PENANTIAN JODOH dan LOVE STORY

Suatu hari di tahun 2006 atau 2007, mendadak Melanie. salah seorang (mantan) mahasiswa saya menghampiri saya.Ia bilang, ia dan SARAF (Satuan Rakyat Film) ITHB sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa yg bersifat underground*tsah*— membutuhkan satu cerita untuk dijadikan film. Waktu itu saya sempat menyerahkan sekitar 5 - 10 cerita pendek; namun yang dipilih oleh mereka adalah yang berjudul Penantian Jodoh,sebuah cerita pendek yang saya buat di jaman saya kuliah berbelas-belas tahun yang lalu (atau sekitar itulah, lupa, saking lamanya). Saya sempat melihat proses mereka syuting yang membuat kerusuhan di sebuah toko sepatu di mall bernuansa pedestrian di Bandung,berinisial C.I.W.A.L.K.(heu,inisial kok lengkap. :D)

Sebelum saya sempat melihat hasil ‘jadi’nya, saya keburu terserang kegilaan, bosan kerja dan pengen jalan-jalan dalam jangka waktu panjang.Jadi asli, itu film jadinya tahun 2007, saya baru liat beneran awal 2009. *boleh loh kalau mau mencaci maki.hihi*

Cuma selama saya di jalan, saya dua kali dapat kabar dari mereka,via e-mail bahwa film tersebut pernah ditayangkan di sebuah stasiun TV lokal Bandung dalam acara ‘Take Three’ dan nggak berapa lama kemudian, mereka mengikut sertakannya dalam sebuah festival film: Mankom Movie Award yang diadakan oleh Jurusan Manajemen Komunikasi Unisba (lokal lagi).

Katanya sih, berhasil meraih 5 penghargaan :
1. Pemeran Pembantu Terbaik (Fatima Adila)
2. Editing Terbaik (Deo, Hizkia, Sid, Tajir)
3. Ide Cerita Terbaik (Okke “Sepatu Merah)
4. Sutradara Terbaik (Hizkia)
5. Film Terbaik (produsernya SicSid)

Ini dia filmnya.

Eh tau-tau,beberapa malam yang lalu, salah seorang mantan mahasiswa menelepon, menceritakan sambil meminta maaf, karena ternyata ada seorang Nanang Putra, mahasiswa yang bersekolah di Academy of Art University di San Francisco yang tertarik untuk membuat ulang film ini, kredit diberikan pada yang terlibat di versi awalnya. (Sebenernya itu kan jadi nggak masalah, Yang gue kagak ngerti, kenapa kudu minta maaf,Mil? :D)

Anyway, ini versi ‘remake’ nya.

Jadi, jadi, coba bandingkan. Pegimana menurut anda?

Dan..jadi,jadi… kapan SARAF bangkit kembali? *dumdidum*

9 Responses to “PENANTIAN JODOH dan LOVE STORY”

  1. SicSid Says:

    Sekali lagi maaf kalo ga bilang ada yang mau remake. (hobi minta maaf)

    okke! : Minta maaf emang lagi musim sekarang bow. :D

  2. M. Emil Says:

    Soalnya nama depan gw emang “Maaf” tant.. ha2! :p

    okke! : Selama ini gue ngabsen lo,gw pikir M-nya itu Muhammad, ternyata..kamu Maaf Emil. :D

  3. Nanang Putra Says:

    Dear Mbak Oktarina Prasetyowati

    Akhirnya saya menemukan siapa pembuat cerita yang telah menyelamatkan hidup saya beberapa bulan yang lalu.

    Sebelum saya bercerita panjang lebar, biarkan saya memperkenalkan diri. Nama saya Nanang Putra, seperti artikel mbak di atas saya saat ini sedang bersekolah di Academy of Art University di San Francisco USA mengambil jurusan film…

    Jadi begini, setiap akhir semester saya mendapat tugas untuk membuat short film berdurasi 3-5 menit bertema bebas. Nah pada saat itu kebetulan sekali otak saya sedang bebal dan mandek sampai sampai tidak kepikiran ide apa2 untuk short film yang saya harus buat itu.

    Kemudian pergilah saya bertapa di sebuah site yang bernama youtube untuk mencari inspirasi.
    Saya ketiklah “film pendek” di kolom search. Youtube kemudian menghidangkan saya dengan puluhan pilihan film2 pendek yang sudah diupload oleh teman teman pembuat film. Dan yang paling unik adalah film pendek berjudul “mencari jodoh”

    Saya click lah itu si empunya account yang mengupload “mencari jodoh”. Saya kirim pesan untuk meminta ijin membuat ulang film pendek tersebut menggunakan bahasa inggris.

