Archive for the tak berkategori Category

Mencintai Sesuatu Segitunya.

“Saya mending nggak dipeluk cewek sebulan, dibandingin nggak kegulung ombak sebulan.”

Itu kalimat keren yang ada di video klip yang ternyata potongan dari film dokumenter ‘Thank You, Good Night Mother’-nya Ivan Handoyo. Tentang kecintaan orang-orang pada surfing dan ombak.

Pernah nggak sih kau mencintai sesuatu segitunya, sampai kau mau mengorbankan apa pun yang orang anggap menyenangkan? Ketika kau menceritakan apa yang kau cintai itu, maka semua orang bilang,”Hey, you’re glowing!” ? Bahkan kesulitan gila-gilaan yang kau hadapi gara-gara apa yang kaucintai itu pun sama sekali nggak bikin kau sedih?

Ketika semua orang bertanya-tanya, kok bisa segitunya, jawabmu singkat saja : kau jatuh cinta padanya.

Dan perasaan ini membuatmu hidup sehidup-hidupnya. Bersemangat setiap saat. Happy setiap waktu. Yang ada dalam pikiranmu cuma yang kaucinta, bahkan kau tidak memikirkan tentang dirimu sendiri lagi.

Sumpah saya sedang merindu perasaan tersebut. Pergi ke mana ya? Ada yang lihat? *helanafaspanjang*

Pemutakhiran Cepat.

Saya baru tahu, istilah update itu ‘pemutakhiran’ dalam bahasa Indonesia. Iya, ini cuma semacam pemutakhiran cepat, ada yang mengirimi saya e-mail dan menanyakan, kemana komentar mereka di entri-entri sebelumnya.

Begini, saya baru saya mengganti engine dari movable type yang lama-lama ngeselin, ke wordpress, dibantu oleh pak apri. Mungkin pas proses pemindahan, ada yang nyangkut atau ada yang lenyap. Maaf ya :( Nggak sengaja. Dan juga memang masih banyak entri yang dobel-dobel. Ini juga sedang diberes-beresin. ;-)

Oh ya, lihat logo sepatumerah yang di atas. Lucu ya? Yang bikin salah seorang teman saya, Tata. Waktu awal-awal saya minta bentuknya untuk mirip converse klasik, tiba-tiba ia nanya : ‘Apaan sih converse, converse, emang lo diendorse sama mereka?’. Hehe, iya ya.

Eniweeeiiy, maka dari karena itu *redundan*, saya nyatakan ini adalah logo resmi sepatumerah. *tsah*

Dan saya juga dapat e-mail dari seseorang, plus dari nathan, yang menunjukkan tautan ini : http://ghost.indohacking.web.id/, pemiliknya menggunakan nama ‘Ronn’, ya apa lagi kalau bukan soal kopi dan pasta (kopi dan pasta kayak nama restoran,ya? haha). :D. Buat yang lain, coba dicek, mungkin ada entrinya juga yang di kopi n pasta. *halah*

Yah, nggak ada komentar tambahan. Cuma, dari beberapa kali kejadian, ini yang selalu saya pikir : biar, setiap satu entri yang lu kopi, gue bisa nulis sejuta lagi! *dagu mendongak, tangan bersidekap.*

hihih. Nggak deng.

Update beberapa menit kemudian.
Saya kok agak jengah-jengah gimana ya ngeliat foto kaki saya di blog orang?
apus woy, apus… :D

Antara Kupang, Surabaya dan Jogjakarta

Jadi begini, setelah selama setahun lebih menikmati tanah Timur nan luar biasa, sudah waktunya saya kembali ke tanah Jawa - menjelang orang-orang yang mencintai saya *tsah*. Tapi saya berencana akan menyambangi Jogja terlebih dahulu, untuk satu dan lain hal.

Untuk itu, saya membutuhkan bantuan teman-teman yang kebetulan tahu, berhubung pesawat yang saya tumpangi mendarat di Bandara Juanda, Surabaya, saya membutuhkan informasi tentang alternatif transportasi menuju Jogjakarta - karena dengar-dengar puasa di mulai, takutnya ‘cara mencapai Jogja dari Surabaya’ yang biasa saya pakai tidak tersedia. Kalau bisa beserta harga, alamat terminal/pool/stasiun dan (jika ada) nomor kontaknya ya :D

Thank you!

