« [Nggak Mau] Meninggal Mendadak. | Main | Belajar Bahasa Karena Terpaksa »

Kabhi Alvida Naa Kehna*

*Kata Mbak Maya artinya : .. never say goodbye, say till we meet again

Dalam salah satu episode Oprah Show yang kalau tidak salah temanya mengenai perkawinan antar ras, ada sepasang suami bule dan istri negro yang menceritakan salah satu pengalaman unik yang berkaitan dengan perbedaan kebudayaan antar keduanya. Keluarga sang istri memiliki kebiasaan memakai baju berwarna-warna cerah jika menghadiri pemakaman. Katanya sih, kematian itu justru harus dirayakan dengan gembira, karena si mati mendapat kesempatan untuk pergi ke tempat yang lebih baik - yah, ibaratnya merayakan naik pangkatnya seseorang di sebuah perusahaan. Ketika disinggung soal duka karena merasa kehilangan, sang istri malah bilang kurang lebih : 'ah ntar juga ketemu lagi...'

Sebagai orang yang senang membahas perkara kematian..

dan, fyi, bukan hanya soal mati 'alamiah' saja.lho. Saya sempat tergila-gila mikirin soal bunuh diri segala. Ternyata ya bo, selama ini anggapan saya salah tentang bunuh diri dengan cara yang nggak sakit, saya pikir minum baygon obat serangga adalah cara yang lumayan, karena nggak pake berdarah-darah atau sesak nafas. Tapi menurut teman saya yang [waktu itu] calon dokter, bunuh diri dengan cara itu justru sakit, karena kita masih hidup saat bagian-bagian tubuh kita dirusak oleh zat kimia yang terkandung dalam obat serangga tersebut. Malah bu dokter itu bilang, kalau mau bunuh diri, mending nembak diri dengan pistol menghadap langit-langit mulut, dijamin langsung mati dengan otak bercipratan di tembok -- dengan catatan langsung mati ya. Kebayang kalau ternyata nggak langsung mati. *halah*

Eh sampai mana tadi?

Oh ya.

Sebagai orang...

Iya itu, sebagai orang yang senang membahas perkara kematian, pernyataan sang istri negro dalam The Oprah Show itu sempat menggelitik dan mendorong saya untuk melakukan pembahasan dan berandai-andai tentang kematian saya sendiri. Selama ini 'perpisahan' yang terjadi akibar kematian selalu menjadi hal yang ditangisi banyak orang. Duh, bisa nggak ya, pola pikir tentang kematian itu dirubah -- bahwa sebenarnya ini bukan perpisahan, tapi cuma melepas seseorang [yang mati] untuk pergi terlebih dahulu ke tempat yang [mudah-mudahan] lebih baik. Ntar ketemu lagi.

Dalam sesi pembahasan dan berandai-andai, saya sempat mengajukan cara penguburan yang saya inginkan kalau mati nanti. Berhubung lahan untuk kuburan semakin minim, saya ingin dikremasi dan abunya ditebarkan di laut yang pantainya adalah pantai eksotis pilihan saya yang tentunya belum diperkosa oleh industri pariwisata. Jadi jika sewaktu-waktu ada yang ingin berziarah, seusai menaburkan bunga di laut, mereka bisa langsung sunbathing atau skinny dipping.

Tapi yah susah juga sih merubah pola pikir tentang kematian, saya sendiri saja masih nggak bisa lepas dari template sedih jika menghadiri upacara pemakaman. Jangankan pola pikir 'berpisah' karena kematian, bahkan berpisah karena seseorang [dalam keadaan hidup] ke tempat yang baru pun seringnya disertai dengan isak tangis sedih.

....

1 Juli 2007 adalah hari terakhir saya bekerja di kantor, setelah selama 3 tahun penuh menjadi dosen [ha!], mengajar mahasiswa-mahasiswa badung yang lutu-lutu dan menyenangkan, bersama rekan-rekan dosen yang super-duper-gila. Jujur nih, saya sangat betah berada di sini dan ini baru sekali, biasanya sih saya cuma betah bekerja selama masa berlaku SIM card yang baru diisi doang, yaitu sekitar 3 bulan. Hanya saja, keterikatan terhadap zona nyaman selalu mengganggu batin, pada akhirnya saya memilih untuk resign dan mencoba hal lain. Eh, jangan salah, nggak kok, selama ini bekerja di sini, saya bekerja dengan hati dan otak, bukan hanya menjalani rutinitas sehingga hanya badan saja yang bergerak.

