Archive for the novels Category

Lajang dan Menikah. The Soundtrack. Enjoy

filltico - lajang dan menikah1 .mp3 - Filltico

Ampun, dari saat saya woro-woro bilang kalau lajangdanmenikah.com punya soundtrack, ditanyain melulu, apa lagunya dijual dengan bukunya atau nggak. Nggak ya bow. Ini nih. Teksnya ada di entri sebelumnya.

Siapa saja mereka?

Ini dia, Prasetyo Adhi (vocal, guitar), Daton (vocal, backing vocal, guitar), Arie (backing vocal, bas), David (backing vocal, Percussion, yang selalu kebagian di bagian belakang dan nggak pernah kepotret kalau manggung. Haha)

By the way, nantikan album pertama Filltico ;-)

Idih, ini blog isinya tentang lajang dan nikaah melulu. Udah nggak jelas, mana yang blog project lajangdanmenikah.com, dan blog pribadi saya :D

Yuk mari, saya jalan-jalan dulu.

Intip-intip Lirik : “Lajang dan Nikah”

Buat yang kebetulan mau datang nanti di BTC untuk lihat Filltico main, intip-intip dulu yuk, lirik lagu (yang ceritanya) soundtrack ‘Lajangdanmenikah.com’

Jangan kau kira Aku
Tersiksa, kesepian, karna cinta
Kau tak ingat ku bebas tak peduli
Yang terjadi padaku
Pun bisa bercinta sana sini

Jangan kau kira Aku
Juga tersiksa, merana, percuma
Buang semua keinginan hati
Ku tak takut hadapi pagi
Karna tak hidup sendiri

reff
Sama enaknya
Sama ribetnya

Musik oleh FILLTICO
lirik oleh Okke “Sepatumerah” & Prasetyo Adhi

Tagline ‘Sama Ribetnya, Sama Enaknya’ oleh : Tary Wulandari

By the way oh by the way, nggak, kita sih jualan buku, bukan jualan lagu, jadi ntar ini lagu bakal ditaruh di blog lajangdanmenikah.com, bukan dijual bareng bukunya hehe.

UPDATE!

Halo, halo, ini buat kepentingan survey sudah ada di toko buku mana saja buku ‘Lajang dan Nikah : Sama Ribetnya, Sama Enaknya’. Kalau misalnya kamu kebetulan ‘nemu’ bukunya, boleh loh di kasih tau ke lajangdanmenikah@gmail.com, kalau misalnya niiih, mau dipotret, kirim juga ke e-mail ini. Ntar bakal kami muat di photo album di fanpagenya Lajangdanmenikah.com (sertakan nama dan alamat blog juga, biar dimasukin sekalian)

*tapi teteub yah, ati-ati, jangan ketauan sama penjaganya…*

Seperti Anky, dari Surabaya, yang sudah ngirimin ini

lokasi : togamas surabaya Jl. Margorejo Indah A-112 Surabaya

katanya, dia sampe gemeteran takut ketangkep sama penjaga toko bukunya.

THANK YOU, ANKY!

PS: Kalau sudah beli, struk pembelian dari tokonya jangan dibuang.

Kenapa?

Adda… aja! ;-)

Finally! Telah Beredar, Lajang dan Nikah : Sama Enaknya, Sama Ribetnya.

Lajang dan Menikah : Sama Enaknya, Sama Ribetnya!

Yup, finally. Berdasarkan kabar terakhir yang kami terima hari Sabtu kemarin, buku Lajang dan Nikah : Sama Enaknya, Sama Ribetnya, telah beredar di toko-toko buku di pulau Jawa.

Sedang di toko buku sekarang? Dapatkan segera

*Tsah!*

Anyway, ini untuk survey saja, kalau anda bersedia untuk berbaik hati membantu (hehe), silahkan kirim nama toko buku, alamat serta kota tempat anda ‘menemukan’ buku tersebut ke : lajangdanmenikah@gmail.com , kalau mau mengirimkan fotonya sekalian boleh banget, tapi awas, jangan sampai ketahuan penjaga toko bukunya! :D

Dan satu lagi, tahukah kalian kalau buku ini punya soundtrack tersendiri?

Nantikan.

