Inget-inget Temen.
Berawal dari dua buah entry ini dan yang ini. Dua-duanya milik perempuan berusia tiga puluhan (hehe!), dua-duanya adalah partner in crime saya.
Yang pertama, – Youfy, teman dari SD kelas tiga sampai SMP dan satu lagi, Mila, teman saat saya sedang menimba ilmu lagi di sini.
Entri yang pertama menceritakan tentang keterampilan merajut yang belakangan ini tampak digilai orang-orang, yang telah kami kuasai sejak SD. Proyek beres pertama saya adalah bando kuning, proyek beres ke-dua, kupluk bayi warna merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila-ungu, sisanya adalah proyek muluk macam rompi, sweater dan cardigan. Entry ini sekaligus, secara implisit, menceritakan betapa tidak tabahnya saya menyelesaikan proyek merajut besar. Jadi, makanya untuk rompi, sweater dan cardigan, saya sebut proyek muluk, karena benda-benda itu memang tidak pernah terselesaikan sampai sekarang. Mungkin saya memang berbakat jadi konseptor, merancang dan merencana, soal eksekusi serahkan pada para pekerja. (Ini memang pembenaran standar menutupi alasan sebenarnya : males)
Yang kedua, entrynya Mila, menceritakan bagaimana senasibnya kami menjadi mahasiswa-mahasiswa ‘termuda’ di kelas, di mana rekan-rekan lain bersemangat menuntut ilmu, duduk di depan, sedangkan kami masih membawa-bawa kelakuan mahasiswa S1 – nggak ketinggalan kabur ke kantin di tengah kuliah karena lapar dan keasikan ngobrol di sana sampai –tanpa sadar- jam kuliah habis.
Dua potongan kejadian yang pernah menjadi bagian dalam kehidupan saya, yang diceritakan oleh dua orang yang pernah bersilangan jalan dengan saya.
23 hari lagi, maka tepat sudah setahun saya
Ini sudah bulan ke-lima aku tidak mengetahui keberadaannya. Namun bedanya dengan dulu, aku sama sekali tidak berusaha untuk mencarinya lagi. Sungguh,
Tuan Manipulator ini adalah pria yang sering melakukan banyak hal secara halus untuk memperoleh keinginannya. Biasanya sih, tipe ini jago ngomong. Kadang-kadang kita nggak sadar bahwa kita sudah termanipulasi oleh kalimat manis nan lembutnya dan melakukan apa yang dia inginkan.
Ketika kita habis berciuman dengannya, tiba-tiba dia bilang “Eh, kamu tau nggak, berciuman itu adalah perilaku kompleks yang membutuhkan koordinasi kerja otot. Ada sekitar 34 sampai 36 otot yang harus bekerja sama. Tapi yang paling penting sih otot orbicularis oris .”
Perempuan (saya, maksudnya) itu, sering menganalisa segala hal yang ada pada pasangan, untuk menguji apakah 267onship mereka berjalan baik-baik saja atau tidak.

Kau tahu Kawan, daripada kau terus menerus sebal, lebih baik kau merubah cara berpikirmu menjadi lebih positif : mereka bukannya reseh, tapi perduli. Iya iya, kurang kerjaan tapi perduli.