Cinta dalam Sehari : Harapan yang Kejauhan.

Tapi, kalau sebatas suka, masih ada kemungkinan orang akan melupakan batik (dan kemudian baru berisik ingat setelah ada kasus klaim-mengklaim batik dengan negara tetangga) ;-)

(Er, kayaknya bingung untuk memilih judul mulai jadi kebiasaan saya deh. Seperti entri Joko Tole, eh, Joko Anwar maksudnya, kali ini saya juga mengalami bingung, mau menjuduli entri ini ‘Cinta dalam Sehari’ atau ‘Harapan yang Kejauhan’— jadi saja, dipakai dua-duanya.)

Maaf, tapi saya tidak pernah percaya dengan yang namanya cinta pada pandangan pertama. Biar pun semua orang berusaha meyakinkan, bahwa yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama itu ada;  saya sih teteub ya, nggak percaya. Apa lagi memercayai teks lagu ‘I Knew I’ve Loved You‘-nya Savage Garden.

I knew I loved you before I met you
I think I dreamed you into life
I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life

Lirik secara keseluruhan bisa dilihat di sini. Buat saya, liriknya gwombaltralala. Balek atuh lah, kumaha carana sok (terjemahan : yang bener deh, ah, gimana caranya coba)  jatuh cinta padahal belum ketemu.

Kawan saya pernah bilang, bahwa kasus seperti itu ada. Dia sendiri pernah mengalaminya, terkaing-kaing saat melihat seorang pria. Er, saya juga pernah sih, memiliki perasaan ‘aneh’ (in a positive way) saat melihat seseorang, tapi saya nggak mendefinisikan itu sebagai cinta pada pandangan pertama; saya bilang sih jatuh suka. Karena saya menganggap, yang namanya ‘cinta’ itu adalah satu perasaan yang lebih kompleks daripada sekedar doyan suka saja; untuk mencapai fase ‘cinta’ dibutuhkan satu proses yang tidak sebentar.

Buat saya pribadi, cinta itu baru mungkin ada ketika saya sampai satu titik mengenal partner secara mendalam; dari hal yang remeh-temeh seperti cara makan sampai hal-hal kompleks macamnya cara pandang/filosofi hidup.  Dan dengan semua hal yang dimilikinya, yang ribet, yang menyenangkan, yang asyik, yang menyebalkan dan seterusnya, saya tetap menganggap bahwa partner itu adalah mahluk terindah yang pernah eksis di muka bumi ini. Itulah cinta. *ihiw*. Sedangkan kalau suka, masih ada kemungkinan saya menemukan ternyata ada yang lebih indah daripada orang yang saya suka — dan melupakannya.

Anyway, sehari sebelum ‘Hari Rame-rame Pake Batik 2009′ pada tanggal 2 Oktober kemarin, saya sempat berkelana di jagad maya internet; dan menemukan beberapa artikel berkaitan dengan aksi ini. Ada beberapa yang kurang lebih menyebutkan bahwa ‘hari rame-rame pakai batik’ ini sangat positif untuk membuat masyarakat, khususnya generasi muda, mencintai batik.

Haloh,Mbak dan Mas? Kayaknya kejauhan nggak sih, kalau berharap dengan sehari memakai batik, maka masyarakat bisa mencintai batik?

Continue reading

Untuk Korban Gempa Sumatera

Teman-teman yang baik,
Ini ada forwardan e-mail dari seorang kawan.

Sumber: http://esbatuku.multiply.com/journal/item/97/Rekening_bantuan_untuk_korban_gempa_di_Sumatera

1. Dompet Kemanusiaan Gempa Sumatera Media Group (Metro TV)

Bank BCA KCU Puri Indah
No. Rekening 288 3333 888
a.n PT MEDIA TELEVISI INDONESIA

Bank Mandiri Cabang Jakarta Kebun Jeruk
No.Rekening 117 0000 778894
a.n PT MEDIA TELEVISI INDONESIA

Website: http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/dompet_sumatra

2. Pundi Amal SCTV
BCA Wisma Asia no. rek 084-266-2000

Bank Mandiri Senayan City no.rek 1020069192000

Website: http://www.pundiamalsctv.com/


3. Rekening tvOne Satu Untuk Negeri

PT. Lativi Mediakarya (tvOne)

Bank Mandiri cab. Jakarta Pulo Gadung
no. rek : 125-000-7926-793

Bank BRI cab. Rawamangun
no.rek : 0386-01-000-111-304

Bank BNI 46 cab. Rawamangun
no. rek : 3009-2009-5

Website: http://www.tvone.co.id/

4. Palang Merah Indonesia
BCA KCU Thamrin no.rek 206.300668.8 atas nama Kantor Pusat PMI

Bank Mandiri KCU Jakarta Krakatau Steel no.rek 070-00-0011601-7 atas nama Palang Merah Indonesia.

