Dia Bilang Saya Goblok (dan variannya)

Seumur hidup saya sangat yakin bahwa saya tidak masuk dalam kategori goblok dan variannya. Juga, tidak pernah – catat, tidak pernah ada seorang pun yang pernah mengatai saya sepertu itu, baik itu secara bercanda, apalagi serius.
Dan seumur hidup juga, saya sangat percaya, bahwa di dunia ini, tidak ada orang goblok dan variannya. Yang ada, orang yang sudah tahu dan orang yang belum tahu. Makanya saya tidak pernah mengatai orang seperti itu.
Tapi seseorang mengatai saya ‘Goblok!’ dengan keras dan sarkastis – yang lebih menyakitkan dia serius.
Berawal dari keluhan saya tentang betapa keberanian dan kenekatan saya jauh berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Untuk hal yang sederhana; saya jadi sedikit takut ketinggian. Lalu saya memberi contoh kasus. Kebetulan siangnya saya baru saja menyambangi air terjun Oehala.
“Di Oehala gue berusaha untuk berdiri di bibir air terjunnya. Beuh, rasanya nggak karu-karuan. Takut iya, sere..”
Nada excited yang keluar dari bibir saya terpotong.
“Goblok banget sih lo…”lawan bicara saya menatap tajam
