Atau anda mencintainya karena ia masih melakukan apa yang anda inginkan?</p>
<p>Ternyata ya, saya <span style="font-style: italic;">nggak</span> perlu banget <span style="font-style: italic;">ngidupin</span> televisi kalau mau nonton sinetron. Serius. Cukup hanya dengan <span style="font-style: italic;">log in</span> ke dalam Facebook sahaja; di halaman &#8216;<span style="font-style: italic;">home&#8217;</span>-nya pasti saja ada drama <span style="font-style: italic;">ala </span>sinetron yang terpampang.</p>
<p>Yep, kadang-kadang status-status yang ada mengindikasikan bahwa ada (drama) permasalahan domestik yang terjadi dalam kehidupan sang pemilik. Sudah <span style="font-style: italic;">gitu</span>,seringnya berseri pula,pagi di status cerita tentang masalah I, siang di status cerita masalah I.1, sore I.2. Kalau itu buku, jadi kayak bab dan sub-bab-nya. :D</p>
<p><span style="font-style: italic;">It makes me wonder,</span> kok mau sih buka-buka isi perut di tempat umum? Status itu kan bisa dibaca oleh semua orang yang ada di <span style="font-style: italic;">friend list</span> yang bersangkutan. Mending kalau orang-orang yang ada di <em>friend list</em>-nya sedikit, lah orang Indonesia,kan,<span style="font-style: italic;"> gawol gwela getoh, most likely </span>punya teman lebih dari seratus, ya toh?</p>
<p><span style="font-style: italic;">Well, okay.</span> Iyee, orang beda-beda. Ada yang memang <span style="font-style: italic;">nggak</span> masalah bersikap super terbuka seperti itu, ada yang memilih untuk berhati-hati.</p>
<p><span style="font-style: italic;">Anyway,</span> sebulan ini saya &#8216;mengikuti&#8217; dua kisah drama domestik dua orang yang ada di dalam <span style="font-style: italic;">friend list</span> saya. Sebenernya bukan cuma dua drama aja sih yang ada; tapi dua inilah yang &#8217;selalu&#8217; kelihatan setiap saya <span style="font-style: italic;">log in</span>.</p>
<p>Yang satu menceritakan tentang seorang ibu rumah tangga yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, memutuskan untuk bercerai ; eh dalam proses cerai ia kerap menerima teror dari sang (calon) mantan suami. Teror-teror yang dilakukan <span style="font-style: italic;">ngeri boook</span>! Saiko.</p>
<p>Yang satu lagi, tentang seorang perempuan awal duapuluhan, mempunyai seorang pacar yang (kalau dibaca dari statusnya sih) <span style="font-style: italic;">playboy</span>. Yang ini rada lucu sih, soalnya dia kayak lagunya BBB, putus-nyambung. Yep, selain dari status, ada kali sehari sekali dia gonta-ganti relationship status, dari <span style="font-style: italic;">in relationship, it&#8217;s complicated</span> kemudian <span style="font-style: italic;">single</span>. Kalau sedang &#8216;<span style="font-style: italic;">in relationship&#8217;</span> statusnya penuh kemesraan dan berbunga-bunga <span style="font-style: italic;">ala </span>gadis sedang jatuh cinta. Kalau sedang &#8216;<span style="font-style: italic;">it&#8217;s complicated&#8217;</span> dan &#8216;<span style="font-style: italic;">single</span>&#8216;, statusnya penuh benci dan makian yang terkadang jahat banget.</p>
<p><span style="font-style: italic;">Nggak,</span> saya <span style="font-style: italic;">nggak</span> mau <span style="font-style: italic;">ngebahas</span> tentang  apa yang terjadi dalam kehidupan mereka, karena saya <span style="font-style: italic;">nggak</span> tahu (walaupun sering saya mendadak mengarang cerita sendiri dalam benak, berdasarkan dari rangkaian status-status mereka.Hihi, maafkeun daya imajinasi saya).</p>
<p>Kesimpulan (imajinatif) saya, sang (calon) mantan suami di kasus drama pertama pasti benci banget pada sang (calon) mantan istri sampai<span style="font-style: italic;"> segitunya</span> buang-buang energi meneror. Dan di kasus kedua, si perempuan itu pasti benci banget pada apapun yang dilakukan pacarnya sampai ia tega memaki-maki sedemikian rupa.</p>
<p><span style="font-style: italic;">But they do remind me of myself,tho.</span></p>
