...hidup adalah taman bermain raksasa yang harus dijelajahi. Jadi, bermainlah!

Memanjakan Pria dengan Artificial Virginity Hymen Kit! :)

Posted: October 22nd, 2009 | Author: sepatumerah | Filed under: catatan kecil |

“Gue bakal ambil  hymen gue trus gue masukin ke dalam wadah air keras, dipitain dan gue kadoin ke cowok itu sambil bilang ‘Situ mau selaput dara? Niiih ambiiil.’ Dan dia gue tinggal.”

Tadi siang, di mobil, saya mendengarkan Nona Ambon Manise ini siaran. Salah satu topik yang dibahas adalah topik yang *kayaknya* lagi banyak dibicarakan :  Artificial Hymen alias selaput dara buatan. Sebenarnya saya sudah mendengar berita ini sejak seminggu yang lalu dari Bapak Isman H Suryaman, beliau  menautkan tweet-nya ke satu artikel di The Jakarta Globe.

Dan atas nama iseng, saya pun memasukkan kata kunci artificial+hymen di google. Keluarlah berderet-deret situs yang memuat kata kunci yang saya masukkan. Atas nama iseng (lagi!) saya telusuri secara acak.

Ada situs gigimo.com, yang ternyata adalah toko tempat menjual sex toy. Artificial Virginity Hymen Kit menjadi salah satu produk yang dijual di sana. Saya tertawa geli membaca deskripsi produknya yang kurang lebih menyatakan bahwa kita (perempuan) tidak perlu kuatir kehilangan keperawanannya, dengan produk ini, kita (perempuan) bisa mendapatkan kembali malam pertamanya kapan saja.

Boook! Berasa kayak pinsil mekanik nggak sih, bisa diisi ulang kalau habis? Atau kalau yang nggak akrab sama pinsil mekanik, kayak air mineral galonan deh. :)) Dan yang bikin saya tambah geli ada petunjuk pemakaiannya : tambahkan erangan dan rintihan — plus gelinjangan lah, biar lengkap istilah bokepnya, maka so called ketidakperawanan kita (perempuan) bisa sukses tak terdeteksi.

Yuk mari.

Lalu, situs selanjutnya adalah situs ini (maaf, saya malas menuliskan nama-nya). Sebenarnya nggak ada hubungannya dengan artificial virginity hymen kit, sih, tapi ini semacam blog penyedia jasa (medis?) perbaikan hymen yang rusak. Kalau di situs gigimo.com saya ketawa-ketawa, di situs/blog ini saya mengernyit-ngernyit, dari posting tentang kenapa operasi perbaikan hymen ini perlu,  bagian testimonial perempuan-perempuan yang katanya pernah memakai jasa perbaikan hymen ini–betapa mereka jadi percaya diri, tidak takut ditinggal pasangan, merasa berharga dan seterusnya. Oh nggak kalah menarik,  sampai ada pendapat ahli agama segala! (ini dan ini). Super konyol. Yang pertama,  kenapa juga masalah ketidakutuhan hymen itu hanya dihubungkan dengan perkara kontak seksual saja?

Saya kira kebanyakan orang sudah ‘melek’ dan tahu bahwa kerusakan hymen dan virginitas tidak bisa selalu dijadikan satu paket. Bahwa bentuk fisik dan kekuatan hymen kita (perempuan) itu berbeda-beda. Ada yang memang sangat rapuh sehingga, ada juga yang super elastis sampai membutuhkan operasi untuk menjebolnya.

Dengan begitu, artinya, rusaknya hymen itu,kan nggak selalu karena kontak seksual?

