Mereka memang belum berubah 180 derajat. Baru saja kemarin saya mempublikasikan entri ini, eh pulang-pulang, terjadi keributan di sekitar rumah. Yup, mereka mabuk lagi. Tapi berbeda dengan berbulan-bulan yang lalu, di mana saya selalu deg-degan ketika mereka mabuk, sekarang saya hanya bisa cengar-cengir geli.
Gimana nggak.
Salah satu dari mereka hari itu, sambil mabuk, tiba-tiba datang dan berseru lagi, “Maaf kak, Maaf. Saya tidak akan buat ribut, sekarang saya pulang, tidur.” – Empat yang lainnya, tiba-tiba datang sambil berkata,”Pokoknya, kalau ada yang mabuk dan mau brongkas (serang) rumah ini, hadapi kami dulu. Mereka tidak boleh datang dekat-dekat” – padahal mereka sendiri sempoyongan. Bahkan nih, mereka jadi ribut sendiri. Gara-garanya, ada di antara mereka yang mau pulang, tapi rumahnya melewati rumah kami, jadi ketika ia berjalan, kesannya, hendak ke rumah, dan empat bodyguard tersebut tiba-tiba menghalangi. Ada juga yang berusaha meyakinkan semua orang bahwa ia tidak mabuk dengan (sok) menanyakan pelajaran minggu lalu.
Geli sekaligus jengah.
Kenapa? Karena terjadi lagi baku pukul, saling memaki dan saling mengancam. Memang sih, baku pukul sudah biasa, makian dan ancaman itu jadi bahasa gaul, jtapi tetap lho, saya ngerasa jengah.
Soalnya buat saya, menjadikan "Kupotong lehermu" - sebagai hal yang biasa, berantem biasa, itu menunjukkan bahwa masyarakat sudah sangat terbiasa dengan apa yang disebut violensia. Sehat,kah?
Pada akhirnya, mereka pulang ke loteng rumah kami untuk tidur, menyapa dengan sopan, sambil bilang,” ami hakarak toba deit agora.(kami mau tidur saja sekarang)”. Saya tahu, jika pulang ke rumah, mereka akan dihajar oleh orang rumah mereka.
Lalu malamnya, tiba-tiba ada yang terjun bebas dari tangga loteng, dengan dada penuh muntahan, lalu menggelepar-gelepar. Antara jijay, kasihan dan geli melihatnya. Yang lain ketawa-ketawa, lalu mengangkat tangan dan kakinya, membawa ke tangki air kotor dan menceburkan dia di sana.
Buset.
Tapi yang membuat lebih geli adalah, pagi harinya, anak-anak itu melapor, bahwa loteng sudah dibersihkan. Padahal saya sudah males aja, harus membersihkan tempat itu, karena kebetulan, di sini, soal bersih membersihkan, sudah dibagi areanya, kebetulan saya dapat loteng.
…
Hari ini, mereka sudah dalam keadaan tidak mabuk. Cengar-cengir malu dan berusaha bertanya untuk meyakinkan diri,”Kemarin saya tidak buat apa-apa toh?”. Yang menggelepar-gelepar apa lagi, malu berat.
Lalu saya sempat bertanya, apa yang mereka minum. Katanya sih Tuak Timor Leste. Katanya lagi, minuman itu kalau disulut api bisa terbakar. Whoa.
“Itu kan tandanya keras sekali! Kalian nggak takut organ-organ tubuh kalian rusak apa?” Tanya saya. Setahu saya, beberapa dari mereka sudah pernah mengalami muntah darah dan kencing darah.
“Kalau sudah minum, kami mana sadar.”
“Makanya jangan minum. Atau jangan minum minuman yang itu. Jangan suka merusak badan” Seru saya.
Dan Thomas Ximenes pun tiba-tiba menyela.
“Kakak juga suka merusak badan. Merokok dan minum kopi banyak itu sama merusak badan.” Itu katanya, dengan ngotot.
“Tapi kan rokok dan kopi tidak sekeras tuak itu.”
“Sama saja, merusak diri.”
“Tapi…” akhirnya saya diam, karena apa pun yang saya katakan, hanyalah pembenaran diri belaka. Saya merasa konyol, seperti orang Farisi, yang cuma ngomong, menasehati, tapi tidak memberi contoh dengan tindakan – bukankah tingkah laku itu lebih penting dari perkataan, jendral? Hehe.
Saya diam. Menghela nafas. Lalu tiba-tiba sebuah ide muncul.
“Kalau saya berhenti merokok dan ngopi, kalian berhenti minum juga kah?” Tanya saya.
“Ah, kita buat perjanjian! Kakak berhenti merokok dan ngopi, kami berhenti minum dan merokok.”
Oh shit. Tidak ngopi tapi merokok, enteng buat saya. Tidak merokok tapi ngopi juga kayaknya masih sanggup walau sulit. Nah, tidak merokok dan ngopi? Mampus aja. Saat itu juga saya merasa bodoh.
“..eh, tapi susah ya?” tiba-tiba salah seorang dari mereka nyeletuk,”.. kalau gitu berhenti minum saja, merokok tidak.” Imbuhnya.
“Ya sudah, saya berhenti merokok tapi ngopi tidak ya?” cetus saya cepat.
“Ya ya boleh.”
“Mulai kapan? Besok?” Tanya saya. Lalu sejurus kemudian saya merasa tolol, karena saya nitip seorang teman yang sedang ke Indonesia (tsah), untuk membelikan Sampoerna Menthol satu box. Grmbl.
“Iya!”
Ah shit.