<p><span style="font-style: italic;"><span id="more-2163"></span><br />
</span></p>
<p>Yup, saya pernah berada dalam fase benci banget pada (mantan-mantan) pasangan saat hubungan saya dengan mereka bermasalah. Pernah sih sekali, jaman saya masih muda (hihi), saya sengaja meribetkan salah satu pasangan saya. *tersipu malu*. Kagak usah diceritain lah ya, itu aib bok! Maklumlah,gelora perempuan yang labil gara-gara <span style="font-style: italic;">quarter life crisis.</span> :))</p>
<p>Cuma sekali itu saja, sekarang-sekarang tampaknya saya berubah menjadi  <span style="font-style: italic;">perempewi </span>berspesies GENGSIANUS BANGETUS, saya gengsi kalau menunjukkan bahwa kehidupan saya terganggu oleh permasalahan dalam hubungan kami - saya cenderung ingin menunjukkan bahwa saya baik-baik saja dan <span style="font-style: italic;">nggak </span>butuh mereka. Meneror itu bukti bahwa saya <span style="font-style: italic;">nggak </span>baik-baik saja. Memaki-maki sama saja. GR banget itu (mantan-mantan) pasangan saya kalau tahu saya nggak baik-baik saja. :D</p>
<p><span style="font-style: italic;">Anyway,</span> seringnya setelah masa benci lewat (artinya saya sudah punya pacar baru,hehe), saya jadi berpikir, ih kok bisa-bisanya saya heboh benci pada mantan(-mantan) saya? Lalu saya tarik mundur lagi ingatan saya, sampai ke masa di mana hubungan saya dan mereka baik-baik saja.</p>
<p>Wuih, masa-masa itu, banjir kata &#8216;<span style="font-style: italic;">I love you so much</span>&#8216;. Dan saya ingat juga berapa saya (merasa saya) sangat mencintai mereka.</p>
<p>Ke mana perginya perasaan-perasaan seperti itu saat hubungan bermasalah ya? Kok kayak <span style="font-style: italic;">nggak nyisa</span>, cuma rasa benci-benci-sebel-kesel-marah saja yang ada?</p>
<p>Kemudian saya jadi meragukan perasaan saya di masa-masa indahnya hubungan kami (huek!). Jangan-jangan waktu itu saya salah tafsir? Waktu itu saya merasa saya mencintai mereka, padahal sebenarnya enggak &#8212; saya mencintai diri saya sendiri.</p>
<p>Yes, saya&#8212; sebagai manusia&#8212; kan punya kecenderungan egosentris, memusatkan segala hal pada diri sendiri. Pokoknya diri sendiri nyaman, aman, tentram dan semua hal lain yang menyenangkan diri sendiri.</p>
<p>Sewaktu saya bilang &#8216;<span style="font-style: italic;">I love you so much</span>&#8216; pada mereka, itu karena saya berada dalam masa di mana hubungan kami menyenangkan dan menyamankan. Kenapa bisa menyamankan dan menyenangkan? Karena mereka masih berperilaku tepat seperti yang saya harapkan. Dan mereka mengatakan &#8216;<span style="font-style: italic;">I love you too</span>&#8216; pada saya, karena saya masih tepat seperti yang mereka inginkan.Masih ada timbal-balik. <span style="font-style: italic;">Take and give</span>.</p>
<p>Lalu ketika mereka mulai bertingkah di luar apa yang saya mau, misalnya mereka bosan, atau mereka terlalu mengikat, atau <span style="font-style: italic;">mereka </span><span style="font-style: italic;">ngelirik </span>yang lain, saya mulai kecewa. Sama juga kejadiannya pada mereka, ketika saya berlaku tidak sesuai dengan yang ia mau, misalnya saya bosan, saya cuek, atau saya ngelirik yang lain (hihi), mereka kecewa. Tidak ada timbal balik. Pincang.</p>
<p>Mulailah terjadi friksi-friksi akibat mempertanyakan &#8216;Kenapa lu jadi begini sih?&#8217; (Yang sebenarnya kalau diterjemahkan : kenapa lu nggak berlaku sesuai dengan ekspektasi gue sih?), yang ujung-ujungnya jadi saling menyakiti.</p>
<p>Seperti (calon) mantan suami di kasus drama status pertama, tega ya bok, meneror sedemikian rupa? Seperti juga perempuan di kasus drama status facebook kedua yang makiannya sadis nian itu.</p>
<p>Entahlah, sekarang setiap saya bilang &#8216;<span style="font-style: italic;">I love you</span>&#8216; dan merasa mencintai pasangan saya yang sekarang, saya jadi <span style="font-style: italic;">mikir,</span> apakah benar saya mencintai dia? Atau saya cinta diri saya sendiri?</p>
