Dear Satria Fantasi Bertissue

Bayangkan, aset saya mampu mengontrol pikiran para Ksatria Fantasi Bertissue itu, sampai bela-belain meninggalkan aktivitas mereka di hari Sabtu pagi, demi mendengar siaran saya secara religius

Jadi begini , suatu hari beberapa minggu yang lalu, teman saya, mendadak called saya. Dia bilang dia gerah dengan timeline twitter-nya setiap Sabtu pagi. Tadinya saya nggak ngeh, after she told me, I’ve just realized, kalau Sabtu pagi itu ternyata jam-nya saya siaran.

Oh hai, perkenalkan, I am FQ, saya penyiar anda di program AlaTukangKebun di TRANSmigrasi Radio. Hari Sabtu pagi, don’t miss it, ya.

Anyway, kembali ke teman saya. Menurutnya, dia merasa terganggu dengan komentar bokep-nanggung* 140 karakter yang muncul di timeline-nya sepanjang acara siaran saya. Dan semuanya, about me. Kemudian she showed me the tweets.

Okay. Tweet fantasi.

Dan mereka bawa-bawa tissue.

Oh well.

Kata teman saya, ini gara-gara suara saya, suara saya mampu membuat pria-pria berfantasi. Fantasi jorok.

Oh well. I was born with it! Sudah nggak bisa dirubah lagi. Dan, bukannya saya nggak tahu itu. Produser saya once told me about that. Itu aset saya dan membawa kebaikan untuk program AlaTukangKebun. Saya sih, tidak masalah, hey it’s business,anyway.

Let me tell you something, ini bisnis dan dalam bisnis kami harus bersaing, kami harus menambah ’sesuatu’ dalam acara kita supaya tidak kalah saing, selain dengan konsep, menggunakan aset saya juga no problem. Soalnya,kalau dipikir-pikir, program radio berkebun itu kan bukan ide baru, dari dulu sudah ada acara-acara semacam ini, yang paling saya ingat sih, acara yang dibawakan oleh Yudi Choiyudin. Malah, di dekat jam-jam siaran saya, ada tuh acara GardenBabe.

Yes, yang penting, pendengar acara ini banyak. Entah untuk berfantasi dengan tissue-nya, entah pula memang untuk benar-benar mempelajari cara berkebun.
Saya pikir, kasus ini sudah selesai. Tapi ternyata kemarin Sabtu, jadi ramai. Mereka-mereka yang senang berfantasi dengan tissue-nya dikritik, menurut pengkritik, para tukang fantasi itu telah melakukan pelecehan seksual. Mereka bilang, saya adalah korban pelecehan seksual. Lalu semua ramai, saling pro dan kontra.

Berhubung saya tahu-nya hanya soal berkebun, bagi saya yang namanya sexual harassment atau pelecehan seksual adalah satu perilaku yang mengarah ke urusan seksual yang ditujukan pada individu, sehingga yang bersangkutan merasa tidak nyaman, secara emosional dan psikologis.

Tapi saya sempat googling kok, dan menemukan definisinya di sini

  • unwanted sexual attention from a person who knows or ought reasonably to know that such attention is unwanted; or
  • implied or expressed promise of reward for complying with a sexually-oriented request; or
  • implied or expressed threat of reprisal or actual reprisal for refusal to comply with a sexually oriented request: or
  • a sexual relationship which constitutes an abuse of power in a relationship of trust; or
  • sexually oriented remarks or behaviour which may reasonably be perceived to create a negative psychological and emotional environment for work and study.

Well, yah definisi saya mirip-miriplah dengan poin ke-5. Cuma untuk definisi di atas sebenarnya lebih tepat untuk pelecehan seksual di tempat kerja dan belajar. Tapi nggak papa, cincay lah ya.

Agak sulit juga menetapkan standar baku untuk menentukan apakah satu tindakan itu termasuk pelecehan seksual, seperti yang disebutkan di situs ini

The particular facts of each situation determine whether offensive conduct has “crossed the line” from simply boorish or childish behavior to unlawful gender discrimination. Some courts state that men and women, as a general rule have different levels of sensitivity — conduct that does not offend most reasonable men might offend most reasonable women. In one study, two-thirds of the men surveyed said they would be flattered by a sexual approach in the workplace, while 15 percent would be insulted. The figures were reversed for the women responding. Differing levels of sensitivity have led some courts to adopt a “reasonable woman” standard for judging cases of sexual harassment. Under the standard, if a reasonable woman would fell harassed, harassment may have occurred even if a reasonable man might not see it that way.

