

Barusan saya googling dengan keyword Indonesian Idle. maksudnya sih, mau mengupdate blog review novel saya. Tapi, saya malah menemukan entri di sini,
Karena sedang gemar membaca, lalu sempat menyentuh Indonesian Idle-nya Okke Sepatumerah. Hanya tahan membaca setengahnya lalu langsung menuju halaman belakang. Isinya tentang perempuan jadi pengangguran di Jakarta. Lalu, baru saja dari Bandung Book Center ada buku American Idle, isinya tentang pengangguran di Amerika. Jdang. Kok, kaya' sama, ya? Ada yang udah pernah baca?
Gubrags. Oops. Sumpah saya kaget. Nah lu.
Akhirnya, karena penasaran, saya googling lagi, dengan keyword "American Idle", eh malah ketemu website ini.
Hm... lalu pencarian saya lanjutkan dengan menambah kata novel setelah "American Idle". Jadi : "American Idle"+novel.
Dan di baris pertama hasil pencarian, muncul website Alesia Holliday, pengarang novel bergenre chicklit dari sono dan menemukan novel American Idle.
Doh, padahal kemarin saya merasa sangat brillian dan kreatif dalam memberi judul "Being an Indonesian Idle" pada novel pertama saya, dan dipersingkat menjadi 'Indonesian Idle' atas usulan bapak ini. (Setelah saya sebel-sebel karena doi memlesetkan judul menjadi 'Indonesian udel'.) Ternyataaa ya. :))
Mungkin, selain pelatihan menulis fiksi, harus juga diadakah 'pelatihan memberi judul novel'. Dan saya akan menjadi orang pertama yang mendaftar.
hehehe.
PS:
Ada yang sudah pernah membaca American Idle? Ceritanya gimana sih?
PPS:
Semua review novel Indonesian Idle dan Istoria da Paz : Perempuan dalam Perjalanan, saya kumpulkan di sini.
Saya kumpulkan? Ehm, maksud saya Jenny bantu kumpulkan. (Thanks, J!)
Comments (9)
Bapak yang itu punya gak? Kalo punya nanti saya minjem deh :P ...
Posted by Pa Panda | 25 maart 2008 15:54
Posted on 25 maart 2008 15:54
mudah2an kebetulan yg membawa hoki nih bu :D
Posted by Yudhis | 26 maart 2008 19:06
Posted on 26 maart 2008 19:06
yahhhhhh... cape deh...
tapi tetep smangat e kaka....
Posted by doohan | 26 maart 2008 19:59
Posted on 26 maart 2008 19:59
Hi,mbak. Kbetulan sblm baca 'indonesian idle',saya udah baca 'american idle', ceritanya completely different, american idle titik beratnya pd tokoh utama yg kerja di balik layar acara talent show gt, saya ga ngerti dimana 'nganggur'nya.
I like indonesian idle, tp lbh suka dgn 'istoria da paz'. Can't wait for ur next novel.
Posted by Biyan | 27 maart 2008 00:26
Posted on 27 maart 2008 00:26
pak panda : punya yang mana? Indonesian udel atau American udel? :D
Yudhis : Amiiiin....
doohan : semangat apa? jalan2? Yuk.
Biyan : Oh gitu yah :) Thx buat informasinya... :)
Posted by okke | 27 maart 2008 11:39
Posted on 27 maart 2008 11:39
Ngulang komentar yang kemarin failed :)
Kalo soal American Idle, gw udah tahu sejak lama, Kke, pas membantu "bapak itu" cari2 para periviu novel perdana loe. Trus gw cari sinopsisnya di Amazon. Kesan gw: persamaan cuma berhenti di tokoh perempuannya keluar dari pekerjaan lamanya.
Gw belum baca sih American Idle. Tapi, di Indonesian Idle, ada bagian2 yang "Okke banget". Bagian2 itu gw yakin sih nggak akan sama, karena itu khas loe.
So, biarin aja kalo ada orang yang bilang deja vu. Apalagi si orang itu belum baca tuntas buku loe kan ;)? Mestinya, kalo mau bilang mirip atau nggak mirip, di-riset dulu tuh.. hehehe.. baca tuntas kedua novel, baru kasih pendapat.
*setidaknya itu yang biasanya gw lakukan kalo mau nyilet2 orang. Jadi Gerwani sih boleh2 aja.. tapi tetep harus fair, kan.. HAHAHAHA..*
Btw, setuju sama Biyan di atas: Indonesian Idle nggak jelek, tapi Istoria da Paz lebih bagus dan berisi :)
Posted by -may- | 28 maart 2008 19:15
Posted on 28 maart 2008 19:15
Ahhh, congratz for the novel...
Posted by koko | 01 april 2008 22:02
Posted on 01 april 2008 22:02
Hi...How are you?
Posted by Ade Safitri | 02 april 2008 09:36
Posted on 02 april 2008 09:36
-may- : yah, bu kan ga semua orang nyilet pake riset *nyilet, riset, rhyming bo..* hehhe...
koko : he? which novel? ;-)
Ade :
fine... and you? *halah*
Posted by okke | 02 april 2008 12:49
Posted on 02 april 2008 12:49