Hoi, Hoe gaat het met jou? Apa kabar? Hm, tampaknya koleksi kosa kata dan grammatica bahasa Belanda saya dan Ella semakin memiskin gara-gara nggak pernah latihan. Kalau kamu gimana?
Eh iya, kamu tau nggak, akhirnya les dihentikan di kelas 2, yah biasalah, dengan alasan tunggu sampai yang naik ke kelas 3 berjumlah 10 orang, nanti dihubungi. Sampai sekarang, kami nggak pernah dihubungi. :D Kali peminatnya emang sedikit ya?
Jo, saya masih inget banget, hari pertama kamu masuk kelas, ucluk-ucluk dengan gaya dekil, rambut memerah, kulit terbakar, ransel, t-shirt super gedombrangan dan celana selutut , lalu duduk di antara saya dan Ella. Bagus juga sih, kamu duduk di antara kami, soalnya kalau nggak, kami bakal cekikikan sendiri, ngetawain mimik muka satu sama lain saat pengucapaan beragam kata.
Ik wil naar Hollands gaan om mijn vader te onmoeten [saya bakal ke Belanda untuk bertemu ayah saya]. Itu yang kamu bilang dengan yakin dan pasti, ketika Mevrouw Mira, guru kita menanyakan alasan kamu belajar bahasa Belanda di hari pertama les. Saya dan Ella langsung melirik sirik. Lha iyalah, walaupun kami juga menjawab Ik wil naar Hollands gaan, tapi dalam hati kami menyambung : kalau nggak malas cari dan memohon beasiswa.
Dan di kesempatan curi-curi ngomong bahasa Indonesia, saya pernah bertanya pada kamu soal kepergianmu ke Belanda. Kamu bilang, kamu mau menyusul ayahmu. Lalu, tanpa diminta, meluncurlah seluruh kisah kehidupan kamu yang membuat saya trenyuh, tapi sempat dalam hati bertanya-tanya : kok kayak sinetron ya?
Kamu bilang, Ibumu menikah dengan seseorang yang tinggal di Belanda, kemudian karena satu dan lain hal, ayah pulang dan tidak pernah kembali. Jadi, selama ini kamu tinggal bersama Ibu kamu, yang mungkin saja karena stress menjadi temperamental dan suka menyiksa. Suatu saat ada yang melaporkan ibumu pada pihak yang berwajib. Pada akhirnya, hak pengasuhan berpindah pada tantemu yang di Bandung, lalu diputuskanlah agar kamu dikirim ke Belanda, untuk dibesarkan oleh Ayah. Jadi, mengikuti les Belanda adalah persiapan.
Maafkan saya yang pernah bilang “Ah masa?” – saya memang begitu, suka susah percaya cerita orang, sampai akhirnya kamu menunjukkan cerita di sebuah harian nasional, tentang kamu.
Dan maafkan saya juga yang sedikit memanfaatkan kamu, waktu itu saya sedang membimbing seorang mahasiswa yang mengerjakan tugas akhir bertema ‘kampanye anti kekerasan terhadap anak’ – jadi kamu saya pertemukan dengan Candra, mahasiswa saya, maksudnya sih sebagai narasumber. Nggak apa-apa ya? Mahasiswa saya sudah saya wanti-wanti untuk nggak macam-macam, lagipula saya percaya, walaupun bertattoo, beranting dan berwajah gahar, dia baik kok.
Darinya saya mendapat cerita bahwa kamu ditempatkan di Kinderdorff, sebuah yayasan yang menampung anak yatim piatu. Waduh, saya Cuma bisa bilang “Lho?” – bukannya kamu bilang tinggal bersama tantemu? Hm, katanya kamu bandel ya, sampai tantemu kewalahan? :-)
Oh iya, saya lupa bilang, mahasiswa saya yang kamu bantu sudah lulus lho, September kemarin.
Waktu kamu menghilang dari kelas, saya dan Ella menyangka kamu sudah benar-benar ke Belanda. [dan kami masih menjadi : Si Ingin Sekolah di ISS, tapi malas apply untuk beasiswa].
Cerita tentang kamu terlupa, sampai beberapa hari yang lalu, saat saya dalam perjalanan menuju rumah, di lampu merah perempatan jalan itu. Seperti biasa, saya memperhatikan anak demi anak yang mengamen dan mengemis, karena kadang-kadang ada, lho yang bersuara bagus dan permainan alat musiknya membikin saya, yang cuma menguasai tiga kunci dalam gitar terbengong.
Lalu ucluk-ucluk datanglah salah seorang pengamen dengan rambut memerah, kulit terbakar, t-shirt super gedombrangan, celana selutut yang semuanya tampak sangat lusuh, membawa sebuah gitar ke jendela mobil. Sosok pengamen yang menyanyi-nyanyi parau dengan permainan gitar ngalor-ngidul-ngulon ngetan itu seperti saya kenal.
Untuk beberapa jenak saya sibuk membongkar laci memori saya. Ketika lampu hijau menyala dan saya menyerahkan sekeping uang dua ratus perak, tiba-tiba ‘ting!’, saya teringat : Itu kamu!
