Pria-Pria Yang Pernah Terkencani
Suatu hari, seorang teman mengajak bertemu di satu tempat untuk membincangkan masalah pekerjaan. Tapi dasar kami, cewek yang otaknya memang didesain untuk multitasking, bisa memikirkan banyak hal dalam waktu yang bersamaan – maka disela-sela perbincangan mengenai pekerjaan, kami juga membahas hal lain. Mulai dari ini sampai itu, dari yang penting dan harus dibahas sambil mengerutkan kening sampai yang tidak penting dan bisa dibicarakaan sambil cekikikan. Satu topik yang bagi saya cukup seru dalam sesi mengobrol hari itu adalah pembahasan mengenai beberapa jenis pria yang pernah terkencani oleh kami dan teman-teman perempuan lain.
Tuan Manipulator.
Tuan Manipulator ini adalah pria yang sering melakukan banyak hal secara halus untuk memperoleh keinginannya. Biasanya sih, tipe ini jago ngomong. Kadang-kadang kita nggak sadar bahwa kita sudah termanipulasi oleh kalimat manis nan lembutnya dan melakukan apa yang dia inginkan.
Kata-kata andalannya adalah “Katanya sayang aku…” dan variannya . Eh ada nih satu contoh yang membekas banget di kepala saya, di film ’30 hari mencari cinta’ – ada tokoh cowok yang pingin berhubungan seksual dengan sang pacar dan kalimat yang dikatakannya “Ayaaang, kamu nggak mau kan aku kena kanker prostat?”. Dan percaya nggak percaya, tipu muslihat macam ini ternyata masih ada yang melakukannya dalam periode satu tahun terakhir – ya olo, hari gini.
Untuk stadium kronisnya, mereka bakal menjadikan diri mereka sebagai korban/pihak yang harus dikasihani – misalnya ketika kita minta putus, maka dia akan bilang : “Aku tuh nggak bisa hidup tanpa kamu. Lebih baik aku mati aja deh kalau nggak sama kamu”. Atauu “Sebenernya aku nggak mau bilang ini sama kamu… aku.. kena kanker kelenjar getah bening.”
Oh ya, cara lain tuan manipulator jenis kronis selain manipulasi bunuh diri, kanker otak (dan yang sejenis), ia akan memanipulasi teman-temannya (dan teman –teman kita), untuk berbelas kasihan dan memihak padanya. “Gue tuh cinta dia banget, apa pun buat dia, asal dia bahagia – walaupun mungkin gue harus tersakiti karena tingkah dia, nggak apa-apa…”
(dan semua temannya pun akan menepuk-nepuk bahunya sambil berkata “Yang sabar ya…. Gue nggak nyangka cewek lo gitu orangnya.”) Hmpf.
Berkencan dengan pria macam ini membuat (1) awalnya mungkin anda tertipu, berbelas kasihan menuruti apa yang dimau – kemudian (2) merasa tolol dan (3) Menyesal dan merutuki diri.
Tapi kalau yang waspada sejak awal sih, fase-fase ini tidak akan terjadi. Atau kalau yang tak kunjung ngeh, hanya fase (1) saja yang terjadi, selanjutnya they live happily ever after. :P
Tuan Tahu Segala
Ketika kita habis berciuman dengannya, tiba-tiba dia bilang “Eh, kamu tau nggak, berciuman itu adalah perilaku kompleks yang membutuhkan koordinasi kerja otot. Ada sekitar 34 sampai 36 otot yang harus bekerja sama. Tapi yang paling penting sih otot orbicularis oris .”
Sebenarnya nggak apa-apa juga, kita bakal dapat banyak pengetahuan (trivial) tambahan dari hasil pria tersebut browsing secara acak situs-situs internet di waktu kerjanya, tanpa harus susah-susah mencari.
Tapi kebayang nggak sih, berkencan dengan seorang pria yang sepanjang masa berkencan ngobrolin hal-hal remeh temeh, seperti, “Eh kamu tahu Moliere nggak?” dan tanpa memberi kesempatan kita untuk menjawab tahu atau tidak, maka ia akan berkata,”Moliere itu seorang penulis drama Komedi Prancis, udah meninggal tahun seribu enam ratusan….”, atau “Kamu tahu nggak, Latte yang kamu minum itu di Italia nggak ada, walaupun namanya terdengar sangat Italia. Nama itu diciptakan di Amerika Serikat di tahun 1980. Pada intinya latte itu cuma susu panas dengan sedikit kopi dimasukkan ke dalamnya. Yah, ada yang bilang, ini kopi buat orang yang nggak suka kopi.”