“Eh, tapi jangan. Sebentar lagi natal, banyak festa(pesta)! Banyak minuman gratis.” Cetus salah satu dari mereka.
Saya pun menghela nafas lega.
“Bagaimana kalau tanggal 2 mulainya?” tawar Thomas Ximenes.
“Okay!” saya agak setuju, masih lama.
“Tapi! Tanggal 16 Januari, saya boleh frei (libur) kah?” Tanya yang lain.
“Kenapa?”
“Saya ulang tahun.”
Saya menghela nafas.
“Boleh ya Kak? Habis tanggal 16 saya berhenti rokok juga sekaligus.” pintanya.
“Boleh! Tapi saya juga boleh frei!” seru saya.
“Setuju.”
Saya mengulurkan tangan.
“Kak, bagaimana kalau frei-nya setiap hari besar?” ternyata masih ada yang berusaha untuk memberi keringanan pada diri sendiri.
“Labele!(tidak boleh!)” cetus yang lain galak.
“Paskah la hemu, 12 November la hemu, (Paskah tidak minum, 12 november tidak minum…..” – ia terus menyebutkan sederet hari besar.
Dan yang lain tampak berpikir. Sebagian terlihat berat hati, sebagian ragu-ragu. Suasana sepi sejenak.
“Okay, bele hemu mais labele hemu tuak Timor! (boleh minum, tapi tidak boleh minum tuak Timor!). Harus jujur. Kalau merokok, atau minum mengaku saja. Ini teman-teman yang lain yang jadi saksi.” Seru saya sambil menunjuk beberapa teman saya dan teman mereka ada di sana.
Dan akhirnya, setelah panjang lebar, berusaha memberi keringanan pada diri sendiri, kami mencapai satu kesepakatan.
Duuh. Orang bilang, berniat untuk berhenti merokok adalah hal yang mudah untuk dilakukan berulang-ulang. ;-)
Wish me luck.
aAAarrGGHhhhhh.....
Comments (14)
Indeed. To quit smoking is easy that one can do it hundred times.
:D
But errrr .. good luck gal. And to them too.
If you managed to quit smoking, I salute you! But please, don't ask me to join just yet.
PS: Pulang donnnnggggg, si kakak sudah di Jakarta niiiihhhh ..
Posted by Silverlines | 06 december 2007 11:27
Posted on 06 december 2007 11:27
boleh juga tawar menawarnya. nawar dagangan aja kalah alot tuh!
iya, si kakak sudah di jakarta, ktia semua ngumpul lagi yuuukkkk, di jakarta/ bandung boleh ngrokok gak? :))
Posted by melly | 06 december 2007 12:59
Posted on 06 december 2007 12:59
Booooooo... itu minuman apa bensin?!
BTW, gut lak!! Kalo berhasil gue kasi hadiah deh... Dji Sam Soe 1 box.
:D
Posted by JJ | 06 december 2007 13:10
Posted on 06 december 2007 13:10
hahaahhhaaaa...
lucu! seru!
good luck guys! perubahan kecil memulai perubahan besar.. Smangat!!!
Posted by roni | 06 december 2007 15:50
Posted on 06 december 2007 15:50
Wah, jadi makin akrab ya? Hehe, selamat mencoba Mbak :)
Posted by Arya Nasoetion | 07 december 2007 00:45
Posted on 07 december 2007 00:45
hahhahaha..
KKe....kuatkan dirimu ya?
mau tau perjanjiannya bertahan berapa lama? uhmm...3 hari? :p
Posted by iYuz | 07 december 2007 16:04
Posted on 07 december 2007 16:04
pengin nyobain tuak timor euy...
Posted by aj's lover | 07 december 2007 16:41
Posted on 07 december 2007 16:41
Hamil aja, Kke, kayak gw. Entar dengan sendirinya loe bisa deh nggak ngerokok dan nggak ngopi tanpa mengakibatkan sakaw. Lha wong nggak pakai nginget2 rokok & kopi aja badan udah serba nggak enak.. HAHAHAHA..
*sekarang gw bukan cuma nggak ngopi, tapi juga nggak makan daging berlemak, jerohan, keju, sashimi, .. segala hal yang dulu gw pikir I cannot live without ;) Dan gw masih hidup lho.. HAHAHAHA.. *
Posted by -may- | 07 december 2007 17:06
Posted on 07 december 2007 17:06
semuanya bermula dai niat... kalau hidup di leste dengan situasi yang kadang buat jantung berdegup keras aja bisa.. masa tantangan ini gak berhasil sih... pake jurus yang udah biasa aja .. "JURUS GENGSI" pasti sukses... hehehe sekali lagi gut lak yah ke..
Posted by tegar | 07 december 2007 18:37
Posted on 07 december 2007 18:37
teh.. mau di ekspor rokok apa kesana? gratis deh? 2 selop?...hiihhih
Posted by aprian | 13 december 2007 00:24
Posted on 13 december 2007 00:24
Weh kke, one of good resolution tuh, quit smoking. Btw starmild mentol lbh enak loh dr sampoerna mentol huehehe..aniwey, gud lak d kke!
Posted by Katrin | 18 december 2007 22:20
Posted on 18 december 2007 22:20
Huakakakakak.... slamat slamat Ke!
Posted by hotma | 19 december 2007 19:11
Posted on 19 december 2007 19:11
he he he
berat ya Mba ya...
tapi good luck deh
Posted by dianika | 23 december 2007 17:41
Posted on 23 december 2007 17:41
Perjanjian yang meng-getarkan :D
semangat mbak!!
beri contoh yang baik
hehehehehehe
Posted by OktaEndy | 26 december 2007 13:37
Posted on 26 december 2007 13:37