Jadi kenapa saya resign? Hey, hidup itu pilihan sadar, kan?

Dan seperti biasa, kantor mengadakan sebuah seremonial melepas orang-orang yang resign. Kebetulan saat itu, ada tiga orang yang sama-sama resign, termasuk saya. Acaranya? Yah biasalah, pemberian kesan-kesan selama bekerja di tempat itu lalu testimonial dari rekan-rekan yang ditinggal.

Ada yang berkaca-kaca dan menangis.

Saya? Sempat sedih juga sih. Tapi hey, saya jadi ingat dengan pernyataan istri negro dalam The Oprah Show. Seharusnya kepergian saya dan dua orang yang lainnya dirayakan dengan senang, dong!

Kami resign karena pilihan sadar [ehm, kalau saya iya, nggak tau yang lain :P], tentunya dengan berbagai pertimbangan yang [semoga membawa] kebaikan bagi kehidupan kami bertiga.

Lagipula saya dan tiga orang tersebut kan tidak pergi karena mati. Suatu saat mungkin saja kami bersilangan jalan kembali,ya tokh?

Seperti kata pepatah, kalau jodoh tak kan lari kemana [ehm, dari dulu saya menganggap pepatah ini gantung, alias belum selesai. Coba deh: "Kalau jodoh tak kan lari kemana...". Lari ke mana coba? Gantung kan?].

Bisa saja, dua hari setelah acara perpisahan tersebut, saya ketemu lagi -- dan memang saya ketemu lagi, karena saya masih harus menyidang mahasiswa. Tuh kan? Apa gunanya nangis coba?

Akhirnya dengan tekad ingin meninggalkan kesan menyenangkan dan bersenang-senang sebelum pergi, saya mengadakan lagi makan-makan perpisahan khusus untuk departemen saya, di rumah seorang kolega. *halah, kolega*

Dan ini dia.



Duuh, kelakuaan..kelakuaan.

Yah, saya yakin, bakal kangen mereka semua. Siapa coba yang nggak kangen dengan teman-teman yang kelakuannya kayak gini?

Tapi saya nggak mau sedih. Pilihan sudah dibuat. Kabhi Alvida Naa Kehna. Entah kenapa, saya yakin seyakin-yakinnya masih akan terjadi lagi persilangan jalan dengan mereka-mereka ini, juga dengan mahasiswa-mahasiswa saya yang lain.

Anyway, entri ini dibuat karena semalam masih ada mahasiswa yang nanya "Sejarah Kebudayaan Indonesia ntar masih tante* yang ngajar bukan?" juga perkataan "Sampai ketemu lagi di perwalian ya, dosen wali!"

Iya, saya nggak sempat pamit, karena keburu libur. Jadi buat semua, permisiii, saya pamit :D Senang bersilangan jalan dengan kalian semua - dan tau nggak, bukan kalian tuh yang kuliah dan belajar, tapi sayalah yang banyak belajar dari kalian. :)

Oh ya, kalau mau nanya nilai, semua udah saya urus, nanyanya ke Pak Idan, ya! :))


*di kampus itu, mahasiswa manggil dosen bukan dengan 'Bu' atau 'Pak', tapi dengan 'Tante' dan 'Oom. Paling malesin kalau ketemu mahasiswa di jalan dan dipanggil 'Tanteeeee!', soalnya berasa jadi tante-tante gimanaaa gitu. :))

TrackBack

TrackBack URL for this entry:
http://sepatumerah.net/mt/mt-tb.cgi/74

Comments (34)

Dodol Surodol:

:)

Jadi, sampe ketemu lagi, ehm, Tante... Terima kasih atas semuanya.

Rudy:

ah Baygon ..
ada temen SMP yang minum Baygon 1 gelas gara gara masalah cinta ... tapi ngga mati :)
Heran juga sih sempet sempetnya tuang ke gelas ..

