« december 2007 | Main | februari 2008 »

januari 2008 Archives

04 januari 2008

Dilarang Jatuh Cinta.

12. Tidak diperkenankan untuk memiliki hubungan (dan perasaan) yang bersifat personal dengan siapa pun selama masa satu tahun awal kontrak. Bagi yang sudah memiliki pasangan, diharuskan untuk setia pada pasangannya.


“Najis.”
“Ada apa?” Nadine, seorang perempuan berkebangsaan Jerman, mantan relawan tempat aku akan bekerja terlonjak. Ia menurunkan novel yang sedang dibacanya.
“This..” aku membalikkan lembaran kontrak yang harus kupelajari selama 24 jam dan menunjukkan bagian yang kalau disederhanakan berbunyi : dilarang jatuh cinta dan pacaran.
“Oh, itu.” Nadine yang sangat fasih berbahasa Indonesia ini tersenyum simpul, ia merubah posisi tengkurap di atas tempat tidurnya menjadi posisi duduk.
“Aturan ini melanggar batas personal sekali ya? Saya nggak suka ini… “ Aku mendengus, lalu merebahkan diri di atas tempat tidurku.

Continue reading "Dilarang Jatuh Cinta." »

11 januari 2008

Kambing Berlipstik saja Bisa dilecehkan

Pelecehan seksual. Sebenarnya sudah lama saya ingin menulis entri tentang hal ini, keterbatasan koneksi internet di Dilli membuat saya menundanya; dan seperti biasa, kalau sudah ditunda, blas.. lupa.

Cuma gara-gara kemarin siang, seorang teman menelepon dengan suara bergetar karena emosi, saya jadi teringat lagi.

Si teman ini baru saja mengalami pelecehan seksual, bentuknya entah seperti apa, ia tidak mau cerita.

Setelah agak tenang, ia mulai berkeluh kesah, berkata bahwa ia merasa dirinya sangat nista serta kotor. Beberapa kali saya berusaha meyakinkan, bahwa ketika ia dilecehkan, itu bukan salahnya, tapi ia tetap kekeuh pada pikirannya sendiri : ada yang salah dengan dirinya, sampai ia dilecehkan.

Alasannya sih, keberadaan hukum sebab-akibat, ada sebab dan ada akibatnya. Pelecehan seksual adalah akibat yang dia alami, tapi entah kenapa ia bersikeras bahwa penyebabnya adalah dirinya.

….

Sebelum saya memutuskan untuk ‘hidup di jalan’, seseorang – perempuan – pernah memberi nasehat pada saya untuk berhati-hati dalam berpakaian dan bertindak, karena perempuan di jalan, terutama di tempat yang budayanya berbeda, sangat rentan untuk dilecehkan secara seksual. Rupanya ia cukup kuatir dengan opini saya, bahwa : satu - terserah perempuan mau bersikap, berpikir dan berpakaian seperti apa; tidak ada yang salah dengan itu.

Saat dinasehati seperti itu saya cuma tertawa sambil bilang untuk menenangkan : “Iyaaa..iyaaa, gue bakal ati-ati dan nggak seenaknya.” – ya iyalah, saya kan nggak tolol-tolol amat, memakai –let’s say- bikini, tanktop atau hotpants turun ke desa. Bisa-bisa terjadi huru-hara itu dan secara* kemana-mana seringnya saya memakai truk, dengan pakaian tersebut tentunya saya bisa masuk angin. :P

Continue reading "Kambing Berlipstik saja Bisa dilecehkan" »

28 januari 2008

Kalau saja saya menjadi seorang Ayah.

Kalau saya menjadi seorang ayah dari putri yang berumur 7 tahun dan sangat bolot dalam bidang hitung-hitungan, mungkin saya akan frustasi dan putus asa ketika putri saya nggak ngerti-ngerti juga bahwa ¾ ditambah 1/3 bukanlah 4/7.

Kalau saya menjadi seorang ayah dari putri yang berumur sebelas tahun dan sangat menggilai novel asrama Enid Blyton, mungkin saya akan kecewa ketika mendapati sang putri, alih-alih menyambut kepulangan saya dari luar kota, malah sibuk membongkar tas plastik toko buku yang saya bawa.

Kalau saya menjadi seorang ayah dari putri berumur lima belas tahun, masih bloon tapi ingin sekolah di kota, jauh dari orang tua, pasti saya akan merasa sangat khawatir dan tidak akan melepaskannya.

