..Dari orang asing dengan gelombang menggombal yang sama di dunia maya, menjadi sahabat di dunia nyata. Isn’t it awesome? :)
( Saya emang niat banget untuk bikin tulisan khusus tentang ini kalau bukunya terbit sekaligus bayar hutang karena pernah janji dengan Rahne Putri untuk membuat tulisan tentang AnjingGombal. :D )
Berhubung selama dua minggu-an kemarin saya sedikit tidak produktweet alias kurang produktif nge-tweet dan memerhatikan timeline, saya baru tahu hari ini bahwa ‘Aku Padamu : Karena Cinta Dapat Ditemukan Dalam Kata ‘ sudah terbit. (Ya,ya, cacimakilah saya.) :P
Buat yang nggak ngeh buku apaan ‘Aku Padamu’ ini, ya ini adalah buku kompilasi gombalan-gombalan yang diambil dari akun twitter @anjinggombal.
Agak lucu juga melihat pada akhirnya tweet-tweet AnjingGombal pada akhirnya serius dibukukan. (Thanks Bukune atas kesempatannya). Semua ini berkat kerelaan @rahneputri, @jonathanend, @NisanKubur, @exotrisc bersibuk-sibuk mengurusi masalah penerbitan buku kompilasi gombalan ini.
Padahal pada awalnya, anjinggombal hanyalah sebuah hashtag yang berisi keisengan belaka.
Anyway, jadi buat yang dari tadi berkerut kening dan bertanya-tanya Anjinggombal apaan sih, sini-sini, tante ceritain.
Pernah denger tipe-tipe gombalan macam ini nggak?
Kamu dulu pasti kuliahnya jurusan desain interior deh, abis begitu kamu masuk, ruangan jadi indah gini.
..atau
“Aku nggak suka aktivitas kerajinan tangan, tapi khusus buatmu, aku mau loh,belajar merajut. Merajut masa depan bersama”
…atau
Excuse me! | Yes? | You dropped something! | What? | My jaw.
Pernah dong ya pasti?
Nah ceritanya, suatu hari di bulan Oktober 2009, mendadak keisengan saya kumat. Entah kenapa waktu itu mendadak saya ‘gatel’ ingin membagi gombalan-gombalan najis tralala ini di twitter. Sepertinya pepatah ‘people with the same wavelength will find one another‘ itu berlaku untuk keisengan tweet gombalan ini, karena mendadak ada dua orang yang responsif, langsung men-tweet gombalan versi masing-masing : @rahneputri dan @sugahpuff.
Selama sekitar dua minggu-an terjadilah saling sahut menyahut kegombalan. Di minggu ke-dua, gombalan mulai surut, menggombal via tweet mulai terlupa. Cuma, taunya, entah bagaimana caranya, di bulan Januari 2010, lah kok aktivitas gombal-menggombal via tweet mulai lagi? Kali ini yang ikutan menggombal semakin banyak. Tau dong ya, the more the merrier, kadang-kadang pakai janjian kalau mau menggombal.
Di tengah-tengah sahut-sahutan gombal mendadak muncul ide untuk membuat kompilasi dalam bentuk PDF dan website yang dilaunching tepat pada Valentine’s Day 2010 (Niat!).
Berkat @miund dan @deelestari yang mendadak tergoda ikutan menggombal, jadi aja, banyak orang yang ikutan mentweet dengan hashtag #anjinggombal, dan kalau dipikir-pikir sayang juga kalau tidak dikumpulkan,akhirnya dibuatlah satu akun twitter dengan nama @anjinggombal, plus fanpage di Facebook (gaya!).
Oh kalau ada yang nanya kenapa namanya anjinggombal? Ya, gimana sih reaksi Anda kalau mendengar gombalan corny, najis tralala, kalau bukan ‘Anjing,gombal banget seh!’.
….
Sebenarnya gombal-menggombal bukanlah hal yang baru. Aduh, dari jaman delapan puluhan udah ada kali. :)
Bukan gombalan-nya, tapi semua yang terjadi di balik @anjinggombal inilah yang istimewa. Saya juga baru ngeh belakangan (baik, cacimakilah saya lagi!).
Berdasarkan pengamatan saya (tsah!), awalnya para penyetor gombalan saling tidak mengenal, lalu kemudian mereka mulai mengadakan gathering beberapa kali; sampai kemudian saya membaca entry demi entry di tumblr-nya @exotrisc yang diberi tag anjinggombal. Mereka bersahabat. Bersahabat baik.
Dari orang asing dengan gelombang menggombal yang sama di dunia maya, menjadi sahabat di dunia nyata. Isn’t it awesome? :) Somehow saya merasa, anjinggombal ini adalah keisengan yang membawa kebahagiaan dan berujung pada persahabatan. :)
Ini yang membuat adanya penolakan terhadap ide beberapa orang untuk mengkomersilkan ‘AnjingGombal’ menjadi sebuah buku. Apa yang tadinya untuk senang-senang,ketika dikomersilkan tentu akan kehilangan kesenangannya.
Cuma pemikiran berubah karena mendadak muncul ide, jika anjinggombal dibukukan, royaltinya kan bisa didonasikan untuk orang-orang yang membutuhkan. Well, sebuah ide yang bagus, kalau awalnya anjinggombal adalah keisengan yang membawa kebahagiaan dan berujung pada persahabatan bagi sebagian kecil orang, kenapa nggak berbagi kebahagiaan pada orang lain?
Yup, royalti dari penjualan AnjingGombal The Book, Aku Padamu : Karena Cinta Dapat Ditemukan Pada Kata’ sepenuhnya disumbangkan kepada yayasan Tunas Cendekia (bisa dilihat di sini).
Terima kasih buat para penggombal yang rela gombalannya dimasukkan ke dalam buku kompilasi ini. Semoga anjinggombal bisa membawa kebahagiaan bagi mereka di luar sana.
Dan sebagai penutup entri ini : BELI DONG AH!

Penampakan Buku 'Aku Padamu' (foto nyolong dari FBnya Rahne Putri)
(Dear Rahne, utang lunas! :D)