Berkencan dengan pria macam ini membuat: (1) kita tiba-tiba merasa menjadi mahluk paling dungu se-jagad raya. (2). Kita merasa bosan sampai harus secara diam-diam mengirim SMS pada seorang kawan, memintanya menelepon dengan berpura-pura jadi ibu kita yang meminta ditemani ke rumah sakit, atau berpura-pura menjadi boss kita yang meminta kita menyelesaikan pekerjaan mendadak.
Tuan Superhero
Kalau Tuan Tahu Segala itu memamerkan pengetahuan trivialnya untuk mempesona teman kencannya (alias kita), kalau Tuan Superhero selalu memperlihatkan bahwa dia bisa segala, mulai dari mereparasi komputer, hp, mobil sampai membetulkan genteng bocor di rumah. Ia pun selalu ada di mana saja, kapan saja kita membutuhkan. Dia bak tokoh utama jagoan film 80-an yang selalu muncul dengan motor trail-nya tepat pada waktunya, saat sang tokoh perempuan tak berdaya sedang dikelilingi oleh para bajingan yang akan memperkosanya, ketika sang perempuan hendak mandi dan mencuci di kali dengan tubuh hanya berbalut kain batik sambil membawa bakul berisi pakaian kotor.
Ketika kita kedinginan saat sedang meng-ospek di gunung, maka dia akan menawarkan jaketnya : “Kedinginan ya, mau pakai jaket saya?”.
Lalu, dia akan melakukan hal yang sama pada beberapa teman kita,”Kedinginan ya? Mau pake jaket saya?”
Sampai-sampai kita bingung, dia bawa berapa jaket sih? *halah, ini sektoral bener!*
Berkencan dengan pria macam ini : Awalnya, kita senaaaang, karena diperhatikan dan diperlakukan bak putri raja. Tipe macam ini adalah semacam gembalanya cewek-cewek. Dia akan selalu menjadi orang pertama yang diminta menjemput kalau teman perempuannya kemalaman, ditelepon semalam suntuk kalau teman perempuannya baru putus. Semua perempuan merasa aman, tenteram, bahagia, merasa diperhatikan di sampingnya, hanya satu yang tidak: teman kencannya.
Tuan Temannya Orang Terkenal.
Tipe macam ini sepertinya sangat bergaul sekali, kenal semua orang terutama orang-orang terkenal.
Ketika kita bilang kita suka dengan Laskar Pelangi dan nggak sabar nunggu filmnya, maka dia bilang,”Eh, tau nggak Andrea Hirata itu kan temen seangkatan temannya sepupunya sobat aku. Kalau kamu mau ketemu, bilang aja ya..”
Atau ketika kamu penasaran dengan kabar Lulu Tobing yang menghilang dari peredaran sejak menikah dengan anggota klan Cendana, maka dia bilang “Eh, Kakaknya Lulu Tobing itu kecengan sepupunya sahabat mantanku dulu.”
Bahkan ketika kita ngomongin soal Nicole Kidman, dia pun bilang “Waktu aku kuliah di yadda-yadda, kan ada tuh pemutaran perdana film yadda yadda, Nicole Kidman dateng – aku di sana, ngeliat dia dari jarak 100 meter”
Berkencan dengan pria macam ini membuat kita : Nggak apa-apa, cuma bilang “Yeiiy” dalam hati – lalu malas melanjutkan kencan.
Tuan Saya-sudah-menikah
Kata-kata andalannya adalah “Iya, saya bahagia banget dengan kamu, coba kalau kita ketemu lebih cepat…” – atau “Istri saya nggak sepengertian kamu….”
Haduh, apa karena secara statistik memang perempuan lebih banyak daripada laki-laki, makanya pria sudah menikah pun masih suka main-main, dan karena itu juga para perempuan single menanggapi?