Website: http://www.pmi.or.id/ina/
http://twitter.com/palangmerah

5. Rekening Kemanusiaan MER-C
BCA cabang Kwitang no. Rek. 686.0099339 atas nama Medical Emergency Rescue Committee

Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang Kramat No. R…ek. 128.0011802 atas nama Medical Emergency Rescue Committee

Website: http://www.mer-c.org/

Bagi yang mau jadi sukarelawan, mungkin bisa klik di link-nya PMI atau MER-C

Tambahan satu lagi, bantuin nyebarin nomor hotline untuk Gempa Padang, dapet infonya dari temen, kali2 ada yang butuh karena susah menghubungi temen atau keluarga di Padang. nomor telponnya 0751 9824971 sd 0751 9824980 (10 nomor), FREE CALL.

Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa membantu saudara-saudara kita di sana.

Illustration Friday : Pattern

“Too lazy to draw but really want to submit something for Illustration Friday? Then post your old artworks!” said   my bestfriend on the phone last night.:)

Alright, Here they are!

Pattern 1

Pattern 2

Pattern 3

Mention ‘pattern’ in front of a textile design graduate, all that she can think of is patterns for fabrics. :D Anyway, these are some old artworks I made when I was working as an artwork designer in an interior textile company.  I used  water color, oil pastel & poster color for these artworks.

BTW, you gotta see what she submitted for IF:Pattern! Yes, we are textile design graduates. :D

Mendebat Joko : Karena Orang Berbeda-beda*

…yang pro, ya mereka yang melihat dari sisi ‘menepati janji’nya, yang kontra, membahas dari sisi agama, norma,moral dan hukum.

(*Ehm, soal judul yang rada panjang, sebenarnya saya bingung, mau memilih ‘Mendebat Joko’ atau ‘Karena Orang Berbeda-beda’, jadi saya pakai dua-duanya :D)

Ya,ya… agak terlambat memang kalau baru membahas aksi kepatil omongannya @jokoanwar , tapi biarin deh. Saya termasuk salah satu orang yang ikut tegang dan merasa keberatan mengerjakan hal yang harus dikerjakan (bukan mengerjakan hal penting, tapi macamnya mengangkat telepon dan pipis). Saya pun setia  merefresh halaman para panitia pelaksana, demi menanti reportase perkembangan aktivitas di salah satu Circle-K di seputaran Jakarta. Ada yang ngeledek, gatel amat nungguin orang telanjang di depan umum,hehe, kalau saya sih enggak nungguin telanjangnya,  nggak tau yang lain (hi,Jeung Hormonal! Haha.) Saya menunggu ‘bukti’ dari janji asal bunyi yang dikeluarkan oleh bapak itu.

Saya tidak mengikuti huru-hara pasca pelaksanaannya, begitu mendapat laporan bahwa misi telah dijalankan, saya pun mematikan koneksi internet, ngantuk  soalnya.

Sampai esok harinya masih banyak yang membahas aksi spektakuler ini di twitter dan di forum maya tertentu, ada pula yang niat bikin entri di blog masing masing. Saya tergoda untuk membaca satu demi satu tweet, tulisan dan ulasan tentang ini.   Banyak banget yang  mengulas dari sisi heroik-nya melaksanakan nazar sambil mengutip kalimat ‘A promise is a promise,Mr Politicians’ dan mengait-ngaitkannya dengan  politisi  tukang umbar janji. Malah ada yang bilang ‘Kalau ada politisi yang nggak menepati janji, kita bilang aja ‘Ga Jokoanwar lu’”.

Cuma  daripada ulasan dan tulisan tentang peristiwa menggemparkan ini*lebay*, saya lebih tertarik dengan baku komentar pada ulasan dan tulisan terkait. Pro dan kontralah, pastinya. Yang pro, ya mereka yang melihat dari sisi ‘menepati janji’nya, yang  kontra, membahas dari sisi agama, norma,moral dan hukum.

Saya bilang lebih menarik  karena yang pro dan yang kontra adu komentar, semacam ‘panjang-panjangan’ menulis argumentasi, mengutip sana dan sini, untuk memperkuat argumen-nya. Sebagai orang di luar adu argumentasi ini, saya bisa melihat bahwa sudut pandang mereka sudah jelas-jelas beda DAN mereka bertahan dengan sudut pandang tersebut; jadi mau sampai kapan juga nggak akan pernah ketemu.  Mau menulis komentar sepanjang 20 halaman A4, Times New Roman,12 pts spasi 1.5  dengan gambar mendukung seperti makalah, kayaknya perdebatan itu nggak mungkin berakhir (kali ya?).

