Aku Papua

Traveling––it makes you lonely, then gives you a friend.
Traveling––it offers you a hundred roads to adventure, and gives your heart wings.
Traveling––it leaves you speechless, then turns you into a storyteller.
Traveling––it offers you a hundred roads. How does a holy man know the one you’ll take?
Traveling––it had captured my heart, and now my heart was calling me home.
Traveling––it gives you a home in a thousand strange places, then leaves you a stranger in your own land.
Traveling––all you do is take the first step.

(Ibn Battuta)

Dari tanggal 19 – 30 Juli 2011 kemarin saya dipercaya untuk menjadi salah satu trainer membuat komik untuk 50 anak-anak kelas 5 – 6 SD di Abepura sekitar 1 jam perjalanan dari Jayapura. Seperti kata Ibn Battuta, bahwa perjalanan bisa membuat kita kehabisan kata-kata dan pulang-pulang menjadi pencerita andal.

Iya, saya punya banyak cerita.

Tentang anak-anak yang tidak pede dengan kemampuan menggambarnya dan selalu bilang ‘Tra boleh lihat, gambar saya jelek!’ , padahal gambarnya sudah bagus.

Tentang kekesalan saya pada orang-orang dewasa yang menyuruh anak-anak menggambar dengan standar bagus menurut orang dewasa.

Tentang tim asyik yang rata-rata berusia 30 tahun, tapi kelakuannya kayak anak umur 3 tahun.

Tentang tulisan Syafa yang berhasil membuat berkaca-kaca. (‘Walaupun rambutku lurus dan kulitku terang, tapi aku lahir di Papua dan aku mencintai Papua’ tulisnya)

Tentang Michael yang pemalu dan grogian abis.

Tentang Tian yang jahil tapi kalau disuruh ke depan nervous setengah mati, sampai harus memegang lengan kakak trainer-nya.

Tentang Anafi yang kolerik.

Tentang Hendra kecil yang gayanya belagu tapi kocak.

Tentang Syafa yang mimisan.

Tentang Habib yang seperti spons, menyerap materi dengan cepat dan berhasil menjawab pertanyaan setiap review materi.

Tentang Abian yang mencoret gambar Dinda sampai Dinda menangis.

Tentang Boas yang punya banyak koleksi cerita mop (cerita lucu) dan berbakat jadi stand up comedian.

Tentang Bella dan Agil, duo bawel yang pintar yang tampaknya naksir kakak trainer-nya. (*uhuk*)

Tentang Angel yang dewasa dan Angeli yang cantik.

Tentang Evan yang bergaya rapper dan susah menahan ketawa.

Tentang Imran yang ngambek karena komiknya disita.

Tentang Brooklyn yang bercerita tentang pertengkaran buah-buahan sampai Ubi masuk UGD.

Tentang pertanyaan fundamental setiap harinya ‘Hari ini makan apa?’

Tentang badan yang selalu pegal-pegal setiap habis mengajar.

Tentang berat badan yang menaik 2 kilo.

Tentang menguasai lobby setiap malam.

Tentang mengobrol tengah malam.

Tentang pagi-pagi menyiapkan materi dengan rambut basah habis mandi, mata sepet ngantuk dan perut lapar belum sarapan.

Tentang anak-anak yang selalu berebutan memanggil-manggil kami untuk duduk bersama mereka saat makan siang.

Tentang celetukan polos anak-anak yang bikin geli. Tentang tingkah mereka yang bikin terpingkal-pingkal.

Tentang ruangan yang berbau matahari khas kanak-kanak setiap selesai break makan siang.

Tentang salah perkiraan penyampaian materi, sehingga harus memeras otak cari aktivitas baru supaya anak-anak tidak bosan

Tentang pertanyaan-pertanyaan soal umur dari anak-anak (Dan mereka takjub karena sebagian besar dari kami seumur dengan orangtua mereka)

Tentang ketidakpercayaan orang dewasa pada kami dan menyangka bahwa kami hanya mahasiswa sedang kuliah kerja nyata (Gara-gara baju santai, cara bicara, seringnya kami cekikikan dan tampang kami yang *UHUK!* muda)

Tentang kaki yang terinjak sampai bengkak gara-gara mencoba menghentikan anak-anak berlari-larian di kelas.

Tentang anak-anak yang menunggu mobil kami lewat untuk melemparinya dengan bunga liar.

Tentang anak-anak yang mengejar-ngejar mobil kami.

Tentang sunset di Sentani.

Tentang perpisahan yang bikin patah hati, apalagi melihat Bella pura-pura tidak menangis, ia tersenyum sambil melambai-lambai.

Tentang SMS bertubi-tubi yang menceritakan kegiatan harian mereka setelah pelatihan dan mereka bilang mereka kangen. Ini membuat air mata saya tumpah.

Tentang SMS Renza : Oh iya kak, dr hr Jumat malam aku mimpi terus tentang kakak2 fasilitator,lho! Rasax aku nggak mau berhenti ikut pelatihan ini.’

Tentang…. banyak sekali! Terlalu banyak sampai saya bingung mau memulai dari mana.

Sayang, saat saya sedang berusaha untuk menuliskannya, saya menemukan video klip Aku Papua (Franky Sahilatua) yang dinyanyikan oleh Edo Kondologit, yang membuat saya merinding dan berkaca-kaca, saya kembali speechless.

Tanah Papua tanah yang kaya
surga kecil jatuh ke bumi
Seluas tanah sebanyak madu
adalah harta harapan

Tanah papua tanah leluhur
Disana aku lahir
Bersama angin bersama daun
Aku di besarkan

Hitam kulit keriting rambut aku papua
Hitam kulit keriting rambut aku papua
Biar nanti langit terbelah aku papua

12 thoughts on “Aku Papua

  1. Catatan singkat perjalanan sampe video klip nya bikin terharu, mbak.. Dan sayah semakin nge-fans dirimu *tuink*

    Nunggu, sapa tau ada novel tercipta dari perjalanan kali ini *wink* :)

  2. Tentang gw yang selalu nelen salah satu benda berikut ini: toa, mic, atau speaker. Kadang ketiganya sekaligus… :p

    Tentang gw yang masih lupa ngelepeh jam sampe sekarang… *eh, udah hampir 14.30, bobok siang dulu ya!*

    Maaf, numpang narsis :D

  3. Saya yang cuma 2x hangout bareng aja suka dengan atmosfir tim asyik mbak Okke, apalagi anak2 itu yang seminggu lebih pelatihan. LOL

    Beneran musti ke Bandung nih.. :P

  4. @Eva : belum rencana bikin novel, hehehe :D

    @glory : hah? dirimu bukannya nelen batere doang? :D

    @Jensen : ih kirain dirimu kapok dan malu karena kami berisik banget :))

    @Novel blog : diuploadnya di FB saya bu :)

  5. nice story, dan catatan perjalanan yg menyenangkan sekali :)

  6. Hai mba,
    ceritanya keren, saya terharu.. Saya suka anak-anak. Saya belum pernah ke Papua tapi suatu saat saya pasti kesana :) thanks for the wonderful story mba okke!

  7. ih jadi ngefans deh sama situ wakakakkakaaa

    papua menjadikan diriku rindu untuk kembali

  8. ih….bikin irii….aku terakhir pulang ke jayapura tuh thn 2007….

  9. I love Papua too! Tapi hanya bisa ngiri karena ngga pernah bisa ke sana. #hiks Jadi #curcol..

  10. aku yang nggak liat langsung di papua sana, tp bisa mo nangis hanya karna baca cerita mba okke …. keren mbak, it touch my heart :)

    you really are a great storyteller ^^
    salam kenal ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>