Mencari Penerbit, Seperti Mencari Pacar
…Tapi lebih dari itu. Kerja sama menerbitkan naskah, pada intinya adalah partnership. Rekanan. Sama saja kan, dengan pacaran?
“Pacarku dong,banyak, masa Tante cuma satu?” itu celetukan seorang anak perempuan berumur 7 tahun. Yang ada saya hanya senyum-senyum aja, sambil berpikir bahwa anak ini matengnya cepet banget. Dasar iseng, saya pun menanyakan nama-nama pacar-pacar si bocah ini.
“Teddy, Reza, Anggi….” (dan dia pun sibuk menginventarisasi teman-teman pacar-pacarnya)
‘Obrolan’ kami berlanjut, bukan saya yang memancing lho, tapi dia yang bertanya-tanya.
“Tipe cowok yang tante suka yang kayak gimana sih?”
Saya pun speechless. Astaga, itu anak, umur tujuh tahun lho, book!
‘Kamu dulu, ah. Kamu suka cowok yang kayak gimana?’ tanya saya.
‘Harus cakep. Kalo ngobrol asyik. Bisa diajak kompakan, bisa diajak main bareng, pengertian. Suka nraktir……” ia menjawab dengan lugas kriteria-kriterianya. Banyak banget, “Nah kalau Tante?”
Setelah berpikir sejenak saya pun menjawab,”Asyik diajak ngobrol, asyik diajak ngelakuin macem-macem bareng-bareng dan sepikiran.” (…dalam hati saya menambahkan, plus jago berciuman. hihi)
Anak tersebut terpukau, katanya, kriteria saya minimalis sekali. Mendadak saya bingung, ini dia yang terlalu canggih, atau saya yang terbelakang ya dalam soal menentukan kriteria pria idaman? :D
Iya, kriteria pria idaman *alah* saya sederhana. Dan mungkin ini memang karena umur. Bukannya memang sewajarnya, semakin tua, kriteria semakin sederhana? :)
Pada intinya pasangan saya harus bisa diajak komunikasi dengan baik. Dan memiliki visi yang sama. Saya sudah tidak membuat spesifikasi-spesifikasi seperti nyambung, nggak posesif, nggak cemburuan, cocok lahir batin, menghargai, perhatian, terbuka etc-etc, karena bagi saya, semua itu tercakup dalam kriteria ‘komunikasi dengan baik’. Memang ada kriteria-kriteria lain sih, tapi itu berubah-ubah, dan yang tidak pernah saya cabut dari list kriteria ya cuma ini.
Beberapa waktu yang lalu, secara iseng saya pun melemparkan perkara kriteria pasangan ini di twitter. Dari feedback yang saya dapatkan beragam. Tampaknya memang setiap orang memiliki kriteria yang berbeda-beda, tapi yang menarik, sebagian besar menjawab kriteria yang berhubungan dengan komunikasi. Ada yang bilang harus nyambung, harus pengertian dan seterusnya.
Emang sih, memiliki kriteria pasangan yang berkaitan dengan komunikasi itu ya wajar saja, karena menyatukan dua individu yang berbeda itu sebenarnya ‘nyari masalah’, tanpa adanya kemampuan komunikasi yang baik dari masing-masing pihak, yuk mari ah, ke Hong Kong aja. :)
Anywaaaay, nggak kok, saya nggak mau menuliskan permasalahan kriteria pacar,biarpun sebentar lagi Valentine’s Day. *halah, terus kenapa kalau Valentine’s Day?*