Berkencan dengan pria macam ini membuat kehidupan kita bagai sinetron, telenovela atau opera sabun yang penuh intrik. (ups, jangan-jangan ada yang kesindir nih. Dum di dum)
Saran : Ehm, mending jangan dikencani deh, secara moral dan tanggung jawab dia sudah cacat. Lagipula ribet bo.
Tuan ‘Kamu tidak pernah sempurna
Nah ini dia, tipe pria yang paling bikin sakit kepala. Apa pun yang kita lakukan, kayaknya nggak pernah sempurna. Pujian? Jangan harap. Celaan? Banyak.
Ketika kita sudah berdandan cantik, maka dia bilang “Lo kok kayak ondel-ondel gitu sih dandannya”. Atau ketika kita membuatkan minuman buatnya “Ih, kemanisan nih..”, atau “Aduh itu perut, kamu sering sit up dong, biar nggak buncit gitu.”
Kalau bersama Tuan Tahu Segala, kita akan merasa bodoh, kalau bersama Tuan ‘Kamu Tidak Pernah Sempurna’, kita akan merasa bahwa kita itu sudah bodoh, jelek, bau, hidup lagi. :))
Tuan Metroseksual.
Berkencan dengan pria wangi, rapi, berbadan bagus, melek gaya itu menyenangkan, bangga rasanya membawa-bawa dia ke mana-mana. Tipe ini nggak mungkin akan memakai celana baggy, baju sutera meriah corak bertabur merek yang dibuka dua kancing atasnya seperti Anwar Fuadi, kalung (atau perhiasan atau jam) emas dan sepatu Ali Baba berujung lancip. Pokoknya keren.
Kalau kita perempuan yang awut-awutan, dianjurkan untuk tidak berkencan dengannya, kecuali kalau kita bermental baja dan siap mendapat komentar “Kasian ya tu cowok, ceweknya kok gitu” – atau “Apa sih yang diliat tu cowok dari cewek macam gitu.”. Jangan lupa tekanan tertentu pada kata ‘gitu’. (Eh, tapi biasanya cowok macam ini jarang sih mengencani cewek tak setipe hehe, kecuali kalau mata cowok itu lagi siwer aja.:D )
Eh ini teman saya lho yang cerita, dibalik kekerenannya, ternyata tipe macam ini menjalani cara perawatan tubuh dan penampilan yang jauh lebih rumit dari kita. High maintenance abis lah.
Umumnya tipe seperti ini diiringi juga kenarsisan. Biasanya tewe-tewe-lah yang senang membuat seabreg foto-sendiri-pake-hp (ya ya saya juga suka kok. Hehe), ini mereka juga suka – bahkan 40 foto di friendsternya merupakan hasil foto-sendiri-pake-hape-yang-isinya-muka-dia-seorang. Buat yang kronis, foto yang diupload adalah foto-foto telanjang dada memamerkan tubuh hasil bentukan fitness atas bimbingan instruktur fitness center terkenal dengan caption “Me, L-Men Nominee”
Berkencan pria macam ini membuat kita minder dan merasa seperti babi buruk rupa, ditambah lagi sakit hati karena dikomentari miring oleh orang yang lihat. Percayalah. Kecuali jika kita bisa mengimbangi gayanya.
Tuan Otaknya di Penis.
Tidak ada lain yang ada dipikirannya kecuali mengajak kita ke tempat tidur. Semua hal dianggapnya sebagai lampu hijau untuk melakukan tindakan-tindakan anonoh. Bukan hanya berciuman saja, mengibaskan rambut, menjilat bibir bahkan sampai mengangkat telepon akan dianggapnya sebagai sign ‘OK, ajak aku ke tempat tidur’
Tipe ini selalu membicarakan hal-hal yang menjurus-jurus. Bahkan mungkin, patut dicurigai, ketika ia tidak membicarakan hal menjurus.
“Lo cantik deh pake baju itu” bisa jadi dipikirannya : “Apalagi kalau nggak pake baju. Jadi gampang.”
Oh ya, biasanya tipe ini sekaligus memiliki karakter ‘kiss and tell’, kalau kebetulan hanya teman, dan bukan teman kencan anda, maka dia akan membanggakan kisah-kisah tempat tidurnya baik dengan si Mawar, si Melati atau Dahlia. Baik secara tersirat maupun tersurat, menunjukkan bahwa ia perkasa di tempat tidur. Huhu. Males.
