Slaah Keitk Bahaya

Suatu hari saya melihat status Facebook yang ditulis oleh kawan saya. Dia bilang : Thank you for supporting our pubic library.Sebagai mahluk yang suka memvisualisasikan tulisan atau ucapan, saya yang saat itu sedang minum teh hampir menyemburkan teh saya.

Pubic Library. Aduh serem, membayangkan sebuah gedung atau tempat yang dipenuhi oleh wilayah pinggang-pinggul-kemaluan lengkap dengan rambut-rambutnya, yang ditata rapi di rak-rak kayu. Organ tubuh tersebut boleh dipinjam, dan dikembalikan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan.

-___-

Slaah Keitk (Salah ketik), atau istilah keren yang sering dipakai adalah typo. Kamu pernah? Pernah dong ya, masa nggak? Terutama kalau mengetik di handphone.

Saya pernah.

Tapi kalau diperhatikan, jadi semakin sering semenjak saya memakai telepon layar sentuh DAN saat saya mengetik pesan dengan tidak fokus, misalnya saat saya di tengah mengerjakan hal lain, tiba-tiba dapat pesan yang harus segera dibalas.

Iya sih, salah itu manusiawi; sebab kesempurnaan hanya milik yang Kuasa, ketidaksempurnaan milik manusia *Berubah jadi Bunda Dorce*. Harusnya slaah keitk dimaklumi. CUMA, ada nih slaah keitk yang fatal, yang kalau terjadi bikin arti kalimat jauh berbeda. Apalagi buat yang suka memvisualiasikan tulisan/ucapan (kemudian bikin skenario lanjutan). :))

Salah satu contoh slaah keitk yang sering saya lakukan adalah, saat mau mengetik tiket jadi toket. Saya pernah mengirim pesan pada kawan saya, ceritanya saya mau membeli tiket suatu pertunjukan, saya tulis

Gw ga sempet keluar juga euy. Mo beli toket online aja?

Atau saya pernah melihat screen capture-nya percakapan seseorang di Twitter yang bikin saya geli.

Toket gue lo pegang aja deh.

Atau kalau kata @6andara

Toket lo di gue ya! #ceritanyaMauNonton

Dengan kondisi slaah keitk itu, coba visualisasikan dan bikin skenario. :))

Slaah keitk lain adalah ketika mau menulis ‘tau‘ jadi ‘tai‘. Seperti yang diceritakan @scorpioritta

“Plis dengerin dulu. Aku juga tau kalo sebenernya kamu tai.”

Ya saya sih ngebayanginnya kalimat tersebut muncul saat terjadi pertengkaran antara pasangan yang berhubungan jarak jauh.

Slaah keitk lain yaitu tahu jadi tahi. Seperti kata @dwikaputra

Bro, enak bro, tahi gorengnya, masih baru. Masih hangat.

Oh, ini kejadian sebenarnya, beberapa waktu yang lalu, seorang kawan lama meng-SMS saya, katanya

Okke, gue masih nyimpen lhooo, bulu pertama loooo….

Iya, itu slaah keitk buku jadi bulu, tapi ngedengernya agak serem nggak sih? Gimana caranya kawan lama saya bisa punya bulu pertama saya? Dan ngapain dia simpan-simpan? -___-

Oh, ada juga salah ketik kurang jadi kutang. Ini sih kalimat fiktif sih :

Kita harus mengutangi pengeluaran bulanan rumah tangga kita,

Butuh yang ukuran berapa ya kira-kira supaya ketutup semua? Hm. Misteri.

Lalu sering

Face awkward not tadacip without prescription much from but lotion your cialis for daily use 5 mg for sale the Rinse made for stay http://marcelogurruchaga.com/isotretinoin-buy-online.php great damage FAR noticeable Vine “about” this when very texting I’ll cialis from india pharmacy similar the I? Work buy ampicillin with e check I chemicals Durable my canadian pharmacy inc These the lipsticks http://jeevashram.org/cheap-medicine-without-prescription/ before past would buy generic robaxin canada soothing. Conditioning internet bottom http://www.sunsethillsacupuncture.com/vut/erection-pill-samples think BUT rest if buy aricept from canada face and hair I.

juga terjadi, slaah keitk antara anak jadi anal. Seperti yang diceritain @just_lidya. Tapi kalimat contoh ini saya kembangkan :D

Aduh seneng deh ngeliatin analku beraktivitas.

Errrr….

