« november 2007 | Main | januari 2008 »

december 2007 Archives

03 december 2007

Katanya "Feto Labele Fuma!"

Feto labele fuma. (perempuan tidak boleh merokok)” Cetus Thomas Ximenes semalam saat saya sudah nyaris juling gara-gara editan newsletter kantor .
Tambasa? (kenapa?)” Tanya saya.
La diak… (tidak baik)”
Feto labele fuma, mais, Mane bele, kah? (perempuan tidak boleh merokok, tapi pria boleh kah?)” Tanya saya iseng.

Ia menjawab dengan cerocosan dalam bahasa ibunya, sampai saya terpaksa berkata,” Hey, para! Keta koalia lalais, hau la kompriende. (Jangan cepat-cepat, saya nggak ngerti.)”. Rupanya ia lupa bahwa saya malae (orang asing) yang baru bisa berbahasa Tetun ituan-ituan deit (sedikit-sedikit saja).

Dan ia pun menghela nafas, lalu tampak berpikir sejenak. Saya menunggu. Dengan terbata-bata, laki-laki berkulit hitam mlengseng berusia sembilan belas tahun ini berkata dalam bahasa Indonesia, bahwa merokok itu tidak baik untuk kesehatan.

Nanti jantung rusak. Nanti sakit paru-paru. Dan ia menyebutkan semua penyakit yang bisa menimpa saya, jika saya terus merokok.

Walaupun ia berkilah, laki-laki masih boleh merokok, karena secara fisik lebih kuat, tapi sungguh saya merasa tersentuh ‘dinasehati’ oleh remaja macam dia.

Sungguh, bisa berada dekat dengan dia dan teman-temannya, adalah sebuah keajaiban.

Tidak pernah kebayang sebelumnya, bisa mengobrol panjang lebar dengan bahasa campur-campur dengan mereka. Bisa membantu mereka belajar. Bisa mendengarkan curhat mereka tentang keluarga masing-masing. Bisa menceritakan tentang keadaan di Jawa. Bisa tertawa-tawa geli bersama saat saya salah bicara, sehingga menimbulkan konteks yang berbeda. Bisa melihat mereka yang cengar-cengir sebal ketika sedang bersemangat bercerita bagian terlucu film Warkop DKI atau bagian terseram film horror Indonesia masa kini favorit mereka dalam bahasa Indonesia tiba-tiba mereka lupa satu kata dalam bahasa Indonesia, sehingga ke’seru’an cerita mereka terpotong dan saya tidak tertawa maupun merasa seram sama sekali. Bisa memegang tangan mereka saat mengobati luka entah kenapa atau membalurkan mina (minyak) pada tato baru mereka.

Semua itu keajaiban.

Continue reading "Katanya "Feto Labele Fuma!"" »

06 december 2007

Perjanjian Awal Tahun.

Mereka memang belum berubah 180 derajat. Baru saja kemarin saya mempublikasikan entri ini, eh pulang-pulang, terjadi keributan di sekitar rumah. Yup, mereka mabuk lagi. Tapi berbeda dengan berbulan-bulan yang lalu, di mana saya selalu deg-degan ketika mereka mabuk, sekarang saya hanya bisa cengar-cengir geli.

Gimana nggak.

Salah satu dari mereka hari itu, sambil mabuk, tiba-tiba datang dan berseru lagi, “Maaf kak, Maaf. Saya tidak akan buat ribut, sekarang saya pulang, tidur.” – Empat yang lainnya, tiba-tiba datang sambil berkata,”Pokoknya, kalau ada yang mabuk dan mau brongkas (serang) rumah ini, hadapi kami dulu. Mereka tidak boleh datang dekat-dekat” – padahal mereka sendiri sempoyongan. Bahkan nih, mereka jadi ribut sendiri. Gara-garanya, ada di antara mereka yang mau pulang, tapi rumahnya melewati rumah kami, jadi ketika ia berjalan, kesannya, hendak ke rumah, dan empat bodyguard tersebut tiba-tiba menghalangi. Ada juga yang berusaha meyakinkan semua orang bahwa ia tidak mabuk dengan (sok) menanyakan pelajaran minggu lalu.

Geli sekaligus jengah.

Continue reading "Perjanjian Awal Tahun." »

17 december 2007

Tentang Patah Hati

Di sini, ada beberapa remaja yang memiliki naran familia [nama keluarga] : daBuset. Ya, ya, tentu saja itu bukan benar-benar naran familia orang Timor Leste, seperti daCosta, daSilva, Freitas dan seterusnya. Buset itu singkatan dari Budak Setan, nama geng anak-anak Becusse Centro, desa tempat saya dan teman-teman tinggal selama lima bulan terakhir. Seluruh anggota geng itu menjadikan nama geng mereka menjadi naran familia. Mereka dengan sukarela, dan saya pikir lebih berbangga hati menyandang nama ‘daBuset’ di belakang nama mereka. Bahkan, walaupun nama desa kami adalah Becusse Centro, tapi mereka merubahnya menjadi : Buset Area. Di beberapa tempat yang sering mereka tongkrongi, akan mudah ditemukan tulisan : Pendo daBuset, Gab daBuset, Ananu daBuset dan seterusnya.

Salah satu remaja yang masuk dalam ‘keluarga besar’ daBuset adalah Pendo. Pendo daBuset. Ia berasal dari desa Uatucarbau, Viqueque dan baru pindah ke Dilli untuk melanjutkan SMU pada bulan Mei kemarin. Anak ini termasuk sejenis remaja ngeselin, salah satu oknum yang melempari saya dan Nita dengan kerikil. Ia hobi sekali melakukan tindakan intimidatif untuk membuat Malae-malae macam saya ketar-ketir. Entah mendatangi rumah dalam keadaan sempoyongan karena mabuk dan memaksa masuk, mematikan dan menghidupkan pusat listrik bolak-balik sehingga kami yang di dalam berasa di bawah kelap-kelip pancaran lampu disko *halah*, terakhir malah ia sempat membakar pohon pisang di depan rumah. Asli, ni anak.. nakutin. Saya sempat berpikir, sepertinya ia mampu untuk melakukan perbuatan yang lebih berbahaya lagi – semacam perbuatan kriminal, seperti menusuk, membakar rumah dan seterusnya. Bahkan manik hitam matanya yang berwarna pudar, yang menandakan bahwa ia telah kehilangan penglihatan – membuat saya berpikir bahwa itu adalah akibat baku hantam antar geng.

Sampai…

Continue reading "Tentang Patah Hati" »

28 december 2007

Starbuks®?

Lupakan gets, tapi kok bisa mas-mas atau mbak-mbak yang bekerja di Starbucks® salah menulis nama tempat mereka bekerja ya?

Starbuks®?

Atau saya salah baca?

Ya, foto bukan diambil di Dilli, tapi saya sedang di kota kelahiran saya, merayakan natal dan tahun baru bersama keluarga tercinta.

Selamat Natal (yang terlambat) & Tahun Baru. Sampai bertemu tahun depan, semoga bukan dalam cerita-cerita chaos-mode. :D

Keterangan :
Foto diambil saat ngopi bergaya di Starbucks® Ciwalk Bandung, bersama Jenny yang 'mendadak-ke-Bandung'.

About december 2007

This page contains all entries posted to blog.sepatumerah.net in december 2007. They are listed from oldest to newest.

november 2007 is the previous archive.

januari 2008 is the next archive.

Many more can be found on the main index page or by looking through the archives.

Powered by
Movable Type 3.31