Berkencan dengan pria macam ini membuat kita merasa tidak sebagai perempuan yang utuh mental, spiritual bahkan fisik, melainkan tereduksi menjadi sepasang toket atau paha dan betis saja.
Tuan Posesif
Pria macam ini hanya ingin dia saja yang ada dalam kehidupan kita – bahkan kalau bisa pekerjaan, teman-teman atau keluarga juga dieliminasi dari daftar prioritas.
Bawaannya curiga melulu, isi SMSnya sebagian besar “Lagi ngapain?” – ya nggak apa-apa juga diSMS begitu, tapi kalau ‘Lagi ngapain?’ itu kita terima di inbox satu jam sekali? Hwrakadah! (Paling ngeselin, kalau pertanyaan ‘lagi ngapain?’ disusul dengan pertanyaan interogasi ‘di mana?’, ‘sama siapa?’, ‘ada berapa orang?’, ‘namanya siapa aja?’, ‘pulang jam berapa?’)
Senang sekali memaksa kita menjawab pertanyaannya tentang pria-pria masa lalu yang ada dalam kehidupan kita, jika kita ceritakan cemburu. Ngambek dan bilang “Kamu tuh masih cinta ya sama mereka?” Yaellahhh.
Kalau tanpa sengaja, ketika kita berkencan dengannya, kita melihat pria lain, ia ngambek. Ohya, bahkan kalau ada pria yang melihat kita – dia juga ngambek… pada kita. Doh!
Capyeee. Cuma satu kata itu yang bisa kita lontarkan jika kita berkencan dengan pria macam ini.
Tuan Peter Pan
Aaaw. Ini dia teman kencan favorit karena memang menyenangkan. Bersamanya kita seolah mempunyai teman bermain-main. Kita bisa melakukan banyak hal gila : tertawa-tawa, saling melontarkan lelucon bodoh, memasang gesture idiot, melakukan banyak hal tidak penting. Beneran, seru. Kencan bersamanya seolah pelarian dari dunia rutin yang kita jalani setiap hari.
Ia hanya berpikir tentang hari ini, kebanyakan tidak punya pekerjaan tetap - paling freelance sana sini. Filosofi kehidupannya adalah senang-senang, titik. Ketika membincang ke masalah tanggung jawab, atau masa depan, ia akan menghindar ke segala arah dan buru-buru mengalihkan topik. Atau malah lari terkencing-kencing.
Untuk perempuan yang : (1) panggilan biologisnya sudah berbunyi alias ingin cepat-cepat menikah, akan frustasi. (2) masih suka bersenang-senang, akan… ya senang-senang saja, sampai tiba saatnya bosan karena merasa stagnan, lalu mencari Tuan Peter Pan lain (Halah!).
Bersama dengan entri ini saya hendak mengucapkan selamat pada Tuan Peter Pan teman kencan masa lalu saya… yang akan menikah bulan Agustus. Saya nggak tau, ini kemajuan .. atau kemunduran (hahah, Peace!)
Tuan Siap Menikah
Kebalikan dengan Tuan Peter Pan, tipe macam ini berpikir jauuuuuh ke depan, memiliki perencanaan berjangka 5, 10, 15. 20 sampai 25 tahun ke depan. Memiliki pekerjaan mantap, rumah. mobil jangan ditanya. Ketika berkencan obrolannya seputar nama anak - tapi kalau yang akut, mungkin sekolahnya anak-anak di mana, kuliahnya di mana - malah ada yang juga sudah memiliki tabungan hari tua atau dana pensiun, padahal umurnya masih lebih dari dua puluh tahun lagi menjelang pensiun.
Kalau berkencan dengan pria macam ini, untuk (1) panggilan biologisnya sudah berbunyi alias ingin cepat-cepat menikah - akan merasa tenang. (2).masih suka bersenang-senang, akan… parno bo.
Udah,ah. Hotu ona. Selesai. Tamat
BTW, maaf kalau tipe-tipe yang ada di dalamnya belum menyeluruh, karena ini tidak berdasarkan riset mendalam, hanya berdasarkan kompilasi pengalaman teman-teman dan juga pribadi. Semua ilustrasi diambil dari corbis.com dan gettyimages.com
Kalau ada yang mau nambahin tipe-tipe yang pernah terkencani, monggo lho.
