mbak okke...
waaaw, i'm so ecstatic! senang sekali bisa menjadi 'teman' walau hanya dalam dunia FS.
first off, thanks for approving my friend request y, mba. i've been dying to congratulate u for ur recent book published, 'istoria da paz'. keren! i believe that as of this morning (after finishing ur book), i have seriously fallen for ur (fictional) character, Dion. waaaaaaaaa... a tall handsome selfless guy? duh, nyari dimana ya tuh, mba, yg macam gt hari gini? hohoho.
sebenernya udah impressed banget sejak baca 'indonesian idle'. i love it a lot. soalnya saya ngerasa bener-bener bisa relate sama ceritanya. as i am so much the rookie girl that is still in search of her so-called 'dream job'. hehe.
yang jelas saya suka banget sama gaya penulisan mba okke di kedua novel itu. very honest. simple yet endearing... u MUST continue writing yha, Mba. no matter what!:) Semangat!
meanwhile, take good care.
and gbu.
Itu comment terakhir dari Tessa Intanya di friendster saya. Yang ada saya bengong dan mikir : "Lah? Novel saya sudah keluar lagi ya?"
Saya jadi semakin yakin ketika malamnya, Jenny mengirimkan SMS dan semakin yakin lagi dan lagi setelah membaca komentar t.w di entry yang sebelumnya.
Buset. Saya kemana aja ya?
Jangan dijawab, itu pertanyaan retorik. Saya sudah kembali lagi ke bumi Lorosae tercinta, dan kembali berjauhan dengan sarana komunikasi.:D. Makanya kasus saya tidak ikut menyertai kelahiran anak pertama, terjadi lagi pada kelahiran anak kedua.
Tapi, ya sudahlah. Yang penting ini.
Telah lahir anak ke-dua saya : Istoria da Paz : Perempuan dalam Perjalanan. Dapatkan di toko buku- toko buku terdekat. ;-). I am oh so excited :)
--------------------------------
Putus. Adalah hal yang menyakitkan bagi setiap orang. Termasuk Damai Priscilla, seorang editor yang bekerja di sebuah penerbitan. Dalam keadaan sangat hancur, ia mendapat tugas untuk membukukan kisah seorang guru ‘Sekolah Damai’, sebuah sekolah alternatif bagi anak-anak pengungsi Timor Leste yang berada di camp pengungsian di Timor Barat.
Untuk itu ia harus melakukan perjalanan menemui sang guru dan mengalami banyak hal
Istoria da Paz*: Perempuan dalam perjalanan. Bukan cerita tentang perempuan bernama Damai, seorang editor yang patah hati. Bukan juga cerita tentang Sekolah Damai. Tapi ini kisah perempuan yang mengalami perjalanan mengubah sudut pandangnya tentang kehidupan.
.....
Masyarakat belum bisa terima perbedaan nilai. Berhubung yang umum dalam masyarakat adalah menikah, maka buat orang yang belum menikah, atau bahkan memutuskan untuk tidak menikah, akan dianggap aneh. Maka beramai-ramailah mereka memercayai bahwa mereka normal jika menikah.
Arimbi Pramudhita, feature editor ‘Destination’
Kenyamanan ini membuat kita berhenti mencari, padahal proses pencarian itu belum selesai.
Enrico Stephanus, tattoo artist
Well, mungkin perjalanan dan pertemuan dengan orang plus suasana baru bisa membantu lo menata hati.
Julia Sastrawijaya, editor Codex
Jalan hidup manusia itu seperti garis, walaupun tidak lurus. Suatu saat mungkin terjadi persilangan, perpotongan atau persentuhan antara garis jalan hidup masing-masing.
Dionysius Alexander, pekerja sosial