
Saya pernah berpikir bahwa untuk dapat hidup dengan aman, tentram dan damai dengan lingkungan sosial, maka saya harus menghindari segala bentuk hal yang bisa menimbulkan friksi atau konflik, termasuk mengkomunikasikan apa yang ada dalam pikiran dan perasaan yang [sekiranya] bertentangan dengan pikiran dan perasaan orang lain.
Setiap ada sesuatu yang mengganjal, saya selalu bilang dalam hati,”Ya sudahlah, orangnya emang gitu..”. Paling banter misuh-misuh dalam hati.
Tapi pada akhirnya, saya meledak. Padahal itu nggak perlu, jika dari awal saya hancur-hancuran mengkomunikasikan pikiran dan perasaan saya.
Oh ya, di Becusse Centro, tempat tinggal kami, sempat terjadi kasus konflik yang lumayan bikin shocked juga, antara kami dengan joventude[pemuda] lokal; rusuh blas. Seperti tawuran. Kami nggak ngerti apa alasan mereka melakukan violensia [kekerasan] macam itu.
Masalah beres ketika pada akhirnya kami melakukan dialog dua pihak. Mereka marah karena mereka berpikiran buruk tentang kami; ini nggak lain karena mereka nggak mengerti secara sepenuhnya tentang program yang kami jalankan.
Pada intinya, mengkomunikasikan sesuatu itu wajib hukumnya.
Untung ada dialog!
Kalau nggak, dari mana kami bisa tahu alasan joventude lokal marah pada kami; dan bagaimana juga para joventude tersebut tahu maksud program kami? ;-). Yah memang agak tolol juga sih, baru berkomunikasi setelah rusuh, tapi dari pada enggak sama sekali, kan?
Setidaknya kami belajar sesuatu.
Nah, kalau misalnya yang diajak komunikasi tidak mau mendengar?
Ya komunikasikan aja di tembok!

Sayang ya, mereka belum kenal blog, coba kalau iya… bukan di tembok, tapi komunikasikanlah di blog :D
Lokasi:
Igreja Ave Maria dan Mercado.
Suai, District Covalima
Comments (13)
Ho oh. Padahal kalo di blog, nulisnya bisa lebih BANYAK & dibaca semua orang :-D
Posted by JJ | 14 november 2007 15:26
Posted on 14 november 2007 15:26
jangan diajarin ngeblog dulu, ntar malah menderita kalo udah kadung blogmania tapi akses internet sedemikian mahalnya :D
komunikasi itu kan dua arah ya. frekwensi yang dipakai oleh si pendengar dan si pembicara mustinya sama.
btw kalo mereka nulis di tembok, balasan kalian dimana? di tembok juga? :D
Posted by aj's lover | 15 november 2007 09:38
Posted on 15 november 2007 09:38
kayaknya harus diajarin gimana ngeblog. tugas mbak okke dan mbak yuni tuh...
minta bantuan sa di timormerdeka.blogspot.com
:)
Posted by Doohan | 15 november 2007 09:45
Posted on 15 november 2007 09:45
mmmm..mba2 maw tanya misuh-misuh itu opo toh??
Posted by bondy was here | 15 november 2007 11:04
Posted on 15 november 2007 11:04
Dan salah satu program Mbak bukan mengenalkan blog ya? :D
Posted by Arya Nasoetion | 15 november 2007 17:09
Posted on 15 november 2007 17:09
komunikasi melalui blog??ide yang cemerlang :D
Posted by enon | 16 november 2007 12:42
Posted on 16 november 2007 12:42
Kak Okke--------!!!!!
Kak, saya selalu menbaca Blog ini.
I can feel you .
Senang sekaliiiiiiiiii.
Rumiko
Posted by Rumiko di JEPANG | 16 november 2007 18:41
Posted on 16 november 2007 18:41
Eh, ternyata komunikasi lewat tembok bisa dipakai juga ya mbak.. At least berusaha berkomunikasi meski lewat tembok.. Hehehe
Posted by tukang keripik | 18 november 2007 22:30
Posted on 18 november 2007 22:30
RUMIKO! Maromak!
Diak ka lae? Your english students miss you! :D
Posted by okke | 19 november 2007 13:29
Posted on 19 november 2007 13:29
Oh my gosh!!! Adu.... Kak, terima kasih banyak atas bls.
Saya kaget sekali.
Ya, saya juga rindu anak-anak yg cantik n yg nakal. Tolong buat salam untuk mereka.Bilang `Jangan nakal-nakal ya, sedikit nakal itu cukup, saya lihat kalian dari Jepang`
Adu... Kak Okke, saya menbaca Blog ini, menalik sekali.
Saya bahagia,karena I can feel you!
Saya nanti akan kirim e-mail.
Love RUMIKO (Babi putih di Jepang)
Posted by RUMIKO JAPAN | 19 november 2007 18:55
Posted on 19 november 2007 18:55
Oh, English students, mereka tidak nakal,
meraka rajin n pintar sekali.
Saya kira anak-anak yg Peace School.
Kalo English students rajin belajar, saya juga belajar banyak.
Adius.
Posted by RumiKO | 19 november 2007 19:01
Posted on 19 november 2007 19:01
Makanya, mari kita sosialisasikan BLOG
hehehe
Posted by lita | 21 november 2007 17:55
Posted on 21 november 2007 17:55
Nah itu, mestinya jangan diam. mesti mau komunikasi. kalau diam, engga ada yang tau maunya apa (kecuali kalau yang didiemin punya telepati ... mungkin bisa).
Diam kalau sekedar meredakan emosi, akan baik. tapi engga bisa selamanya diam kan? itu namanya solve a problem with a problem.
Jadi, bicara dari hati ke hati akan lebih baik. Bukan untuk saling tuding, bukan untuk mencari siapa yang salah atau siapa yang benar, tapi untuk mencari solusi terbaik untuk kedua belah pihak.
Posted by meity | 25 december 2007 19:36
Posted on 25 december 2007 19:36