Archive for the lajangdanmenikah.com Category

Tentang Cinta Yang Memilih

(Ditulis juga  di http://lajangdamenikah.com)

…jangankan memerhatikan status nikah orang tersebut, tai kucing aja jadinya berasa cokelat, katanya.

“Capek deh gue. Istrinya Mas Bayu terus-terusan nelpon gue, ngancem gue, merengek. Duuh. Pusing! Kemarin dia malah sempat bikin keributan di kantor gue. Buset. Norak deh ah.” Mita mengeluh pada saya di satu sore. Somehow saya sudah bisa menebak bahwa hal seperti ini akan terjadi juga.

Enam bulan yang lalu ia pernah bercerita ‘sedang dekat’ dengan Mas Bayu, rekan kerjanya. Dan Mas Bayu ini seorang pria beristri dan beranak dua. Waktu itu saya sama sekali tidak berkomentar; karena nggak berlagak bak pemuka agama yang menguliahi dan menceramahinya. Apalagi bertingkah seperti ibunya yang melarang-larang. Mita sudah gede, ya toh?

“Ya risiko atas pilihan lo, lah ya.” Jawab saya.
“Terima kasih loh, atas kalimatnya. Menghibur sekali.” Mita memberengut.
”Abis gimana dong? Lu maunya gue ngomong apa?” Saya membalas sambil tertawa
“Ya apa kek, ‘Yang tabah ya, Mit’. Atau ‘Ih Rosa norak amat.’. Gitu kek.”
“Baiklah ‘Yang tabah,ya Mit. Rosa emang norak.’ There, puas?” saya terkekeh lagi.

Mita mendengus. Kami terdiam. Perempuan berusia awal tiga puluh itu mendekatkan gelas Melon Juice pesanannya; menyeruputnya dalam diam. Tatapannya tampak menerawang. Entah memikirkan apa, saya tidak mau mengganggunya.

–trrrt—trrrt—

Handphone Mita berdering dan bergetar. Mita tersadar, ia melirik ke layarnya. Mukanya langsung tampak aneh. Dengan gerakan tergesa, ia menekan tombol ‘reject’.

–trrrt—trrrt—

Handphonenya berbunyi lagi. Kali ini Mita tidak hanya menekan tombol reject. Ia mematikan handphonenya, lalu menatap saya.

“Rosa.” Katanya tanpa ditanya.
“Kenapa nggak diangkat?” Tanya saya usil.
“Males. Antara dia bakal merengek-rengek, atau dia maki-maki. Ih. Reseh.’ Mita bergidik.

Duh, Mita, Mita. Jangan remehkan kekuatan seorang perempuan untuk mempertahankan pria-nya! Jangan abaikan kekuatan seorang perempuan melampiaskan rasa terlukanya. Apa yang dilakukan oleh dia-yang-terdzalimi (tsah) ini bisa membuat kehidupan ‘lawan’nya, si orang ketiga, jadi runyam-ribet-berdrama. :))

Read the rest of this entry »

Drama Status Facebook : Mencintai Pasangan Itu Omong Kosong?

Oh tentu saja ini posting silang saya lagi dengan http://lajangdanmenikah.com .Pokoknya kalau entri di  sini berbau-bau relationship,  bisa dipastikan bahwa itu posting silang dengan blog sebelah aja! :D

…Apakah anda mencintai pasangan anda? Atau anda mencintainya karena ia masih melakukan apa yang anda inginkan?

Ternyata ya, saya nggak perlu banget ngidupin televisi kalau mau nonton sinetron. Serius. Cukup hanya dengan log in ke dalam Facebook sahaja; di halaman ‘home’-nya pasti saja ada drama ala sinetron yang terpampang.

Yep, kadang-kadang status-status yang ada mengindikasikan bahwa ada (drama) permasalahan domestik yang terjadi dalam kehidupan sang pemilik. Sudah gitu,seringnya berseri pula,pagi di status cerita tentang masalah I, siang di status cerita masalah I.1, sore I.2. Kalau itu buku, jadi kayak bab dan sub-bab-nya. :D

It makes me wonder, kok mau sih buka-buka isi perut di tempat umum? Status itu kan bisa dibaca oleh semua orang yang ada di friend list yang bersangkutan. Mending kalau orang-orang yang ada di friend list-nya sedikit, lah orang Indonesia,kan, gawol gwela getoh, most likely punya teman lebih dari seratus, ya toh?