<p>Karena saya tidak (belum) terluka olehnya,maka saya (merasa seolah-olah) mencintai dia. Nanti-nanti kalau ternyata ia melukai saya *ketok meja*, apakah masih ada banjir  &#8216;<span style="font-style: italic;">I love you</span>?&#8217;, apakah masih ada perasaan cinta itu?</p>
<p>Entahlah.</p>
<p>Dan anda? Apakah anda mencintai pasangan anda? Atau anda mencintainya karena ia masih melakukan apa yang anda inginkan? <em>*kalo kalimat  ini ditaro di status facebook, pasti jawaban/komen dari orang-orang klise, normatif dan penuh nasihat bak pakar </em>relationship<em>, deh.) =))</em></p>
<div style="text-align: right; font-style: italic;">“Pure love is a willingness to give without a thought of receiving anything in return.”</div>
<p style="text-align: right;"><span style="font-weight: bold; font-style: italic;">(Peace Pilgrim quote)</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-weight: bold; font-style: italic;"><br />
</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-weight: bold; font-style: italic;"><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sepatumerah.net/2010/06/drama-status-facebook-mencintai-pasangan-itu-omong-kosong/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kinder Face Painting @ Food Wonderland IBCC</title>
		<link>http://blog.sepatumerah.net/2010/06/kinder-face-painting-food-wonderland-ibcc/</link>
		<comments>http://blog.sepatumerah.net/2010/06/kinder-face-painting-food-wonderland-ibcc/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 15:52:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sepatumerah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kinder Face Painting]]></category>

		<category><![CDATA[tak berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sepatumerah.net/?p=2158</guid>
		<description><![CDATA[Yuk makan enak dan menikmati live music di IBCC Food Wonderland (The Boulevard IBCC, Jl.A. Yani 296 Bandung.)
Oh ya, kunjungi stand kami, Kinder Face Painting setiap Sabtu dan Minggu selama Food Wonderland  (26 - 27 Juni 2010, 3 - 4 Juli 2010, 10 - 11 Juni 2010). Mari bersenang-senang bersama Ella Meilani dan saya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F06%2Fkinder-face-painting-food-wonderland-ibcc%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F06%2Fkinder-face-painting-food-wonderland-ibcc%2F" height="61" width="51" /></a></div><div class="wp-caption alignleft" style="width: 294px"><img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/kinder.jpg" alt="" width="284" height="199" /><p class="wp-caption-text">Kinder Face Painting</p></div>
<p>Yuk makan enak dan menikmati <em>live music</em> di IBCC Food Wonderland (The Boulevard IBCC, Jl.A. Yani 296 Bandung.)</p>
<p>Oh ya, kunjungi <em>stand </em>kami, <strong>Kinder Face Painting</strong> setiap Sabtu dan Minggu selama Food Wonderland  (26 - 27 Juni 2010, 3 - 4 Juli 2010, 10 - 11 Juni 2010). Mari bersenang-senang bersama<a href="http://www.facebook.com/#!/vrouwenmetal"> Ella Meilani</a> dan saya. :)</p>
<p><em>See you all there </em>:)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sepatumerah.net/2010/06/kinder-face-painting-food-wonderland-ibcc/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tips  : Packing Hemat Ruang</title>
		<link>http://blog.sepatumerah.net/2010/06/tips-packing-hemat-ruang/</link>
		<comments>http://blog.sepatumerah.net/2010/06/tips-packing-hemat-ruang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 03:36:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sepatumerah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[catatan kecil]]></category>

		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sepatumerah.net/?p=2156</guid>
		<description><![CDATA[(Tadinya nggak niat posting, saya  cuma pengin masukin artikel tips ke http://ranselkecil.com. Cuma aneh, begitu disubmit, mendadak muncul tulisan : ‘seksi tidak diketahui’,yo wis, wis kadung ditulis, ya tak masukkan saja di sini).