Sampai jumpa di pulau Jawir!

“Greetings From…..” Project

Okay. Lagi-lagi masalah menulis. Kenapa ya kalau saya mencoba menulis dengan ballpoint dan kertas, tangan saya kaku? Bukan cuma itu saja, tapi otak ini blank. Beda banget dengan keadaan di mana saya menghadap komputer, dalam pikiran saya selalu ada hal yang pada akhirnya berakhir pada tulisan. Iya, siih, memang hasilnya tidak selalu ‘penting’, tapi setidaknya — ya tulisan!

Saya pernah mengeluhkan hal ini pada seorang rekan kerja. Dia nanya “Lah, lo kalau meeting rutin hari Senin kan selalu bawa agenda atau kertas dan alat tulis?”

Duh, teman saya tidak tahu bahwa belum tentu orang yang membawa agenda, kertas dan alat tulis akan mempergunakan alat-alat tersebut untuk menulis; bisa saja kan dia… menggambar? *dum di dum*

Hm, untuk beberapa mahasiswa yang mengaku suka membaca blog saya, tolong.. jangan ditiru. Kenapa? Karena kalau rapat nggak ada UTS, UAS dan belum tentu memberi pengetahuan diri di masa depan. Kalau kuliah kan iya :P

Read the rest of this entry »

coba dulu deh

yak tes testis

Sepotong Senja di Pelabuhan Ini

Saya senang sekali menghabiskan senja ini, di pelabuhan ini.

Tertawa-tawa melihat penjaga pelabuhan yang marah-marah sampai urat lehernya keluar setebal ulat bulu. Saya tahu, sebenarnya pemandangan ini tidak lucu, malah sebenarnya menyebalkan. Saya mengerti sekali, ia jengkel karena perintah agar membiarkan truk dan bus masuk terlebih dahulu ke dalam kapal tidak digubris sama sekali - seluruh penumpang, manusia-manusia itu, menyemut, memenuhi mulut pintu kapal. Akibatnya, urusan muat-memuat barang dan penumpang terhambat. Tapi ya itu, melihat antara penumpang dan penjaga pelabuhan yang kucing-kucingan, tak urung membuat saya terkekeh.

Saya senang sekali menghabiskan senja ini, di pelabuhan ini.

Berpikir bahwa dalam kapal akan ada kesetaraan seluruh mahluk hidup, karena tiba-tiba terlihat rombongan kuda Sumba, kambing, sapi dan ayam melewati saya yang sedang duduk di trotoar, menunggu prosesi pemuatan yang super lama itu. Bau pesing khas ternak dengan tajam menyerang indera penciuman saya. Terlintas dalam benak, esok pagi saya akan dibangunkan oleh kokok ayam jantan. Bayangkan, di tengah laut, dibangunkan oleh kokok ayam jantan asli. Keren, bukan?

Saya senang sekali menghabiskan senja di pelabuhan ini.

Memainkan tombol on/off pada handycam, menangkap segala raut wajah dengan sejuta ekspresi. Merekam aktivitas ibu tua yang sedang meracik ramuan sirih-pinangnya, memasukkannya ke mulut, mengunyahnya dengan nikmat, lalu beberapa menit kemudian meludahkan lumatan ramuan tersebut ke trotoar, sehingga meninggalkan noda-noda kemerahan seperti darah.

Saya senang sekali menghabiskan senja di pelabuhan ini.

Memperhatikan anak-anak laut berenang-renang ikan, rambut mereka merah bukan karena dibleach oleh zat kimia, tapi matahari yang membuatnya demikian. Kulit mereka legam mengkilat. Teriakan-teriakan mereka mengundang tawa.

Saya senang sekali menghabiskan senja di pelabuhan ini.