;-)

Segera Edar : ‘Lajang dan Nikah, Sama Enaknya, Sama Ribetnya’

Lajang & Nikah, Sama Enaknya, Sama Ribetnya oleh : Nita Sellya & Okke 'Sepatumerah'. Penerbit : Sheila, Andi Publisher.

Yes, it’s my 6th book.  Sejarah terulang kembali, dari proyek ngeblog bareng, terbit jadi buku. Anyway, tapi jangan kuatir, ada cerita baru kok, di dalam buku ini. :)

Sambil menunggu, mari dimari menyimak apa kata mereka tentang buku ini :

Apakah kata “LAJANG” dan “PERNIKAHAN” kamu highlight tebal-tebal di kepala? Maka kisah si Single dan warna warni rumahtangga bisa kamu lahap tanpa sensor disini. Lebih menarik lagi jika kamu berlagak gila, seolah olah sedang ikut nimbrung di setiap kejadiannnya (seperti yang saya lakukan). Seru! Karena hidup harus dilihat dari berbagai point of view.
–Sogi ‘Extravaganza’ Indra Dhuaja, Entertainer.

“Lajang dan Menikah bia dikatakan buku paling entertaining dan dinamis yang pernah saya baca. Narasi yang sangat lugas namun lucu dan terkadang tragis tapi penuh passion, mampu menseparasi sekaligus mengkombinasi gap antara kehidupan urban perempuan lajang dan menikah. Obsessive-compulsively page turner!”
Ika Natassa, penulis novel A Very Yuppy Wedding dan Divortiare

Very insightful! Seharusnya buku ini berjudul How To Read Single and Married Woman’s Mind. PENTING dibaca oleh laki-laki! WAJIB dibaca oleh perempuan!
Pribadi Prananta - part-time husband, full-time lover, overtime copywriter.

Lajang & menikah, sebuah tema yang menarik untuk dibahas secara bersamaan karena pasti kita berada pada salah satunya. kalau di kehidupan sehari-hari biasanya saling mencela dan saling iri, alex & adisti malah membuatnya menjadi cerita yang lucu.
alaya, blogger

Pertama kali membaca ‘Lajang dan Menikah’, saya langsung menebak bahwa blog ini akan menjadi sebuah buku. Semacam panduan non-konvensional untuk para perempuan yang sedang bingung menentukan pilihan hidup, termasuk saya sendiri *cough*. Lugas, cerdas, tajam, dan tanpa menggurui, buku ini tidak menjanjikan jawaban, namun cerita-cerita di dalamnya dijamin membuat kita merenung dan berpikir dua kali. Tentang mengambil keputusan. Tentang menjalani hidup. Hidup memang cuma sekali. Nggak ada salahnya dinikmati, lengkap dengan segala pilihan dan konsekuensinya. Dan untuk yang satu ini, ‘Lajang dan Menikah’ bisa jadi pilihan tepat.
Jenny Jusuf , novelis, blogger

Girls, don’t you dare to get married before you read this book!!!
Ayang Cempaka, seniman

Rumput tetangga selalu lebih hijau: Yang lajang sirik sama yang nikah, yang nikah sirik sama yang lajang. Daripada sirik-sirikan, baca deh potret-potret dari dua sisi kehidupan ini, dituturkan secara bergantian oleh dua pelakunya: si lajang dan si ibu-ibu muda. Rasanya seperti mendengarkan ocehan teman baik yang sedang menyodorkan renungan-renungan lugas, jujur, dan yang penting, tidak menggurui maupun menghakimi! Ditanggung bakal ketawa-ketiwi sambil ikutan nyeletuk…

Herdiana Hakim. Salah satu dari si lajang (yang nggak ikut-ikutan sirik sama yang nikah, beneran!), penulis dan penerjemah

“Istoria da Paz : Perempuan Dalam Perjalanan” di Cleo


edisi November 2008.
Thanks Mbak Herdiana! ;-)

Indonesian Idle vs American Idle

Barusan saya googling dengan keyword Indonesian Idle. maksudnya sih, mau mengupdate blog review novel saya. Tapi, saya malah menemukan entri di sini,

Karena sedang gemar membaca, lalu sempat menyentuh Indonesian Idle-nya Okke Sepatumerah. Hanya tahan membaca setengahnya lalu langsung menuju halaman belakang. Isinya tentang perempuan jadi pengangguran di Jakarta. Lalu, baru saja dari Bandung Book Center ada buku American Idle, isinya tentang pengangguran di Amerika. Jdang.