Seperti yang disebutkan di atas,  level sensivitas antara laki-laki dan perempuan untuk masalah begini-begini itu berbeda, maka dipakailah standar perasaan perempuan. Kalau perempuan merasa terlecehkan, maka itu disebut pelecehan seksual.

Honestly, saya merasa terharu dengan pembelaan kritikus pada saya. Itu tandanya, they care about me. Dan saya juga sangat mengerti why people think bahwa ini adalah pelecehan seksual, karena (mungkin) jika apa yang dilakukan oleh para satria fantasi bertissue itu terjadi pada mereka (atau anak perempuan mereka, atau ibu mereka, atau kakak perempuan mereka) mereka akan merasa tidak nyaman secara emosional dan psikologis, aka terlecehkan.

But then again, I don’t.

Hey, ini cuma bisnis. Kok dibawa ke hati? Memang tujuan kami adalah untuk menggalang pemirsa sebanyak-banyaknya.

Dan, kalau buat mereka saya korban, justru bagi saya, I am not!

Justru, dari hati nurani yang terdalam, saya merasa para Ksatria fantasi bertissue itu yang menjadi korbannya. Agak kasihan juga sih, tapi sudahlah ini bisnis. Dan harus saya akui, produser saya sungguh brilian, dia sangat tahu bahwa suara saya ini sakti lan mumpuni *loh kok jadi Jawa?*, bisa menjadi semacam remote control. Bayangkan, aset saya mampu mengontrol pikiran para Ksatria Fantasi Bertissue itu bela-belain beli tissue *kalau memang iya sih*, dan yang pasti mereka  meninggalkan aktivitas mereka di hari Sabtu pagi, demi mendengar siaran saya secara religius. Padahal belum tentu mereka suka berkebun. Jadi secara langsung kami memperluas segmen AlaTukangKebon ini, selain untuk mereka yang gemar berkebun, kami juga berhasil merangkul mereka yang gemar (berfantasi tentang) saya. :D

So, trik kami… berhasil! Sekali lagi, saya bukan korban, tapi mereka. ;-)

Oh ya, barusan saya membaca tweet yang mengatakan bahwa kalimat 140 karakter yang ditweet-kan oleh Para Satria Fantasi Bertissue ini tidak pantas dikeluarkan di tempat umum,bisa merusak moral.Yah, kalau dibaca-baca lagi, memang bahasa-nya semi-semi stensilan sih ya. Ini yang bikin saya nggak habis pikir. Kalau otak berpikir ngeres, mungkin masih bisa dimaklumi, manusiawi. katanya. Selama ini saya pikir, orang yang berpendidikan dan memiliki pekerjaan baik itu, biar pun otaknya sedang ngeres, tapi masih mampu bersikap pantas di tempat umum. Berarti selama ini hipotesa saya salah, tapi maklumi sajalah, saya kan spesialisasinya hanya berkebun.

Tapi ini persembahan saya buat para Satria Fantasi Bertissue , videonya Anggun, Dengan Judul : In Your Mind

Satu lagi, ada yang protes, katanya acara saya, ditambah livetweet para Ksatria Fantasi Bertissue itu bisa merusak moral, karena ditayangkan pagi-pagi dimana anak-anak dan remaja ada di rumah dan mantengin TV serta timeline mereka. Hati nurani saya sedikit tergugah sih, dengan fakta ini. Nantilah, saya usulkan pada produser dan stasiun radio tempat saya bekerja untuk mengudarakan acara saya malam-malam,

Eh sebentar, acara berkebun malam-malam? Kok saya ngerasa ada yang salah ya?

Atau begini saja, suruh anak-anak dan remaja anda meng-unfollow para Ksatria Fantasi Bertissue dan pindahkan channel radio anda ke radio Kids, radio tetangga - kalau nggak salah, pas siaran saya, program mereka adalah ‘Mari Mendongeng’. Atau sekalian saja, putuskan/matikan radio, hp, komputer, laptop dan semua akses ke acara saya dan twitter para Satria Fantasi Bertissue itu.

Yuk, mari?