Kalau saya menjadi seorang ayah dari putri yang berumur tujuh belas tahun, baru lulus SMU, mengikuti UMPTN dengan tidak niat : tidak belajar dan tidur selama ujian, pastilah saya akan kecewa karena putri saya membuang-buang uang untuk membeli formulir pendaftaran – dan menyia-nyiakan kesempatan masuk jurusan teknik arsitektur, teknik lingkungan atau psikologi di universitas-universitas negeri kondyang nusantara (sementara di luaran sana, banyak yang ingin!)

Continue reading "Kalau saja saya menjadi seorang Ayah." »

29 januari 2008

Anak Kedua Saya : Istoria da Paz

mbak okke...

waaaw, i'm so ecstatic! senang sekali bisa menjadi 'teman' walau hanya dalam dunia FS.

first off, thanks for approving my friend request y, mba. i've been dying to congratulate u for ur recent book published, 'istoria da paz'. keren! i believe that as of this morning (after finishing ur book), i have seriously fallen for ur (fictional) character, Dion. waaaaaaaaa... a tall handsome selfless guy? duh, nyari dimana ya tuh, mba, yg macam gt hari gini? hohoho.

sebenernya udah impressed banget sejak baca 'indonesian idle'. i love it a lot. soalnya saya ngerasa bener-bener bisa relate sama ceritanya. as i am so much the rookie girl that is still in search of her so-called 'dream job'. hehe.

yang jelas saya suka banget sama gaya penulisan mba okke di kedua novel itu. very honest. simple yet endearing... u MUST continue writing yha, Mba. no matter what!:) Semangat!

meanwhile, take good care.
and gbu.

Itu comment terakhir dari Tessa Intanya di friendster saya. Yang ada saya bengong dan mikir : "Lah? Novel saya sudah keluar lagi ya?"

Saya jadi semakin yakin ketika malamnya, Jenny mengirimkan SMS dan semakin yakin lagi dan lagi setelah membaca komentar t.w di entry yang sebelumnya.

Buset. Saya kemana aja ya?

Jangan dijawab, itu pertanyaan retorik. Saya sudah kembali lagi ke bumi Lorosae tercinta, dan kembali berjauhan dengan sarana komunikasi.:D. Makanya kasus saya tidak ikut menyertai kelahiran anak pertama, terjadi lagi pada kelahiran anak kedua.

Tapi, ya sudahlah. Yang penting ini.

Telah lahir anak ke-dua saya : Istoria da Paz : Perempuan dalam Perjalanan. Dapatkan di toko buku- toko buku terdekat. ;-). I am oh so excited :)

--------------------------------


Putus. Adalah hal yang menyakitkan bagi setiap orang. Termasuk Damai Priscilla, seorang editor yang bekerja di sebuah penerbitan. Dalam keadaan sangat hancur, ia mendapat tugas untuk membukukan kisah seorang guru ‘Sekolah Damai’, sebuah sekolah alternatif bagi anak-anak pengungsi Timor Leste yang berada di camp pengungsian di Timor Barat.

Untuk itu ia harus melakukan perjalanan menemui sang guru dan mengalami banyak hal

Istoria da Paz*: Perempuan dalam perjalanan. Bukan cerita tentang perempuan bernama Damai, seorang editor yang patah hati. Bukan juga cerita tentang Sekolah Damai. Tapi ini kisah perempuan yang mengalami perjalanan mengubah sudut pandangnya tentang kehidupan.

.....

Masyarakat belum bisa terima perbedaan nilai. Berhubung yang umum dalam masyarakat adalah menikah, maka buat orang yang belum menikah, atau bahkan memutuskan untuk tidak menikah, akan dianggap aneh. Maka beramai-ramailah mereka memercayai bahwa mereka normal jika menikah.
Arimbi Pramudhita, feature editor ‘Destination’

Kenyamanan ini membuat kita berhenti mencari, padahal proses pencarian itu belum selesai.
Enrico Stephanus, tattoo artist

Well, mungkin perjalanan dan pertemuan dengan orang plus suasana baru bisa membantu lo menata hati.
Julia Sastrawijaya, editor Codex

Jalan hidup manusia itu seperti garis, walaupun tidak lurus. Suatu saat mungkin terjadi persilangan, perpotongan atau persentuhan antara garis jalan hidup masing-masing.
Dionysius Alexander, pekerja sosial

About januari 2008

This page contains all entries posted to blog.sepatumerah.net in januari 2008. They are listed from oldest to newest.

december 2007 is the previous archive.

februari 2008 is the next archive.

Many more can be found on the main index page or by looking through the archives.

Powered by
Movable Type 3.31