« maart 2008 | Main | mei 2008 »

april 2008 Archives

04 april 2008

Dia Bilang Saya Goblok (dan variannya)

Seumur hidup saya sangat yakin bahwa saya tidak masuk dalam kategori goblok dan variannya. Juga, tidak pernah – catat, tidak pernah ada seorang pun yang pernah mengatai saya sepertu itu, baik itu secara bercanda, apalagi serius.

Dan seumur hidup juga, saya sangat percaya, bahwa di dunia ini, tidak ada orang goblok dan variannya. Yang ada, orang yang sudah tahu dan orang yang belum tahu. Makanya saya tidak pernah mengatai orang seperti itu.

Tapi seseorang mengatai saya ‘Goblok!’ dengan keras dan sarkastis – yang lebih menyakitkan dia serius.

Berawal dari keluhan saya tentang betapa keberanian dan kenekatan saya jauh berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Untuk hal yang sederhana; saya jadi sedikit takut ketinggian. Lalu saya memberi contoh kasus. Kebetulan siangnya saya baru saja menyambangi air terjun Oehala.

“Di Oehala gue berusaha untuk berdiri di bibir air terjunnya. Beuh, rasanya nggak karu-karuan. Takut iya, sere..”

Nada excited yang keluar dari bibir saya terpotong.

“Goblok banget sih lo…”lawan bicara saya menatap tajam

Continue reading "Dia Bilang Saya Goblok (dan variannya)" »

06 april 2008

Menikmati Bayangan *

“Saya percaya, jika saya menampung dan merawat musafir seperti Nona sekarang, suatu saat nanti, ketika saya menjadi musafir, atau mungkin anak saya, atau cucu saya, atau orang-orang yang saya kasihi menjadi musafir, maka akan ada orang lain yang menampung dan merawat mereka…”

Itu adalah kalimat panjang yang keluar dari bibir hitam kemerahan (kupikir ia terlalu banyak makan siring pinang dan harus masuk rumah sakit ketergantungan sirih pinang) milik seorang laki-laki tua, kepala salah satu desa yang terdapat di kaki gunung Ile Mandiri, Larantuka, bertahun-tahun yang lalu.

Aku tersentuh. Walaupun apa yang dia bilang adalah hukum tabur tuai yang sering disebut-sebut dalam kegiatan religi (siapa yang menabur kebaikan akan menuai kebaikan atau kurang lebih begitulah), tapi saat itu, aku sangat tersentuh. Kalimatnya kemudian masuk ke dalam otakku. Tanpa sadar, aku tidak pernah berkeberatan menampung dan merawat musafir yang kebetulan bersilangan jalan denganku.

Dan terbukti, apa yang kutabur, kutuai sekarang. Selama lebih dari enam bulan aku di jalan, dengan ajaibnya, setiap berada dalam kesulitan, selalu ada orang-orang yang menampung dan merawatku.

Kemarin, pria gempal berkulit tembaga yang hobi curhat itu telah menampungku. Sebelumnya, entah sudah berapa kali orang-orang yang tak kukenal membantuku.

Sekarang, Prima. Salah seorang sepupu jauh. Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba ia menelepon saat aku baru menyalakan handphone, satu jam setelah mendarat di Bali dan berpikir keras bagaimana cara tinggal di Bali dengan budget seminim mungkin.

Prima, seorang perempuan Solo, berwajah eksotis, berkulit kecoklatan, berambut panjang lurus dan hitam. Ia menikah dengan Jérémie Bellanger, seorang penulis dari Prancis dan tinggal di Ubud.

Sebuah ketidak sengajaan? Entah.

Dan, mereka memiliki sebuah café mungil dengan fasilitas wifi, tepat saat aku perlu menghubungi Nad, untuk memberikan informasi terakhir tentang next destinationku.

Ketidaksengajaan lagi?

Continue reading "Menikmati Bayangan *" »

10 april 2008

Dear Pembunuh Mimpi,

Saya masih ingat benar lho, kata-kata anda sekitar setahun setengah yang lalu ketika saya menceritakan tentang mimpi-mimpi saya untuk masa depan.

“Mimpi lo muluk banget sih?” Itu kata anda dengan gesture yang melecehkan, seolah berkata ‘konyol banget sih bermimpi seperti itu?’

Saya beneran nggak nyangka kata-kata itu keluar dari bibir anda. Padahal, kalau ditilik dari umur yang sudah kepala empat, seharusnya anda sudah menjadi sosok berpengalaman yang bijak bestari. *alah bestari!*

Anda tahu, kalimat anda benar-benar menusuk jantung.

Jleb.

Nggak tau rasanya?

Begini, coba bayangkan, apa yang anak anda rasakan kalau misalnya saya bilang “Kamu nggak mungkin dapat beasiswa yang kamu impikan!” padahal ia sedang mengikuti dalam proses seleksi beasiswa tersebut. Nyakitin kan?

Anda itu kenapa sih? Memangnya anda tidak pernah memiliki mimpi?

Apa? Tidak pernah?

Nggak mungkin.

Coba ingat-ingat lagi.

Waktu kecil mungkin?

Continue reading "Dear Pembunuh Mimpi," »

18 april 2008

Perbincangan Imajiner

“Kak, kenapa kebenaran itu harus dicari?”
“Soalnya dunia itu panggung sandiwara, dik.”
“Ohh, jadi semua orang berakting,ya Kak?”
“Iya.”
“Pasti nyari kebenaran tuh susah banget…”
“Kenapa kamu bilang gitu, Dik?”
“Ya liat aja, orang ini sampe mati nyari kebenaran…”

Sebuah perbincangan imajiner yang selalu muncul di kepala setiap melihat monumen depan gang rumah ini.

Continue reading "Perbincangan Imajiner" »

26 april 2008

IBU

ibu /n/

Perempuan yang –waktu saya kecil- selalu tega tidak pernah memberikan mainan yang saya mau dengan mudahnya, sebelum melihat usaha saya menabung.

Perempuan yang –waktu saya kecil- menolak untuk memberikan reward berupa uang, mungkin karena tidak mau ketika saya besar menjadi orang yang money oriented.

Perempuan yang –waktu saya kecil- dengan mudahnya membelikan saya buku atau mengikut sertakan saya ke kursus-kursus yang saya inginkan.

Perempuan yang senang bersih-bersih, sampai-sampai saya harus ‘menyelamatkan’ tshirt butut nan nyaman, karena kalau tidak tshirt tersebut akan digunting untuk dijadikan lap meja.

Perempuan yang nggak suka masak harian karena gerah dan ribet, tapi senang mencoba resep-resep baru

Perempuan yang selalu mengingatkan untuk menyisihkan perpuluhan setiap saya mendapatkan penghasilan.

Perempuan yang jago menabung, kata adik saya – jangan pernah menitipkan uang tabungan pada beliau, karena beliau itu seperti bubu atau jebakan ikan, uang gampang masuk tapi susah keluar. (‘Buat beli apa?’, ‘Jangan boros.’, ‘Tabung dulu.’, ‘Emang beli itu penting?’) – tapi saya tidak belajar dari ‘kesalahan’ dan tetap menitipkan buku tabungan dan segala dokumen penting padanya. (karena somehow saya tidak percaya akan kemampuan saya menahan nafsu kedagingan buang-buang uang *haha!*)

Continue reading "IBU" »

About april 2008

This page contains all entries posted to blog.sepatumerah.net in april 2008. They are listed from oldest to newest.

maart 2008 is the previous archive.

mei 2008 is the next archive.

Many more can be found on the main index page or by looking through the archives.

Powered by
Movable Type 3.31