ANJING DAN KUCING SAJA BISA!
Dili - Suai - Salele - Dili - Lospalos - Dili - Suai - Motamasin - Metamauk - Betun - Atambua - Kupang!
Pfiuh. Setelah selama beberapa bulan terakhir hidup nomaden, berpindah nyaris seminggu sekali, tidak pernah mengeluarkan baju dari carrier, tidur dari rumah teman ke rumah teman yang lain, atau dari satu tempat umum ke tempat umum lain, kadang di tempat tidur berkutu busuk, kadang di sleeping bag, jauh dari informasi, jauh dari komunikasi - akhirnya! Saya kembali ke repoeblik, di Kupang tepatnya, dan transit agak lama.
Eh, tau nggak sih, saking merasa terisolirnya, begitu masuk ke repoeblik, dengan noraknya saya mengalami euphoria bisa berkomunikasi. Sering banget saya menelepon beberapa orang terdekat untuk hal yang nggak penting banget (yang mana sangat jarang saya lakukan selama saya di rantau *alah, rantau*, satu-satunya provider GSM di sono, tarifnya ngajak miskin bo!), belum lagi ditambah dengan mengirimi SMS-SMS yang nggak kalah nggak pentingnya seperti : siapa artis kolot yang suka basket?*
