« Dilarang Jatuh Cinta. | Main | Kalau saja saya menjadi seorang Ayah. »

Kambing Berlipstik saja Bisa dilecehkan

Pelecehan seksual. Sebenarnya sudah lama saya ingin menulis entri tentang hal ini, keterbatasan koneksi internet di Dilli membuat saya menundanya; dan seperti biasa, kalau sudah ditunda, blas.. lupa.

Cuma gara-gara kemarin siang, seorang teman menelepon dengan suara bergetar karena emosi, saya jadi teringat lagi.

Si teman ini baru saja mengalami pelecehan seksual, bentuknya entah seperti apa, ia tidak mau cerita.

Setelah agak tenang, ia mulai berkeluh kesah, berkata bahwa ia merasa dirinya sangat nista serta kotor. Beberapa kali saya berusaha meyakinkan, bahwa ketika ia dilecehkan, itu bukan salahnya, tapi ia tetap kekeuh pada pikirannya sendiri : ada yang salah dengan dirinya, sampai ia dilecehkan.

Alasannya sih, keberadaan hukum sebab-akibat, ada sebab dan ada akibatnya. Pelecehan seksual adalah akibat yang dia alami, tapi entah kenapa ia bersikeras bahwa penyebabnya adalah dirinya.

….

Sebelum saya memutuskan untuk ‘hidup di jalan’, seseorang – perempuan – pernah memberi nasehat pada saya untuk berhati-hati dalam berpakaian dan bertindak, karena perempuan di jalan, terutama di tempat yang budayanya berbeda, sangat rentan untuk dilecehkan secara seksual. Rupanya ia cukup kuatir dengan opini saya, bahwa : satu - terserah perempuan mau bersikap, berpikir dan berpakaian seperti apa; tidak ada yang salah dengan itu.

Saat dinasehati seperti itu saya cuma tertawa sambil bilang untuk menenangkan : “Iyaaa..iyaaa, gue bakal ati-ati dan nggak seenaknya.” – ya iyalah, saya kan nggak tolol-tolol amat, memakai –let’s say- bikini, tanktop atau hotpants turun ke desa. Bisa-bisa terjadi huru-hara itu dan secara* kemana-mana seringnya saya memakai truk, dengan pakaian tersebut tentunya saya bisa masuk angin. :P

Tapi kok ya, sudah bertindak biasa-biasa saja, berpakaian biasa-biasa saja, tetap saja saya dan seorang teman mengalami kasus menyebalkan berjudul pelecehan seksual ini.

Ceritanya, suatu hari, saya dan beberapa teman, ingin menghabiskan siang jelang sore di Airea Branca, sebuah pantai yang cukup asyik di Dilli. Bayangkan, nyaris tidak ada ombak, dasarnya hanya pasir lembut tanpa karang dan tumbuh-tumbuhan laut. Saya dan teman-teman bisa berenang-renang, seperti di kolam renang super luas. Pokoknya menyenangkan dan telah diresmikan menjadi tempat wajib kunjung setidaknya seminggu sekali.

Tapi sekarang saya tidak mau menceritakan tentang pantai Airea Branca – melainkan peristiwa yang saya dan –sebut saja namanya- Nona Eksotis, seorang teman alami sepulangnya dari sana.

Seperti biasa, untuk menghemat biaya tranportasi pulang, kami memilih jalan kaki – kalau hari masih terang, atau hitchhike jika menjelang gelap. Hari itu, walaupun masih terang, tapi kami cukup lelah dan memutuskan untuk hitchhike. Sialnya setelah menunggu sekian lama, tidak ada sebuah mobil pun yang bisa ditumpangi. Nyeh. Akhirnya kami terpaksa jalan kaki cukup jauh..