Atau pria-pria ada yang mau buat artikel tentang ‘Perempuan yang Pernah Terkencani’ di blog masing-masing? Silahkan lho, ntar kasih linknya ke saya. :))
Artikel (nggak penting) ini dibuat untuk menjawab tantangan teman saya yang itu, sampai bela-belain malamnya menelepon lho– tuh kan, saya bisa juga bikin artikel ala majalah metropolitan? Mmm, jadi pengen bikin artikel tentang ramalan ekonomi, percintaan, kesehatan, warna dan hari keberuntungan ala lembar astrologi majalah-majalah itu. *HALAH*
Haduhinicobayasemakinbanyakkerjaansemakinpengenbikinyangenggak-enggak!



20 Responses to “Pria-Pria Yang Pernah Terkencani”
Gimana dengan perpaduan dari tipe2 itu? Misalnya dia adalah Tuan Segala Tahu, Tuan Superhero, Tuan Temannya Orang Terkenal, Tuan Saya-Sudah-Menikah, sekaligus Tuan Peter Pan? Pernah ketemu gak? :-D
hehehe,
very enlightenment posting
Hahahah… very funny.
Thanks to you. Saya sudah baca buku Anda yang Istoria da paz… mengalir, lucu.
You are capable to write : Eat, Pray, To Love syle of book versi Endonesah.
wah gue gak pernah mengencani yang manapun daripada tipe-tipe tersebut.. yaiyalah.
Anis :
biasanya tuan posesif itu satu paket dengan tuan manipulatif, tuan segala tahu sepaket dengan tuan superhero. Hihihi :))
roi:
senang anda merasa tercerahi. *halah*
honey:
thankyou :”)
me:
ya iyalaaaah! :D
yowis nambah satu lagi: mr double life huehehe jadi si gay yg nyari cewek buat nutupin status kehomoannya beliau :)) (manipulatif dalam ranah seksualitas huehehehe)
hei, what about Mr. Right?
Mr. Always Right, i mean?
hahahahaa.. keren,mbak
harus ada posting dari sudut cowok neh..
para pria,ada yang bersedia?????
buat mba yang id nya ME, kok jadi mengingatkan saya pada gosip artis ya. hehe.. lam kenal ya :shake hand:.
oh ya mba okke, sepertinya kebanyakan rangkap alias perpaduan tipe2 diatas. hmm,, kapan ketemu sama Mr.Right ya?? *ngayal
Keu, kumaha survey ciuman teeh? huheueheuehu
Iya ni, nunggu comment-nya para cowo ;p
Koko:
huhu, biasanya itu sepaket dengan Tuan Tahu Segala :D
me:
oceh, ada lagi sebenernya, kemaren baru kebahas, Tuan Obsesi Olahraga, Tuan Sadis… ayo, apa lagi?
dien:
Iya nih, kok ga ada tanggapan ya? Apa bikin kuis aja gitu… dapet hadiah *halah*
rintikrinai:
Mr Right atau seperti kata Koko, Mr.Always Right? :))
Nike:
Roi itu cowok lho :D
waduh.., saya termasuk yang mana satu ya..?
jadi yang paling mendekati ideal, lebih suka pake istilah “partner asyik” anyway, yang begemana donk mbak?
salam kenal ya mbak okke, sayah silent reader kronis niy,hohoho…
rohcel:
Wandatauyaa…. rasanya gimana? :D
mega:
sebenarnya sih, tergantung selera, Meg! :D
eh tante… rasanya aku belum pernah kencan ma cowok… bagaimana ya rasanya???
mmmmm…….
hahahahaha…. lucu lucu… gw ada ciri laen ni…. bole dibaca…
ada juga tipe tuan mata duitan. kalo ngomong pasti bicara tentang duitnya yang segudang (kayak gober bebek kali ya), tapi kalo kencan ngarep dibayarin.
bubar jalan saja deh
*pake hatiiiii*
ini udah pernah dibahas di beberapa mags ya, tp versi mbak okke not bad juga!
hohoooohoo….lutu naa…
Leave a Reply