Saya termasuk orang yang malas bawa carrier segede gaban kalau melancong, apalagi bawa koper, doooh nggak deh! Ribet aja ya. Jadi soal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F06%2Ftips-packing-hemat-ruang%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F06%2Ftips-packing-hemat-ruang%2F" height="61" width="51" /></a></div><p><em>(Tadinya nggak niat posting, saya  cuma pengin masukin artikel tips ke <a href="http://ranselkecil.com">http://ranselkecil.com</a>. Cuma aneh, begitu disubmit, mendadak muncul tulisan : ‘seksi tidak diketahui’,</em><em>yo wis, wis kadung ditulis,</em> ya tak masukkan saja di sini).</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 280px"><img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/38882621.jpg" alt="" width="270" height="203" /><p class="wp-caption-text">T-shirt dan zipper bag.</p></div>
<p>Saya termasuk orang yang malas bawa <em>carrier </em>segede <em>gaban </em>kalau melancong, apalagi bawa koper, doooh nggak deh! Ribet aja ya. Jadi soal <em>packing </em>saya selalu mencari-cari trik agar semua barang saya muat dalam ransel yang tidak terlalu besar. Tapi saya juga nggak mau bawa barang kurang dari yang dibutuhkan dengan pemikiran di lokasi melancong bisa bela-beli barang yang dibutuhkan, boros aja ya. Makanya saya selalu mencari cara <em>packing </em>yang hemat ruang.</p>
<p>Dulu sih, saya selalu <em>packing </em>dengan cara seluruh pakaian saya gulung-gulung seperti lumpia dan saya tata sedemikian rupa sampai tetap ada ruang dalam ransel. Cuma sekarang ini saya memakai <em>zipper bag</em> untuk <em>packing</em>. Iya<em> zipper bag</em> yang biasanya anda pakai untuk menyimpan makanan dalam kulkas.Mudah didapatkan di supermarket, atau colong saja persediaan di rumah (seperti yang saya lakukan*dum di dum*)</p>
<p>Caranya, masukkan beberapa <em>t shirt</em> (jangan digulung) ke dalam satu <em>zipper bag</em>, kalau saya pribadi sih, berhubung saya semacam pemakai <em>t-shirt</em> mungil, satu <em>zipper bag</em> bisa muat 6- 8 t<em> shirts.</em> Sebelum ditutup, buat kantung tersebut kedap udara, terserah bagaimana caranya. Bisa pakai <em>vacuum cleaner</em>, bisa dengan menduduki kantung tersebut sampai udaranya hilang. Hehe.</p>
<p>Nah, <em> t-shirt-t-shirt</em> tersebut, setelah dimasukkan ke dalam <em>zipper bag</em> kedap udara, ukurannya akan sebesar 1 <em>t-shirt</em> saja. Biasanya kalau melancong untuk waktu sebulan, saya membawa 4 <em>zipper bags</em> saja!  Yang isinya : 6-8 <em>tshirt/shirt</em> dalam satu <em>zipper bag</em>. 4 – 6 celana pendek dalam satu <em>zipper bag</em>. 2 - 4, celana panjang non <em>jeans </em>dalam satu<em> zipper bag</em>. Baju dalam? Muat bayak dalam satu <em>zipper bag</em>!</p>
<p>Selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sepatumerah.net/2010/06/tips-packing-hemat-ruang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>The Wardrobe Project : Edisi Juni 2010</title>
		<link>http://blog.sepatumerah.net/2010/06/the-wardrobe-project-edisi-juni-2010/</link>
		<comments>http://blog.sepatumerah.net/2010/06/the-wardrobe-project-edisi-juni-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 15:26:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sepatumerah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[wardrobe project]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sepatumerah.net/?p=2151</guid>
		<description><![CDATA[Gila ye, mau niat awal bulan banget keluar items baru, kok ya meleset melulu. *curcol* :D. Anyway, ini dia, items baru the wardrobe project, edisi Juni 2010, monggo, lho, silahkan kunjungi : http://wardrobeproject.wordpress.com  :)

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F06%2Fthe-wardrobe-project-edisi-juni-2010%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F06%2Fthe-wardrobe-project-edisi-juni-2010%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Gila ye, mau niat awal bulan banget keluar items baru, kok ya meleset melulu. *curcol* :D. Anyway, ini dia, items baru the wardrobe project, edisi Juni 2010, monggo, lho, silahkan kunjungi : <a href="http://wardrobeproject.wordpress.com">http://wardrobeproject.wordpress.com </a> :)</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://wardrobeproject.wordpress.com"><img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/bajukatalog.jpg" alt="" width="500" height="318" /></a><p class="wp-caption-text">Koleksi Atasan, Dress, Bawahan </p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://wardrobeproject.wordpress.com"><img src="http://i15.photobucket.com/albums/a386/sepatumerah/taskatalog.jpg" alt="" width="500" height="275" /></a><p class="wp-caption-text">Koleksi Tas</p></div>
<p style="text-align: center;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sepatumerah.net/2010/06/the-wardrobe-project-edisi-juni-2010/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menikah Adalah Pencapaian Hidup Terbesar!!</title>
		<link>http://blog.sepatumerah.net/2010/06/menikah-adalah-pencapaian-hidup-terbesar/</link>
		<comments>http://blog.sepatumerah.net/2010/06/menikah-adalah-pencapaian-hidup-terbesar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 15:17:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sepatumerah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[lajangdanmenikah.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sepatumerah.net/?p=2145</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;Tau gitu kan saya nggak usah susah-susah bersimbah darah, keringat dan airmata (lebaay) sekolah tinggi-tinggi&#8230;.
