25
Posted: February 5th, 2009 | Author: sepatumerah | Filed under: catatan kecil, keseharian |Sudah, tidak perlu mengklik halaman ‘tentang’ blog ini untuk melihat tahun lahir saya, karena angka pada judul entri yang sekarang JELAS BUKAN umur saya. :D
25 adalah judul dari permainan tag-tagan random facts-apa-lah-about-you yang tampaknya musim lagi. Ya gitu deh, kalau terkena tag, wajib melakukan hal yang sama, menuliskan 25 butir fakta acak tentang dirimu. Tadi saya blogwalking ke beberapa blog dan menemukan entri-entri berjudul 25 ini.
Saya heran deh, beberapa bulan yang lalu, sudah pernah ‘musim’ yang mirip plek seperti ini, bedanya yang waktu itu cuma sepuluh poin. Dan sebagai informasi, sekitar tahun 2001-2002 kalau nggak salah, saya pernah bikin sampai seratus poin, gara-gara melihat entri berjudul ‘100 random-facts about me.’ di blog Nita-nya Enda —yang ternyata juga terinspirasi dari blog orang lain. Tapi waktu itu belum jamannya tag-tagan, blog yang menjadi inspirasinya nita, tidak menge-tag siapa pun, dan nita juga tidak menge-tag siapa pun. (Membuktikan bahwa tema ini, mau 10 random facts, 25 kek, idenya sudah basi. Cari yang lain, napa? Misalnya 10 fantasi seksual, kek. Atau 10 perbuatan kriminal kecil maupun besar yang pernah kau lakukan.Atau apalah. Hehe.)
Anyway, saya sendiri kena tag. Baik yang sepuluh poin beberapa bulan yang lalu, maupun yang dua puluh lima poin. Sebenarnya ada beberapa kali lagi, tapi waktu itu saya (pura-pura) nggak tahu, biar lah, nggak kenal orang yang nge-tagnya ini. Nah, yang sepuluh dan yang dua puluh lima saya kenal.
Dan saya melakukannya, padahal saya tidak mau. Alasannya sederhana; nggak enak, karena tidak meneruskan tongkat estafet dari teman yang saya kenal. (Iya, saya tahu, terdengar bodoh sekali.)
Balik lagi, saya membaca beberapa entri berjudul 25 ini, serta mengikuti tautan-tautannya. Lalu, bertanya-tanya, apa mereka semua melakukannya dengan sukarela? Atau hanya karena kena tag? ;-)
Kebanyakan orang-orang yang saya kenal nggak suka kena tag. Alasan mereka sih macam-macam; ada yang bilang karena mereka tidak suka mengedel-edel cerita pribadi dan mempermalukan diri di depan publik
(yang mana saya heran, sepuluh atau dua puluh lima random-facts-apa-lah-itu, kan nggak kudu memasukkan masalah pribadi? Plis deh*, Ngapain juga kau tulis ‘Saya selalu mangap dan ngeces saat tidur’ atau ‘Hubungan saya dengan si pacar sedang kacau.’ kalau kau bisa bilang : ‘saya perempuan’. Atau : ‘Saya ke kampus naik angkot’).
Mereka bilang, semua yang mengepost ini, nggak punya ide lain buat ditulis. Malah ada yang bilang, nggak kreatif, jadi ikut-ikutaaan aja. Nuruuut aja. Dan mereka bukan sejenis orang seperti itu.
(Untuk ‘nggak punya ide lain buat ditulis’, saya nggak tau ya. Tapi untuk ‘nggak kreatif’, saya nggak percaya alasan ini. Karena entri 25 tersebut bakal ditampilkan dan dibaca orang banyak, saya yakin, para blogger yang kena tag pasti berusaha untuk membuat poin-poin ‘PR’nya se-impresif mungkin, dari semua entri yang saya baca, nggak ada tuh, yang cuma menulis : (1.) Nama saya B (2.) tinggal di Jakarta (3) kerja sebagai karyawan bank, doang. Pasti mereka menambahkan bumbu-bumbu ini dan itu. Banyak banget yang menuliskannya dengan cara yang bagi saya kreatif — ada yang lucu, ada juga yang agak belagu-malesin. Haha.)
Atau ada juga yang bilang bahwa ini buang waktu banget, yang ikutan permainan ini nggak punya kerjaan.
(Ya emang time-consuming. Beda-beda tipis lah sama pet society :D. )
Ada yang alasannya, tidak suka disuruh-suruh. Nah ini sekaligus juga, alasan saya banget.
Ajaibnya, seperti yang sudah saya sebutkan, biar pun saya nggak suka setengah mati karena ‘disuruh’ mengerjakan PR, tapi setiap kena tag, saya selalu menyempatkan diri melakukannya. Rasanya ada beban kewajiban untuk melakukan hal yang sama. Beuh.
