Hari Rabu kemarin, dalam perjalanan dari Bandung, menuju kota paling menyebalkan se-Indonesia Raya untuk menghadiri mendadak media gathering ‘Kamulah Satu-satunya’ (yang merupakan adaptasi film berjudul sama) di Brew & Co Cilandak Town Square, sebuah pesan pendek masuk dalam inbox ponsel saya.
Tolong difwd ke temen-temen *****SR94 meninggal dunia tadi pagi sekitar jam8-an karena kecelakaan motor. Semoga yang ditinggal diberi kekuatan dan tabah, amin.
Otomatis saya menekan pilihan forward dan meneruskan pesan tersebut kepada beberapa teman se-almamater. Sebagian besar dari mereka langsung menjawab dan menyatakan keterkejutannya.
Bukan mereka saja yang terkejut, tapi saya juga. Walaupun nggak akrab-akrab amat, tapi selama kuliah dulu saya cukup sering berinteraksi dengan orang yang dimaksud.
Sepanjang perjalanan pikiran saya hanya terpusat pada kejadian ini. Mati muda. Iya, mati muda adalah hal yang sering mengganggu pikiran saya, secara saya selalu ingin mati bergaya, jadi saya sangat takut jika keburu mati sebelum sempat melakukan sesuatu yang 'berarti'.
....
Beberapa malam sebelumnya, kebetulan seorang teman, berumur 28, menelepon saya dan membincangkan target hidup sebelum 30. Ia berkeluh kesah bahwa waktunya tinggal sedikit lagi untuk mencapai yang dia inginkan [which is, nikah bow, doh!]
Saya hanya tertawa-tawa karena pernah mencapai fase waduh-gue-belum-ngapa-ngapai-padahal-udah-mau-tiga-puluh. Soalnya, saya memiliki target, sebelum 30, saya harus menerbitkan novel dan menjadi Mother Theresa versi rock ‘n roll. Target menikah, sampai sekarang belum, terima kasih *ngejawab duluan sebelum ditanya Mbak Maya*
Tapi dasar saya, bukannya dengan sigap bergerak, malah sibuk menyenang-nyenangkan diri dengan mengeluarkan pertanyaan: Kenapa harus diberi tenggat waktu? Dan kenapa tenggat waktunya harus umur 30? Santai saja.
Fase ini lewat, ketika teman saya meninggal di awal 2006 lalu. Nah lo.
Sejak saat itu, mati muda lumayan menghantui pikiran. Saya mulai menyesali ritme menjalani hidup yang terlalu santai karena selalu berpikir masih banyak waktu. Saya sebal karena jarang sekali langsung menanggapi semua panggilan, dorongan dan niat yang muncul. Pasti selalu saya tunda.
Saya menunda bukan hanya untuk hal-hal besar, tapi juga untuk urusan kecil macamnya mengambil ijazah! Eh, sampai sekarang ijazah itu belum saya ambil lho, padahal saya lulus tahun 2004!
Yah gara-gara berpikir seperti itu, saya jadi selalu berusaha untuk tidak menunda-nunda apa pun. Soalnya, gimana kalau besok saya atau bahkan saat saya menekan tombol publish nanti mati tanpa sempat melakukan apa yang saya inginkan?
Anyway dalam sesi bincang telepon tengah malam bersama teman yang ingin menikah sebelum 30 itu, saya mengeluarkan pertanyaan awal pada teman saya : Kenapa harus diberi tenggat waktu? Emang kenapa kalau lewat 30?
Dia pun menarik nafas lega dan mengeluarkan pernyataan yang justru bikin saya tergelitik : “Iya ya? Emang kenapa kalo lewat 30? Emangnya abis 30 gue mati gitu?”
Yang saya patahkan dengan : “Iya, siapa tau matinya bukan abis 30, tapi besok atau sejam lagi…”
Dia pun kembali panik. Mungkin sekarang sedang grasa-grusu mencari suami dengan keyword tertentu di friendster gara-gara takut mati besok
….
Ketika sudah sampai di kota paling menyebalkan se-Indonesia Raya, tiba-tiba nyaris semua teman yang saya kirimi sms berita duka cita tersebut mengklarifikasi. Katanya *****SR94 masih sehat walafiat tidak kurang satu apa pun.
Jelas saya merasa lega dan bersyukur, tapi sekaligus juga jengkel. Soalnya saya pikir anak SR itu semuanya punya selera humor yang cerdas. Eh ternyata masih ada juga yang perlu mengambil kursus intensif bagaimana melucu yang baik!
Heran deh, hidup orang kok jadi bercandaan. Bodoh akut.