Salam Berkebun

Fifi Qamal
Penyiar acara ‘AlaTukangKebon’
TRANSmigrasi Radio

PS. Oh, BTW, Fifi Qamal itu cuma nama siaran eike kok :) Kata produser menjual dan cucok bow, pas dengan suara eike.

Sumber gambar : gettyimages.com


Catatan Penulis:

  • Yey, siapa yang mau nulis tentang Farah Quinn?
  • Ribet yah, nulis campur-campur enggris - endonesa.
  • *istilah bokep nanggung sumbernya : Desiyanti Wirabrata
  • Nama-nama dan peristiwa yang ada di tulisan ini fiktif, kalau ada kesamaan, mungkin saya tidak sengaja :D
  • Sumpah ya, gara-gara nyampah tweet, saya niat bener nulis ini :D
  • BTW, biar nggak ditanya, In Your Mind adalah lagu favorit saya, ini liriknya, sumber dari sini :

Its all in your mind,
In Your Mind…

I don’t want to believe
And I don’t want to live
By the excuses
Of your weakness

`cause a woman should do
What she wants to do
There is no reason
For your shallow aggravation

Chorus
Nothing wrong with this dress I wear
Nothing wrong with this smile I dare
Nothing wrong with my long black hair
I’ts all in your mind, in your mind

Nothing wrong with this legs you see
Nothing wrong with this lean body
And nothing wrong with the woman in me
Its’ all in your mind, in your mind>

I just want to be sure
Don’t want anymore
You’re calling out names
Oh what a shame

Just open your mind
Then maybe you’ll find
That there’s no reason
For your shallow aggravation

Chorus
<Nothing wrong with this dress I wear
Nothing wrong with this smile I dare
Nothing wrong with my long black hair
I’ts all in your mind, in your mind

Nothing wrong with this legs you see
Nothing wrong with this lean body
And nothing wrong with the woman in me
Its’ all in your mind, in your mind >

Nothing wrong with this dress I wear
or this smile I dare
Its all in your mind… in your mind

this legs you see
this lean body
its all what you see in your mind 2x
its only in your mind…

This is the time
To change your mind

There’s still a chance
To change your mind
It’s plain to see
From anywhere the only thing wrong
Is your irritating mind

Repeat Chorus 3X
<Nothing wrong with this dress I wear
Nothing wrong with this smile I dare
Nothing wrong with my long black hair
I’ts all in your mind, in your mind

Nothing wrong with this legs you see
Nothing wrong with this lean body
And nothing wrong with the woman in me
Its’ all in your mind, in your mind >

In your mind…

(In Your Mind, Anggun)

18 Responses to “Dear Satria Fantasi Bertissue”

  1. uthie Says:

    hahahahahah :D
    jadi, ya menurut saya sih, kalo mau berfantasi ya silahkan sevulgar apa juga kan hak asasi.
    tapi disimpen sendiri aja kali yaaaa.

    sukses trus ya mba, acaranya :p


    jawab:
    makasih mbak uthie, tetep denger eike siaran yaaah… :)

  2. Titiw Says:

    Dang. U’re good. Tp yg bnr “AlaTukangKebun” apa “AlaTukangKebon”? Ahahaha.. :D

    jawab:
    ih yeiy teliti deh ya. Pasti nama depannya titi. Titi Teliti.. hahah, lucu sekali eike. *jah jadi vennamelinjo* :))

  3. vendha Says:

    hmm..
    Boleh dimasukan dalam otak nih, jika saya menghadapi situasi yang sama, dr pd emosi sendiri dan kadang bikinpengen *tabokin org2 ituh [pdhl. nyape-nyapein otak aj yah]
    secara suara saya *sangat rawwwrrr [kt.lu kan keu?:p], tp kan dr sononya, mo apalagi coba?! ganti pk pita suara ayam??? haha

    jawab:
    aduh seus, entri ini emang terinspirasi dari yeiy, bukan dari si-si siapa tuh, yang niru2 inisial eike? Oh, Farah Quinn. :))

  4. uke Says:

    Inspiratif, ke. U rocksssss

    jawab:
    Yeiy batu jugaa! :D

  5. sabai Says:

    Wakakaka.. Apa kata para pini sepuh itu stelah baca posting ini…
    Sulit memang kalau semua ditakar 5an harus disesuaikan dg standar yg kita punya. Mbok ya biarin.. Wong itu otak mereka, wong itu tubuhnya dia.
    Kalo gue jd fq ya akan bilang: “Anda terganggu? Matikan tv + twitter.”