Maka, saya pun menulis poin-poin random-facts-about-me se-umum mungkin. Tapi sambil sebel. Sewaktu kemarin terkena tag 25 ini, saya mengerjakannya bahkan sambil ngedumel dan memasukkan poin yang kurang lebih berisi ‘saya nggak suka kena tag.’ (Tapi tetap, saya buat sampai 25 dan saya tag 25 orang. Geblek.)
Lalu ada seorang teman (yang saya tag) bilang : sori, ya, gue ga mau ngerjain ini. Ga suka disuruh-suruh.
Tiba-tiba saya terpikir, ih iya ya? Kalau memang pada dasarnya nggak mau, nggak suka, kenapa juga nggak nolak seperti teman saya?
Ini retoris. Nggak usah mencoba (membantu) menjawab. Saya sudah punya jawabannya : karena nggak enak sama teman.
Padahal inti dari tag-tag-an ini kan sebenarnya permainan, yang –seperti jenis-jenis permainan lain– seharusnya dilakukan dengan senang. Begitu ada rasa terpaksa, apalagi kalau dilakukan sambil misuh-misuh, esensi ‘bermain’nya jadi hilang.
Yah, sama seperti monopoli, scrabble, halma, ludo, ular-tangga, catur *hayo, ada yang nggak kenal permainan ini?* — semuanya itu permainan yang diciptakan untuk menimbulkan perasaan (berkompetisi) yang menyenangkan bagi setiap peserta.Tapi, itu hanya terjadi, selama para pemain tidak merasa terpaksa memainkannya.
Seharusnya saya mengambil sikap seperti ini : kalau mau melakukannya ya mau, kalau nggak ya nggak. Jangan mau yang enggak-enggak. :D
Oh ya, saya sudah menghapus note yang berisi tulisan 25 random-facts-apalah. Hehe. Pengen aja.
BTW, saya ga suka kena tag, tapi saya suka nge-tag (Bisa dibaca, saya nggak suka disuruh-suruh, tapi suka nyuruh-nyuruh. *halah*).
Apalagi kalau yang memulai topiknya saya :D Hehe. Saya pernah melakukan itu dan dua-duanya menyebar. Saya jadi mikir, semua orang yang kena tag, malas nggak ya? Kalau iya, ya maaf dang ding dong! ;-)
Jadi, anda, senang kena tag tidaaak? Alasannyaaa?
*Kalo ‘Plis deh’, masih musim nggak sih?



seperti bulletin boardnya friendster.. gak pake tag2an dan sukarela ajah siapa yg mo mengestafetkan sekian pertanyaan yg benernya itu2 ajah…. buat gue mah lucu2an ajah, sometimes it’s fun kok.
tapi yah namanya juga permainan, suka-suka orang lah, yang gak suka gak usah nyela yang suka, yang suka ya jangan protes kalo ada yang gak suka. ya toh?
Emang sebenernya suka-suka,Ini cuma permainan,kan? Dan siapa pun yang seneng dan ga seneng juga suka-suka. (dan kata gue kalo mau saling nyela juga suka-suka.:D Bebas aja ateuuh.)
Yang ganggu gue sampai akhirnya gue bikin tulisan ini, sebagai orang yang ga suka ‘disuruh-suruh’, seharusnya gue nolak ;-) Rasa ‘ga enak’ karena ditag secara khusus, bikin gue ngelakuinnya dengan kepaksa. Pada akhirnya, bikin gue mikir, ‘lah? kalo ga suka, ngapain gue lakuin? kalo ga ngelakuin dipotong gaji atau dapat warning slip juga enggak..’
Parsetan do, sonde ada karja ko?
JJ karmana o0o… Hehhehe…
Heeiii, talalu makan puji Nyong So’e ni :P
Oh ya, lu jang tanya beta. Be son mau ikut-ikutan, na.
buat gua sech.. kalo suka yach silakan buat… kalo ga ya ga usa… masalah tag2an kan itu bisa2an si fesbuknya aja… hahahahaha…
eh.. tapi… 10 perbuatan kriminal boleh juga tuch.. wakakakakak….
gue juga ga suka kena tag dan ga pernah gue kerjain. Ngapain? Kalo elo mah, pada dasarnya elo emang susah buat bilang ‘Nggak’ kan? Makanya sering dimanfaatin orang *dumdidum*
gue juga males kena tag..males ngerjainnya, hahaha.
ada juga yg ngumpulin facts-i-DONT-want-to-know-about-you :P
memang ada yg adem ayem, ada yg blak2an.. baik yg bikin, mau pun yg baca..