« Belajar Bahasa Karena Terpaksa | Main | Indonesian Idle »

Sekolah Kehidupan (Sebuah Curhat Colongan)

Keputusan memang sudah diambil. Tapi siang itu, saya mulai meragu. Bukan karena takut susah (please deh!), tapi karena hal lain.Yang jelas saya kecewa.

Setelah proses berpikir panjang untuk mengorbankan comfort zone, tentunya saya memiliki satu harapan besar bagi kehidupan saya, kan? Saya ingin melakukan sesuatu yang berguna bagi orang lain. Kalau pada akhirnya saya harus tunduk, menjalankan hal yang saya tahu sama sekali tidak tepat dan memiliki potensi untuk membuat kekacauan, buat apa? Sejak awal sindroma temporary craziness memutuskan ini, walaupun sesungguhnya alasan besarnya hanya ingin berpetualang karena bosan dengan rutinitas saja, tapi saya telah bertekad agar apapun yang dilakukan harus menghasilkan sesuatu,bukan cuma kegiatan plesir saja.

Dan Minggu siang itu saya memutuskan untuk tinggal di rumah. Tidak ikut dengan setengah dari teman satu team yang pergi ke desa sebelah untuk pertemuan dialog damai, atau setengah lagi yang memutuskan untuk hiking menyusuri gunung dan hutan.Sang pemilik rumah, Kepala Sekolah tempat kami mengajar sedang mengunjungi saudaranya yang meninggal entah di mana.

Saya. Sendirian. Duduk di muka rumah. Sambil membuat sketsa suasana sekeliling, saya juga berpikir, mempertimbangkan untuk pulang.

Brengsek. Saya takut tidak bisa berkontribusi penuh untuk melakukan sesuatu yang berguna.

Sejurus kemudian, sayup-sayup terdengar suara Aze, seorang murid yang luar biasa pintar menyanyikan lagu Rai Timor Lorosae. Disusul sahutan Miguel dari arah yang berbeda. Dan seperti menular, suara-suara lain menimpali, entah itu Lambertus, Jose, Goris atau siapa -- semua membentuk harmoni yang selalu sukses membuat saya merinding dan terhenyak. Menangis.

Saya sangat mencintai hidup di jalan dan berdekatan dengan Aze, Miguel, Lambertus, serta semua yang ada di Tanah Timor Lorosae ini.

Sial.

....

Dua malam yang lalu, saya melihat Rumiko, seorang gadis Jepang yang posisinya (mungkin) akan saya gantikan selama setahun ke depan karena kontraknya telah habis. 30 Agustus 2007 adalah hari terakhir ia berada di Indonesia.

Ia duduk dekat pintu sambil menghembuskan asap rokok melalui hidung. Matanya menatap nanar ke langit Timor yang selalu berbintang. Perlahan saya duduk di samping Rumi dan menegurnya.

Lalu mulailah kami mengobrol. Dia bilang setahun yang ia jalani sangat berat. Bukan karena kondisi hidup yang memang super sederhana [untuk memperhalus kata sengsara] gara-gara pekerjaan sebagai volunteer yang benar-benar volunteer tanpa dibayar, tapi karena hal-hal internal organisasi yang tidak mungkin saya sebutkan disini.

Rumi pernah memukul tembok sampai tangannya berdarah karena frustasi dan di saat lain, ia sempat bercetus pada seseorang 'Bunuh aja saya, buat saya mati.'

Saya terus mendengar ceritanya.

"Baru disini saya belajar mengenai manusia, baik itu orang lain maupun diri sendiri. Saya lebih ngerti tentang semua yang selama ini tidak pernah terpikir waktu saya di Jepang." lanjutnya dengan menggunakan bahasa Indonesia dengan logat aneh.

Saya terus mendengar ceritanya.

"This year is special for me. So meaningful. This is the best year of my life, I think...Sebelum ke sini, saya selalu merasa diri saya orang baik, tapi setelah menjalani ini, ternyata saya brengsek sekali. Saya belajar banyak, mudah-mudahan saya bisa menjadi lebih baik" kata Rumi,"sekarang saya mau pulang, otak kosong, hati kosong."lanjutnya sambil mendesah.

Rumi belajar tentang manusia dan dirinya sendiri dari pengalaman hidup. Dan saya sangat percaya bahwa bukan hanya Rumi saja yang belajar dari kehidupan, tapi kita semua - dengan jurusan yang berbeda-beda, mata kuliah yang berbeda-beda juga dengan gelar yang juga berbeda-beda.

Universitas yang baik cuma Universitas Kehidupan. (Makanya, setiap ada orang yang bertanya "Kuliah di mana?", saya selalu menjawab "Universitas Kehidupan, Angkatan 77, belum lulus-lulus")

Mungkin sebenarnya keputusan saya ini adalah salah satu mata kuliah yang harus saya ambil di Universitas Kehidupan? Supaya saya bisa belajar - lagi dan lagi, tentang banyak hal?

Entahlah.

Bon Noite, Everyone!

-------------

Jelang keberangkatan menuju Dilli, untuk training... dan mengambil keputusan. Mungkin saya akan lama mengupdate blog ini, tapi ada satu berita gembira : novel solo Sumpah, bukan adaptasi, bukan kolaborasi, akhirnya! saya akan terbit. Soon. ;-)

PS: Adikku dan/atau Renatha yang baik, kalau novel saya terbit, tolong diposting di blog ini ya. You've got the password, right? ;-)

TrackBack

TrackBack URL for this entry:
http://sepatumerah.net/mt/mt-tb.cgi/76

Listed below are links to weblogs that reference Sekolah Kehidupan (Sebuah Curhat Colongan):

» Montelukast from Montelukast
Similarly a leukotriene loo-koe-try-een inhibitor.Montelukast News at USF [Read More]

Comments (27)

delmy:

udah mandi blum, awas gatal2 bisa jadi sepatu kusam tuh..!

