...hidup adalah taman bermain raksasa yang harus dijelajahi. Jadi, yuk, kita main bareng!

Tantangan Seminggu #tanpainternet? Bisa!

Posted: November 14th, 2009 | Author: sepatumerah | Filed under: catatan kecil, keseharian |

Cuma sayangnya, sejak kecil, cara  belajar kita selalu tidak adil pada otak kanan. Otak kiri saja terus yang dikembangkan….

Tau nggak, jaman dulu, kalau seorang blogger memutuskan untuk berhenti ngupdate blog-nya untuk alasan-alasan tertentu, pasti dia akan membuat posting khusus yang memuat kata hiatus. Entah itu ‘Hiatus dulu ya?’, atau cuma tulisan ‘H.i.a.t.u.s’. Dan ketika mereka memutuskan untuk kembali aktif ngeblog, maka ia akan berkata ‘I am back. Miss me?’

Jadi…

I am back. Miss me?

*halah*

Kalau kalian adalah follower saya di twitter, mungkin kalian sudah tahu bahwa saya memutuskan untuk mengambil tantangan #tanpainternet selama seminggu. Nggak ada kerjaan?

Emang!

Saya cuma mendadak kesal pada diri saya sendiri, ketika seseorang bilang ‘Elu pasti nggak bisa deh hidup tanpa banyak-banyak online.’ lalu benak saya mendadak menyetujui ‘Kayaknya emang nggak bisa.’

Gimana gue tanpa twitter? kalau mau cari data gimana? Dan seterusnya. Pemikiran konyol.

Asli sebal. Saya jadi mikir, masa nggak bisa  sih? Biar pun saya pernah hidup tanpa internet bahkan hp dalam jangka waktu yang panjang, tapi waktu itu memang keadaannya nggak memungkinkan, yah ibaratnya perokok berat, harus hidup di tempat yang sama sekali tidak menyediakan rokok. Ya mau nggak mau kan nginyem dan nerima keadaan itu. Lalu, karena saking jarangnya online, saya jadi terbiasa dengan keadaan tersebut — nggak bersentuhan dengan internet (dan hp) ya bodo amat, nggak ngaruh. Tapi sekarang? Koneksi internet mudah diraih, hanya dua langkah menuju laptop dan modemnya. Bahkan hanya sepanjang rogohan tangan saya ke dalam tas untuk meraih hp. Kecanduan, lah. Pagi, siang, sore, malam, internet. Pfuuh. Nggak bener.

Gara-gara itu saya membulatkan tekad : bisa ah, tanpa banyak-banyak online. Dan saya terimalah tantangan yang mungkin menurut beberapa orang nggak penting. ;-)

Owkay. Gimana rasanya ?

Saya menemukan dua hal : (1) Lebih produktif mengerjakan apa yang harus dikerjakan. Bayangkan, biasanya saya menyelesaikan pekerjaan rutin saya, selama 7 hari, eh selama seminggu kemarin, bisa saja lho, cuma 3 hari. Ini karena tidak ada distraksi berupa twittering, wikipediaing, googling,browsing, facebooking dan -ing-ing yang lain. Yang ke-dua, ternyata… saya aslinya nggak insomnia! Kalau dipikir-pikir, kenapa saya suka susah tidur di jam yang wajar, ya karena ketika saya membaringkan diri di jam wajar tersebut, bukannya mengosongkan pikiran dan ambil ancang-ancang istirahat, lha kok ya twitteran. Saya nggak bisa tidur, karena ngantuknya keburu hilang.

Anyway, seorang kawan yang baru saja mengikuti satu pelatihan tentang motivasi membawakan ‘oleh-oleh’ tentang apa yang didapatnya selama pelatihan tersebut. Ia menceritakan pengalamannya yang membuat saya memikirkan kembali apa yang saya percayai sejak dulu.