Kok, kaya’ sama, ya?
Ada yang udah pernah baca?

Gubrags. Oops. Sumpah saya kaget. Nah lu.

Akhirnya, karena penasaran, saya googling lagi, dengan keyword “American Idle”, eh malah ketemu website ini.

Hm… lalu pencarian saya lanjutkan dengan menambah kata novel setelah “American Idle”. Jadi : “American Idle”+novel.

Dan di baris pertama hasil pencarian, muncul website Alesia Holliday, pengarang novel bergenre chicklit dari sono dan menemukan novel American Idle.

Doh, padahal kemarin saya merasa sangat brillian dan kreatif dalam memberi judul “Being an Indonesian Idle” pada novel pertama saya, dan dipersingkat menjadi ‘Indonesian Idle‘ atas usulan bapak ini. (Setelah saya sebel-sebel karena doi memlesetkan judul menjadi ‘Indonesian udel‘.) Ternyataaa ya. :))

Mungkin, selain pelatihan menulis fiksi, harus juga diadakah ‘pelatihan memberi judul novel’. Dan saya akan menjadi orang pertama yang mendaftar.

hehehe.

PS:
Ada yang sudah pernah membaca American Idle? Ceritanya gimana sih?

Read the rest of this entry »

Lagu Favorit Saya : Timor Lorosae

Rai timor Loro Sae
Rai ida Be Hau Moris
Hau Hadomi Deit O Mesak Doben
Rai Timor Loro Sae
Rai Ulun to a Rai Ikun
Tasi Feto to O Tasi Mane
Husi Loro Sae Loran Monu Mesak
Oan Timor Loro Sae

Tanah Timor Lorosae
Tanah tempat lahirku
Saya hanya mencintaimu
Tanah Timor Lorosae
Dari ujung timur sampai ujung barat
Laut tenang dan laut ganas
Dari Lorosae sampai Loromonu
Semua anak timor lorosae

Timor Oan tomak Lemorai
Hela iha Rai Seluk-seluk
Rona Lai Ami Hananu Hodi
Solok Imi Hotu Lae
Rai Ulun to a Rai Ikun
Tasi Feto to O Tasi Mane
Husi Loro Sae Loran Monu Mesak
Oan Timor Loro Sae

Semua anak Timor mengembara
Tinggal di tanah yang berbeda-beda
Dengarkan dulu nyanyian kami
Untuk menyenangkan kalian semua
Dari ujung timur sampai ujung barat
Laut tenang dan laut ganas
Dari Lorosae sampai Loromonu
Semua anak timor lorosae

Yah, sejak saya dengar lagu ini tahun 2001, saya langsung suka. Walaupun sekarang sudah banyak lagu-lagu Tetun yang saya dengar, lagu ini tetap ada dalam daftar lagu favorit :)

Read the rest of this entry »

Anak Kedua Saya : Istoria da Paz

mbak okke…

waaaw, i’m so ecstatic! senang sekali bisa menjadi ‘teman’ walau hanya dalam dunia FS.

first off, thanks for approving my friend request y, mba. i’ve been dying to congratulate u for ur recent book published, ‘istoria da paz’. keren! i believe that as of this morning (after finishing ur book), i have seriously fallen for ur (fictional) character, Dion. waaaaaaaaa… a tall handsome selfless guy? duh, nyari dimana ya tuh, mba, yg macam gt hari gini? hohoho.

sebenernya udah impressed banget sejak baca ‘indonesian idle’. i love it a lot. soalnya saya ngerasa bener-bener bisa relate sama ceritanya. as i am so much the rookie girl that is still in search of her so-called ‘dream job’. hehe.

yang jelas saya suka banget sama gaya penulisan mba okke di kedua novel itu. very honest. simple yet endearing… u MUST continue writing yha, Mba. no matter what!:) Semangat!

meanwhile, take good care.
and gbu.