Sambil terkantuk-kantuk karena dibelai angin laut, berbaring di atas trotoar dengan kepala dialasi carrier, berdoa agar nanti ada orang baik hati yang mau membangunkan saya jika saya benar-benar ketiduran.

Ya, saya senang sekali menghabiskan sepotong senja, di pelabuhan ini.

can i see your boobs?

Sebenernya laki-laki itu masih terbagi lagi atas 3 spesies, yakni : satu Laki-laki brengsek yang selalu memikirkan perempuan dalam keadaan telanjang, dua Laki-laki yang berpura-pura tidak brengsek dengan mengaku tidak pernah memikirkan perempuan telanjang dan yang ketiga adalah gay, yang memikirkan laki-laki telanjang. (Hehehe.. yang ngerasa laki-laki protes tuh:P )

tapi emang iya kan? Eh gue gak nyalahin cowok kok, sebel juga nggak, biasa aja… hmmm.. kali hormon testosteron mempengaruhi kerja otak mereka (soktaudotcom) hehehe… Jadi nggak bisa nggak mereka pasti mikirnya : cewek dan telanjang.

“kamu terlihat cantik dengan baju itu..” dan pikiran mereka tentu nambahin.. apalagi kalau nggak pake baju. atau “bagiku, perempuan itu seksi kalau ia pintar..” dan pikiran mereka otomatis nambahin apalagi kalau nggak pake baju. :D

Dan menurut gue, dengan kemajuan teknologi, yang namanya komputer dan internet itu, bener-bener nguntungin cowok-cowok untuk memuaskan kecanduan mereka terhadap cewek telanjang. Abis, setiap gue ke warnet-warnet, dan ngelewatin cowok2 yang lagi pake komputer, pasti selalu lagi buka porn-site. Trus, di bekas kantor-kantor gue dulu (yang kebetulan banyakan cowoknya dari ceweknya), wallpaper dan screensaver komputer yang cowok-cowok pasti bertemakan perempuan telanjang. Dan kalo misalnya gue ninggalin kantor pas jamnya makan siang, balik-balik eh, di history computer gue pasti udah ada url-nya dr bizzaro, 17tahun.org dst atau tiba-tiba di folder my document gue ada banyak file-file image dengan nama hottie1.jpg, blonde001.jpg, atau carrera001.jpg.

Nah, masih berkaitan dengan teknologi dan cowok yang selalu memikirkan cewek telanjang, critanya gue ke salah satu warnet langganan gue, yaitu Rnet, yang letaknya di sekitar setrasari tepatnya jalan Prof Dr.Sutami 59C Bandung - telp 022.2011689. Warnetnya lumayan cozy deh, ada beberapa kompie di dalamnya, di lantai satu dan dilantai dua, dan lesehan gitu, ada webcam, ada headset, ada backup CD, buka 24 jam, bisa ngeprint, bisa merokow bebas, bisa mesen minum. ada dorayaki di kasirnya :-P, trus ada salah satu mas-mas penjaganya yang *cough* cakep *cough*. Koneksinya cepet gak yah? hmm.. biasa aja tuh, gak terlalu lama gak terlalu cepet.

Sebenernya waktu itu gue udah punya warnet langganan sendiri, tapi yang pertama kali bikin gue mampir sekitar enam bulanan yang lalu, ya karena ada webcamnya itu, , awalnya cuma pengen tau how webcam works, jadi gue ngeaktifin webcam pas lagi pake YM, eh.. ajaib! Gue keliatan ! Gue keliatan heheheh…..trus tiba-tiba jiwa narciss dan exhibionis gue keluar, masa sih, pake webcam yang ngeliat gue doang? Akhirnya gue iseng masuk chatroomnya Yahoo. Sebener-benernya gue gak suka yang namanya chatting, klopun pake YM, seringnya buat ngobrol dengan orang-orang yang deket dengan gue yang semuanya pada jauh.(daripada nelpon kan?)