Mungkin banyak yang sudah tidak asing lagi dengan teori otak kiri versus otak kanan, yang walaupun banyak orang protes, karena terkesan begitu menyederhanakan fungsi otak, tapi masih terus dipakai sampai sekarang. Menurut teori ini, dua sisi berbeda otak, atau hemisphere bertanggung jawab pada cara berpikir yang berbeda; otak kiri bertanggung jawab pada cara berpikir logis, rasional, analitis, berdasarkan fakta, obyektif dan melihat bagian per bagian. Sedangkan otak kanan bertanggung jawab pada cara berpikir secara acak, intuitif, holistik, menyeluruh, subyektif. Kalau disederhanakan, otak kiri itu sumber segala sesuatu yang teratur, membatasi, teknis, sedangkan otak kanan, yang liar, nakal, imajinatif.

Sebenarnya kedua hemisphere itu saling melengkapi menjadi satu kesatuan. Gampangnya, otak kiri membantu mewujudkan apa yang dipikirkan otak kanan. Otak kanan membuat apa yang dipikirkan otak kiri lebih fleksibel, nggak kaku. Cuma sayangnya, sejak kecil, cara  belajar kita selalu tidak adil pada otak kanan. Otak kiri saja terus yang dikembangkan. Semua harus serba eksak, serba pasti, benar adalah kekeuh benar, sesuai dengan fakta, nggak ada tempat untuk imajinasi. Seingat saya, dulu sewaktu kecil, sering banget gambar saya dikritik, karena katanya ‘Orang itu nggak ada yang tangannya lima, liat deh sekeliling kamu.

Mau tidak mau, hal tersebut terbawa sampai kita besar. Setiap kita memiliki suatu keinginan, maka otak kiri kita membatasi dengan bilang : gimana caranya elu mau gitu? Mungkin gitu? Ah nggak bisa ah. Susah kali ngelakuinnya, dan seterusnya. Memang ada bagusnya sih, ‘keliaran’ otak kanan dibatasi oleh otak kiri, kalau nggak, apa jadinya dunia— namun, apa kabar kalau otak kiri membatasi semua hal yang sebenarnya mampu kita lakukan?

Lalu ada satu aktivitas dalam pelatihan yang diikuti kawan saya tersebut. Ceritanya sang trainer menyediakan sebuah batang terbuat dari baja dan gulungan kertas koran. Ia memberi perintah pada peserta untuk mematahkan batang baja tersebut dengan gulungan kertas koran. Jelas saja, semua peserta, termasuk kawan saya ini bilang : Ya nggak mungkiiin laaah. karenanya, ia mensugesti, merubah pemikiran para peserta, atau berusaha untuk melonggarkan batasan si otak kiri.  Sang trainer menyuruh semua berpikir bahwa batang baja tersebut adalah kaca dan koran tersebut besi; ‘kaca’ pasti bisa dihancurkan oleh besi. Begitu terus. Sampai pada akhirnya, ketika dicoba oleh beberapa orang, beneran aja dong, batang bajanya patah! Dicoba oleh beberapa orang, termasuk kawan saya dan seorang anak kecil yang dipilih random dari antara peserta. Berhasil!

….

Saya nggak tahu apa memang ada hokus pokus dalam praktek pada pelatihan tersebut atau tidak, tapi saya percaya bahwa ketika kita mengatakan tidak bisa melakukan sesuatu, maka kita sudah membiarkan otak kiri membatasi diri kita.Sekali-sekali berikan kesempatan pada otak kiri untuk mengikuti otak kanan.

Kalau selama ini otak kanan (dan sekaligus kita) selalu ‘terdiam’ ketika otak kiri membatasi, sekarang biarkan otak kanan membuat anda ingin ikut marathon, triathlon, keluar dari pekerjaan untuk mengerjakan sesuatu yang lebih disuka -tapi kurang prospektif kemudian tinggal di daerah rawan konflik dan dimiskinkan (Been there, done that, dan terbukti saya survive!). Mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Berhenti/mengurangi memakai internet. Melepaskan ketergantungan pada telepon genggam dan sebagainya. Dan otak kiri yang membantu mencari jalan keluarnya. :)

BTW, mendadak keinget, kebetulan  sekitar empat orang yang mengeluh (di status FB dan twitter) bahwa mereka terlalu banyak menghabiskan waktu di depan internet dan berpikir untuk berhenti atau mengurangi pemakaian internet, tapi kemudian mempertanyakan kemampuan diri mereka sendiri : bisa gitu (gue tanpa twitter, chatting, blogwalking, facebook,browsing etc)?