Untung, setelah selama sekitar 45 menit berjalan, ada sebuah mobil bak berhenti. Karena yang menghentikan adalah teman saya yang berada di depan, maka saya dan Nona Eksotis ini belum ngeh, sampai ketika saya melihat semuanya berlarian menuju sebuah mobil. Saya dan Nona Eksotis menjadi orang yang paling belakang. Anehnya, saya mendengar ada langkah kaki lain di belakang. Saya berhenti – maksudnya untuk melihat, tapi belum sempat memutar badan, tiba-tiba saya merasakan bokong saya diremas,

Yang ada saya terdiam karena kaget. Lalu orang tersebut menghampiri Nona Eksotis yang sama bolotnya dan saya melihat ia juga meremas bokongnya.

Kami berdua kaget. Sumpah kaget. Saking kagetnya, reaksi kami lamban.

“Babi Bangsat! Monyet! Babi! Babi! Anjing!” setelah beberapa detik kami memaki, tapi mengejar juga percuma, karena ia telah jauh.

Sepanjang hari saya dan teman saya merasa marah dan jengkel. Dasar babibangsatbiadab.

Seorang teman yang lain, di Jakarta, ingin pulang ke Bandung, maka pagi-pagi sekali ia mendatangi kantor-kantor shuttle service. Namun sayangnya, karena waktu itu long weekend, maka ia pun tidak mendapat tempat nyaris di semua shuttle service yang ada. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang dengan taksi. Ketika sedang menunggu taksi di pinggir jalan, seorang pria tiba-tiba menghampiri dan memegang payudaranya.

Sekali lagi saya katakan : Dasar babibangsatbiadab

Sampai sekarang saya sering nafsu ingin memakan orang, jika ada yang berkata bahwa pelecehan seksual itu sumber masalahnya adalah justru para korban sendiri. Dalam kasus pelecehan seksual pada perempuan, maka perempuan lah yang salah.

Saya sempat adu mulut dengan seseorang yang pernah berkata bahwa perempuan mulia itu memakai baju serba tertutup dan bertingkah laku baik-tidak-sombong-lagipula-rajin-menabung. Jika ada perempuan yang tidak demikian, berarti ia bukan perempuan mulia.

Jadi maksyudnyah?

Yang dianggap perempuan tidak mulia…

… diperbolehkan untuk dilecehkan?

Gila lu, Ndro.

Dan yang bikin gemas adalah, para korban pelecehan seksual yang saya temui, juga mengamini pemikiran yang sama – contohnya teman saya yang menelepon itu. Sepanjang perbincangan, ia terus menerus menganalisa, apa yang salah dari dirinya.

Terlalu banyak orang memercayai pola pemikiran demikian. Bahkan secara mengejutkan, pola pikir macam ini bercokol juga di benak beberapa orang yang tergolong berpendidikan baik.

Contohnya, setelah kejadian pelecehan seksual tersebut, mengadulah saya pada satu orang. Tanggapan pertamanya adalah : “Lo pake baju apa sih?”

Telanjang.

YA ENGGAK, LAH! Sebagai informasi, kami memakai tshirt biasa dan bawahan yang menutup seluruh kaki.

(Dan, oh ya, teman saya yang dipegang payudaranya saat menunggu taksi itu, tidak sedang memakai rok mini atau hotpants. Tidak juga tanktop atau bikini top. Ia memakai sweater dan celana cargo kedodoran.)

See? Betapa orang tempat saya mengadu, yang jika ditilik latar belakangnya bisa dikategorikan berpendidikan baik, secara tidak langsung ‘menuduh’ bahwa sumber pelecehan tersebut adalah saya. Kalau yang tidak berpendidikan baik sih, saya bisa sangat tidak memperdulikannya memakluminya.

Lalu tanggapan lain dari orang lain,”Lo ngapain sampe digituin sama orang itu?”

Saya menari-nari erotis.

YA ENGGAK LAH! Saya mengejar mobil tumpangan.