Tapi berhubung lagi ngalamin webcam shock, ya gue masuk ke yahoo!chat, trus nyobain masuk room UK, eh yang nyapa gue ada beberapa orang India, trus gue masuk room Sydney ktemunya India juga… gue masuk ke room East Timor ketemuanya? Yak betul INDIA lagi, huh, india here there and everywhere gitu. Dan gue sempet ngobrol sama mereka, trus tukeran webcam, and guess what? Hal pertama yang mereka tanyain adalah : “can i see your boobs?”. WTF! semuanya pula nanya gitu! haaalaaahhhh, mau liat toket gue pale lo bau kari? gila ih. Tadinya gue sempet berpikiran buruk pada orang india tapi setelah gue berganti-ganti pasangan (waks!), dengan cowows2 yang berbeda kewarganegaraan dan ras, eh sama aja tuh, pertanyaannya seputar,”can I see you naked?” BLAH! It’s a proof that naked women are always in men’s minds.

Gue gak nyalahin sih, sebel juga nggak, biasa aja… emang gitu kali ya cowok, tapiii… gue bakal mulai jengkel kalo udah berlebihan, bete! Gimana gak bete, kalo ngobrol biasa ditanggepinnya selalu dengan ngeres?

Contohnya nih, kalo lagi ngobrol dengan cowok-cowok yang memiliki kesensitifan yang amat sangat terhadap kata-kata berikut ini : panjang, besar, panas, basah, tidur, dan beberapa kata lagi, pasti deh langsung nyaut,”hmm.. panjang apanya?” atau “iya emang yang besar-besar enak..” Puhlease, DZIG! Malah kadang-kadang, kata-kata yang kata gue biasa aja, juga disambung-sambunginnya kemana-mana. Gue jadi mikir, apa nggak ada lagi yang ada di dalem otak cowok, selain potongan-potongan klip bokep? :-P (yes it’s for you, if you want to have a pleasant conversation with me, leave hey-I-get used to-live-abroad-so-I-can-speak-whatever-kinky-thoughts-in-my-mind-out attitude somewhere, will ya?)

Latah.

Kalo ada yang bilang orang bandung itu kreatif, bener kali ya… tapi buat gue ada satu lagi yang bisa mendeskripsikan orang bandung : Latah. Doyannya ikut2an.

Iyalah, jamannya dulu cafe tenda mulai terkenal dan laku, eh orang-orang rame-rame bikin cafe tenda, sampe itu yang namanya jalan Dago, ada kali dua meter sekali ada cafe tendanya. Tapi yang nggak seru tuh, gara-gara latah, mumpung cafe tenda lagi booming, jadinya cafe tenda-cafe tenda yang bermunculan dibuatnya gak serius, masa kebanyakan jualannya roti bakar, susu murni dan jagung bakar doang? Kalo kios-kios yang jualan roti bakar, susu murni dan jagung bakar sejak sebelum cafe tenda booming sih udah ada…. Cuma ada beberapa cafe tenda yang serius, yang sampe sekarang masih berdiri, salah satunya adalah Chempor, yang ngejual western-food getu deh, malah terakhir gue liat Chempor udah nggak berupa cafe tenda lagi, tapi lebih permanen. Yang nggak serius? Satu persatu berguguran.

Trus pas jamannya Factory Outlet (FO) muncul, kalo nggak salah sih awalnya dari Masterindo yang letaknya di Soekarno-Hatta, yang ngejualin barang2 rejected, tapi masih bagus, waks, itu yang namanya orang-orang dari luar kota, beramai-ramai ke sana, pokoknya klo kesana pas weekend, mobil-mobil yang berplat nomor D itu jarang, adanya mulai dari B, AB, H malah L, N sampe DK! Nah, sejak saat itu mulailah bermunculan banyaaaaaaaaakkk banget FO, yang berasa banget awalnya di Jl. Otten, itu gedung-gedung yang tadinya rumah, eh berubah jadi FO gitu, trus ada beberapa tempat lagi yang padat FO seperti jalan LLRE Martadinata (Riau), jalan Ir.H Juanda (Dago), sisanya menyebar di Jl.Sukajadi, Jl.Buah Batu, Jl.Diponegoro, Jl.Cemara dan seterusnya. Nah, FO-FO itu nggak semuanya didirikan dengan serius, ada juga yang berdiri gara-gara kena penyakit latah mumpung FO lagi booming, kliatan kok yang nggak serius yang mana, displaynya nggak enak, barang-barangnya simply barang-barang yang bisa didapetin di pusat kota (King’s), trus SPGnya tampak orang-orang cabutan yang belum ditraining bagaimana menghadapi customer (jutek berat soalnya), nggak seru aja deh pokoknya. Dan gue lupa taun berapa, pokoknya pas gue baca Koran, ternyata nggak semua dari FO-FO yang bermunculan itu punya surat izin usaha, ada yang tadinya rumah biasa, tau-tau tanpa izin masang plang nama FO. Jadinya mulai ditertibkan deh. Sama kayak cafe tenda, yah, yang bener-bener serius yang terus berjalan sampe sekarang, yang asal-asalan, mulai berguguran, kalo nggak karena ditertibkan, atau nggak laku.