    Lama sekali saya menunggu jawaban dari sang uploader. Berhubung waktu sudah mendesak saya buatlah dulu itu the other versionnya dengan berfikiran kalau sampai tidak di ijikan ya saya tidak akan upload ke youtube. Just for private screening di kelas.

    eh ternyata setelah proses shooting selesai saya dapat balasan yang sangat menggembirakan. Ya sudahlah akhirnya setelah selesai di edit saya upload.

    Dan alhamdulillah saya mendapat nilai cukup baik untuk film “love story” nya

    Untuk itu saya haturkan terimakasih yang sebesar besarnya terutama untuk mbak yang sudah saya lancangi dengan membuat cerita pendek mbak menjadi sebuah film tanpa ijin dari mbak terlebih dahulu.

    dan juga saya minta maaf jika ada kesalahan penyebutan atau penempatan nama Mbak Oktarina dalam kredit di film remake-an tersebut.

    Untuk menghormati Mbak, saat ini saya membuat film tersebut menjadi tidak bisa di view sampai ada ijin langsung dari mbak…

    Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih (walaupun saya yang mengambil paksa cerita dari mbak) dan maaf sekali saya sudah melanggar kode etik…

    salam
    Nanang putra

    okke! :Bo,kagak papa kali, selama kredit ceritanya ke gue dan kredit2 lainnya ke pembuat mencari jodoh. Santey aje kayak dipantey. :D AYo, jangan dibikin privat BTW, gw seneng sama pembacaan narasinya, enak didenger, kagak kaku.:)

  4. gaby Says:

    ga bisa diputer nih love story-nya -_-

    okke! : Naaang, ayo Nang *sokkenal* jangan dibikin privat. :D

  5. -maynot- Says:

    Yang versi awal bagus; meskipun gw lumayan terganggu dengan intonasi narasinya yang datar dan gak menjiwai itu

    *ya, ya, gw tahu ini film amatir. Tapi… gw kalau bacain Nara cerita aja lebih ekspresif daripada mbak naratornya ;)*

    Bagusnya versi pertama karena pas banget mengalihkan perhatian seolah2 yang bicara cinta itu si pelayan toko sepatu… sampai detik2 akhir. Malah di cerita pendek loe yang asli, lebih ketebak bahwa ini cerita sepatu.

    okke!: Yup, gw juga demen sama ‘pengalihan’nya di film yang SARAF,walaupun mbak2 naratornya ganggu banget intonasinya.Di film yang Nanang ketebak banget soal sepatu, tapi pembacaan narasinya enak. :)
    Kalau versi remake-nya gak bisa komentar. Soalnya diprotect sih… nggak bisa ditonton ;)

  6. soe the blogwalker Says:

    hiks!! yang remake ga bisa di lihaaaattt….
    tapi yang versi original OK, apa lagi ide cerita nya!

  7. Nanang Putra Says:

    Thank you bangget yaa mbak… Saya bkin public lagi deh biar bisa d tonton kembali…

    Salam

  8. -maynot- Says:

    Udah nonton remake-nya! (thanks, Nanang, sudah dipublikkan ;))

    Yang remake memang kelihatan lebih “profesional” sih… Pencahayaan lebih bagus, narator enak didengar, dialognya lebih hidup… Tapi memang lebih ketebak cerita tentang sepatunya. Dan gw kurang suka namanya diganti jadi “Tisha”. Nama “Mentari” lebih konotatif. Lebih metaforik :) Kalau pertimbangannya adalah barrier budaya, gw lebih suka kalau namanya diganti jadi “Summer” atau apaaa gitu yang sama metaforiknya di Amrik sana.

    Versi SARAF tuh yang nggak ada matinya adalah tokoh penjaga toko, yang polos2 gimanaaaa gitu. Bener2 bisa “menipu” seolah2 dia yang jatuh cinta sama Mentari :) Kalau yang di remake, penjaga tokonya terlalu lugas :)

  9. Misa Says:

    “*NUMPANG LEWAT
    Ayo, cari jodohmu segera!! Kamu-kamu yang masih sendiri, ayo gabung di CARI JODOH dan jadilah pasangan yang penuh rasa cinta dan kasih sayang.. Carannya mudah, kirim “REG JODOH#P” buat yg cowo, atau “REG JODOH#W” buat yg cewe ke 9789. Info lebih lanjut ke 021-52921351.”

Leave a Reply