13 Tahun

Rasanya, bagi kami 13 tahun yang lalu, kehidupan itu menyebalkan. Masuk kuliah, tugas-tugas-tugas yang minta ampun banyaknya memaksa kami untuk melek semalam suntuk, ujian-ujian-ujian yang memaksa kami untuk belajar dan membuang waktu bermain. Uang saku-uang saku-uang saku yang sepertinya tidak pernah mencukupi untuk membeli keperluan kami (atau setidaknya membeli barang yang kami pikir perlu), pacaran-pacaran-pacaran nggak jelas, patah hati-patah hati-patah hati yang bikin kami bertingkah mellow norak.

13 Tahun yang lalu kami berpikir, kapan kerumitan ini segera berakhir, di mana kami tidak harus menghadapi tugas-tugas-tugas, atau ujian-ujian-ujian, di mana kami telah bekerja dan bisa memiliki uang sendiri, di mana kami bisa memiliki pasangan yang jelas, di mana kami tidak perlu patah hati lagi.

Sekarang, 13 tahun kemudian, kami (akhirnya) kembali (sok) reuni. Seharusnya ada dua orang lagi, tapi bisa mengumpulkan empat orang saja lumayan.

Agak kikuk juga, maklum aja, sudah lama nggak ketemu, sudah tidak saling mengikuti perkembangan kehidupan masing-masing secara rutin. Kami semua sudah sibuk dengan kehidupan masing-masing, menjadi ibu rumah tangga, menjadi ibu, menjadi career woman yang sibuk melanglang buana (cihuhuy!) dan yang satu, saya, maksudnya.. menjadi.. begitulah.

Biasanya, kalau reuni, hal yang mencairkan suasana ya tentunya obrolan sok nostalgia. Dan dari sana, kami jadi membahas, betapa enaknya kehidupan 13 tahun yang lalu, saat kami menjadi mahasiswa, di mana semuanya terlihat begitu sederhana, kuliah dan main, thok. Nggak perlu mikir apa-apa lagi.

Anyway, pada akhirnya saya berpikir, itulah hidup (tsah), semakin kolodh (tua) akan semakin kompleks.

Siapa tahu, ketika 13 tahun kemudian, saat kami berusia 40an, dan kami berkumpul lagi, maka akan keluar statemen, betapa enaknya kehidupan di usia 30an.

Hi, teman-teman, terima kasih buat kemarin :)

Mmm, sekarang tinggal ketemu ibu-ibu PPS Desain angkatan 2001,nih.

12 Responses to “13 Tahun”

  1. enon Says:

    reunian nih critanya mba??
    asyik ya..jadi ingettt masa2 kejayaan tempoe doeloe..hohoho

  2. Popi Says:

    Nyong! tante Joyce eh Tante Erla menanti!

  3. Andri Says:

    Hai..Salam kenal ya sebelumnya..Ketemu sahabat lama,apalagi yg dulu satu ‘geng’ emang mengasyikkan kok..Ngomong apa aja rasanya nyambung..Belum lg kalo dah ada yg berkeluarga..Wah rame deh pokoknya. :D

  4. i4love Says:

    Wah mba okke terlihat lebih feminim dengan rambut panjang.. ^^

  5. okke Says:

    enon:
    iya nih, jadi ingat masa-masa sebelum tubuh ini bergelambir *apaa coba..*

    Popi:
    hayu ateuh! Iraha teu siaran maneh?

    andri:
    yup :)

    i4love:
    anda orang kesekiaaan hehehe :))

  6. Fitra Says:

    Eh Ke, gw dah lama ga mampir kesini….luamaaa buangeettt….tapi gw inget elo ulthanya bulan oktober kaaannn? cuma lupa euy tanggalnya….eniwei….Selamat Ultah yaaa…wish u all the best….hidup usia 30! heheheheh

  7. okke Says:

    fitra:
    beluuuuum:))
    dan usia saya setahun lewat 30 kalo ultah tahun ini ;-)

  8. didut Says:

    kopdar tante-tante?!? *berjingkat kaboer*

  9. okke Says:

    didut:
    eh, eh, kenapa kabur? Sini, datang pada tante… *alah*

  10. bintang Says:

    gw ngga ketemu sama temen sd gw kira2 9 tahun, hal yang pertama dilakukan adalah mengingatkannya lewat PUISI yang judulnya CUMAN MIMPI!! hahahaha.. asik lo reunian itu, eniwei tante okke apa kabar??

  11. bintang Says:
  12. Sandy Arkossand Says:

    Reunian yaa …

    Senangnya … gw ketemu satu temen aja rasanya sulit banget …

Leave a Reply