It can separate when the body is stretched strenuously, as in athletics; it can be separated by inserting a tampon during menstruation or through masturbation; and sometimes it is separated for no apparent reason. (Discovery Health)

Yang pertama, tidak (selalu) ada hubungannya, Cong antara keperawanan dan kelengkapan hymen. Mitos, oy, mitos. Selama belum pernah berhubungan seksual, ya (pasangan situ) masih virgin ;-) Oke, lalu mungkin muncul pertanyaan lanjutan dari para pria, dari mana bisa tahu apakah pasangan sudah pernah berhubungan seksual atau belum? Ih, emang kenapa sih kalau sudah pernah berhubungan seksual? NAH, pertanyaannya dibalik, dari mana kita (perempuan) juga tahu bahwa pasangan prianya sudah berhubungan seksual atau belum? ;-)

Yang kedua, saya menangkap satu kesan bahwa hymen itu super penting. Takut ditinggal, takut dicerai, takut tidak dihargai kalau tidak ‘berdarah’ di malam pertama. Ih, kampret. Betapa tololnya saya yang selama ini menyangka bahwa ‘berdarah-di-malam-pertama-pernikahan-berarti-anda-mendapat-perempuan-baik-baik-congratulation‘ sudah menjadi sebuah mitos thok.

Anyway, mitos hymen -virginitas ini seringnya dihubungkan ke soal agama dan sejenisnya, tapi saya punya hipotesa lain. It’s male ego. Satu kesadaran para pria tentang ‘eksistensi’ dirinya yang ia dapatkan secara kognitif dari dunia (yang patriarki) ini. Bahwa seorang pria memiliki peranan penting. Banyak pria yang memegang teguh standar yang ditetapkan bahkan di lingkungan rumahnya sekali pun.

Keberadaan hymen adalah salah satu hal yang memanjakan male ego mereka. ;-)

Ini terbukti ketika duluuu banget, saya pernah membicarakan perihal hymen-virginitas dengan seseorang yang ‘pro-hymen-utuh’. Kebetulan orang tersebut berjenis male chauvinist pria. Karena setelah dibeberkan fakta-fakta mengenai ‘ketidaknyambungan’ mitos hymen-virginitas pun masih kekeuh-jumekeuh, akhirnya saya bilang “Kalau pasangan situ sudah pernah berhubungan seksual kenapa sih?”

Uhm, semacam salah nanya si saya. Pertanyaan itu jelas memancing masalah menjadi melebar ke mana-mana menjauhi topik utamanya, yaitu mitos hymen-virginitas. Dia jadi menceramahi saya soal agama. Haramnya berhubungan seksual pra nikah etc-etc-etc. Saya memilih untuk menutup mulut, karena takutnya kalau ‘bunyi’ lagi semakin panjang nggak selesai-selesai.

Tapi ada satu kalimat yang membenarkan hipotesa saya. Dia bilang “Hymen itu penanda bahwa seorang perempuan masih suci” dan “Lagian siapa mau sih dengan perempuan bekas orang lain. ”

Makanya mereka butuh hymen untuk menjadi parameter ‘kehebatan’-nya. Begitu hymen nggak ada, ia merasa nggak penting — karena bukan satu-satunya yang menaklukkan perempuan/pasangannya. Merasa nggak keren gitu ganti. Tee-hee. :D

(Dan pria tersebut membelokkan topik ketika saya bilang “Yah, seharusnya cowok juga punya selaput jaka ya, supaya perempuan juga tau cowok masih suci atau sudah bekas orang lain.” Deuuuh…)

Anyway, dengan terbentuknya pendapat yang overrated soal hymen ini sialnya menjadi mitos yang menyudutkan perempuan, perempuan tak ber-hymen utuh, bukan perempuan baik-baik-lah, apa-lah. Perempuan dinilai hanya sejauh hymen (apa kabar brain, beauty, behaviour and boobs,ya? Oh itu mah pemilihan ratu-ratuan deng).Padahal, duuuh, perempuan secara utuh itu jauuuuuh lebih berharga dari selembar selaput.