(Dan oh ya, teman saya yang dipegang payudaranya itu sedang berdiri di pinggir jalan menunggu taksi, bukan sedang striptease di tengah jalan.)

“Mungkin gerakan lo ngejar itu mengundang. Kan semua bagian badan lo goyang” Sialnya, nggak cukup di sana, ada juga yang memiliki analisa, bahwa tetap ‘korban pelecehan seksual’ lah yang salah. Setelah tidak menemukan kesalahan outfit dan tingkah laku, badan-lah yang disalahkan.

Eh ya bo, bukan mau saya kan memiliki bagian tubuh perempuan semacam ini? Karena saya perempuan, saya diciptakan memiliki tubuh dengan tonjolan berupa payudara dan tonjolan di bagian bokong.. Mungkin memang bagian-bagian tersebut bergerak-gerak berlebihan saat saya mengejar kendaraan tumpangan. Salah saya? Jadi saya harus bagaimana? Berjalan berlambat-lambat bak putri Solo, sedangkan kendaraan baik hati tersebut mungkin saja sedang terburu-buru. Begitu?

(Dan, penimpaan kesalahan pada bagian tubuh yang bergoyang harus dipatahkan, karena teman saya yang dipegang payudaranya malah tidak sedang berlari-lari sehingga tonjolan-tonjolan di tubuhnya tidak bergerak-gerak.)

Ini murni bukan salah korban, tapi jelas karena kesalahan cara berpikir pelaku, entah itu karena mereka berpikir 'ngeres', atau merasa diri superior, atau entahlah. Pokoknya, apa pun alasannya, saya menganggap mereka hina, karena mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan perilaku. Bo, manusia, bukan sih?


….

“Gue ngerasa nista banget.” Itu cetus teman saya melalui telepon.
“Udah deh, kan dari tadi gue udah bilang, bukan salah lo, yang salah tuh ya otak ngeres yang ngelakuinnya…” dan ini sudah entah ke berapa kalinya saya meyakinkan dia.
“Aduh, gue kenapa ya sampe diperlakuin gitu?”
“Lo ga kenapa-kenapa… Pelecehan seksual bukan karena kesalahan baju, tingkah laku dan badan korban. Emang dasar otak ngeres tu babi bangsat aja, jangankan yang berbaju terbuka, kalau otak macam itu, plus ditambah dengan ketidakmampuan mengendalikan diri, bahkan kambing berlipstik saja mungkin dilecehkan juga!” cetus saya.

Mudah-mudahan teman saya telah berhenti menyalahkan diri sekarang.


*BTW, pemakaian kata ‘secara’ di tempat yang tidak seharusnya itu masih musim nggak sih? :D

TrackBack

TrackBack URL for this entry:
http://sepatumerah.net/mt/mt-tb.cgi/95

Comments (30)

Yee:

Masih musim 'ke

arnett:

setujuuu,,,
emang nyebelin banget kalo smua ujung2nya yg disalahin perempuan,,,
ga fair,,,huhuhu,,,
padahal emang dasar pelakunya aja yg ga tau diri,,,
*kok jadi ikut marah2 gni,,,=p*

JJ:

setanbejatjahanam.

Booo, titip pesen buat temen lo: it's bad enough, don't mmake it worse by 'blaming' yourself. Ga ada gunanya.

Sepupu gue, lagi nunggu taksi juga di pinggir jalan, tau2 dibekep dari belakang, dipeluk sampe gak bisa gerak, trus diremes2 toketnya. Dan dia anak superalim yang lagi dalam perjalanan ke kampus dengan baju rapi nan rapat tertutup.

Emang makhluk2 jahanam itu pantesnya dikebiri. Dan kenapa juga cewek yang selalu 'disalahin' untuk kasus2 kayak beginian? Tolol.

