Dua Kali Ulang Tahun

…membawa cake, atau hadiah
atau mungkin membawa diri saja
(…dipitain. Haha.
Maaf, fantasi yang kinky, lupakan). Menciummu…

Aku mengetuk pintu kamar kost itu. Di tanganku terdapat sebuah cake ulang tahun seadanya, yang dibuat oleh seorang amatiran, alias aku. Di atasnya kutancapkan lilin sejumlah usiamu, sudah kunyalakan sedari tadi. Angin hari ini cukup kuat, lidah api pada sumbu lilin bergerak-gerak, meliuk-liuk tertiup. Aku takut lilin-lilin ini mati, sebelum kau tiup.

Selama beberapa saat tidak terdengar sahutan. Mungkin kau masih tidur. Tapi aku gigih, terus mengetuk. Kau berulang tahun dan aku sudah bersusah payah membuat cake tak jelas bentuknya ini buatmu. Kau. Harus. Bangun. Titik.

Tanggal tiga april dua ribu sembilan. Pukul sebelas tiga puluh dua. Aku mengantuk berat, padahal aku masih harus menanti pergantian hari yang baru terjadi dua puluh delapan menit ke depan. Salahkan aku yang terlalu banyak beraktivitas hari ini; soalnya, biasanya, jam segini itu, aku masih segar bugar.

Aku jadi ingat, setahun yang lalu, aku pun menunggu jam dua pagi. Kenapa jam dua pagi? Karena pergantian hari di tempatmu dua jam lebih lambat dari waktu di tempatku. Tapi sial, saat itu pun aku kecapaian, belum lagi mencapai jam dua belas, aku sudah tidur cantik berbalut sleeping bag dengan sukses.

Dan aku hanya bisa mengirimimu SMS pagi-pagi. Bukan telepon, karena kredit pulsaku sekarat dan aku bokek. Menyedihkan.

Akhirnya, pada sebelas tiga puluh lima, dengan tidak sabar —sekaligus takut ketiduran— aku mendial nomor yang sudah kuhafal. Terdengar nada sambung, lalu, suaramu.

“Udah tidur?” tanyaku.
“Belum… baru aja mau tidur.”
“Ngantuk?”
“Mayan. lo?”
“Sama. Tapi lo nggak boleh tidur.” kataku.
“Kenapa?”
“Karena, gue pingin ngucapin met ulang tahun.”
“Besok aja kan bisa?”
“Nggak mau ah, mau sekarang, supaya gue jadi orang pertama yang ngucapin met ulang tahun buat lo.”

Aku mendengar tawamu. Ya,ya,ya, aku tahu, aku terdengar konyol. Bak anak SMA saja, yang ingin menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun buat orang paling istimewa dalam hidupnya *anjiiis.*

Dan kita pun mengobrol. Aku nggak sadar sudah berceloteh apa saja. Sumpah. Sepertinya aku sudah dalam kondisi tidak sadar, saking mengantuknya.

Akhirnya, alarm arlojiku berbunyi, menandakan pergantian hari telah terjadi.

“Selamat ulang tahun…” kataku.

Lalu aku diam, bingung mau bilang apa.

Begitulah.

Lalu, kau tahu, seharian ini, aku memikirkan kau. Sudah dua kali ulang tahun berjauhan. Seandainya aku bisa bertemu kau saat kau berulangtahun, tentu semuanya jadi lebih mudah kan? Aku bisa melaksanakan kejutan standar, datang ke tempat tinggalmu, membawa cake, atau hadiah atau mungkin membawa diri saja (…dipitain. Haha. Maaf, fantasi yang kinky, lupakan). Menciummu. Mengucapkan selamat ulang tahun.

….


Sejurus kemudian, pintu terbuka. Kau di sana, berdiri dengan mata bengkak dan muka mengantuk. Kesadaranmu belum berpulang sepenuhnya.

“Selamat Ulang tahun, Sayang.” Dan aku pun menyodorkan cake tersebut ke depan wajah bantal-mu.

Kau tiup. Lilin mati.

Aku mendekatkan wajah untuk menciummu. Kau masih bau naga. Kutak peduli. La..la..la :D

Selamat Ulang Tahun, Tjintah.

Kiss, kiss,
Okke!

PS: Ini hadiah untukmu.

4 Responses to “Dua Kali Ulang Tahun”

  1. wiesty Says:

    selamat ultah juga buat tjintah-nya mbak okke ;)

    okke!: terima kasih, wiesty. Katanya... mungkin... hehehe

  2. Ade Says:

    So sweet.. suit.. suit.. :mrgreen:

    okke! : prikitiiw...:P

  3. nella Says:

    awww… awwww…
    Tapi kenapa hadiahnya video dansa aneh gitu sih?

    okke! : hanya gue dan dia yang tahu.. TSAH!

  4. Obey Says:

    giung nikmat si ente kagkagkag met ultah juga ya buat tjintanya mbak okke dari surayah-suribu-kay kehkehkeh

    okke! : deeeuh… ya biar ateeeuh hihihih… :D

Leave a Reply