Kalau di umur-umur 27 - 28 tahun saya terganggu dengan pertanyaan &#8216;Kapan nikah?&#8217; sampai-sampai rasanya pengen nikah HANYA supaya nggak bolak-balik diteror pertanyaan kayak begitu, di umur lewat 30 tahun seperti sekarang, saya justru bertanya-tanya&#8230; kenapa ya orang demen banget nanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F06%2Fmenikah-adalah-pencapaian-hidup-terbesar%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fblog.sepatumerah.net%2F2010%2F06%2Fmenikah-adalah-pencapaian-hidup-terbesar%2F" height="61" width="51" /></a></div><p style="border: 1px solid black; padding: 8px; float: left; width: 30%; font-size: 1.5em; line-height: 1.2em; margin-top: 15px; margin-bottom: 15px; margin-right: 30px; background-color: whitesmoke; font-weight: bold;"><strong>&#8230;Tau gitu kan saya <span style="font-style: italic;">nggak </span>usah susah-susah bersimbah darah, keringat dan airmata (lebaay) sekolah tinggi-tinggi&#8230;.</strong></p>
<p>Kalau di umur-umur 27 - 28 tahun saya terganggu dengan pertanyaan &#8216;Kapan nikah?&#8217; sampai-sampai rasanya pengen nikah HANYA supaya nggak bolak-balik diteror pertanyaan kayak begitu, di umur lewat 30 tahun seperti sekarang, saya justru bertanya-tanya&#8230; kenapa ya orang demen banget nanya &#8216;Kapan nikah?&#8217;</p>
<p>(Lagian emang udah jarang juga sih yang nanya gitu, <span style="font-style: italic;">hopeless</span> kali ya mereka. Hihi. Kecuali orang-orang yang memang jarang ketemu.)</p>
<p>Memang sih, itu bisa dikategorikan pertanyaan basa-basi doang, nggak perlu dipikirin sampai jadi susah-makan-susah-tidur-susah-hidup, tapi&#8230; teteub lho, saya nggak bisa melepaskan pikiran dari pertanyaan ini.</p>
<p>Kenapa coba <span style="font-style: italic;">nggak</span> lebih sering nanya-nanya yang berhubungan dengan <span style="font-style: italic;">let&#8217;s say</span> hobi, gitu. Atau prestasi, baik akademis atau non akademis. Tsaaaaah.</p>
<p><span style="font-style: italic;">Anyway</span>, <span style="font-style: italic;">yes</span>, beberapa waktu yang lalu saya sempat sok bereuni dengan beberapa teman perempuan. Dan coba tebak, pertanyaan kedua (atau ketiga) setelah &#8216;apa kabar?&#8217; dan &#8216;ke mana aja?&#8217; apaa?</p>
<p>Yes, &#8216;Udah nikah?&#8217;. Sungguh oh ketebak. :)</p>
<p>Eh bentar, sekarang saya jadi mikir, yang banyak banget nanya begitu perempuan lho! Kenapa ya? Apa di benak kebanyakan perempuan itu (ternyata) isinya nikah-menikah? hadeuh, pasti gara-gara keracunan cerita Disney&#8217;s Princesses yang <span style="font-style: italic;">&#8216;live happily ever after&#8217;</span>.</p>
<p>Dan saya pun protes sambil cengar-cengir : &#8216;Mbok ya sekali-sekali kalau nanya nggak berhubungan dengan nikah menikah dong. Gue jawabannya mana pernah berubah, bosen jawabnya; masa lu nggak bosen nanyanya?&#8221;</p>
<p>Kawan-kawan saya tertawa. Eh tapi <span style="font-style: italic;">kekeuh lho</span>, mereka masih nanya tentang nikah-menikah.</p>
<p><span id="more-2145"></span></p>
<p>&#8220;Kok belum nikah aja sih?&#8221;</p>