    Jawab :
    Iya seus, selama nggak secara fisik melukai.
    Somehow, itu bikin eike bisa ngebaca kualitas orang kayak gimana, itu loh yang suka komenjor :D

  6. Shasya Pashatama Says:

    kalo ada yang harus nulis tentang fenomena tissue berserakan di sabtu dan minggu pagi, tentu elu orangnya, keren, keren abis.

    gue, suka gerah liat twit yang bokep nanggung, tapi ternyata lebih gerah lagi melihat perempuan2 yang bilang ini pelecehan.

    Ada lho perempuan yang suka dibilang sexy, gue salah satunya :) memangnya kenapa gua rajin nge–gym, ha ? hehehe……………

  7. Shasya Pashatama Says:

    eh maksudnya gerahnya sama yang bilang pelecehan, trus jadi sibuk sana sini sementara objek nya kali asyik2 aja :)

  8. senny Says:

    saya sebagai brand manager tisu Pasea justru berterima kasih lho sama mbak FQ karena penjualan produk saya meningkat setiap hari Sabtu

  9. nots Says:

    FQ aku bacanya Fu*k U loh :P heheheeh
    btw, siaran dimana? pengen denger suaranya niy :D

  10. dinda Says:

    Whooww.. this is GOOOODD… thumbs up!

  11. cipstuff Says:

    sukses selalu dengan acaranya :)

  12. icut Says:

    mbok yaa..
    kalo nonton acara itu, gw kadang merasa ada bagian tubuh Fifi Qamal yang ‘ngedadahin’ (ato apa ya istilahnya) penonton..apalagi pas bagian scene
    ‘this is it!’ trus di zoom-in aja gituuu hasil ‘berkebun’nya..which means ke bagian ‘ngedadahin’ tadi juga

  13. Indie_ana Jones Says:

    ah kalo gw si demen nonton eh salah ngedengerin itu acara soalnya lagu-lagu background-nya punya si Mas John Mayer si…jadi ya enak aja ;-)…lagian yang sekarang mah bajunya ngga sexy-sexy amat kok, biasa aja…itu mah di mall/jalanan juga banyak ;-)

  14. za Says:

    sukses buat acaranya mba…

    saya ngebayangin kesatria bertissue, berarti lagi pilek ya… hehehhee

  15. MayNot Says:

    Hehehe… iya, gw cuma suka heran sama para protester yang mengatasnamakan kakak/adik/tante/teteh/ibu/bibi dll dalam perkara ini :) Justifikasi banget sih untuk kegerahan mereka sendiri :)

    Ya kalau kakak/adik/teteh/ibu mereka dijadikan bahan Twit, mungkin memang pelecehan. Soalnya kakak/adik/teteh/ibu mereka kan bukan FQ (baca: bukan FQ lho ya… bnggak ada hubungan #bukanFQ :))

    Jangan disama2in dong…. :)

    Persis seperti ketika semua perempuan memboikot Aa Gym krn menganggap bahwa Teh Ninih pasti nggak rela dimadu. Yeee… bahwa mereka nggak rela dimadu, bukan berarti Teh Ninih juga, kaleee… :)

  16. ichanx Says:

    loh… lo pneyiar toh? radio apaan sih ke? jam siarannya kapan? boleh loh undang2 gw… kali aja ada kaum hawa yang berfantasi denger suara gw… wakwakawkakawk

  17. Desiyanti Says:

    Halah! Nama gue kebawabawa! Hahaha…

    Ya, live-tweet soft porn alias bokep nanggung ini memang bikin gue gerah. Belakangan, kalau sang pini sepuh sudah mulai tweet tentang tisu, itu jadi cue gue untuk menghilang sejenak dari twitter, lalu kembali sekitar 90 menit kemudian.

    Works so far. Got a lot of work done without any ill-feel that way ^_-

  18. pipitta Says:

    Lho.. kok bawa-bawa Teh Nn segala?
    gak banyak yang tau aja kalo ybs sempet pingsan-pingsan dan nangis-nangis pas kejadian itu.. :)

Leave a Reply