« juli 2007 | Main | september 2007 »

augustus 2007 Archives

22 augustus 2007

Belajar Bahasa Karena Terpaksa

Namanya Ansel, seorang laki-laki Timor Leste berusia awal dua puluhan ini saya jumpai di camp antar bangsa yang baru saya ikuti beberapa waktu yang lalu. Ia dan saya beserta sembilan teman dari Jerman, Korea Selatan dan Taiwan ditempatkan di desa Passabe, Area Oecussi, Timor Leste.

Terlalu banyak bertemu dengan orang baru, sekaligus teman-teman lama, awalnya membuat saya tidak begitu menaruh perhatian padanya, apalagi dia pendiam, jarang mengemukakan pendapat saat diskusi dalam training-membosankan-nan-melelahkan yang kami ikuti sebelum turun ke lapangan untuk mengajar anak-anak. Dua hari pertama, saya hanya bertegur sapa basa-basi, itu pun karena saya dan Ansel berada dalam homestay yang sama dan kebetulan berpapasan saat akan menggunakan toilet.

Iya, saya memang jahat, karena memiliki kecenderungan untuk mengabaikan orang-orang yang jarang 'bersuara' dalam sebuah kelompok.

Tapi semuanya itu berubah, ketika suatu malam, saat saya keluar dari bilik homestay saya yang sederhana untuk mencari minum. Saya menemukan Ansel, dalam balutan sleeping bagnya, dalam penerangan senter mungilnya sedang membaca sebuah buku.

"Pst, ngapain? Kok belum tidur, subuh-subuh gini?" Iseng saya bertanya.
"Belajar, Kak."
"Belajar apaan?"
"Inggris. Saya ingin bagus berbahasa Inggris, supaya bisa ikut ngomong juga."
"Ah, emang kalau mau ngomong dengan partisipan lain harus bagus bahasa Inggrisnya? Cuek aja, hajar!" Itu jawaban spontan saya.

Yah, kalau dipikir-pikir lagi, inti dari komunikasi itu kan adalah menyampaikan pesan? Selama pesan sampai, ya sutrah.

Lagipula untuk kesempatan yang akan kami jalani setelah training, di mana kami yang berasal dari berbagai bangsa akan tinggal bersama selama jangka waktu tertentu, memang masih perlu kecanggihan berbahasa Inggris? Dan apakah tahan tidak berkomunikasi untuk jangka waktu yang cukup lama?

Tidak akan ada yang peduli jika salah grammar, dan saya pikir, orang-orang yang tergabung dalam team kami bukanlah sejenis polisi grammar plus pronunciation atau sebagian kecil blogger berbahasa inggris canggih, yang akan tertawa terbahak atau mencela-cela kesalahan sebut seperti yang dilakukan seorang politikus yang menyebut fish to fish untuk face to face, atau aktris yang menyebut '..karena saya bekerja di dunia entertain.' atau menulis thanks menjadi thank's. Oh ya, jangan lupa juga, Indonesia is a beautiful city. :P

Continue reading "Belajar Bahasa Karena Terpaksa" »

24 augustus 2007

Sekolah Kehidupan (Sebuah Curhat Colongan)

Keputusan memang sudah diambil. Tapi siang itu, saya mulai meragu. Bukan karena takut susah (please deh!), tapi karena hal lain.Yang jelas saya kecewa.

Setelah proses berpikir panjang untuk mengorbankan comfort zone, tentunya saya memiliki satu harapan besar bagi kehidupan saya, kan? Saya ingin melakukan sesuatu yang berguna bagi orang lain. Kalau pada akhirnya saya harus tunduk, menjalankan hal yang saya tahu sama sekali tidak tepat dan memiliki potensi untuk membuat kekacauan, buat apa? Sejak awal sindroma temporary craziness memutuskan ini, walaupun sesungguhnya alasan besarnya hanya ingin berpetualang karena bosan dengan rutinitas saja, tapi saya telah bertekad agar apapun yang dilakukan harus menghasilkan sesuatu,bukan cuma kegiatan plesir saja.

Dan Minggu siang itu saya memutuskan untuk tinggal di rumah. Tidak ikut dengan setengah dari teman satu team yang pergi ke desa sebelah untuk pertemuan dialog damai, atau setengah lagi yang memutuskan untuk hiking menyusuri gunung dan hutan.Sang pemilik rumah, Kepala Sekolah tempat kami mengajar sedang mengunjungi saudaranya yang meninggal entah di mana.

Saya. Sendirian. Duduk di muka rumah. Sambil membuat sketsa suasana sekeliling, saya juga berpikir, mempertimbangkan untuk pulang.

Brengsek. Saya takut tidak bisa berkontribusi penuh untuk melakukan sesuatu yang berguna.

Sejurus kemudian, sayup-sayup terdengar suara Aze, seorang murid yang luar biasa pintar menyanyikan lagu Rai Timor Lorosae. Disusul sahutan Miguel dari arah yang berbeda. Dan seperti menular, suara-suara lain menimpali, entah itu Lambertus, Jose, Goris atau siapa -- semua membentuk harmoni yang selalu sukses membuat saya merinding dan terhenyak. Menangis.

Saya sangat mencintai hidup di jalan dan berdekatan dengan Aze, Miguel, Lambertus, serta semua yang ada di Tanah Timor Lorosae ini.

Sial.

....

Continue reading "Sekolah Kehidupan (Sebuah Curhat Colongan)" »

30 augustus 2007

Indonesian Idle

Akhirnya terbit juga yang dinanti-nanti! Dapatkan segera di toko buku kesayangan Anda. Atau toko buku kesayangan pasangan Anda juga boleh.

Indonesian Idle
My vote goes to Okke! Baca novel ini seruuu..., susah banget berenti. Okke memang pencerita yang andal. Saya suka dengan permainan kata-katanya di novel ini. Seru, asyik, kocak, dan mengalir. I love Okke's Indonesian Idle! (Ninit Yunita, penulis & istribawel)
Life's a bitch and then you die. Tapi se-bitchy-bitchy-nya hidup, kadang justru ke-bitchy-annya dan kenistaannyalah yang bikin life is worth living dan membuat kita jadi lebih baik. Kisah Diandra sang superstar idle ini adalah contoh yang sangat inspiratif untuk itu, plus mengingatkan kita bahwa seklise-klisenya ungkapan "Everything will be okay", ternyata bener banget kok! So, read on girls, and chin up while saying life's a bitch... So what??? I’m loving every minute of it! (Icha Rahmanti)
Dalam buku ini, Okke menulis beberapa adegan yang terasa begitu real. Kisahnya mengalir dan renyah seperti camilan yang bisa dinikmati setiap saat. (Primadonna Angela, penulis Quarter Life Fear, Quarter Life Dilemma)

Continue reading "Indonesian Idle" »

About augustus 2007

This page contains all entries posted to blog.sepatumerah.net in augustus 2007. They are listed from oldest to newest.

juli 2007 is the previous archive.

september 2007 is the next archive.

Many more can be found on the main index page or by looking through the archives.

Powered by
Movable Type 3.31