Hari Rabu kemarin, dalam perjalanan dari Bandung, menuju kota paling menyebalkan se-Indonesia Raya untuk menghadiri mendadak media gathering ‘Kamulah Satu-satunya’ (yang merupakan adaptasi film berjudul sama) di Brew & Co Cilandak Town Square, sebuah pesan pendek masuk dalam inbox ponsel saya.
Tolong difwd ke temen-temen *****SR94 meninggal dunia tadi pagi sekitar jam8-an karena kecelakaan motor. Semoga yang ditinggal diberi kekuatan dan tabah, amin.
Otomatis saya menekan pilihan forward dan meneruskan pesan tersebut kepada beberapa teman se-almamater. Sebagian besar dari mereka langsung menjawab dan menyatakan keterkejutannya.
Bukan mereka saja yang terkejut, tapi saya juga. Walaupun nggak akrab-akrab amat, tapi selama kuliah dulu saya cukup sering berinteraksi dengan orang yang dimaksud.
Sepanjang perjalanan pikiran saya hanya terpusat pada kejadian ini. Mati muda. Iya, mati muda adalah hal yang sering mengganggu pikiran saya, secara saya selalu ingin mati bergaya, jadi saya sangat takut jika keburu mati sebelum sempat melakukan sesuatu yang ‘berarti’.
….
