...hidup adalah taman bermain raksasa yang harus dijelajahi. Jadi, bermainlah!

Self-Help Tips (Hahaha!) : Membuat Blog Anda ‘Dilirik’.

Posted: June 3rd, 2009 | Author: sepatumerah | Filed under: Artikel, Artikel Sok Asik | 43 Comments »

Dan yang terakhir, ini cara instan, jadi seleb dulu, baru ngeblog di blog yang disediakan oleh situs infotainment…

Menjawab pertanyaan Galuh di Twitter, kadang-kadang (berasa) iya. Suka ada beberapa e-mail yang masuk menanyakan ini itu. Contohnya adalah e-mail yang — berdasarkan tanggal sih —- masuk sekitar tiga hari yang lalu, namun baru saya buka sekitar satu jam yang lalu. Yang menemukan juga bukan saya, tapi Nella, teman saya. Duh. terima kasih deh buat segala notifikasi situs jejaring pertemanan, resume berita segala mailing list, para tukang jualan dan seterusnya, sampai-sampai e-mail personal terdesak dan nyaris terlewat.

Anyway, isi dari e-mail tersebut adalah :

Mbak, kunjungi blog aku ya,
nggak ada yang komen, nih.
Oh ya nanya dong, gimana siy, biar blog kita dikunjungi orang?

Nella — teman saya yang kekeuh ‘tidak mau mengikuti euphoria blogging‘ tapi rajin blogwalking ini. Doh!— mengangkat topik tersebut dalam sesi ngobrol ngalor-ngidul ngulon ngetan kami sampai bibir kiwir-kiwir dan perut mules karena ketawa-ketawa, ditemani berbagai cemilan tak sehat.

Saya dan Nella sepakat bahwa akan terlalu naif dan menggampangkan jika jawaban untuk pertanyaan tersebut seperti ini adalah demikian : “Jika ingin blog anda dikunjungi (dan lebih jauh lagi; diapresiasi), maka kita harus membuat entri yang berarti, kontemplatif, mengandung pencerahan, inspiratif, mengandung insight, lucu mampus, keren mati, dan seterusnya”. Apalagi, kalau misalnya ditambahkan dengan ‘Sudah, nggak usah mikirin mau ada pengunjung atau nggak. Lo menulis aja, dengan sepenuh hati. Pembaca lambat laun akan mengapresiasi juga, itu sebagai satu akibat dari kualitas tulisan lo.” Hmpf.

Sekarang masalahnya, gimana juga mau diapresiasi, kalau pengunjungnya nggak ada dan kalau nggak ada yang tahu bahwa anda itu eksis di dunia blogging?

Jadi yang pertama harus dilakukan adalah ‘menyadarkan’ dunia blogging, bahwa anda itu ada.

Read the rest of this entry »


Membicarakan Cataglottis

Posted: July 15th, 2008 | Author: sepatumerah | Filed under: Artikel, Artikel Sok Asik | 12 Comments »

Entri ini untuk memenuhi permintaan ibu Brokolisehat, mumpung lagi hypergraphia.

Perempuan (saya, maksudnya) itu, sering menganalisa segala hal yang ada pada pasangan, untuk menguji apakah 267onship mereka berjalan baik-baik saja atau tidak.

Serius.

Perempuan punya standar-standar perilaku tertentu yang dipasang untuk menguji kualitas perasaan teman kencan padanya. Kalau tidak memenuhi standar, sebenarnya perempuan sudah merasa bahwa he’s not into her. Cuma, jeleknya, perempuan suka memungkiri; nggak jarang kalimat “Oh, teman kencan gue yang sekarang emang beda, anaknya cuek, nggak bisa disamain sama teman kencan-teman kencan gue sebelumnya.” akan dikatakannya berulang-ulang demi menenangkan diri sendiri

Ia akan terus demikian, sampai satu titik dia hampir merasa frustasi – dan membutuhkan opini kedua,ketiga, keempat, kelima bahkan seterusnya…

Kalau teman kencan kita jarang banget ngehubungin, kecuali untuk saat-saat genting, macamnya gue sakit, atau gue kejebak sesuatu, itu karena he’s not into me, atau he’s just plain lempeng?

Kalau sudah sampai titik demikian, SMS serupa yang di atas pun mulai disebarkan pada teman-teman perempuan lainnya, sambil berharap, bahwa semua menjawab : Itu karena dia lempeng aja, buktinya dia masih merhatiin lo pas saat-saat darurat.