Coba deh kalo ntar ketemu saya tanyain gimana rasanya :)


JJ:

"Jadi jika sewaktu-waktu ada yang ingin berziarah, seusai menaburkan bunga di laut, mereka bisa langsung sunbathing atau skinny dipping."

Emang ga malesin gitu Tan, abis ziarah skinny dipping di tempat yang SAMA?

Eh gue dengan noraknya pas liat foto, mikir "perasaan inih gambarnya gerak, ato gue ngantuk?" Gyahahahaha.

Yaaaay ..
Mudah-mudahan gue buru-buru disuruh ke sana ya sometimes this year.
Jadi ada temen buat (liat orang) lari pagi ke arah patung Jesus, atau ehm .. ketemu the charming Oom Xanana. Ya tante?

okke:

dodol:
sama-sama,oom!

Rudy:
mau bundir karena cintaaa? Hari giniii? =))

JJ:
ya meneketehe bow, asik ga ya ziarah dan skinny dipping ditempat yang sama?

Sil:
iya, trus ntar foto2 sama oom Xanana dan pasang di blog.. :D

good luck, baby, take good care of yourself!! ttdj....telpon ya kalo ada apa-apa...

*terharu...ternyata begini rasanya ngelepas anak berpetualang lagi...*

gue udah bentuk EO utk pemakaman gue ntar. lengkap dg DJ & JD. slideshow utk memuaskan hawa narsis gue meskipun waktu keputer gue udah pasti nggak bisa ikut2 nyela. tinggal satu aja yg blom nih, ke siapa gue titipin password utk publish posting terakhir di blog gue ya?

I guess the biggest challenge of facing [someone else's] death is to realize that we WON'T be able to meet the person ever again. And then accepting this fact as a part of life. Does it matter whether there is another place? What one had done in life was done for the sake of life itself. Well, at least that's a belief that I have. =)

Happy Working, Tante.

okke:

emak in love :
hehe, iya mak.. gue jalan lagi :)

aj's lover:
aaah, baru aja gw mau nitip password gw buat elu! :P Apa tukeran aja kita?

intan:
iya deh... emang mikir ketemu lagi di tempat lain biasanya cuma buat nyeneng2in diri aja kok :P Oh ya, makasiih...

-may-:

Tante, Tante, setelah lihat situsnya lagi, ternyata Kabhi Alvida Naa Kehna itu artinya cuma "Never say goodbye". "Till we meet again" itu karangan gw doang kayaknya.. HAHAHA..

What the heck.. kabhi alvida naa kehna, lah, Tante. Apa gw bikin jasa penyimpanan password blog orang2 yang mau pergi aja ya? Peluang bisnis tuh ;)

jadi kepikiran, siapa ya yg ntar bayar perpanjang hosting ma domain ini kalo gue memilih utk mati?....halah!. Pemikiran gak penting..ehhehehe.

Beberapa hari kemarin pas gue naik motor dan asik ngelamun soal kematian, eh depan gue ada yg tabrakan. Sumpah deh, tiba2 yang jadi takut mati jg sih.. ahhahhhha :D

gak suka bilang selamat tinggal dan selalu milih sampai ketemu lagi...ini juga buat elu yaaaa

imoy:

ih...kirain ada hubungan sama filmnya Shah Rukh Khan. Bagus loh filmnya!

mun:

Hiks... Hiks... Jadi bener ya TANTE OKKE eh salah dink... bukan tante-tante lagi... Monic panggil oma aja ya kalo gitu... Hehehehe... Udah bukan dosen yang ngajar sejarah kebudayaan Indonesia lagi... Sedih juga ya... Ga bakal denger "Tante-tante" yang satu ini ngajar lagi... Tapi... Kalo emang ini yang terbaik kenapa ga didukung... Sebagai mahasiswa yang baik dan mudah-mudahan menjadi teladan bagi mahasiswa yang lain... Ehm... good luck ajah dech buat "Mantan Tante Okke"... Hehehehe... Semoga akan ada pertemuan-pertemuan kembali yang selanjutnya yaaaaa....