<p>Duh, asli ini pertanyaan yang sama sekali <span style="font-style: italic;">nggak</span> bisa saya jawab, habis mau bentuk jawaban kayak apa juga, jadinya panjang.</p>
<p>&#8220;Ya belum aja.&#8221; dan ini jawaban standar saya. Jawaban yang sebenarnya nggak menjawab juga.</p>
<p>Cuma ada satu reaksi kawan saya yang membuat saya tertarik, katanya &#8220;Aduh, percuma deh perempuan karir tinggi-tinggi, sekolah tinggi-tinggi, tapi nggak menikah. Hidup itu nggak sempurna kalau belum menikah dan punya anak, ayo dong cepetan.&#8221;</p>
<p>AHA! Dari situ saya mendadak iseng berkata,&#8221;Kalo jadi perempuan mendingan karir tinggi, sekolah tinggi dan nggak menikah, atau mendingan biasa-biasa aja tapi menikah?&#8221;</p>
<p>Seperti biasa, mereka menjawab dengan jawaban yang nggak ada di pilihan &#8220;Kalo jadi perempuan mending karir tinggi, sekolah tinggi dan menikah. Itu keren banget. <span style="font-style: italic;">Super women</span>!&#8221;</p>
<p>Saya protes dan saya suruh mereka memilih dari pilihan yang saya berikan, <span style="font-style: italic;">mostly</span> menjawab, mending biasa-biasa aja, tapi menikah.</p>
<p>Alasannya? Ya itu tadi, hidup (seorang perempaun) itu sempurna kalau menikah. Dan beranak.</p>
<p>Entah kenapa saya mendadak berpikir, apa mungkin bagi masyarakat menikah itu adalah pencapaian hidup terbesar? Kehidupan lu, wahai perempuan, biarpun lu udah sekolah sampai S2 -S3 dan S-S lainnya, biarpun lu udah melancong ke mana-mana, biarpun lu melakukan hal-hal yang nggak banyak orang mau lakukan, biar pun kerjaan lu keren, biar pun prestasi lu luar biasa &#8212;- kalau lu belum nikah ya belum sempurna.</p>
<p>Aduh, pengen deh, dianggap sebagai perempuan yang punya hidup yang sempurna.</p>
<p>Tau gitu kan saya <span style="font-style: italic;">nggak </span>usah susah-susah bersimbah darah, keringat dan airmata (lebaay) sekolah tinggi-tinggi, melakukan pekerjaan dan aktivitas yang keren (haha), menerbitkan novel sampai nyaris sepuluh, buka <a href="http://wardrobeproject.wordpress.com">butik-butikan</a>, mengejar mimpi dan prestasi dan lain-lain. Lulus SMA tinggal nikah aja, dan beranak. Sempurnalah hidup saya sebagai perempuan.</p>
<p>Besok nikah dan beranak ah!</p>
<p>Yuk, mari, saya mau berburu calon suami-nya. Bentaran doang kok, kan orangnya nggak penting siapa, yang terpenting adalah status &#8216;menikah&#8217;-nya. Cuma itu kan yang bisa membuat seorang perempuan jadi sempurna?</p>
<p>Hihihi&#8230;</p>
<p style="text-align: center;">In the opinion of the world, marriage ends all, as it does in a comedy.<br />
The truth is precisely the opposite: it begins all.<br />
<strong>~Anne Sophie Swetchine</strong></p>
<p>Catatan : Bok, ada beberapa e-mail yang masuk yang bilang saya jarang posting. Duh jeleknya punya (ke)banyak(an) blog adalah kesannya saya jarang posting, entri ini merupakan posting-silang dari <a href="http://lajangdanmenikah.com">http://lajangdanmenikah.com</a> &#8212; tuh, bukan kawin aja yang bisa silang, posting juga &#8212; supaya kesannya saya sering posting. Hihi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sepatumerah.net/2010/06/menikah-adalah-pencapaian-hidup-terbesar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
