“Istoria da Paz : Perempuan Dalam Perjalanan” di Cleo

edisi November 2008.
Thanks Mbak Herdiana! ;-)



Barusan saya googling dengan keyword Indonesian Idle. maksudnya sih, mau mengupdate blog review novel saya. Tapi, saya malah menemukan entri di sini,
Karena sedang gemar membaca, lalu sempat menyentuh Indonesian Idle-nya Okke Sepatumerah. Hanya tahan membaca setengahnya lalu langsung menuju halaman belakang. Isinya tentang perempuan jadi pengangguran di Jakarta. Lalu, baru saja dari Bandung Book Center ada buku American Idle, isinya tentang pengangguran di Amerika. Jdang.
Kok, kaya’ sama, ya?
Ada yang udah pernah baca?
Gubrags. Oops. Sumpah saya kaget. Nah lu.
Akhirnya, karena penasaran, saya googling lagi, dengan keyword “American Idle”, eh malah ketemu website ini.
Hm… lalu pencarian saya lanjutkan dengan menambah kata novel setelah “American Idle”. Jadi : “American Idle”+novel.
Dan di baris pertama hasil pencarian, muncul website Alesia Holliday, pengarang novel bergenre chicklit dari sono dan menemukan novel American Idle.
Doh, padahal kemarin saya merasa sangat brillian dan kreatif dalam memberi judul “Being an Indonesian Idle” pada novel pertama saya, dan dipersingkat menjadi ‘Indonesian Idle‘ atas usulan bapak ini. (Setelah saya sebel-sebel karena doi memlesetkan judul menjadi ‘Indonesian udel‘.) Ternyataaa ya. :))
Mungkin, selain pelatihan menulis fiksi, harus juga diadakah ‘pelatihan memberi judul novel’. Dan saya akan menjadi orang pertama yang mendaftar.
hehehe.
PS:
Ada yang sudah pernah membaca American Idle? Ceritanya gimana sih?
Rai timor Loro Sae
Rai ida Be Hau Moris
Hau Hadomi Deit O Mesak Doben
Rai Timor Loro Sae
Rai Ulun to a Rai Ikun
Tasi Feto to O Tasi Mane
Husi Loro Sae Loran Monu Mesak
Oan Timor Loro Sae
Tanah Timor Lorosae
Tanah tempat lahirku
Saya hanya mencintaimu
Tanah Timor Lorosae
Dari ujung timur sampai ujung barat
Laut tenang dan laut ganas
Dari Lorosae sampai Loromonu
Semua anak timor lorosae
Timor Oan tomak Lemorai
Hela iha Rai Seluk-seluk
Rona Lai Ami Hananu Hodi
Solok Imi Hotu Lae
Rai Ulun to a Rai Ikun
Tasi Feto to O Tasi Mane
Husi Loro Sae Loran Monu Mesak
Oan Timor Loro Sae
Semua anak Timor mengembara
Tinggal di tanah yang berbeda-beda
Dengarkan dulu nyanyian kami
Untuk menyenangkan kalian semua
Dari ujung timur sampai ujung barat
Laut tenang dan laut ganas
Dari Lorosae sampai Loromonu
Semua anak timor lorosae
Yah, sejak saya dengar lagu ini tahun 2001, saya langsung suka. Walaupun sekarang sudah banyak lagu-lagu Tetun yang saya dengar, lagu ini tetap ada dalam daftar lagu favorit :)
mbak okke…
waaaw, i’m so ecstatic! senang sekali bisa menjadi ‘teman’ walau hanya dalam dunia FS.
first off, thanks for approving my friend request y, mba. i’ve been dying to congratulate u for ur recent book published, ‘istoria da paz’. keren! i believe that as of this morning (after finishing ur book), i have seriously fallen for ur (fictional) character, Dion. waaaaaaaaa… a tall handsome selfless guy? duh, nyari dimana ya tuh, mba, yg macam gt hari gini? hohoho.
sebenernya udah impressed banget sejak baca ‘indonesian idle’. i love it a lot. soalnya saya ngerasa bener-bener bisa relate sama ceritanya. as i am so much the rookie girl that is still in search of her so-called ‘dream job’. hehe.
yang jelas saya suka banget sama gaya penulisan mba okke di kedua novel itu. very honest. simple yet endearing… u MUST continue writing yha, Mba. no matter what!:) Semangat!
meanwhile, take good care.
and gbu.
Itu comment terakhir dari Tessa Intanya di friendster saya. Yang ada saya bengong dan mikir : “Lah? Novel saya sudah keluar lagi ya?”
Saya jadi semakin yakin ketika malamnya, Jenny mengirimkan SMS dan semakin yakin lagi dan lagi setelah membaca komentar t.w di entry yang sebelumnya.
Buset. Saya kemana aja ya?
Jangan dijawab, itu pertanyaan retorik. Saya sudah kembali lagi ke bumi Lorosae tercinta, dan kembali berjauhan dengan sarana komunikasi.:D. Makanya kasus saya tidak ikut menyertai kelahiran anak pertama, terjadi lagi pada kelahiran anak kedua.
Tapi, ya sudahlah. Yang penting ini.
Telah lahir anak ke-dua saya : Istoria da Paz : Perempuan dalam Perjalanan. Dapatkan di toko buku- toko buku terdekat. ;-). I am oh so excited :)
——————————–