Serius.

Anyway, sekali lagi, perempuan senang menganalisa segalanya, mulai dari frekuensi menelepon, gesture pasangan saat bersama-sama, cara menatap, cara menyentuh – bahkan juga dalam urusan melatih otot pengerut bibir yang bernama Orbicularis Oris, alias berciuman. Dalam kasus ini tentunya French kiss ya, yang sebelum dikenal dengan nama ini, memakai nama Cataglottis dari Cata yang artinya ‘bawah’ dan Glottis yang artinya ‘tenggorokan’.

Read the rest of this entry »


Pria-Pria Yang Pernah Terkencani

Posted: July 13th, 2008 | Author: sepatumerah | Filed under: Artikel, Artikel Sok Asik | 20 Comments »

Suatu hari, seorang teman mengajak bertemu di satu tempat untuk membincangkan masalah pekerjaan. Tapi dasar kami, cewek yang otaknya memang didesain untuk multitasking, bisa memikirkan banyak hal dalam waktu yang bersamaan – maka disela-sela perbincangan mengenai pekerjaan, kami juga membahas hal lain. Mulai dari ini sampai itu, dari yang penting dan harus dibahas sambil mengerutkan kening sampai yang tidak penting dan bisa dibicarakaan sambil cekikikan. Satu topik yang bagi saya cukup seru dalam sesi mengobrol hari itu adalah pembahasan mengenai beberapa jenis pria yang pernah terkencani oleh kami dan teman-teman perempuan lain.

Tuan Manipulator.
Tuan Manipulator ini adalah pria yang sering melakukan banyak hal secara halus untuk memperoleh keinginannya. Biasanya sih, tipe ini jago ngomong. Kadang-kadang kita nggak sadar bahwa kita sudah termanipulasi oleh kalimat manis nan lembutnya dan melakukan apa yang dia inginkan.

Kata-kata andalannya adalah “Katanya sayang aku…” dan variannya . Eh ada nih satu contoh yang membekas banget di kepala saya, di film ’30 hari mencari cinta’ – ada tokoh cowok yang pingin berhubungan seksual dengan sang pacar dan kalimat yang dikatakannya “Ayaaang, kamu nggak mau kan aku kena kanker prostat?”. Dan percaya nggak percaya, tipu muslihat macam ini ternyata masih ada yang melakukannya dalam periode satu tahun terakhir – ya olo, hari gini.

Untuk stadium kronisnya, mereka bakal menjadikan diri mereka sebagai korban/pihak yang harus dikasihani – misalnya ketika kita minta putus, maka dia akan bilang : “Aku tuh nggak bisa hidup tanpa kamu. Lebih baik aku mati aja deh kalau nggak sama kamu”. Atauu “Sebenernya aku nggak mau bilang ini sama kamu… aku.. kena kanker kelenjar getah bening.”

Oh ya, cara lain tuan manipulator jenis kronis selain manipulasi bunuh diri, kanker otak (dan yang sejenis), ia akan memanipulasi teman-temannya (dan teman –teman kita), untuk berbelas kasihan dan memihak padanya. “Gue tuh cinta dia banget, apa pun buat dia, asal dia bahagia – walaupun mungkin gue harus tersakiti karena tingkah dia, nggak apa-apa…”

(dan semua temannya pun akan menepuk-nepuk bahunya sambil berkata “Yang sabar ya…. Gue nggak nyangka cewek lo gitu orangnya.”) Hmpf.

Berkencan dengan pria macam ini membuat (1) awalnya mungkin anda tertipu, berbelas kasihan menuruti apa yang dimau – kemudian (2) merasa tolol dan (3) Menyesal dan merutuki diri.

Tapi kalau yang waspada sejak awal sih, fase-fase ini tidak akan terjadi. Atau kalau yang tak kunjung ngeh, hanya fase (1) saja yang terjadi, selanjutnya they live happily ever after. :P

Tuan Tahu Segala
Ketika kita habis berciuman dengannya, tiba-tiba dia bilang “Eh, kamu tau nggak, berciuman itu adalah perilaku kompleks yang membutuhkan koordinasi kerja otot. Ada sekitar 34 sampai 36 otot yang harus bekerja sama. Tapi yang paling penting sih otot orbicularis oris .”

Read the rest of this entry »