JJ:

Sepertinya, tidak ada satu pun orang yang kuliah di Universitas Kehidupan akan lulus dari tempat ini. Alias jadi mahasiswa abadi. Because life is a learning process, and learning lesson will never end. :)

I know you will make the BEST decision. Whatever it is.

:))

Mela:

selamat ya mbak buat terbit novel barunya... wahhh... bisa dipesen sekarang ga niiiyyy... jadi kan bisa dapet diskon... hehehe...

WoW... novel baru nih...
selamat yach...
bawa cerita yang banyak yach mbak...
moga sukses di Negara Orang.

mita:

good luck oke :D
gw selalu salut sama orang2 yang berani ngambil jalan kehidupan yang "nggak biasa", gw gak seberani itu :)

wah selamat ya buat novel barunya...
kemaren baru aja ngobrol2 dengan seorang sahabat, ngomongin ttg university of life.. dan mata kuliah yg pernah, sedang dan mungkin yg akan diambil..

selamat berjuang ya di sana... hehehe..

saya angkatan '68, entah kapan akan lulus, dan makin excited dgn materi pendidikan di sekolah ini...

novel baru..? senangnyaa...! congrats.
Take care.

Yyyyeuukk..

Memperkenalkan diri.. abis itu reunian :)

peluk jauuhhhhhhhhhhhh

-may-:

Kok angkatan 77 sih, Kke? Emangnya University of Life baru buka tahun 1900? :)

-may-:

Bentar, keburu kekirim yang tadi.. :)

@Angkatan 90:
BUSEEETTTT... Kok angkatan 90? Angkatan 90 lulus kuliah, maksudnya ;)

Sirik aja lu, Jeng.

selamat menjalankan pengabdian jiwa ya mbak. bawa ole² buat kita² yang blum sempat menjalankan pengabdian ini =D

JJ:

@Yang-mengaku-angkatan-90 & Jeng-yang-ogah-menyebut-angkatannya:

Ihiiiiwwww... gw yg paling segarrr!! :-DD

hahaha..
jadi lucu gitu yak pake angkatan2..
mari2 reunian..
yuuukk..

@JJ & angkatan2 lainnya:
Tuuuh... gw juga udah nyebut angkatan ;)

*mumpung yang punya blog gak ada, yukks.. nyampah ;)*

angkatan 2002 nih. Ditanggung segaarrr.
klo mau masuk University of Life daftar dimana?beli form dimana ya??

JJ:

@ABRI:
Kalo yang ndaptar cewek, jebolannya jadi Gerwani ya? Mwhahahaha... *pisss ahh*

@Dessy:
Balita zaman sekarang canggih ya? udah bisa nge-blog :P

Ooops, baru ingat. Angkatan yang lebih cocok buat Gerwani adalaaaaah... Angkatan Kelima ;) Buruh dan petani yang dipersenjatai... dengan silet ;)?

jangan lupa bagi2 ilmunya ya bu, jika ada sesuatu yang menarik :)

salam kenal okke...
selamat yaaa atas novel solonya! sukses selaluuu...

habahabi:

Boa Tarde, Manna...

posting lo bikin mata gw basah lagi...terkenang masa2 menjadi sukarela dalam arti yang sebenarnya...
Gw paham banget apa yang si Rumiko rasakan...(kok...kata2nya mirip dengan yang pernah gw dan nita ucapkan --kala beban yang diberikan terasa melebihi yang dapat ditanggung)...
Ke, sesulit apapun situasi disana, pasti akan ada jalan yang ajaib yang datang secara ajaib pula...dan tentu semua itu akan semakin memperkaya jiwa!

Eiy, ga sabar ni gw ma nita mo ngunjungi lo! Ini artinya impian kita untuk menikmati perjalanan penuh nostalgia akan SEGERA TERWUJUD dengan formasi yang sempurna, tentunya!!!!
Hahahaha....tunggu kita oktober nanti ya jeung!

habahabi:

Ke,
laptopnya dah nyape? Kemaren dititipin ke orang dari CARE yang mau ke atambua juga.
Mudah2an dah tiba dengan selamat sampe ke tangan lo.

nita:

suka banget istilahnya --> University of life..salam kenal dari sesama angkatan 77:)

Delmy iha_loromonu76:

........aytzyuuuuggh !!!!!becarefull mba udah seperti blog TNI pake angkatan2 leting2an segalaaaa....masih di Lorosae yaaa !!!tetap lanjutkan nulis yaaaaa ditunggguuuu terus sama katong-katong yang di Timor matahari terbenam !!!!
skg Rumi udah balik dari Univercity Of Life n/ lagi email trus bagi-bagi ilmu yang didapat dari Osaka yaaaa hitung-2 kuliah jarak jauh skalian ngambil Magister dari Jepang langsung.....sonde butuh IiiiPeeeKaaa.

Delmy_iha Loromonu76:

eh Okke Papanya Rumiko udah wafat kita baru dapat kabar neeehhh. langsung dari Kyoto Japanese...04-10-2007

Post a comment

About

This page contains a single entry from the blog posted on 24 augustus 2007 4:04 pm.

The previous post in this blog was Belajar Bahasa Karena Terpaksa.

The next post in this blog is Indonesian Idle.

Many more can be found on the main index page or by looking through the archives.

Powered by
Movable Type 3.31