Oh ya, gara-gara siaran Nona Ambon itu, saya jadi mengobrol berandai-andai tak tentu arah dengan seorang teman. Topiknya, gimana kalau dihadapkan dengan seorang pria yang memuja hymen. Saya ngakak berat ketika dia bilang, “Kalo ada yang nganggep hymen lebih penting dari gue, “Gue bakal ambil  hymen gue trus gue masukin ke dalam wadah air keras, dipitain dan gue kadoin ke cowok itu sambil bilang ‘Situ mau selaput dara? Niiih ambiiil.’ Dan dia gue tinggal.”  :D *maaf, teman saya kalau ngomong bocor. :D *

Balik lagi ke soal Artificial Virginity Hymen Kit ini, kalau disuruh berpendapat setuju-nggak setuju, jelas saya nggak setuju, karena itu berarti mengamini bahwa perempuan itu seharga selembar selaput, kalau di situs gigimo.com sih harganya RM 139.65 — eh enggak deng, sudah dikorting jadi RM 104.65. Nggak deh ya.

Tapi, alat ini harus saya akui, sangat bagus untuk memanjakan male ego. Membuat pria-pria merasa keren. Fungsinya sebelas dua-belas lah dengan fake orgasm dan kegel. :D

BONUS! : Kalau ada yang penasaran dengan bentuk hymen, bisa dilihat di hymen gallery ini, silahkan. (Peringatan : situs ini berisi gambar-gambar eksplisit, yang tidak siap mental jangan, tapi yang doyan, ya monggo lanjutkan.)



40 Comments on “Memanjakan Pria dengan Artificial Virginity Hymen Kit! :)”

  1. 1 uthie said at 13:32 on October 22nd, 2009:

    iya, aku juga mikir: emang kepuasan harus dibuktikan dengan ‘berdarah’ ya?

    Gue bakal ambil hymen gue trus gue masukin ke dalam wadah air keras, dipitain dan gue kadoin ke cowok itu sambil bilang ‘Situ mau selaput dara? Niiih ambiiil.

    LIKE THIS!

    okke! : Kepuasan dengan berdarah? kok gw jadi rada serem ya dengernya, arahnya lain bok, semacam pakai pecut atau silet gitu? :D

  2. 2 anggun said at 17:34 on October 22nd, 2009:

    blogwalking dari… dari mana ya saya tadi hehe.. menarik sekali nih. seandainya semua perempuan bisa seberani ini dan semua lelaki bisa seterbuka ini.

    okke! : :)

  3. 3 JJ said at 17:49 on October 22nd, 2009:

    Sumpah gue cinta tulisan lo yang ini!

    okke! : Jadi berapa juta itu buat mengoperasi rekonstruksi hymen? udah turun lagi si pak dokter? :))

  4. 4 Shasya Pashatama said at 00:41 on October 23rd, 2009:

    Anjiiiisss perempuan bekas, hahaha. Betul, male ego. Sembari mereka juga seringnya ga tau apa yang diperdebatkan.

    okke! : Haha, perempuan bekas, bahasanya itu loh :))

  5. 5 kuke said at 03:10 on October 23rd, 2009:

    like thisssss…

    ahhh, skut sajalah klo hari gini pria2 pmuja hymen msh brkmbang biak :P
    dan skut lah itu pria yg rela kasih label perempuan bekas :)
    masa hymen sh yg jd pnnda? kulit enggak? lip enggak?
    **jd bayangin.. yg tega blg bgtu emang untouchable??

    okke! : Skut ajalah…. :)) *masih berusaha membiasakan pemakaian kata ’skuut’.*

    skuuuttt..

  6. 6 yunita said at 10:18 on October 23rd, 2009:

    tulisan ini…oh_so_good bangeeeeeettttttttt
    keren banget dah…hehehehe

    okke! : :)

  7. 7 Teppy said at 17:58 on October 24th, 2009:

    dan lagi2 ya bok… masih aja ada yang mikir keperawanan buat ngukur nilai/kualitas perempuan… lah itu laki2 yang perjaka hare gene juga bs diitung pake jari nggak pernah dipersoalin…

    anyway, gue suka banget posting loe ini, cuma NGILU juga ya bok bacanya, HUAHAHAHA

    okke! : mungkin akibat elu bukan baca, tapi memvisualisasikan… :D

  8. 8 ika said at 09:46 on October 25th, 2009:

