Apaa? Menulis Jujuur?
Sayang, tadi siang, saya membaca entri di blog seseorang,lho. Terus, entri itu membuat saya terus menerus berpikir. Eh, saya nggak online lama-lama kok, lha wong niat saya cuma online kilat, mengecek satu kiriman penting via e-mail. Sumpah.
Ehm, iya sempet blogwalking. Dikiiit kok. Ih, bukannya saya nggak disiplin, kan sambil menunggu log in.
Ih, kau mau dengar cerita saya nggak sih, Sayang? Makanya diem dong. Bawel bener.
Sebenarnya sih bukan isi entrinya yang panjang sepanjang-panjangnya, tapi hanya satu kalimat dari sekian banyak karakter yang ada di sana (yang kebetulan tertangkap dari hasil membaca sekilas). Menulis itu harus jujur.
Jujur. JUJUR! Bukan Bujur. Ih. Kamu nih.
Pokoknya intinya, menulis itu harus jujur –dan bukan bujur- dari hati.