iya itu artinya cuma sebatas 'never say goodbye'.. tapi di filmnya ada dialog 'never say goodbye, say til we meet again'. emmm.. gue nonton filmnya di bioskop soalnya =))

semoga sukses di tempat baru ya...

nYam:

tante Okke.....

xixixi

Hehehe.. iya tuh, gara2 Neng Yanti nonton di bioskop, gw jadi kepincut cari filmnya. Akhirnya dapat deh.. nonton DVD bajakannya aja ;)

Tapi itu bener2 a good movie. Tentang cinta dan persimpangan jalan.. HAHAHAHA..

tadi pagi di tengah jalan menuju kantor, gue ngeliat ada tabrakan.

jadi pengin mati. (tapi tetap nawar: kalopun mati kecelakaan, langsung teksek gituh gak pake sakit patah-patah tulang ya han)

bahar:

Good Luck aza deh ke,
Kutunggu kalao diving ke aceh.

akhirnya cita-cita lo kesampean ya kke... good luck di tempat baru!

happy for you!

huahuahuahua
ini sebagai pengingat ya kalo besok" minta dibacain komen lagi, udah nyampe sini :D

ngawur orang mati kagak sedih, btw cara suicide dengan minum obat tidur di bak mandi trus duduk di dalam bak mandi isi air sambpai keatas rambut

eva:

slamat pergipergi mbak.. betah n selalu di tempat baru.... ^_^

biar pindah tempat bekerja, tak berhenti ngeblog kan? *tuink*

Pindah kerja sih OK.
Pisah ama temen lama sih masih bisa lah...
Jauh dari keluarga? Diusahakan lah...

Tapi rela pisah dari Koneksi Internet?

Coba alam kubur ada TCP/IP... ya... Pasti pada rame ngeblog...

JJ:

@eva: Hi Va, yang punya blog titip balesan komen buat lo, "Gimana mo nge-blog, keluar aja gak bisa apalagi ketemu internet. ;)"

Robie:

Hello mbak Okke..., salam kenal.. first time nge-comment nih.., yang pasti saya sudah lama membaca blog2 mbak Okke yg Brilliant... (Guee bangeeett..). Jadi mudah2an bisa diterima aja di lingkungan BlogSpot[Dot]Sepatumerah ini..
Thanks buat mbak Okke yang selalu membuat gua Ngakak... dan berpihak pada hakekat kebebasan individual... :)

mela:

tante okke... ntar pas sunbathing... kita ketemuan ga?...
hiiiii... syeeerreeemm....
hehehe...

BUNUH DIRI ITU DOSA.
Mending gak usah pikir itu deh...
salam kenal...
dari orang kupang

gimana trip ke timor leste...???

(mumpung yg punya blog gak ada; gue bikin rusuh ajah)

kata Pariyem dalam pengakuannya spt yg ditulis si Linus AG Suryadi: "orang jawa itu ndak kenal dosa. taunya 'isin' (= malu)". kuranglebihnya begitu.

lah saya wong jowo je, penganut isin-isme yg jauh dari dosa-isme. suka2 saya dong kalo gue suicide. yg penting gue nggak ngajak2 situ :P

JJ:

@ aj's lover: Wong pilihan sadar yaks? Resiko & konsekuensi nanggung sendiri, nggak ngajak2. :DD

kirain ya kirain review pilem india.

by the way, kalau mati kita akan bangkit dalam wujud yang sama gak ya? saling mengenali enggak kita di sana?

ada yang pernah ke sana? [halah...]

Tante kemana sih? Huhuhu...

btw, aku udh nton tu film india-nya.. bagus!!

asyik banget tuh, dipanggil om dan tante..

Titin:

Sangat mengharukan dan mengesankan.Itulah kesan saya terhadap film ini.Kabhi Alvida Naa Kehna.Never say goodbye...

Post a comment

About

This page contains a single entry from the blog posted on 21 juli 2007 1:43 am.

The previous post in this blog was [Nggak Mau] Meninggal Mendadak..

The next post in this blog is Belajar Bahasa Karena Terpaksa.

Many more can be found on the main index page or by looking through the archives.

Powered by
Movable Type 3.31