    Ika menyukai ini

    seorang teman saya bhkan menuliskan ‘hati2 tertipu,wahai pejantan’ dibwh artikel ttg itu yg ia tautkan di fb. Benar-benar male ego.

    okke! : ‘hati2 wahai pejantan, anda dapat yang palsu?’ :))

  9. 9 Cely said at 02:22 on October 26th, 2009:

    setuju..semua ttg selaput ini sumbernya hanya male ego..hehe..

    okke! : hehehe…. :D apalagi kalo bukan itu….

  10. 10 pringadi said at 15:16 on October 26th, 2009:

    aku juga geli sama yang promosi yang buatan-buatan itu…

    sensasi yang didapat dari merenggut keperawanan (bahasa kasarnya begitu)
    bukan pada memecahkan selaput daranya

    tetapi ekspresi cinta sang wanita yang melakukan penyerahan diri secara utuh kepada sang laki-laki

    okke! : Quote nih ya “sensasi yang didapat dari merenggut keperawanan (bahasa kasarnya begitu)
    bukan pada memecahkan selaput daranya tetapi ekspresi cinta sang wanita yang melakukan penyerahan diri secara utuh kepada sang laki-laki”

    Hm, it still sounds like…sorryyy, pemanjaan male’s ego juga… :) Ada sensasi ketika menjadi yang ‘pertama’, mungkin merasa penting? I dunno…

  11. 11 JJ said at 18:45 on October 27th, 2009:

    “…ekspresi cinta sang wanita yang melakukan penyerahan diri secara utuh kepada sang laki-laki”

    Atau bisa juga,

    Ekspresi cinta sang wanita yang rela mengeluarkan banyak uang demi menyenangkan sang laki-laki. Huahahahaha.

    BTW, tetep kurang fair ah jatuhnya, wanitanya menyerahkan diri secara utuh, nah lakinya? :-D

    Tentang pertanyaan lo, negosiasi masih terus berlanjut. Tunggu tanggal mainnya!

  12. 12 arhcamt said at 05:08 on October 28th, 2009:

    “Dan yang bikin saya tambah geli ada petunjuk pemakaiannya : tambahkan erangan dan rintihan — plus gelinjangan lah, biar lengkap istilah bokepnya.”

    terima kasih telah membuat hari saya begitu berwarna. wakakaka.

    “Padahal, duuuh, perempuan secara utuh itu jauuuuuh lebih berharga dari selembar selaput.”

    setujuuu! sy msh ga ngerti deh org2 (pria2) yg masih aja menjadikan itu parameter ‘kesucian’. o_O memang pria itu makhluk yg egois. trus ga mau ngaku pula kalo egois. bener2 deh. bikin malu. (sy pria. haha.)

    okke!: Pria sendiri gini yang ngomong gitu :))

  13. 13 reno said at 10:03 on October 29th, 2009:

    hai okke, seru gaya nulisnya.
    jadi dapat disimpulkan, cewek tuh mahluk cerdas penipu ulung, sementara cowok mahluk yang percaya kalau dirinya cerdas dan memakan semua umpan tipuan kaum dara.
    bencong juga rame2 pasang hymen aja gitu :)) dan para pejantan penuntut dijamin ga bakal bisa bedain mana cewek bekas mana jejadian.

    okke! : Perkara hymen, tipu menipu ga bakal ada kalo hymen ga dijadiin ‘barang’ keramat, kok. :P Tapi ya gapapa lah, yang ditipu juga seneng karena merasa cerdas, ya gak? :P

  14. 14 ahmad f said at 10:07 on October 29th, 2009:

    tambah pengetahun jadinya makasih ya

    okke! : sama-sama… :)