Oh ya, soal mendadak media gathering kemarin, ini oleh-olehnya. Tungguin meet and greetnya di dua kota ya? *wink*
Comments (15)
siapa, kke. duh
Posted by melly | 29 juni 2007 08:40
Posted on 29 juni 2007 08:40
koq gatheringnya gak pake woro2?
tau gitu... istirahat makan siang nyempetin deehh kesindang... kan lumayan bisa ngeliat okke si sepatu merah in the real ^^
ada pembagian buku gratis gak? =D
Posted by de2via | 29 juni 2007 09:25
Posted on 29 juni 2007 09:25
Makanya, Kke, cepetan gih nikah dulu. Siapa tau loe mati muda... ;)
*Teteup usaha, secara obsesi gw adalah ngomporin orang untuk nikah :p*
Posted by -may- | 29 juni 2007 10:21
Posted on 29 juni 2007 10:21
melly :
anak produk 94 *secara udah gw bintang2in disini kalo gw tulis namanya kan ga lucu hihih..
de2via:
yah itu juga mendadak bow. :)
-may-:
teteub yaaa... :))
Posted by okke | 29 juni 2007 10:39
Posted on 29 juni 2007 10:39
Hi, Ke..
Blognya bagus dan 'inspiring'.
Keep on rockin' girl!!
all the best and good luck,
GBU,
-rien-
Posted by ririn | 29 juni 2007 11:05
Posted on 29 juni 2007 11:05
iya yah mana tau kalo abis post comment ini gw langsung 'dipanggil'
aduh syerem boo....
ibadah dulu aahhhh *tiung-tuing*
Posted by enon | 29 juni 2007 12:57
Posted on 29 juni 2007 12:57
gw juga pernah dapet sms yang sama sekali ga lucu - tentang bom meledak - di hari minggu pagi yang langsung membuat gw melonjak dan bersiap2 meleopon nara sumber. ternyata boongan bo. males bgt ga sih??? orang orang emang harus diedukasi untuk tidak menjadikan hal2 kayak gitu sebagai joke. huh!
Posted by dinda | 29 juni 2007 15:26
Posted on 29 juni 2007 15:26
ah, mati muda atao tua toh sama2 mati. yg penting mati pada waktunya ajah. biar gak gentayangan penasaran :)
Posted by aj's lover | 29 juni 2007 20:06
Posted on 29 juni 2007 20:06
media gatheringnya gak nyampe bali ya mbak?... :P
Mati itu pasti, hidup itu gak pasti. Jadi mari kita mikirin yg gak pasti2....hihihih
Posted by aprian | 30 juni 2007 10:54
Posted on 30 juni 2007 10:54
Ririen:
Thank you :)
enon:
yuuk.. :D
dinda:
Apa kita bikin keurseus kheuseus melucu aja gitu bu? :D
aj's lover:
Bukan soal tua dan mudanya sih, tapi soal mati dengan gaya, atau mati dengan ga gaya.. Gaya itu penting, Kamerad.. :D
aprian:
Hi, Pria tak pasti, buat novel Bali nggak euy :P
Posted by okke | 01 juli 2007 01:01
Posted on 01 juli 2007 01:01
ohiya, kalo soal gaya, gw juga pengin mati dengan keren :)
tapi situ kan bicara soal "mati muda". korelasinya dg waktu. dengan tua, muda.
ayo dong, posting lagi yg fokus ke "mati gaya" :)
eh klo gath di bali, kabar2i yaaa...
Posted by aj's | 01 juli 2007 08:05
Posted on 01 juli 2007 08:05
Wah sama tuh Ke,
pagi2 temen gue juga kasih kabar yang sama.
Pada panik dan langsung grasa grusu mau pada ngelayat... eh beberapa menit kemudian, dikabarin lagi ternyata itu berita bohong.
Duh.... orang mati kok dicandain.
Posted by Alia | 02 juli 2007 06:46
Posted on 02 juli 2007 06:46
mati muda?...
hiks... hikss... jadi sereemm...
habiss... kayaknya belum siap niii... kalo terjadi sama diri sendiri...
Posted by Mela | 02 juli 2007 08:14
Posted on 02 juli 2007 08:14
jadi kepingin tanya, who do you think, would be the saddest person if you die?
Posted by diny | 02 juli 2007 23:24
Posted on 02 juli 2007 23:24
wahai teman q yang belum bertobat ,segeralah bertobat sebelum datang waktumu.....
Posted by assasinphone | 03 maart 2008 23:02
Posted on 03 maart 2008 23:02