Putus. Adalah hal yang menyakitkan bagi setiap orang. Termasuk Damai Priscilla, seorang editor yang bekerja di sebuah penerbitan. Dalam keadaan sangat hancur, ia mendapat tugas untuk membukukan kisah seorang guru ‘Sekolah Damai’, sebuah sekolah alternatif bagi anak-anak pengungsi Timor Leste yang berada di camp pengungsian di Timor Barat.
Untuk itu ia harus melakukan perjalanan menemui sang guru dan mengalami banyak hal
Istoria da Paz*: Perempuan dalam perjalanan. Bukan cerita tentang perempuan bernama Damai, seorang editor yang patah hati. Bukan juga cerita tentang Sekolah Damai. Tapi ini kisah perempuan yang mengalami perjalanan mengubah sudut pandangnya tentang kehidupan.
…..
Masyarakat belum bisa terima perbedaan nilai. Berhubung yang umum dalam masyarakat adalah menikah, maka buat orang yang belum menikah, atau bahkan memutuskan untuk tidak menikah, akan dianggap aneh. Maka beramai-ramailah mereka memercayai bahwa mereka normal jika menikah.
Arimbi Pramudhita, feature editor ‘Destination’
Kenyamanan ini membuat kita berhenti mencari, padahal proses pencarian itu belum selesai.
Enrico Stephanus, tattoo artist
Well, mungkin perjalanan dan pertemuan dengan orang plus suasana baru bisa membantu lo menata hati.
Julia Sastrawijaya, editor Codex
Jalan hidup manusia itu seperti garis, walaupun tidak lurus. Suatu saat mungkin terjadi persilangan, perpotongan atau persentuhan antara garis jalan hidup masing-masing.
Dionysius Alexander, pekerja sosial
yup, semuanya ada di http://www.novelsepatumerah.blogspot.com/
Makasih jen, udah ngebantuin ngumpulin…
Akhirnya terbit juga yang dinanti-nanti! Dapatkan segera di toko buku kesayangan Anda. Atau toko buku kesayangan pasangan Anda juga boleh.
My vote goes to Okke! Baca novel ini seruuu…, susah banget berenti. Okke memang pencerita yang andal. Saya suka dengan permainan kata-katanya di novel ini. Seru, asyik, kocak, dan mengalir. I love Okke’s Indonesian Idle! (Ninit Yunita, penulis & istribawel)
Life’s a bitch and then you die. Tapi se-bitchy-bitchy-nya hidup,
kadang justru ke-bitchy-annya dan kenistaannyalah yang bikin life is worth living dan membuat kita jadi lebih baik. Kisah Diandra sang superstar idle ini adalah contoh yang sangat inspiratif untuk itu, plus mengingatkan kita bahwa seklise-klisenya ungkapan “Everything will be okay”, ternyata bener banget kok! So, read on girls, and chin up while saying life’s a bitch… So what??? I’m loving every minute of it! (Icha Rahmanti)
Dalam buku ini, Okke menulis beberapa adegan yang terasa begitu real. Kisahnya mengalir dan renyah seperti camilan yang bisa dinikmati setiap saat. (Primadonna Angela, penulis Quarter Life Fear, Quarter Life Dilemma)
Hari Rabu kemarin, dalam perjalanan dari Bandung, menuju kota paling menyebalkan se-Indonesia Raya untuk menghadiri mendadak media gathering ‘Kamulah Satu-satunya’ (yang merupakan adaptasi film berjudul sama) di Brew & Co Cilandak Town Square, sebuah pesan pendek masuk dalam inbox ponsel saya.
Tolong difwd ke temen-temen *****SR94 meninggal dunia tadi pagi sekitar jam8-an karena kecelakaan motor. Semoga yang ditinggal diberi kekuatan dan tabah, amin.
Otomatis saya menekan pilihan forward dan meneruskan pesan tersebut kepada beberapa teman se-almamater. Sebagian besar dari mereka langsung menjawab dan menyatakan keterkejutannya.
Bukan mereka saja yang terkejut, tapi saya juga. Walaupun nggak akrab-akrab amat, tapi selama kuliah dulu saya cukup sering berinteraksi dengan orang yang dimaksud.
Sepanjang perjalanan pikiran saya hanya terpusat pada kejadian ini. Mati muda. Iya, mati muda adalah hal yang sering mengganggu pikiran saya, secara saya selalu ingin mati bergaya, jadi saya sangat takut jika keburu mati sebelum sempat melakukan sesuatu yang ‘berarti’.
….

Kemarin, saat baru pulang ke rumah, saya nemuin sebuah paket dari Gagas Media di kamar tidur. Setelah dibuka, ternyata isinya nomor lepas novel adaptasi kedua saya : Kamulah Satu-satunya, berdasarkan skenario yang dibuat oleh Hanung Bramantyo, Key Mangunsong dan Raditya.
Novel pertama di 2007, nih ;-)
Anyway, waktu pertama saya mempelajari skenario film ini untuk diadaptasi dalam format novel, saya langsung suka, somehow ngingetin saya pada dua hal : Film I wanna hold your hand dan kelakuan saya waktu tergila-gila dengan New Kids On The Block.
Tambah suka lagi setelah menonton filmnya, yang walaupun belum selesai diedit, tapi sangat membantu ngebangun mood dan bikin saya kesurupan menyelesaikan novelnya. Seru. Jujur aja, saya enjoy banget waktu ngerjain ini.
Oh ya, ngomong-ngomong, pelajaran yang saya dapat kali ini : kalau mengadaptasi skenario menjadi novel, filmnya harus ditonton dulu, supaya ‘dapat’ moodnya dan supaya nggak salah nama
*dum di dum*