  15. 15 dini said at 10:15 on October 29th, 2009:

    hu uh klo cuma hymen nti nti bakal gw pitain yang cantik trus gw kadoin, mang mo berapa banyak, seru jg neh artikel…thank u

    okke! : Emang satu orang bisa berapa banyak? :)) sama-sama…

  16. 16 achie said at 03:14 on October 30th, 2009:

    apa kabar orang yg kecelakaan terus hymen-nya sobek?
    itu kan bukan mau dia.
    hahah lelaki.. lelaki. giliran ditanya masih perjaka apa nggak ga mau ngaku, tapi nuntut perempuan harus perawan. :D

    okke! : :)

  17. 17 mimi said at 04:45 on October 30th, 2009:

    hahay….. ok bgt deh Ke….
    ^_^

  18. 18 ichi said at 14:42 on October 30th, 2009:

    So trueee… aku jadi penasaran de sama siapa dan darimana muncul ide tentang hymen sebagai bagian penting dalam nentuin perawan ga perawan.

    Moreover, apa yaa fungsi selaput dara?? Kalo kata wikipedia, selaput dara ga punya fungsi anatomi yang diketahui… nah loh, what’s so important about that gitu yaa jadinya?? hilang pun gpp gitu..

    okke! : duh, dulu pernah baca artikel di internet tentang mitos ini, awalnya abad-abad 17 - 18 gitu deh, kalo ga salah di Eropa, ceritanya tapi gw cuma samar2 ingetnya, jadi ga mau gw tulis ah, ntar salah. Cuma gw baru aja coba googling, tapi ga nemu, ga inget pula dulu pake kata kunci apa.

  19. 19 ael said at 03:15 on October 31st, 2009:

    hah? ada gitu ya?

    (idiot) *baru ngerti

    hoooh

    okke!: ngerti apaan?Artificial hymen kits ini? Ada ternyata, yang enggak-enggak aja ya? :))

  20. 20 T.R. Dewi said at 09:34 on October 31st, 2009:

    Rasanya wajar kalau manusia ingin mendapat yang baru. Contohnya pada saat mau beli buku. Orang cenderung memilih buku yang masih dalam plastik. Kalau yang sudah terbuka, walaupun masih dalam kondisi baik, rasanya seperti ‘bekas’ karena sudah dipegang orang lain. Sensasi merobek plastik pembungkus buku itu yang dicari. Ini pengalaman saya bekerja di toko buku. Nah, pria-pria yang memutlakkan keperawanan demi ego, menurut saya, menganggap wanita = barang. Sedangkan wanita yang mau memakai artificial virginity hymen kit karena takut ditinggal pasangannya, menurut saya, menganggap dirinya = barang. Mau?

    okke! : Er, gue sih ogah dianggep barang :D

  21. 21 Yudex said at 02:28 on November 1st, 2009:

    Kog gw sbg co’ g mentingin virginitas hanya diliat dri selaput dara.
    Ngaca k pribadinya sndri2 aja. Dunia memang g adil,tpi Tuhan Maha Adil. Suami yg baik hanya utk istri yg baik,bgtu juga sbaliknya.

    Setpoint: Introspeksi diri

    okke: :)

  22. 22 gibran bungo said at 21:10 on November 1st, 2009:

    klo menurut hemat saya,tidak semua kerusakan hymen dan virginitas yg tidak bisa selalu dijadikan satu bentuk alasan kebutuhan awal dimalam pertama saja dan sebaliknya. Bahwa bentuk fisik dan kekuatan hymen (perempuan) sangat bermacam-macam jenis hymen nya..saya sbg cowok tidak melihat ataupun menilai bahwa virginitas (hymen perempuan) hanya diliat dri selaput daranya saja kok..
    tetapi bagaimana cara kita bisa menerima keadaan serta kenyataan dari seorangnya tersebut..demikian menurut pandangan saya, terima kasih.

    okke! : we need more men like you, I guess.