Salah satunya adalah FO ini yang terletak di jalan berinisial S.U.K.A.J.A.D.I (heheheh)

Sekarang lagi musim distro nih, ada yang mau latah?

kartu parkir

Beberapa hari yang lalu gue keujanan sampe basah kuyub gitu, salah gue sih, gak bawa payung, atau jaket ujan, masih gak papa sih.. cuman besoknya, keujanan lagi dong… emang dasar saya suka nggak belajar dari kesalahan! Akibatnya gue demam trus pilek, dan harus stay di rumah beberapa hari. Huh, padahal demamnya udah ilang tinggal pilek doang gitu loh, kayaknya nyokap gue manfaatin kesempatan ini biar gue sekali-sekali ada dirumah rada lama.. hehehe…

Tapi lumayan, gara-gara gue gak pergi-pergi, gue bisa ngelakuin hal-hal yang biasanya gue lewatin, kayak ngerjain tugas, yupe, gue ngetik laporan thesis gue, dan jadi satu bab (baru satu dari dua bab yang ilang gara-gara komputer gue ngadat. Shoot!), trus beres-beres kamar. Trus entah hari keberapa, pas semua tempat udah gue beresin, dan gue gak ada kerjaan, akhirnya, gue sampe ngeberesin isi tas-tas gue.

Waktu gue bongkar isinya, yang banyak gue temuin adalah kartu parkir macem-macem tempat dan bon-bon belanjaan dari beberapa supermarket. Cuma dari sekian banyak sampah-sampah yang gak berguna, gue nemu beberapa potongan kartu parkir dari sebuah pusat pertokoan dan perkantoran yang sering banget gue kunjungin, semuanya tertanggal selama bulan puasa, tapi nggak berturut-turut. Yang menarik perhatian gue, adalah diujung bawah dari kartu parkir itu tertulis : Selamat menunaikan ibadah puasa, atau selamat menunaikan ibadah shaum, trus ada yang bertuliskan “Selamat berbuka puasa”, semuanya ditulis tangan, dengan tulisan yang kayaknya sih terburu-buru, nggak rapih soalnya (atau emang orang yang nulis tulisan tangannya emang butut, nggak tau juga deh..)

Isi tulisannya nggak istimewa, sih.. cuman kebayang sama gue, penjaga pintu masuknya rajin amat yak nulis-nulis kayak gitu, disetiap kartu parkir yang bakal diserahin sama pengunjung, trus pake disesuaikan waktunya, kalo masih siang tulisannya selamat menunaikan ibadah puasa, kalo udah buka puasa, tulisannya “selamat berbuka puasa”, gue gak tau orang-orang yang dapet shift jaga pintu masuk emang kompakan, bakal setiap hari selama bulan puasa nulisin kartu parkir, atau anget-angetan, pas awal2 bulan puasa dong, pas udah mau lebaran males. Padahal, belum tentu pengunjung yang nerima kartu parkir itu peduli, atau merhatiin,

Yah kayak gue inilah, sama sekali nggak gue perhatiin ada yang ‘baru’ di kartu itu, pas nerima kartu dari balik kaca mobil, nyimpen kartu itu selama gue berada dipusat pertokoan dan perkantoran itu, malah sampai nyerahin itu kartu untuk disobek sama petugas pintu keluar.. Baru ngehnya berhari-hari, malah ampir sebulan kemudian. Itu juga karena gue bongkar-bongkar tas, kalo potongan kartu parkir itu langsung gue buang? Nggak sempet kali ya gue liat tulisan-tulisan itu.

