Pertemuan pertama saya dengannya adalah sekitar tahun 2004.
Waktu itu, dalam rangka mengadakan penelitian kecil-kecilan tentang perilaku ABG, saya membuat sebuah blog yang ngABG banget dengan tone and manner tulisan yang saya buat sedemikian rupa sehingga menyerupai ABG dengan karakter nyolot, sok pinter dan sok tau. Sedangkan dia menjadi pengunjung setia, yang juga setia dalam memberi komentar pada entri demi entri yang saya buat.
Awalnya sih, saya sempat menduga dia adalah salah seorang ABG juga, tapi lama kelamaan kok, ya.. bahasa yang dia pakai dalam menganalisa entri saya sama sekali jauh dari ABG, lebih cenderung ke remako, alias remaja kolot.
Nggak tau mulainya dari mana, tapi pada akhirnya kami saling bertukar surat elektronik dan sempat bercakap di dalam kanal maya Yahoo! Messenger. Terbukalah seluruh identitas palsu kami.
Saya dan dia, ternyata sama-sama remako. Remaja Kolot.
Lalu karena kesibukan, blog ngABG tersebut sempat vakum. Berhubung fans setia blog tersebut [sebentar, saya agak ragu, mereka itu fans, atau justru haters ya, secara entrinya nyolot semua] menuntut terus adanya update, maka saya meminta tolong dia dan junior yang masih kuliah di almamater universitasnya untuk menggantikan, entri demi entri.
Walaupun pada akhirnya blog tersebut saya tutup, karena penelitian kecil saya telah selesai, tapi persahabatan saya dengannya terus berlangsung secara maya.
'Dunia ini sempit' berlaku bagi kami, teman-temannya, ya teman-teman saya juga. Dan ohya, dia sempat menceritakan - eh ralat, memberi clue, tentang mantan pacarnya , seorang penulis kondyaaaang [haha!].
Eh, waktu itu saya merasa tolol, selama beberapa waktu sibuk menebak-nebak sang mantan pacar, padahal novel pertama plus kumpulan cerpen yang bersangkutan pernah saya baca. Daaaan, ternyata berada dalam lingkup pergaulan yang sama *halah pergaulan bo*