  23. 23 bejo the lucky said at 05:24 on November 5th, 2009:

    mang kenapa dengan Kegel ?

    okke! : nggak kenapa-kenapa, dia baik-baik aja. :D

  24. 24 Penikmat Perawan said at 08:26 on November 5th, 2009:

    Yang Pasti hymen itu segel buatan sang Maha Pencipta, La wong kalo beli air mineral saja kalo segelnya rusak, Perusahaan menganjurkan jangan diterima. Itu baru segel itu buatan Manusia loh??? Gimana dengan segel buatan Yang Maha Kuasa???? Logika apalagi yang akan kalian sampaikan???

    okke!: Hymen adalah mucous membrane yang menutupi seluruh/sebagian ‘pintu masuk’ luar vagina yang bisa rusak karena banyak hal — dan bukan dari penetrasi penis saja. Logikanya sih, hymen itu ga bisa jadi segel yang menjamin pernah/tidaknya perempuan berhubungan seksual,kalee. Gimana sih lo? Udah jelas-jelas gue sebutin di entri ini, diulang lagi. Hehehe :)) ‘Segel’ yang paling bener sih bukan dari hymen, tapi dari hati. :P

    Udah menikmati berapa banyak hymen,Penikmat Perawan? Hihihi, pis ah!

  25. 25 nella said at 14:28 on November 5th, 2009:

    suka sama jawaban lo buat komen sebelum gue:

    ‘Segel’ yang paling bener sih bukan dari hymen, tapi dari hati. :P

    Kalo segelnya dari hymen, ya pantes aja ada kasus bikin segel palsu. :))

  26. 26 Wirawan Winarto said at 14:18 on November 6th, 2009:

    emang rasanya beda ya?
    belum pernah mengalami sih.

  27. 27 V said at 14:56 on November 9th, 2009:

    tambahkan erangan dan rintihan — plus gelinjangan lah, biar lengkap istilah bokepnya, maka so called ketidakperawanan kita (perempuan) bisa sukses tak terdeteksi.

    wakakakak.. teman gw, cowok bilang gini ” Kita tahu lagi mana yang erangan asli mana yang gak..”

    gubraks!

    Ato harus ada produk baru lengkap dengan mode suara?

    Ah ada2 aja produk jaman sekarang…

  28. 28 Shasya Pashatama said at 09:57 on November 10th, 2009:

    @ Wirawan : ah sama aja kok… ga ada bedanyaaaaaaaa

  29. 29 gabrielle said at 00:33 on November 13th, 2009:

    hihi, ini baru baca tan. And oh I can’t agree more :D i love it. a beautiful posting it is!

  30. 30 agni giani said at 02:00 on November 13th, 2009:

    waaw..stunned saya bacanya….
    saya kira, org2 skrng udah jauh lebih pintar. jadi pada tau dong, its not all about hymen. apalagi klo menyangkut maslaah virginitas…
    klo msh ada pria yg tetep keukeuh, ya sudah tinggalkan saja, berarti otaknya dia dangkal…as simple as it is ;D

  31. 31 Vivienne said at 23:01 on November 15th, 2009:

    Yup, saya setuju sekali dengan artikel ini. Keperawanan emang ga bisa dinilai dari hymen doang, gw kenal kok para wanita yang gw kenal yang selaputnya robek bukan karena penetrasi. Dan itu dia juga, para lelaki dengan egonya yang masih pusing dengan selaput dara, dan akan meragukan si wanita kalau ga ada ‘darah’ (hasil diskusi dengan spesies pria).
    Hasil diskusi gw dengan teman” wanita gw, kalau ada cowok yang kayak gitu siiih… males banget deh, mending ditinggal. Yang penting itu kan orangnya bukan selaputnya, capee deeehhh…. itu bukti bahwa mereka ga sayang lo apa adanya, so buat apa dipusingin? :D

  32. 32 bistok said at 16:33 on November 16th, 2009:

    gw setuju selaput dara itu ga bs dijadikan penanda keperawanan atau tidak. tapi gw tetap memandang keperawanan/keperjakan sebagai isu yg penting, sama seperti beli barang, barang baru atau bekas. kalau bekas ya jujur, kalo baru ya jujur.
    dan buat gw, keperawanan bukan masalah ego pria, tapi masalah kejujuran antar pasangan.