BTW, maap yaa, gue jadiin entri ini tong sampah buat maki2, hehehe... Been there, that's why. :-) udah deh, bilang ama dese jangan nyalahin diri. KAGAK GUNA.

it was definitely not her fault. it was THEIR faults..heran aja kenapa di otak lelaki itu dipenuhi dgn yg namanya S**, dan sedihnya ketika hasrat itu tak terpenuhi, wanita tak bersalah yg jadi sasaran...setuju sekali bahwa gaya berpakaian korban bukanlah subjek utama penyebab sexual harrashment tp otak yg kotorlah penyebabnya!
*p.s : love yr novel a lot!*

mita:

pengalaman gw mirip2 juga. bokong gw diremas :( kejadiannya beberapa taun lalu di jkt, gw lagi jalan kaki pulang kerja, jam 6.30 sore gitu lah. ada tukang ojek naik motor pelan2 dibelakang gw, ngelakuin tindakan nista itu, terus dia ngeloyor naek motor. SIYAL. gw sempet trauma. gak berani lewat jalan yang sama lagi kalo sore. padahal gw juga gak pake rok mini gitu lo :(

beta sonde kasi salah cewek o0o...
beta mo kasi salah itu laki-laki dong...
dasar babibangsatbiadabjahanam (masi kurang apa e?)

Salam Perkenalan...nice blog...

noi:

numpang ikutan comment yah...
gw sendiri pernah ngalamin pas pulang dari kantor jam 10 mlm. gw ke mana2 naik motor,jaket tebal yg sama sekali ga ketat,helm teropong,rambut di gelung..kl diliat malah dah kyk cowo..tapi tetep aja,ada cowo yg naik motor juga,trus dia mepet motor gw trus meremas payudara gw n langsung kabur gt aja..gilaaa...

jadi bukan salah temen km ataupun semua korban pelecehan..tapi mang otak2 si pelaku itu yg sakit...

cerita lo makin menguatkan hipotesis gw bahwa ada kelompok makhluk yang sepintas tampak seperti manusia (dan maaf, ber"kelamin" laki2) tapi sebenarnya bukan homo sapiens.. melainkan kelompok sayuran. gak ada otaknya blas soalnya. dan sayuran cuma bagus buat dimakan.

eniwei, jadi inget pengalaman sendiri bertahun2 lalu, waktu naik bus AKAP dari jambi ke jakarta. pas malem2 ada tangan gerayangin kaki gw. langsung gw injek, dan yang punya tangan gak berani tereak, hehehehe...

obey:

Dan yg lebih seremnya lagi ketika pelecehan tersebut terjadi di anak-anak! Di daerah utara jakarta ada warung teh botol, yg harga teh botolnya 2rb perak trus lo dapet plus plus grepe2 anak kecil!

ikut maki2 boleh ya?

jaman masih kuliah di jogja, kalo pulang ke ndeso, saya selalu naik bis yg jalan malem supaya nyampe rumah pagi2 jadi bisa langsung sarapan (halah). pernah pas lagi ngantuk2nya di bis, cowo di sebelah pura2 nyari sesuatu di kantong kemejanya, dan sikutnya GAK SENGAJA nyenggol2 toket gitu deh. sekali, oke deh, situ ga sengaja. dua kali (saya males ngitung sampe tiga. kelamaan), saya tonjok itu orang sampe kacamatanya jatoh ke lantai bis dan pecah. diem aja dia.

hhhhhhhh......emang nih para lelaki yang otaknya ga berfungsi itu minta digantung sampe mati. hhhhh.....masih marah kalo inget itu :|

tegar:

menjawab pertanyaan di kalimat terakhir : iya udah gak musim kayanya.. di "sini" sama sekali udah gak ada yang pake kata secara heheheeh...
btw..
iya.. babi bangsat biadab tuh orang...!!!

pipit:

salam kenal...

setuju bgt ama mbak Okke, soalnya gue alamiin pas UMROH!!!yg notabene, hrs memakai pakaian tertutup bgt!
Mau marah2, kok ya lg beribadah?!? tp tetep aja rasa gondok-malu-kesel masih ada.

