Peace Of Mind

Yah, Cuma bertanya-tanya saja.. bagaimana cara mendapatkan ‘peace of mind’ ya? Apakah dengan menyewa satpam dari security service yang bertagline ‘Peace of mind’? Memagari property dengan pagar tinggi?
« februari 2008 | Main | april 2008 »

Yah, Cuma bertanya-tanya saja.. bagaimana cara mendapatkan ‘peace of mind’ ya? Apakah dengan menyewa satpam dari security service yang bertagline ‘Peace of mind’? Memagari property dengan pagar tinggi?
Sebenarnya ancaman bunuh diri yang dilakukan oleh seseorang supaya tidak ditinggal oleh pacar adalah trik basi delapan puluhan. Tapi, kok masih ada saja yang pakai trik itu ya?
Betapa tidak mengikuti perkembangan zamannya orang-orang macam itu. Boleh jadi itu trik yang sangat brilian nan spektakuler pada masa Bapak Rano Karno, Ibu Yessy Gusman, Tante Yenny Rahman atau Oom Roy Marten masih pantas memakai seragam putih abu. Tapi, ini sekarang, tahun 2008, di mana para aktor dan aktris tahun jebod itu sudah terlalu tambun dan bergelambir untuk memakai seragam SMU.
Anyway, seorang teman baru mengirimkan pesan pendek dan bilang bahwa ia batal putus (lagi!) dengan pacarnya, karena sang pacar bilang, ia tidak bisa hidup tanpa teman saya – lebih baik mati jika harus putus.
Ini terjadi berulang-ulang - sampai bosan mendengarnya. Padahal teman saya ini jelas-jelas bilang bahwa ia sudah tidak tahan dengan sikap pacarnya yang obsesif dan cemburuan. Ada hari-hari di mana teman saya terlihat depresi.

Entah kenapa, walaupun sudah sering melewati garis kuning yang menandai perbatasan Timor-Leste dan Indonesia, tapi saya selalu menyempatkan diri untuk bermain 'Sebelah badan di negara yang berbeda'.
Dan saya -secara psikologis- selalu merasakan sensasi yang sama, sebelah badan merasa aman karena di berada negara sendiri, sedangkan sebelah badan merasa 'tidak terlindungi' karena di negara orang.
“Gue pengen ke Togian. Nyepi. Siapa tau gue jadi lebih baik. Setelah itu baru melanjutkan perjalanan.” Cetusku, ini adalah tujuan ke lima yang berbeda, yang telah kusebutkan dalam tiga puluh menit ini.
“Yakin bakal lebih baik kalau lo pergi-pergi?” Tanya Pay, pria yang baru kutemui Jumat lalu dalam perjalanan.
“Ya nggak juga sih,”
“Tuh kan?”
Aku nyengir. Lalu kami terdiam.
“Mungkin elo selama ini hidup dalam fase denial, Mi. Elo selalu bilang elo baik-baik aja, padahal enggak.” Seru Pay beberapa jenak kemudian.
Aku hanya bersandar pada tembok kamar kostnya sambil bertanya-tanya, kenapa aku sampai kehilangan libido untuk traveling? Tumben. Padahal passionku adalah menjelajah. Pay meledek bahwa aku sedang frigid to travel. Ini gara-gara saat aku menyambangi pantai yang indah, air terjun, padang rumput yang keren, aku hanya bisa menghela nafas sambil berkata “Oh yeah, well. Terus?” – tidak ada rasa meledak-ledak dalam hati, seperti biasanya.
Sumpah aneh. Yang kuinginkan hanya tidur. Bermalas-malasan. Bahkan ada saat di mana aku menyesal terbangun.
Aku hanya mencibir. Denial apa? Aku tidak pernah memungkiri apa pun.


Barusan saya googling dengan keyword Indonesian Idle. maksudnya sih, mau mengupdate blog review novel saya. Tapi, saya malah menemukan entri di sini,
Karena sedang gemar membaca, lalu sempat menyentuh Indonesian Idle-nya Okke Sepatumerah. Hanya tahan membaca setengahnya lalu langsung menuju halaman belakang. Isinya tentang perempuan jadi pengangguran di Jakarta. Lalu, baru saja dari Bandung Book Center ada buku American Idle, isinya tentang pengangguran di Amerika. Jdang. Kok, kaya' sama, ya? Ada yang udah pernah baca?
Gubrags. Oops. Sumpah saya kaget. Nah lu.
Akhirnya, karena penasaran, saya googling lagi, dengan keyword "American Idle", eh malah ketemu website ini.
Hm... lalu pencarian saya lanjutkan dengan menambah kata novel setelah "American Idle". Jadi : "American Idle"+novel.
Dan di baris pertama hasil pencarian, muncul website Alesia Holliday, pengarang novel bergenre chicklit dari sono dan menemukan novel American Idle.
Doh, padahal kemarin saya merasa sangat brillian dan kreatif dalam memberi judul "Being an Indonesian Idle" pada novel pertama saya, dan dipersingkat menjadi 'Indonesian Idle' atas usulan bapak ini. (Setelah saya sebel-sebel karena doi memlesetkan judul menjadi 'Indonesian udel'.) Ternyataaa ya. :))
Mungkin, selain pelatihan menulis fiksi, harus juga diadakah 'pelatihan memberi judul novel'. Dan saya akan menjadi orang pertama yang mendaftar.
hehehe.
PS:
Ada yang sudah pernah membaca American Idle? Ceritanya gimana sih?
This page contains all entries posted to blog.sepatumerah.net in maart 2008. They are listed from oldest to newest.
februari 2008 is the previous archive.
april 2008 is the next archive.
Many more can be found on the main index page or by looking through the archives.