« mei 2007 | Main | juli 2007 »

juni 2007 Archives

07 juni 2007

Sok Wisata Kuliner

Baru balik, setelah sepanjang weekend saya habiskan di seputaran Kudus, Pati dan Tayu [Jawa Tengah]. Walaupun perjalanan kali ini bukan wisata senang-senang, tapi bukan berarti saya nggak bersenang-senang.

Biasanya sih, kalau sedang melakukan perjalanan, baik wisata senang-senang maupun bukan wisata senang-senang, hal yang agak wajib dilakukan adalah lidah dan perut ikut berwisata kuliner. Dalam perjalanan yang cuma sebentar itu, teman-teman saya yang tinggal di daerah sana, dengan baiknya menunjukkan beberapa tempat yang menjual makanan khas setempat.

Continue reading "Sok Wisata Kuliner" »

09 juni 2007

Bersinarlah, Brother Shine

"Waktu itu saya masih kuliah, masih menjadi seorang laki-laki yang ingin selalu pergi jauh dari rumah untuk berpetualang, mencari kegilaan." laki-laki tampan berusia tiga puluhan akhir itu membuka ceritanya.

Saya menyandar pada pintu kayu rumah milik seorang pendeta di daerah Pati sambil memegangi perut saya yang agak kekenyangan akibat memamah kodok sexy ini. Ini pasti akan menjadi cerita yang panjang, karena pria ramah ini senang sekali bercerita - dan semua ceritanya tidak pernah membosankan.

Suara teman-teman yang lain terdengar riuh, saling melempar lelucon dalam bahasa Jawa dan saling mentertawakan. Saya sempat terkikik mendengar guyonan salah seorang dari mereka yang rata-rata masih berumur dua puluhan awal. Mereka adalah sekelompok relawan organisasi lokal yang selalu siap sedia untuk turun ke lapangan kapan pun dibutuhkan,

Laki-laki itu menoleh, tersenyum sekilas walaupun saya tahu beliau tidak mengerti dengan bahasa yang dipergunakan teman- teman saya.

Continue reading "Bersinarlah, Brother Shine" »

17 juni 2007

Dewi Semi Domestik

“Apa?” Nadira, kakakku, nyaris saja menyemburkan kembali Hot Caramel Latte yang baru disesapnya ketika aku menutup kalimat pendekku. Apa yang baru saja kukatakan pasti sangat mengejutkannya.
“Ya itu…” aku mengedikkan bahu.
“La? Kamu yakin akan keputusan kamu?” Nadira, kakakku mendelik.
“Yakin…” aku mengangguk sambil mengaduk Ice Vanilla Latte-ku dengan sedotan.
“Kamu gila…” ia meletakkan mugnya kembali ke atas meja.
“Mungkin..” Kuhempaskan punggung pada sandaran kursi.

Aku menebarkan pandangan ke seluruh penjuru O La La café Plaza Dago, tempat favorit Nadira untuk bertemu selain seluruh warung kopi yang memiliki fasilitas WiFi lainnya. Semua pengunjung tampak asyik dengan aktivitasnya masing-masing. Ada yang mengobrol, ada yang sibuk browsing dengan laptop masing-masing menggunakan fasilitas wi-fi tempat ini. Di ujung sana ada yang membaca, di ujung situ ada yang sedang bermain ramal-ramalan telapak tangan. Macam-macam.

Continue reading "Dewi Semi Domestik" »

20 juni 2007

Ibu Tiriku, PostMo Sekali

Pertemuan pertama saya dengannya adalah sekitar tahun 2004.

Waktu itu, dalam rangka mengadakan penelitian kecil-kecilan tentang perilaku ABG, saya membuat sebuah blog yang ngABG banget dengan tone and manner tulisan yang saya buat sedemikian rupa sehingga menyerupai ABG dengan karakter nyolot, sok pinter dan sok tau. Sedangkan dia menjadi pengunjung setia, yang juga setia dalam memberi komentar pada entri demi entri yang saya buat.

Awalnya sih, saya sempat menduga dia adalah salah seorang ABG juga, tapi lama kelamaan kok, ya.. bahasa yang dia pakai dalam menganalisa entri saya sama sekali jauh dari ABG, lebih cenderung ke remako, alias remaja kolot.