Mmm, coba deh. Omong kosong kalau nggak bisa. Internet doang gitu lho.

Eh, mendadak saya ingat ’saran’ seorang pakar yang pernah ditulis di blog seorang blogger  untuk ‘melepaskan’ ketergantungan/pemikiran yang menganggap uang itu segalanya dengan cara merobek-robek uang anda. Yaaah, bagi saya itu hanya semacam teknik untuk membantu melepaskan pembatasan yang dilakukan oleh otak kiri. Konon kata orang yang sudah melakukan teknik sobek duit ini, mereka merasa menang, terbebas daaan sebagainya. Cuma,saya pribadi sih lebih percaya bahwa (pikiran) manusia itu lebih powerful dari barang.  Masa sih, kayak saya kemarin ingin berhenti nginternet harus menghancurkan laptop, modem serta membakar provider langganan? :D Nggak tau ya, dengan si pakar tersebut dan pengikut-pengikutnya. ;-)

Ditulis di Bandung, 13 November 2009. Masih bertahan tidak ngidupin modem.

UPDATE

Oh ya, ngomong-ngomong soal otak kiri-otak kanan, cuplikan clip di atas itu ‘katanya’ sering digunakan untuk mengetahui, otak sebelah mana yang lebih dominan pada seseorang.  Kalau anda melihat bahwa figur tersebut berputar searah jarum jam, maka otak kanan anda yang dominan, sedangkan kalau berputar berlawanan arah dengan jarum jam, sebaliknya. Saya melihat figur tersebut berputar searah jarum jam, dan mencoba untuk melihatnya sebagai figur yang berputar berlawanan dengan arah jarum jam. Nggak bisa book! :D Sial, kayaknya gara-gara selama ini otak kiri saya ‘jarang dipakai’ deh. :D.

Permisi,  saya harus berlatih lagi, supaya bisa melihat figur penari ini berputar ke segala arah; dengan demikian, fungsi kedua hemisphere saya seimbang! :)

Gimana dengan anda?


21 Comments on “Tantangan Seminggu #tanpainternet? Bisa!”

  1. 1 desty said at 21:46 on November 14th, 2009:

    biasanya setelah memanjakan otak kanan gw,otak kiri gw lalu membuat gw feel guilty. dan akhirnya gw men-cap diri gw sbg org yg mencintai keteraturan dan scheduling..
    btw,is that so bad?

    okke! : er, kalo ga ngerasa ada yang salah sih… er, gpp kali ya? :D

  2. 2 kuke said at 23:30 on November 14th, 2009:

    video-nya udah di skuttt, mbak ^_^ 2x
    pertama berlawanan arah.. ssd itu baru searah dia muternya.. ssd itu berlawanan lagi.. terus searah lagi.. habis..
    pas dicobain ulang.. berlawanan.. searah.. berlawanan sebentar.. ehhh searah lagi terus sampai mo habis.. berlawanan.. searah lagi.. habis deh..

    okke! : gue juga udah bisa kiri-kanan! :D

  3. 3 mandhut said at 04:58 on November 15th, 2009:

    emang yang kemaren terhitung hiatus ya :))

    btw, postingan ini menohok deh :)). tapi thanks ya, memberi inspirasi sekali :D.

    coba ah tes otak kiri otak kanannya :9.

    okke! : hasilnya????

  4. 4 Eka Situmorang-Sir said at 07:14 on November 15th, 2009:

    I’m so otak kiri secara gue perfectionist gitu orangnya :P
    tapi skr sama kayak lu mbak, berusaha menyeimbangkan and I juz did what I’ve been dreaming of for the last 10 years.. yang gue kira gue bakalan mati kalo ngelakuin itu :) ternyata enggak tuh.. and i feel happy about it :) walo banyak yg mencibir hehehe.

    anw… baru sadar memang, disini betapa otak kiri diekspose abis ya…. yang kanan agak dianaktiriin gitu..