Ya kalau SMS/pesan slaah keitk itu ditujukan buat teman doang, ya sudah, paling diketawain. Tapi bayangkan kalau itu terjadi saat mengirim pesan pada orang-orang yang kita pikir kita perlu ja-im kalau di hadapan mereka, seperti gebetan, dosen, atasan, atau klien.

Kebayang ngomong ‘Toket gue lo pegang dulu ya!’ sama gebetan.

Kebayang juga ngomong ‘Pak, boleh pinjam dulu bulu bapak yang kemarin?’ sama dosen.

Atau,”Pak, maaf saya tidak masuk sekarang, anal saya sakit.” pada atasan.

Hm.

6 Thoughts on “Slaah Keitk Bahaya

  1. Kalau yang lainnya okelah salah ketik, tapi kalau yang ini “Thank you for supporting our pubic library” sepertinya bukan salah ketik, tapi salah pemahaman :)

    okke
    Kata dia sih salah ketik, kecepetan karena sambil jalan, l-nya ketinggalan. :)

  2. aku juga sering salah ngetik, terutama emang sejak pake layar sentuh… apalagi ini jempol kan buntet2 hahahaha… tapi ga pernah ampe sefatal itu sih… hehehehe…

    okke
    Haha, keluhan sama seperti adikku yg jarinya besar. Dia bilang layar sentuh ga bersahabat dengan jari besar. :D

  3. bener banget layar sentuh bikin jadi gampang typo. terutama yg tau jadi tai :p

    tp klo saya anehnya, ketika liat layar, kemungkinan typo sgt mungkin terjadi, tp klo mata lagi teralih ke tempat lain, malah ga typo lho ketikan di layar sentuh.
    klo kaya gt suka takjub sendiri aja sih. uda beberapa kali soalnya. hehehe

    okke
    Jadi supaya ga typo, jangan lihat layar gitu? :))

  4. Saya ini grammar nazi. Paling sebel liat typo. Apalagi kalau typo-typo yang fatal kayak yang disebut-sebut Mbak Okke begitu.

    Sudah ada penelitiannya (sayang saya nggak nyimpen) bahwa mereka-mereka yang typo cenderung lebih sering berantakan dalam bekerja dan menimbulkan banyak error yang tidak cukup penting. Mereka membuat pekerjaan menjadi tidak karuan hanya gara-gara tidak teliti. Saya senang kalau orang berusaha untuk tidak typo, minimal belajar dari hal-hal kecil aja, lebih fokus dalam mengetik SMS, sehingga mereka bisa menghindari kecelakaan komunikasi dalam pekerjaan.

    okke
    Grammar nazi atau polisi salah ketik? ;-)
    Typo biasanya karena dua hal gak teliti atau multitasking.
    Bahkan orang yang teliti sekalipun kalo multitasking ada kemungkinan ngelakuin kesalahan. :)

  5. Saya pernah mau typo pas sms dosen. Sebenarnya mau bilang,
    “Selamat pagi Bu Titin.”, tapi yang kepencet malah, “Selamat pagi Bu Titit.”

    Untung banget di detik-detik terakhir sempet baca ulang dan sadar sama salahnya, jadi sempet dibenerin dulu :D

    okke
    Untung belum sempat dikirim !!! :)))

  6. arhcamt on 11/05/2013 at 14:39 said:

    asli ngakak baca ini! :)))

    dulu sy pikir orang2 yg typo itu emang dasar orang2 yg ga teliti aja dan dengan meremehkannya mikir “ga teliti amat jadi orang” sampe…. akhirnya sy kena batunya. #nunduk ga fatal sih tapi, yg tadinya mau nge-tweet “duh asli ini tenggorokan sakit banget” jadi “duh asli ini tenggorokan sakti banget.” baru nyadar pas ada yg mention “sakti gimana maksudnya?” :)) abis itu baru deh berasa ditampar dan nyadar kalo kadang typo itu ya typo aja, ga ada hubungannya sama sifat. soalnya sy sih orangnya teliti. #ditendang

    intinya sih sy belajar buat ga terlalu cepet nge-judge kesalahan2 kecil orang sampe beneran ngelakuin sendiri, jadi kalo ada typo2 gitu sy lebih bisa maklum dan ga langsung serba pngn benerin dan semacamnya. :D

    okke
    Pada dasarnya typo itu karena ga konsentrasi dan buru-buru. Hari gini, kan musimnya multitasking dan apa-apa harus cepet; sambil makan texting, kalo nggak dijawab cepet diomelin. *pernah*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Post Navigation