Itu comment terakhir dari Tessa Intanya di friendster saya. Yang ada saya bengong dan mikir : “Lah? Novel saya sudah keluar lagi ya?”

Saya jadi semakin yakin ketika malamnya, Jenny mengirimkan SMS dan semakin yakin lagi dan lagi setelah membaca komentar t.w di entry yang sebelumnya.

Buset. Saya kemana aja ya?

Jangan dijawab, itu pertanyaan retorik. Saya sudah kembali lagi ke bumi Lorosae tercinta, dan kembali berjauhan dengan sarana komunikasi.:D. Makanya kasus saya tidak ikut menyertai kelahiran anak pertama, terjadi lagi pada kelahiran anak kedua.

Tapi, ya sudahlah. Yang penting ini.

Telah lahir anak ke-dua saya : Istoria da Paz : Perempuan dalam Perjalanan. Dapatkan di toko buku- toko buku terdekat. ;-). I am oh so excited :)

——————————–

Putus. Adalah hal yang menyakitkan bagi setiap orang. Termasuk Damai Priscilla, seorang editor yang bekerja di sebuah penerbitan. Dalam keadaan sangat hancur, ia mendapat tugas untuk membukukan kisah seorang guru ‘Sekolah Damai’, sebuah sekolah alternatif bagi anak-anak pengungsi Timor Leste yang berada di camp pengungsian di Timor Barat.

Untuk itu ia harus melakukan perjalanan menemui sang guru dan mengalami banyak hal

Istoria da Paz*: Perempuan dalam perjalanan. Bukan cerita tentang perempuan bernama Damai, seorang editor yang patah hati. Bukan juga cerita tentang Sekolah Damai. Tapi ini kisah perempuan yang mengalami perjalanan mengubah sudut pandangnya tentang kehidupan.

…..

Masyarakat belum bisa terima perbedaan nilai. Berhubung yang umum dalam masyarakat adalah menikah, maka buat orang yang belum menikah, atau bahkan memutuskan untuk tidak menikah, akan dianggap aneh. Maka beramai-ramailah mereka memercayai bahwa mereka normal jika menikah.
Arimbi Pramudhita, feature editor ‘Destination’

Kenyamanan ini membuat kita berhenti mencari, padahal proses pencarian itu belum selesai.
Enrico Stephanus, tattoo artist

Well, mungkin perjalanan dan pertemuan dengan orang plus suasana baru bisa membantu lo menata hati.
Julia Sastrawijaya, editor Codex

Jalan hidup manusia itu seperti garis, walaupun tidak lurus. Suatu saat mungkin terjadi persilangan, perpotongan atau persentuhan antara garis jalan hidup masing-masing.
Dionysius Alexander, pekerja sosial

kumpulan review novel-novel sepatumerah

yup, semuanya ada di http://www.novelsepatumerah.blogspot.com/

Makasih jen, udah ngebantuin ngumpulin…

Indonesian Idle

Akhirnya terbit juga yang dinanti-nanti! Dapatkan segera di toko buku kesayangan Anda. Atau toko buku kesayangan pasangan Anda juga boleh.

Indonesian Idle

My vote goes to Okke! Baca novel ini seruuu…, susah banget berenti. Okke memang pencerita yang andal. Saya suka dengan permainan kata-katanya di novel ini. Seru, asyik, kocak, dan mengalir. I love Okke’s Indonesian Idle! (Ninit Yunita, penulis & istribawel)

Life’s a bitch and then you die. Tapi se-bitchy-bitchy-nya hidup,
kadang justru ke-bitchy-annya dan kenistaannyalah yang bikin life is worth living dan membuat kita jadi lebih baik. Kisah Diandra sang superstar idle ini adalah contoh yang sangat inspiratif untuk itu, plus mengingatkan kita bahwa seklise-klisenya ungkapan “Everything will be okay”, ternyata bener banget kok! So, read on girls, and chin up while saying life’s a bitch… So what??? I’m loving every minute of it! (Icha Rahmanti)

Dalam buku ini, Okke menulis beberapa adegan yang terasa begitu real. Kisahnya mengalir dan renyah seperti camilan yang bisa dinikmati setiap saat. (Primadonna Angela, penulis Quarter Life Fear, Quarter Life Dilemma)

Read the rest of this entry »