    Thanks 4 d article mbak :)
    so nice!

    okke! : thankyou :)

  5. 5 nella said at 07:36 on November 15th, 2009:

    Elo emang otak kanan banget, makanya elu LIAAAARRR…
    huahahahahahha… piiiis!

    okke! : ih, enak aja gue liar. Gue mah..nakal. Dikit. :P

  6. 6 youfy said at 14:33 on November 15th, 2009:

    Jadi otak kita itu harus diseimbangkan kah? atau dipilih salah satunya aja biar fokus ?

    okke! :idealnya sih seimbang atau mendekati seimbang. Kebayang kakunya orang yang otak kiri doang yang berkembang, atau liar dan pemimpinya yang otak kanan doang… :D

  7. 7 Dian ibunya Gaung said at 03:52 on November 16th, 2009:

    kemarin gue ikut talkshow juga… otak kanan & otak kiri. tp buat ngerayu pacar boooo… wakakakakakak… jd kalau mau minta dibeliin tas baru, elus2 deh itu tangan kirinya, sambil merayunya…. yg merespon kan otak kanan…. langsung sip. bungkus!!!! gitu sih kata pembicaranya.

    blm praktek soalnya lagi ga punya pacar. hahahahaha….

    okke! : akan segera kupraktekkan!Tapi bukan buat tas! hihi. Makasih atas rahasianya!

  8. 8 agni giani said at 05:20 on November 16th, 2009:

    sial jg buat saya. sy juga gak bisa melihat dia berputar anti-clockwise. haduuhh pertanda otak kiri saya sudah lemah kah?? huhuhu

    okke! : ah anda hanya kurang berlatih*jawab sotoy* hahaha

  9. 9 soe said at 08:09 on November 16th, 2009:

    Eeeeee!! saya berhasil membolak balik penari saya!! hahahah!! (ga penting!) Abisnya, saya tertantang, gara2 baca info (d U-tube) kalau banyak orang mencoba membalik arah penari, tapi gagal) Jadi ingat motivasi mbak Okke diet internet….hahaha!!
    Nah, caranya : jangan terlalu konsentrasi pada penari, coba baca info (jika membuka video lwt youtube) sambil video tetap d pasang. Coba lihat video hanya dengan sudut mata, konsentrasi tetep pada info. pertama-tama, putaran penari jadi terbolak balik, sampai kita bisa konsentarsi pada pilihan putaran kita. Saya sudah berhasil membalik, dari clockwise, ke anti, trus balik ke clockwise lagi!
    Kesimpulan (ga penting tur ngawur) saya : jangan terlalu terbeban oleh tujuan… jalanin aja, mau otak kanan atau kiri yang aktif, yang penting sehat! hahahah!!!
    btw, salam kenal, ya Mbak, tulisannya keren2!

    okke! : iyaaa,akhirnya gw berhasiiiil juga!

  10. 10 POpi said at 11:16 on November 16th, 2009:

    Sama ke! gw juga searah jarum jam. OOT : sampai saat ini gw masih mengira kalo waktu kecil w kidal, terus dibuat nganan sama nyokap,kan katanya pake kiri gak sopan. Soalnya sampe sekarang gw masih bisa nulis dan ngerjain beberapa hal dengan tangan kiri. Itu artinya otak kanan kiri gw seimbang gak ya? hahaha gak penting gini gw.Tante okke apa kabaar?!

    okke! : serius loe bisa nulis pake tangan kiri? Gue sekarang2 lagi latian aja gitu :D Kabar baik,tante popih van jember! :D

  11. 11 Eva said at 01:10 on November 17th, 2009:

    mba okke… saya juga ngeliat na ko searah jarum jam teruss yah?

    btw, nice posting… klo kata fesbuk : Eva like this :D hihihi

    okke! : konsentrasi deh, atau pake sarannya indy, liatin kakinya. Bisa kok.. :)

  12. 12 nYam said at 23:15 on November 17th, 2009:

    dulu mah sering jalan2 tanpa bawa hp ato hp dimatiin. sengaja. ternyata bisa bikin acara jalan2 lebih menyenangkan.

    skarang mana bisa. bawaannya ngecek rumah mulu. tp seminggu tanpa internet? gampang. keluarin si singer ajah :p

