Archive for the cerita visual Category

Oleh-oleh dari TPS

Anak-anak itu memang alaminya selalu ingin tahu. Di mana ada keramaian, pasti selalu ada anak-anak. Juga di TPS dekat rumah saya. Kepala-kepala anak kecil bermunculan dari kain merah putih yang membatasi ruang pemilihan. Wajah-wajah lucu itu tampak penasaran. Dan saya cuma bisa cengar-cengir ketika mendengar suara cempreng khas kanak-kanak milik salah satu dari mereka berkomentar :

Naon ah, teu rame. Ulin deui yuk!’ (terjemahan : Apaan ah, nggak rame. Main lagi yuk!’)

Mengintip

Read the rest of this entry »

Kan Gue Susi?

Oleh-oleh Dari sebuah warnet, di Bandung

Oleh-oleh Dari sebuah warnet, di Bandung

Iya, saya tahu, cuma perkara salah nulis doang. Dulu saya juga sering bikin puyeng editor, karena suka salah-salah tulis. Sekarang sih, berkurang — walaupun nggak bebas kesalahan juga.

Tapi begitu baca pengumuman ini, di sebuah warnet di Bandung (hai, Kang Iwan! Punten yah.. hihi, matakna. Koreksi ateuh…), yang ada dalam benak saya, ya percakapan ini :

Adan : Gue mau pake camera ah..

Susi : Berarti lo kudu ngomong sama operatornya.

Adan : Lo pake camera ga?

Susi : Pake.

Adan : Nggak ngomong dulu sama operatornya?

Susi : Nggak, kan gue Susi. Jadi kalau pake camera nggak usah bilang-bilang jadinya.

Peraturan Dibuat Memang Untuk Dilanggar, Tapi…

Katanya, sih.

Ada sensasi tertentu rasanya, ketika kita melakukan perbuatan asusila yang melanggar peraturan.Adrenaline serasa dipacu. Hidup menjadi lebih hidup. Seru. Lalu, ketika berhasil melakukan itu, terlintas pikiran,”Wah, gue pemberontak keren!”

Tapi ya bo, biasanya, orang kalau melanggar mah diem-diem, ngumpet-ngumpet. Ya nggak sih?


Klik ini
untuk melihat lebih jelas.

Read the rest of this entry »

Santun-Net


Si saya ini terpesona begitu masuk ke salah satu warnet di Bandung sewaktu bulan ramadhan kemarin. Di meja operator tertulis :

DILARANG BERISIK DAN BERKATA KASAR DALAM RUANGAN (mengganggu yang lain). UNTUK ANAK DI BAWAH UMUR DILARANG MEMBUKA SITUS DEWASA, SANKSI DENDA 50.000, APABILA KETAHUAN MEMBUKA SITUS DEWASA.

Nggak kok, namanya warnetnya bukan Santun-net

Read the rest of this entry »

13 Tahun

Rasanya, bagi kami 13 tahun yang lalu, kehidupan itu menyebalkan. Masuk kuliah, tugas-tugas-tugas yang minta ampun banyaknya memaksa kami untuk melek semalam suntuk, ujian-ujian-ujian yang memaksa kami untuk belajar dan membuang waktu bermain. Uang saku-uang saku-uang saku yang sepertinya tidak pernah mencukupi untuk membeli keperluan kami (atau setidaknya membeli barang yang kami pikir perlu), pacaran-pacaran-pacaran nggak jelas, patah hati-patah hati-patah hati yang bikin kami bertingkah mellow norak.

13 Tahun yang lalu kami berpikir, kapan kerumitan ini segera berakhir, di mana kami tidak harus menghadapi tugas-tugas-tugas, atau ujian-ujian-ujian, di mana kami telah bekerja dan bisa memiliki uang sendiri, di mana kami bisa memiliki pasangan yang jelas, di mana kami tidak perlu patah hati lagi.

Read the rest of this entry »

Usaha Sampingan Selebriti 2

Ini bukan lanjutan dari entry yang ini dan saya juga tidak bermaksud membuat kategori usaha sampingan selebriti di blog saya. Kebetulan saja malam minggu kemarin, saat makan malam di Suba Suka cafesera Kupang bersama dua orang Mr Ring ring*, saya menemukan toilet ini.

Read the rest of this entry »

ANJING DAN KUCING SAJA BISA!

Dili - Suai - Salele - Dili - Lospalos - Dili - Suai - Motamasin - Metamauk - Betun - Atambua - Kupang!

Pfiuh. Setelah selama beberapa bulan terakhir hidup nomaden, berpindah nyaris seminggu sekali, tidak pernah mengeluarkan baju dari carrier, tidur dari rumah teman ke rumah teman yang lain, atau dari satu tempat umum ke tempat umum lain, kadang di tempat tidur berkutu busuk, kadang di sleeping bag, jauh dari informasi, jauh dari komunikasi - akhirnya! Saya kembali ke repoeblik, di Kupang tepatnya, dan transit agak lama.

Eh, tau nggak sih, saking merasa terisolirnya, begitu masuk ke repoeblik, dengan noraknya saya mengalami euphoria bisa berkomunikasi. Sering banget saya menelepon beberapa orang terdekat untuk hal yang nggak penting banget (yang mana sangat jarang saya lakukan selama saya di rantau *alah, rantau*, satu-satunya provider GSM di sono, tarifnya ngajak miskin bo!), belum lagi ditambah dengan mengirimi SMS-SMS yang nggak kalah nggak pentingnya seperti : siapa artis kolot yang suka basket?*

Read the rest of this entry »

Usaha Sampingan Selebriti

update :
Sing Suer ini bukan hasil sentuh ulang (retouch) photoshop, makanan kecil kaya MSG ini saya temukan di kios Mama Bot (Mama = Ibu, Bot = besar, secara harafiah penjualnya emang guedeeee banget, masuk pintu kiosnya aja ribet kali..) depan rumah, harganya 10 sen, ada dua rasa, Keju dan Coklat. Produk dari Cirebon tuh…

om sony, kalau mau ambil boleh kok :))

APAKAH ANDA TERLALU PEMALU?

…sampai-sampai menanyakan nomor telepon orang yang anda sukai saja anda tidak berani?

Gunakanlah t-shirt ini!

Berhubung saya nggak terlalu pemalu, maka saya nggak beli t-shirt yang saya temukan di pasar barang bekas Suai (Distrik Cova Lima, Timor Leste) ini.

Eh, Ngomong-ngomong soal line gombal-gombalan, ada satu line yang jadi andalan kalau saya sedang ingin menggombali orang yang sedang dikecengi (ih, istilah di’keceng’ itu aneh banget sih bunyinya?) :

Read the rest of this entry »