« Kambing Berlipstik saja Bisa dilecehkan | Main | Anak Kedua Saya : Istoria da Paz »

Kalau saja saya menjadi seorang Ayah.

Kalau saya menjadi seorang ayah dari putri yang berumur 7 tahun dan sangat bolot dalam bidang hitung-hitungan, mungkin saya akan frustasi dan putus asa ketika putri saya nggak ngerti-ngerti juga bahwa ¾ ditambah 1/3 bukanlah 4/7.

Kalau saya menjadi seorang ayah dari putri yang berumur sebelas tahun dan sangat menggilai novel asrama Enid Blyton, mungkin saya akan kecewa ketika mendapati sang putri, alih-alih menyambut kepulangan saya dari luar kota, malah sibuk membongkar tas plastik toko buku yang saya bawa.

Kalau saya menjadi seorang ayah dari putri berumur lima belas tahun, masih bloon tapi ingin sekolah di kota, jauh dari orang tua, pasti saya akan merasa sangat khawatir dan tidak akan melepaskannya.

Kalau saya menjadi seorang ayah dari putri yang berumur tujuh belas tahun, baru lulus SMU, mengikuti UMPTN dengan tidak niat : tidak belajar dan tidur selama ujian, pastilah saya akan kecewa karena putri saya membuang-buang uang untuk membeli formulir pendaftaran – dan menyia-nyiakan kesempatan masuk jurusan teknik arsitektur, teknik lingkungan atau psikologi di universitas-universitas negeri kondyang nusantara (sementara di luaran sana, banyak yang ingin!)

Kalau saya menjadi seorang ayah dari putri yang berumur delapan belas, sedang badung-badungnya, tanpa sengaja merusakkan kasur tempat tidur dan mug langka kesayangan gara-gara putri saya ceroboh, pastilah saya akan kecewa.

Kalau saya menjadi seorang ayah dari putri berumur sembilan belas tahun dan hobi pulang malam dengan sejuta alasan, tentunya saya akan terus-terusan deg-degan dan mungkin saya saya akan mengambil kunci mobil serta SIM putri saya itu.

Kalau saya menjadi seorang ayah dari putri yang berumur dua puluh sekian dan hobi menjadi kutu loncat dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, tentunya saya akan sebal dan sedikit was-was akan masa depan anak saya.

Kalau saya menjadi seorang ayah dari putri yang berumur dua puluh nyaris tiga puluh dan masih belum bisa menentukan pasangan hidup, tentunya saya akan sedih, karena walau bagaimana pun, saya menginginkan anak saya hidup bahagia dengan seorang pasangan yang mencintai putri saya sepenuh hati.

Kalau saya menjadi seorang ayah dari putri yang berumur tiga puluh tahun, tiba-tiba terserang kegilaan ingin berpetualang, ke tempat tidak jelas jaya, pasti saya akan dengan segera menjodohkannya dengan orang-orang terdekat, supaya ia tidak membahayakan dirinya sendiri.

Kalau saya menjadi seorang ayah dari putri yang….

Ah sudahlah…

Saya rasa, saya tidak akan bisa menjadi seorang ayah yang sabar mengajari matematika, tidak marah karena putrinya lebih mementingkan Enid Blyton, merelakan pergi ke luar kota untuk melanjutkan SMU, membiarkan mendaftar UMPTN dengan nggak niat, hanya mengelus dada kecewa ketika mugnya rusak, hanya ngambek sebentar saat sang putri pulang malam, hanya menggeleng kepala saat sang putri berganti pekerjaan sesering berganti celana dalam, tidak banyak berkomentar tentang pasangan-pasangan putrinya, membiarkan putrinya ‘menjajal’ kegilaan mendadak dengan berpetualang nggak jelas, juga melakukan banyak hal lain yang membikin pusing kepala.

Susah. Malas, pula!

Hebatnya, ayah saya bisa.

Karena itu, saya selalu merasa menjadi putri yang beruntung.

Happy Birthday, My handsome Papah.
Saya sayang papah.
Banget.

Peluk cium dari jauh,
Sepatumerah.

(Sebuah entri yang dibuat saat pesawat take off dan MP3 saya memainkan lagu Black Bird, The Beatles.)

TrackBack

TrackBack URL for this entry:
http://sepatumerah.net/mt/mt-tb.cgi/96

Comments (15)

Dodol Surodol:

Met ultah, Om! Semoga berbahagia.

JJ:

Happy Birthday, Oom.. semoga selalu dilimpahi berkah dan anugerah oleh Yang Di Atas. Tuhan memberkati :-)

selamat ulang tahun papanya okke.
pastinya ayah yang superduper oke.

Leen:

haha... emangnya kak okke lagi hobi jalan2 ke mana?

t.w.:

happy birthday, om !!
tp om, kesabaran om membuahkan hasil yg membanggakan.
anak om hebat lho..
buku barunya udah terbit lagi !! :-)
congrats yaa, kke...

yustin:

happy birthday buat papanya Okke..
bokap lo keren banget deh.. dan bokap lo jg pasti bangga kok punya anak kaya elo :)

papanya okke... happy birthday to you...

Yee:

...kalau menjadi seorang ayah dari putri yang pinter nulis kayak okke. Pasti ayahnya bangga. Happy birthday, om.

arnett:

happy birthday oom,,,
baca entry ini jadi inget sama bokap di rumah,,,hiks2,,,=(

dizzyChan:

Anaknya aja gini, apalagi papahnya ya?top pastinya. Met ulang tahun ya om, panjang umur..sehat selalu :)

toto ademu:

akh.... okke....
hidup blackbird nya beatles....

tulisan lo gw printout bwat bokap ya...

btw klo ntar gw punya anak, bakal kayak lu ngga ya,... xixixixixix good luck sis!

GBU
ademu
toto

lagunya bagus..blackbird :)
entah kenapa..Tuhan selalu adil..menjadikan pria-pria baik nan sabar sebagai ayah buat kita-kita :)

happy birthday, oom...

btw soal kasur dan mug..
apakah itu rusak di waktu yg sama?
I wonder what did u do back then :p

youfy:

wah.. met ultah buat bokap ya 'Ke.. gue jadi inget jaman dulu.. *terkenang2*

Bude Niniek:

Dear Okke,

Your Dad must get a swollen head to read all of this...hahaha! I agree though that you are a daughter that a father can be proud of. Keep up the good work.

With love and prayer,

Bude Niniek.

Post a comment

About

This page contains a single entry from the blog posted on 28 januari 2008 1:39 pm.

The previous post in this blog was Kambing Berlipstik saja Bisa dilecehkan.

The next post in this blog is Anak Kedua Saya : Istoria da Paz.

Many more can be found on the main index page or by looking through the archives.

Powered by
Movable Type 3.31