Yang ada saya hanya ketawa-ketawa geli sambil bilang ‘Orang-orang Galia memang sudah gila…’*tuk—tuk—tuk * (err, buat yang nggak ngikutin komik Asterix dan Obelix, kalimat terakhir pasti membingungkan. Hehe)

Continue reading

Pusat Kebugaran Spiritual

..Ada kecenderungan perilaku yang menganggap bahwa agama itu… semacam pusat kebugaran spiritual

Sepulangnya saya dari perjalanan panjang nan hardcore tahun lalu, saya sempat sakit, dan harus menjalani beberapa terapi sampai sekitar bulan Mei 2009 kemarin. Terima kasih dan salam kompak selalu untuk kurang gizi, asupan nikotin dan kafein berlebih, daerah-daerah dengan tingkat kebersihan yang rendah dan stress di lapangan. (Okay,terdengar sangat menyedihkan ya? Terutama soal kurang gizi-nya itu lho, memalukan.)

Gara-gara itu, saya sempat mencapai satu titik di mana saya mendapat pencerahan soal kesehatan. Saya seolah mendapat wahyu dari entah siapa yang mengatakan bahwa berolahraga teratur adalah hal yang sangat penting dilakukan.

Karena hal tersebut, maka saya pun mulai survey ke beberapa pusat kebugaran; karena saya bukan penggemar olahraga yang menggunakan bola dan lari-lari di track lari, maka pilihan saya ya seputar yoga, pilates, body language, senam aerobik, berbagai macam dansa, oh ya, sempat terpikir aikido atau taichi.

Berhubung saya belum bisa menentukan pilihan, maka saya mengambil program sekali datang bayar. Saya sempat memilih beberapa jenis olahraga, yoga pernah, body language pernah, senam aerobik pernah — yang ternyata, sama sekali tidak bisa saya nikmati. Jadi saya menjalaninya hanya seminggu, paling lama sebulan.

Nah, yang ngeselin adalah setiap saya tidak pernah datang lagi ke salah satu kelas yang saya ikuti, pasti saya dihubungi oleh pihak pusat kebugaran tersebut, ditanya begini, ditanya begitu, dibujuk-bujuk. Pernah saya jujur bilang, bahwa saya nggak cocok dengan olahraga pilihan saya dan memutuskan untuk mencari olahraga yang lain. Kalau kebetulan pusat kebugaran yang bersangkutan punya program yang saya inginkan, maka orang tersebut pasti bakal menawar-nawarkan program tersebut pada saya; kalau kebetulan tidak, pasti dengan banyak jurus rayuan,mereka berusaha meyakinkan bahwa olahraga di tempat mereka sudah tepat, bahwa olahraga itu butuh proses yadda-yadda bla-bla. Bok kelihatan sekali bahwa mereka takut kehilangan satu pelanggan — agak heran juga sih, apa artinya juga kehilangan seorang saya padahal mereka masih punya banyak pelanggan lain. Pernah nih, saya kelepasan aja gitu bilang, mau mencoba olahraga lain di tempat lain, walhasil saya pun mendapat informasi nggak perlu tentang keunggulan pusat kebugaran mereka, dengan pusat kebugaran yang nggak sengaja saya sebut.

Doh, padahal, suka-suka pelanggan dong, ya, mau milih layanan yang mana dan di mana?

Kalau kata teman saya sih : ‘Namanya juga bisnis, satu pelanggan berarti lah, bok.’

Pada akhirnya, saya memilih renang, nggak keringetan lengket, main air dan nggak pakai bola (yup, saya nggak suka olahraga pakai bola). Tapi teteub nggak rutin, apalagi setelah melihat hasil medical check-up bahwa saya sudah baik-baik saja. :D

…..

Jumat (28/8) rupanya menjadi ‘Perjamuan Terakhir’ bagi umat muslim dan rohaniwan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Manahan. Tukang becak dan kaum miskin yang biasa memperoleh menu buka puasa seharga Rp 500, harus gigit jari sejak aparat Kepolisian Kota Besar Surakarta melarang program buka puasa murah itu.

Adalah Kepala Satuan Intelkam Komisaris Jaka Wibawa dan staf yang mendatangi gereja pada Kamis (27/8). Intinya, kepolisian melarang kegiatan sosial yang sudah berlangsung 13 tahun itu dengan alasan ada sebagian umat Islam yang keberatan. Konon, polisi tak menyebut nama dan organisasi yang mengatasnamakan umat Islam itu.

Continue reading