Selamat Jalan, Hiram Sidharta
Tadi pagi saya mendapat pesan pendek dari Ella, sahabat saya, yang mengabarkan bahwa Hiram Sidharta, yang menyebut dirinya SicSid, salah seorang mantan mahasiswa kami meninggal dunia, Sabtu malam. Antara percaya dan tidak percaya.
Malam ini, saya mendaratkan diri di profile Facebook-nya.Membaca ucapan-ucapan kawan-kawan di wall-nya, keterkejutan mereka, kesedihan mereka, rencana-rencana yang belum kesampaian.
Dan pada saat yang bersamaan, lagu ‘Gone Too Soon’-nya Michael Jackson terdengar dari MP3 Player .
Like a comet
Blazing ‘cross the evening sky
Gone too soon
Like a rainbow
Fading in the twinkling of an eye
Gone too soon
Shiny and sparkly
And splendidly bright
Here one day
Gone one night
Like the loss of sunlight
On a cloudy afternoon
Gone too soon
Like a castle
Built upon a sandy beach
Gone too soon
Like a perfect flower
That is just beyond your reach
Gone too soon
Born to amuse, to inspire, to delight
Here one day
Gone one night
Like a sunset
Dying with the rising of the moon
Gone too soon
Gone too soon
Rasanya seperti ada yang lepas dari rongga dada saya. Lamanya hidup memang tidak ada yang bisa menebak. Sepertinya memang kita semua harus selalu siap, ditinggalkan dan meninggalkan.

Selamat Jalan, Hiram Sidharta — SicSid! Kamu pergi terlalu cepat, terima kasih karena pernah bersilangan jalan dengan kami semua, walau cuma sekejap. Kalau ketemu lagi, mungkin kita bisa bikin film lagi. :)



One Response to “Selamat Jalan, Hiram Sidharta”
Selalu merasa terkejut dan mengingatkan diri kalau ada anak muda yg meninggal deh ..
Selamat jalan hiram.. semoga diterima disisinya.. amin :)
Leave a Reply