Well, okay. Iyee, orang beda-beda. Ada yang memang nggak masalah bersikap super terbuka seperti itu, ada yang memilih untuk berhati-hati.

Anyway, sebulan ini saya ‘mengikuti’ dua kisah drama domestik dua orang yang ada di dalam friend list saya. Sebenernya bukan cuma dua drama aja sih yang ada; tapi dua inilah yang ’selalu’ kelihatan setiap saya log in.

Yang satu menceritakan tentang seorang ibu rumah tangga yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, memutuskan untuk bercerai ; eh dalam proses cerai ia kerap menerima teror dari sang (calon) mantan suami. Teror-teror yang dilakukan ngeri boook! Saiko.

Yang satu lagi, tentang seorang perempuan awal duapuluhan, mempunyai seorang pacar yang (kalau dibaca dari statusnya sih) playboy. Yang ini rada lucu sih, soalnya dia kayak lagunya BBB, putus-nyambung. Yep, selain dari status, ada kali sehari sekali dia gonta-ganti relationship status, dari in relationship, it’s complicated kemudian single. Kalau sedang ‘in relationship’ statusnya penuh kemesraan dan berbunga-bunga ala gadis sedang jatuh cinta. Kalau sedang ‘it’s complicated’ dan ‘single‘, statusnya penuh benci dan makian yang terkadang jahat banget.

Nggak, saya nggak mau ngebahas tentang apa yang terjadi dalam kehidupan mereka, karena saya nggak tahu (walaupun sering saya mendadak mengarang cerita sendiri dalam benak, berdasarkan dari rangkaian status-status mereka.Hihi, maafkeun daya imajinasi saya).

Kesimpulan (imajinatif) saya, sang (calon) mantan suami di kasus drama pertama pasti benci banget pada sang (calon) mantan istri sampai segitunya buang-buang energi meneror. Dan di kasus kedua, si perempuan itu pasti benci banget pada apapun yang dilakukan pacarnya sampai ia tega memaki-maki sedemikian rupa.

But they do remind me of myself,tho.

Read the rest of this entry »

Menikah Adalah Pencapaian Hidup Terbesar!!

…Tau gitu kan saya nggak usah susah-susah bersimbah darah, keringat dan airmata (lebaay) sekolah tinggi-tinggi….

Kalau di umur-umur 27 - 28 tahun saya terganggu dengan pertanyaan ‘Kapan nikah?’ sampai-sampai rasanya pengen nikah HANYA supaya nggak bolak-balik diteror pertanyaan kayak begitu, di umur lewat 30 tahun seperti sekarang, saya justru bertanya-tanya… kenapa ya orang demen banget nanya ‘Kapan nikah?’

(Lagian emang udah jarang juga sih yang nanya gitu, hopeless kali ya mereka. Hihi. Kecuali orang-orang yang memang jarang ketemu.)

Memang sih, itu bisa dikategorikan pertanyaan basa-basi doang, nggak perlu dipikirin sampai jadi susah-makan-susah-tidur-susah-hidup, tapi… teteub lho, saya nggak bisa melepaskan pikiran dari pertanyaan ini.

Kenapa coba nggak lebih sering nanya-nanya yang berhubungan dengan let’s say hobi, gitu. Atau prestasi, baik akademis atau non akademis. Tsaaaaah.

Anyway, yes, beberapa waktu yang lalu saya sempat sok bereuni dengan beberapa teman perempuan. Dan coba tebak, pertanyaan kedua (atau ketiga) setelah ‘apa kabar?’ dan ‘ke mana aja?’ apaa?

Yes, ‘Udah nikah?’. Sungguh oh ketebak. :)

Eh bentar, sekarang saya jadi mikir, yang banyak banget nanya begitu perempuan lho! Kenapa ya? Apa di benak kebanyakan perempuan itu (ternyata) isinya nikah-menikah? hadeuh, pasti gara-gara keracunan cerita Disney’s Princesses yang ‘live happily ever after’.

Dan saya pun protes sambil cengar-cengir : ‘Mbok ya sekali-sekali kalau nanya nggak berhubungan dengan nikah menikah dong. Gue jawabannya mana pernah berubah, bosen jawabnya; masa lu nggak bosen nanyanya?”

Kawan-kawan saya tertawa. Eh tapi kekeuh lho, mereka masih nanya tentang nikah-menikah.

Read the rest of this entry »