Masalahnya ga cuman 1x aja waktu umroh ditowel pantat gue tapi 2x!
Pertama di bandara Saudi-nya (petugasnya sok lewat dari belakang gue!padahal gue-nya lg nunggu baggage keluar?!?).
Kedua pas belanja di mal di mekkah. Itu ditowel sama pembantunya nyonya2 besar arab gitu. Haruskah gue bilang ke majikannya kalo pembantunya (cowok) towel pantat gue?!?

Pedih ga sih, kl lu lg niat ibadah dikasih cobaannya pelecehan seksual. Perasaan selama gue tumbuh besar di Indonesia, gue bukan cewek yg centil!!!kok bisa ya?!?...walahuallam.

Harusnya ada hukum Islam tuh yg berlaku sama kayak kalau ketauan mencuri yaitu dipotong tangannya!Soalnya perbuatan pelecehan sama aja dengan mencuri harga diri sebagai perempuan.

Maaf panjang. :)

Lita:

sedih ya mbak..aturan khan wanita itu ada untuk dilindungi dan dihormati (infact kita semua di dunia ini ada untuk saling menghormati)

kenapa banyak yg ngelakuin hal2 nista kayak gitu yah?

Fay:

Betullllll!!!!
Memang otak mereka aja yang rusakkkkk...

Udah tampil se-biasa mungkin, bahkan pernah juga tampil belel, masih aja ngalamin yang namanya pelecehan...

Seharusnya beneran ada hukuman berat buat mereka...

menyebalkan!
menyebalkan!
menyebalkan!

kke, cepat tanggap atuh... jangan bereaksi lamban :)))

ps, secara masih musim bo.

eka:

Hmm,,kalau kata Mbak Anggun C. Sasmi,"It's all in your mind, in your mind."
Mau kita pakai baju setertutup apa pun kalau otak para penowel itu udah gak bener, terjadilah penowelan-penowelan yang menjurus ke sexual harrasment. Hayo, kita lawan para penowel bejat ituh!!

imme:

ditowel pantatnya termasuk pelecehan seksual juga ya?
Berarti waktu yang di terminal senen itu gw dilecehkan dong?
Ga tau kenapa ya, emang kalo ada yang cerita dia dilecehin orang, pasti yang ditanyain pakaiannya gimana, si korban itu lagi ngapain aja. Kayaknya emang udh kebentuk aja di otak orang kalo yang salah itu si korban.
Dan kebanyakan korban (kayaknya gw juga waktu itu) responnya adalah melongo. Jadi lemot utk bereaksi.

yup..secara masih sering dipake...n mulai agak2 hilang lagi

'-sorry nimpalin ps nya-'

j:

hmmm gw lelaki yg mulia dong ye
soalnya gw selalu tanya dulu ke cewe "wanna f**k???"

Hmm... Sekarang gw ngerti kenapa gw lebih nyaman memakai celana pendek. Karena mungkin malah bikin ilfil babibangsatbiadab itu. Hahaha...

honey:

I like the way you write... cool euii..

toto ade mu:

ini teh ngomongin dewi persik????
hahahahaha.....

blom baca padahal....
yuuu maree

cihuy:

xixixixixixixi.. jd kambing berlipstik = dewi persik?

cloud:

Yup... cowo2 penowel emg bangsat biadap, gua jadi keinget wkt zaman smu, setiap hari pas brgkt kesekolah gua selalu ditoel ama abang-abang bermobil pickup.. soalnya wkt itu gua pake sepeda warna pink, jd mgkn mereka ngenalin sepeda gua.. pokoknya mulut gua selalu mengeluarkan sumpah serapah wkt ditoel.. emg bejat tuh org. padahal gua berpakaian sekolah yg rapi, ga ketat, roknya jg gak pendek.. dasar otak emg udah kotor dari sananya..