  33. 33 Dez said at 03:34 on November 18th, 2009:

    Mungkin lucu ya.. Kalo artificial hymen bisa dipasang di lobang idung…

  34. 34 ernit said at 04:03 on November 18th, 2009:

    ihiy, sekadar blog walking…ternyata dapet bacaan ’seru’ :p

    gw setuju bangetlah kl cowok yg masih mempermasalahkan keutuhan hymen dianggap cowok egois. karena hymen tuh rusak bukan cuma karena intercourse aja kok. olah raga juga bisa merusak… trus kl kenyataannya kayak gitu, apa semua atlet perempuan akan dianggap gak virgin walau mereka kehilangan hymen karena profesinya?

  35. 35 Rudi said at 07:25 on December 16th, 2009:

    Gw merasa ketinggalan banget waktu baca tulisan loe. Salut dan gw bangga. Ternyata sekarang udah banyak para wanita yang berani menyuarakan dan bicara secara terbuka tentang yang satu ini. Jujur, gw pernah merasa sendiri waktu gw bicara tentang gak begitu pentingnya sebuah keperawanan. Banyak teman2 yang mengutuk gw. He….he….he. Nasib……nasib. Celakanya lagi, teman2 cewe pada diam. Mungkin takut dibilang sudah gak perawan lagi kali ya…. Or takut dikira penganut sek bebas. Makanya, waktu baca tulisan loe, gw bangga. Oya kontak gw donk di mail gw. Gw perlu kawan buat diskusi lebih lanjut.

  36. 36 vie said at 06:16 on December 21st, 2009:

    gosh… andai keluarga gw, pasangan gw, dan keluarganya pasangan gw bisa punya perspektif dan pikiran yg terbuka kayak gini.
    imo, suka ga suka, mitos ini udah membaur kedalam norma yg udah mendarah daging di sebagian besar masyarakat kita *sigh*

  37. 37 Didi said at 07:41 on January 13th, 2010:

    Nice article. I love it. Yeah, gak adil banget buat cewenya kalo cewe cuma dinilai dari virginitasnya. Terus gimana kita bisa tau kalo cowok itu masih virgin? Emang cuma cowok aja yg punya hak untuk mendapatkan kebebasan seksual? Gak adil bgt dah… What a male chauvinist pig scenario.. tapi gpp jg sih, buat cewe yg udah gak virgin cari aja cowo yg terima kamu apa adanya dan bisa bersikap ‘adil’ plus gak munafik.

  38. 38 silvia arnie said at 12:15 on January 27th, 2010:

    Huahahahaha. nice one! Kenapa jugaa keperawanan selalu dipertanyakan dan keperjakaan gak pernah dibahas? Not fair, huh?

  39. 39 Bitch, The said at 22:09 on January 30th, 2010:

    duh, Pak Penikmat Perawan. itu argumen basi sekali, jaman2 Kyai Aa’ belum berbini dua. walaupun penyampaian sampean banyak dipenggal dari ceramah utuh sang Aa’.

    tapi komen temen teteh yg bocor hampir sama ama scene di novelnya Ayu Utami (yg saya lupa antara Saman atau Larung) yg saya demen bangeut. waktu Shakuntala ngomongin hymen, dia bilang dia bakal robek tu selaput pakek sendok teh. terusannya saya lupa :P

    tapi buat para pemuja hymen yah… sorry to say. mending kalo dangkal otaknya. ini mah tipiiiis, setipis hymen yg rata2 cuma beberapa mili itu. come on, guys! grow up!

  40. 40 rasty said at 10:22 on February 9th, 2010:

    aihh…gw bangga bgt bca ni artikel..kereeenn…sterotip bgt org2 yg muja2 hymen….n setau gw…ce2 yg gag bdarah wktu MP itu bsa jg krn kturunan (genetik factor)…hmmm…ayoo buka mata para priaaa!!!!!!!buka hatii!!!!


Leave a Reply