Nggak tau mulainya dari mana, tapi pada akhirnya kami saling bertukar surat elektronik dan sempat bercakap di dalam kanal maya Yahoo! Messenger. Terbukalah seluruh identitas palsu kami.

Saya dan dia, ternyata sama-sama remako. Remaja Kolot.

Lalu karena kesibukan, blog ngABG tersebut sempat vakum. Berhubung fans setia blog tersebut [sebentar, saya agak ragu, mereka itu fans, atau justru haters ya, secara entrinya nyolot semua] menuntut terus adanya update, maka saya meminta tolong dia dan junior yang masih kuliah di almamater universitasnya untuk menggantikan, entri demi entri.

Walaupun pada akhirnya blog tersebut saya tutup, karena penelitian kecil saya telah selesai, tapi persahabatan saya dengannya terus berlangsung secara maya.

'Dunia ini sempit' berlaku bagi kami, teman-temannya, ya teman-teman saya juga. Dan ohya, dia sempat menceritakan - eh ralat, memberi clue, tentang mantan pacarnya , seorang penulis kondyaaaang [haha!].

Eh, waktu itu saya merasa tolol, selama beberapa waktu sibuk menebak-nebak sang mantan pacar, padahal novel pertama plus kumpulan cerpen yang bersangkutan pernah saya baca. Daaaan, ternyata berada dalam lingkup pergaulan yang sama *halah pergaulan bo*

Continue reading "Ibu Tiriku, PostMo Sekali" »

21 juni 2007

Tentang Kamulah Satu-satunya

Kemarin, saat baru pulang ke rumah, saya nemuin sebuah paket dari Gagas Media di kamar tidur. Setelah dibuka, ternyata isinya nomor lepas novel adaptasi kedua saya : Kamulah Satu-satunya, berdasarkan skenario yang dibuat oleh Hanung Bramantyo, Key Mangunsong dan Raditya.

Novel pertama di 2007, nih ;-)

Anyway, waktu pertama saya mempelajari skenario film ini untuk diadaptasi dalam format novel, saya langsung suka, somehow ngingetin saya pada dua hal : Film I wanna hold your hand dan kelakuan saya waktu tergila-gila dengan New Kids On The Block.

Tambah suka lagi setelah menonton filmnya, yang walaupun belum selesai diedit, tapi sangat membantu ngebangun mood dan bikin saya kesurupan menyelesaikan novelnya. Seru. Jujur aja, saya enjoy banget waktu ngerjain ini.

Oh ya, ngomong-ngomong, pelajaran yang saya dapat kali ini : kalau mengadaptasi skenario menjadi novel, filmnya harus ditonton dulu, supaya ‘dapat’ moodnya dan supaya nggak salah nama

*dum di dum*

29 juni 2007

Siapa Tahu Besok Mati.

Hari Rabu kemarin, dalam perjalanan dari Bandung, menuju kota paling menyebalkan se-Indonesia Raya untuk menghadiri mendadak media gatheringKamulah Satu-satunya’ (yang merupakan adaptasi film berjudul sama) di Brew & Co Cilandak Town Square, sebuah pesan pendek masuk dalam inbox ponsel saya.

Tolong difwd ke temen-temen *****SR94 meninggal dunia tadi pagi sekitar jam8-an karena kecelakaan motor. Semoga yang ditinggal diberi kekuatan dan tabah, amin.

Otomatis saya menekan pilihan forward dan meneruskan pesan tersebut kepada beberapa teman se-almamater. Sebagian besar dari mereka langsung menjawab dan menyatakan keterkejutannya.

Bukan mereka saja yang terkejut, tapi saya juga. Walaupun nggak akrab-akrab amat, tapi selama kuliah dulu saya cukup sering berinteraksi dengan orang yang dimaksud.

Sepanjang perjalanan pikiran saya hanya terpusat pada kejadian ini. Mati muda. Iya, mati muda adalah hal yang sering mengganggu pikiran saya, secara saya selalu ingin mati bergaya, jadi saya sangat takut jika keburu mati sebelum sempat melakukan sesuatu yang 'berarti'.

....

Continue reading "Siapa Tahu Besok Mati." »

About juni 2007

This page contains all entries posted to blog.sepatumerah.net in juni 2007. They are listed from oldest to newest.

mei 2007 is the previous archive.

juli 2007 is the next archive.

Many more can be found on the main index page or by looking through the archives.

Powered by
Movable Type 3.31