Funny, how we often miss small things people do for us. ;-)

kota baru parahyangan - Padalarang

Kota Baru Parahyangan-Padalarang

Ini tuh proyek kota mandirinya Bandung, letaknya di Padalarang, klo dari pusat kota bandung, tempat ini bisa dicapai lewat jalan tol Padalarang - Cileunyi, atau klo rela bermacet-macet, pake jalan raya propinsi yang ngehubungin Bandung - Cimahi - Padalarang. Katanya (nah ini part yang gue benci banget), bakal segera dibangun flyover yang ngehubungin jalan tol Padalarang Cileunyi LANGSUNG ke gerbang tempat ini.. yaellah.. gak cukup apa Paspati yang ngerusak kerimbunan pohon tua, menggusur rumah penduduk dan ngerusak jalan yang udah ada?

Proyek kota mandiri ini belum jadi sih, kira-kira terwujud sampe jadinya 15 taun lagi, dan dilengkapi dengan fasilitas dan fungsi perkotaan, seperti sekolah, RS, tempat hiburan, tempat olahraga, hotel, universitas dan lain sebagainya. Diperkirakan kota ini dapat menampung 40 ribu orang lebih.

Kotanya keren, makanya itu jadi sasaran foto-foto dan jalan-jalan kita , cuman panasnyaaaaaaa, ya oloh twuolong, dan karena itu belum jadi banget, makanya masih sepi dan gersang, trus banyak juga gedung-gedung yang masih dalam proses pembangunan. beberapa menit setelah kita nyampe disana, trus foto-foto, kita udah banjir keringat, yang jelas, seselesainya kita dari sana, kita jadi tambah item, malah gue pake kena sunburn segala… :(

Anyway, kita foto-foto dibeberapa tempat, ada yang dipinggir jalan (gila foto sih, foto dimana aja ayo!hehehe), trus ditempat yang akan jadi pusat kota, kayak ruko-ruko gitu, cuman hanya sedikit kegiatan yang baru jalan, kayak toko-toko/ supermarket sama beberapa kantor. Sama di gedung Puspa Iptek, itu tuh gedung pusat IPTEK jawa Barat yang jadi Landmarknya Kota Baru Parahyangan, gedung ini baru diresmikan oleh Menristek RI tanggal 11 Mei 2002 dan berfungsi sebagai sundial, atau jam matahari horizontal dan vertikal (yang katanya sih terbesar) trus pemberitahuan dikit nih tempat ini telah dibuka untuk umum pada hari Sabtu & Minggu, pkl. 10.00 - 16.00, sedangkan hari Senin-Jum’at untuk lembaga pendidikan (dengan reservasi), Informasi hubungi: Kantor Pengelola, Jl. Raya Padalarang 427, tel. (022) - 680 7777, 680 7888.

Anyway, sundial ini warnanya keren, biru, merah kuning gitu, dan bentuknya keren, menggoda kita untuk naik keatasnya dan foto-foto… cuman baru berapa kali foto (dan berapa kamera, heheh FYI, kita sampe bawa 5 kamera, 2 digital 3 manual.. tsk tsk tsk), taunya kita disamperin satpam… dan si satpam bilang,” dek, adik gak boleh naik kesini..”.. wah? kok gak ada pengumumannya? ya udah sambil bersori-sori, kita turun dari sundial ini, tapi pas satpamnya meleng dikit, kita langsung ngambil kesempatan untuk foto bareng terakhir kali.

ANyway, foto-foto kali ini emang bener-bener segala di foto, jadi bukan foto gaya dengan model doang, tapi foto lebah, bunga, malah gue dengan isengnya motret orang yang lagi motret… :).


Guys, it was fun!