    *yang kmaren ngeces liat singer jadul nan dahsyat…..dan berusaha merayu ownernya untuk menjual….*

    okke! : udah sampe mana bu, les jahitnyaa? :D

  13. 13 ernit said at 03:36 on November 18th, 2009:

    emang bisa ya Mbak, bikin seimbang otak kiri dan kanan? bukannya salah satunya akan selalu dominan dibanding yang lainnya?

    okke! : gw percaya tergantung cara ‘ngelatih’ otak sih, ada kok dosen gw yang kiri-kanannya seimbang :)

  14. 14 indie said at 20:35 on November 18th, 2009:

    Liat aja gerakan kaki nya, pasti bisa liat kaki penarinya ke kiri ato ke kanan=) mbak Okke salut buat tulisannya!! keep it up jeung!!

    okke! : terimakasih, gw ngikutin saranmu dan bisa kiri-kanan! -yay!

  15. 15 Wulan Aquariyanti said at 23:43 on November 18th, 2009:

    days without internet. kepikiran juga setelah mengamati kebiasaan diri sendiri (plus suami) yg sampe bawa laptop ke kasur menjelang tidur. ga sehat. sekarang diminimalisir dg ‘ga boleh bawa laptop ke kasur’ except wiken. mau bener2 cobain yg days without internet, tapi kayanya lebih gampang kl sekalian ‘on vacation’. hihihihi..

    btw thanks link youtubenya. sama mba, searah jarum jam mulu. kayanya otak kiri gw jarang dipakai deh. tapi kl pakai otak kanan kok gw ga bisa nggambar dan kawan-kawannya yg berbau seni yaaa…

    okke! : kalo soal gambar-gambar ma itu skill yang bisa dipelajari dan dilatih ateuh jeung :D

  16. 16 Ade said at 02:29 on November 19th, 2009:

    Iya.. kadang berasa aneh juga, cuman berdua di rumah tapi keduanya sibuk di depan kompie masing2 bukannya ngobrol, malah asyik sendiri2 :-(

    Samaaa, gw juga ga bisa rubah arah euy.. harus berusaha lebih keras kayaknya :-)

    okke! : gue udah bisa dua arah, dan ga kebetulan. Kata kunci : kontrasepsi konsentrasi!

  17. 17 oeoes said at 16:20 on November 20th, 2009:

    setelah melihat videonya berkali kali, kok kadang berputar kekanan dan kekiri ya…!!!gak mesti…!!!!brarti saya termasuk yang mana ya mbak…!!!

    okke! : hahahaha, bisa liat kanan kirinya kebetulan apa nggak? :D

  18. 18 dian said at 06:49 on November 21st, 2009:

    oooooo ternyata ngilang itu karena ini to????
    makanya pas akhir2 ini buka kok ga update, blognya…..
    keren2…..

    okke! : iya, ngilang karena pembuktian ini…makasih, makasih :D

  19. 19 wanda said at 10:21 on November 24th, 2009:

    wah bebas internet itu jadi liburan bgt klo buat saya :)..soalnya kerjaannya disitu..jadi suka bosen bgt..kadang bersyukur klo ISPnya lagi trouble..bisa jalan2 ke mall..alesannya internetnya lagi mati sich..hihi..
    tapi otak kanan kiri saya kayaknya ga seimbang dech..hasilnya kaco..hehe..besok coba lagi ah..great post mbak okke :)

  20. 20 yuli said at 09:38 on November 30th, 2009:

    hahaha…
    gampang mindahin puterannya… :)
    gara2 kidal kli y?
    nice post tuh1 :)

  21. 21 NaiLa said at 14:46 on December 28th, 2009:

    wah, asalnya searah jarum jam..
    trus pas dipelototin, tiba2 ganti arah..
    trus setelah melototin lama-lama, akhirnya jadi nyadar kalo fokusnya ke bagian betis nya ajah..
    mau nganggep si betis lewat depan ato belakang, itu yang ngaruh jadi putarannya..
    hmm, haduh pokoknya gitu deh, susah ngejelasinnya, hahahaha..


Leave a Reply