btw.. nice blog^^

lissy:

met kenal yah..

g setuju banget dgn pendapat loe.. dimana2 perempuan mostly pasti disalahkan..
Gwa jg pernah punya pengalaman kek gitu.. ama temen lagi.. alasannya sih lagi mabuk.. emangnya lagi mabuk jadi alasan buat setiap org untuk berbuat kurang ajar..
kalo gitu dia bisa aja merkosa and bilang "uuppsss.. g mabuk.."
does not make any sense..

aduh, setuju banget ama postingan okke kali ini, emang kalo gini laki2 jadi super nyebelin banget ya...mikirnya selalu pake amir bukan iman. uuggghhh.....

Kalo aku, alhamdulillah belum pernah ngalamin [ya Allah, jangan sampe deh] yg namanya pelecehan seksual.

Tp aku sering banget nyaksiin, terutama di angkutan umum kayak di bis or di kereta api jabotabek. Terus korban2nya itu keliatan ga berani banget ngelawan...

so..what should I do???...aku mau marah2 takut bikin si korban malu. tapi ga marah2 gondok banget liatnya. Jadi kalo ada yang bisa kasih masukkan, tolong dong..biar lain kali aku tau caranya bertindak.

hehehe..kasih comment tapi minta di kasih saran :-D. Karena terus terang aku juga baru posting tentang hal ini..dan ngarepin comment, terutama soal what should I do-nya :-)

been there a couple of times, mostly cuman bisa nangis abisannya... dan gak merasa ada yang salah sama diri sendiri untuk 'memancing' orang jadi bertindak biadab seperti itu...

yang terakhir kejadiannya pagi, pas jalan kaki ke kantor, setelah itu ngalahin lewat rute yg beda... gak mo jalan sendirian lagi...

oh iya, tips dari my baby... klo lain kali ada yang biadab gitu lagi, jangan bolot alias lambat bereaksi, treakin jambret kenceng2! pasti abis tu orang dihajar massa!

Popi:

ah jadi inget judul khas koran-koran kuning di jakarta semacam poskota, lampu merah dan sebangsanya. "SEORANG PEREMPUAN DIPERKOSA, PELAKU MENGATAKAN IA TERGODA OLEH KORBAN YANG MEMAKAI DASTER TIPIS". Anjiiss! udah dari struktur bahasa aja ngaco, judul merangkap beritanya, membuat korban jadi korban kedua kali, melecehkan perempuan! benci banget gw sama penulis berita kayak gitu yang ngakunya wartawan. Bukan karena daster ia diperkosa, wong gw yang pake kerudung dan baju gombrang aja masih disuitin kook "Neeeng..ikut aa yuu!". Kampret!

Tya:

Plisss deh..jangan dangkal gitu donk mikirnya...Ga ada yang nyalahin perempuan secara keseluruhan..kalo kita udah jaga diri dengan bener, ga ngumbar dada ma paha..trus masih dilecehin..tuh orang emang pantes dibakar..Jangan marah dong kalo ada orang yang minta supaya perempuan berpakaian santun..mo telanjang juga sebenarnya ga ..paa..pa yang nanggung juga lo lo sendiri..mo umbar badan go ahead..tp ntar kalo lo punya anak cowok..apa lo mau..tiap dia buka tv mo nonton kartun, blom smpet dipindah chanelnya dia udah liat dewi kkeket ngeliuk2 kayak striptis dengan dada mau keluar dari tempatnya..ga sehat deh kayaknya...kalo semua org ingin menyamakan indonesia dgn amrik sana

Post a comment

About

This page contains a single entry from the blog posted on 11 januari 2008 12:00 pm.

The previous post in this blog was Dilarang Jatuh Cinta..

The next post in this blog is Kalau saja saya menjadi seorang Ayah..

Many more can be found on the main index page or by looking through the archives.

Powered by
Movable Type 3.31