“JO!” saya berteriak. Dan kamu menyahut “Iya, siapa ya? Kok tau saya?”
Sayang mobil di belakang saya brengsek, tidak sabaran, mengklakson-klakson supaya saya segera maju, akhirnya saya cuma bisa menyebut nama dan tempat les kita, lalu melajukan mobil.
Dari spion, saya lihat kamu berpikir. Hey, kamu benar-benar lupa ya, sama saya?
Karena penasaran, saya memutar. Sayang, begitu saya sampai lagi di lampu merah perempatan jalan yang sama, saya tidak melihat kamu. Entah kamu sedang sibuk mengamen mobil di baris paling ujung, atau di mobil jauh di belakang saya. Dan anehnya, seluruh teman-teman kamu kok mendadak kabur tidak mau menjawab ketika saya tanya tentang kamu?
Esoknya, esoknya dan esoknya lagi, saya tidak pernah melihat sosok kamu . Kalau nanti kita ketemu lagi, kita -- ah, jujur saja, saya juga bingung, kalau kita ketemu lagi, harus ngomong apa dan berbuat apa. =
Tapi kalau kita tidak ketemu lagi.. kamu baik-baik aja ya di luar sana :)
Beste,
Sepatumerah.
Comments (17)
Kisahnya... kok sedih? Kalau bertemu lagi, titip salam ya Mbak...
Posted by Arya | 26 april 2007 00:57
Posted on 26 april 2007 00:57
sedih.. :(
Posted by aRdho | 26 april 2007 04:20
Posted on 26 april 2007 04:20
mbak Okke....
critanya lmyn sedih, ngena lah,,,,
emang, apa yg terjadi di skitar kita tu jrg bgt bs kita duga dgn sempurna,,,,,
hhhmmmnnn, kekerasan dlm rmh tangga emang slalu berdampak ke anak ya, ya ujung2nya anak jd bandel en bertingkah buruk, tp ada jg lho yg malahan si anak jd super duper pinter, bertingkah baek bgt, jd penyayang bgt gt (red: gue ada tmn kyk gitu), hohooohooooo,,,,
ya itulah idup, sesuatu yg kita kira ga bnr eh ternyata bnr en sesuatu yg kita kira bnr sratus persen eh ga tau nya slh total,,,,
life is unpredictable bgt dah,,,,
stuju gak mabk Okke???!!!
Posted by bagoest | 26 april 2007 08:06
Posted on 26 april 2007 08:06
mudah2an ketemu ama Jo lagi ya... kayaknya dia orang yang menyenangkan ^_^
Posted by tjahaju | 26 april 2007 10:15
Posted on 26 april 2007 10:15
eh, serius, Mbak, lo ketemu dia lagi?
Posted by temen les | 26 april 2007 10:23
Posted on 26 april 2007 10:23
wah. kaloketemu lagi salam ya.
atau.. sekolah di ISS yuk, biar kita cari bapaknya sama-sama...
Posted by dinda | 26 april 2007 11:52
Posted on 26 april 2007 11:52
Huhuhuhuhu... akyu terharu...
"sekolah di ISS yuk, biar kita cari bapaknya sama-sama..."
Hehehehehe...
Posted by JJ | 26 april 2007 12:36
Posted on 26 april 2007 12:36
been there, maar, mijn nederlands spreken is klein beitje. boo nulis ini aja kayaknya gue salah dong! gue nyerah deh ama yang namanya les. tapi sampe saat ini masih pengen bisa basa belanda gue rada bagusan dikit deh
Posted by melly | 26 april 2007 15:34
Posted on 26 april 2007 15:34
kok ternyata dia masi di Indo,,,
jadi pengamen pula,,,huhuhu,,,>
Posted by arnett | 26 april 2007 15:53
Posted on 26 april 2007 15:53
Okke bikin terharu sore-sore....
Posted by Ibeth | 26 april 2007 16:43
Posted on 26 april 2007 16:43
kadang-kadang gw heran sama yang namanya jalan kehidupan.
Kita bener-bener nggak tau ya lima, sepuluh, atau limabelas tahun lagi kita ngapain.
Kita boleh aja punya rencana, tapi siapa yang bisa jamin 100% rencana kita berhasil?
Posted by roi | 26 april 2007 17:12
Posted on 26 april 2007 17:12
@atas gw:
man propose, God dispose...:)
Posted by arnett | 26 april 2007 22:37
Posted on 26 april 2007 22:37
...ya sudahlah ...
Posted by rudy | 27 april 2007 00:56
Posted on 27 april 2007 00:56
"kamu baik-baik aja ya di luar sana"
Good decision. Mungkin juga lebih nggak nyaman kalau kalian ketemu lagi :)
Posted by -may- | 27 april 2007 15:07
Posted on 27 april 2007 15:07
membaca ini, menambah mendung untuk senja yang sudah penuh dengan hujan. hmm, semoga selalu baik-baik saja beliaunya..
happy wiken mbak!
Posted by eva | 27 april 2007 18:51
Posted on 27 april 2007 18:51
iyah. bukankah semua itu sudah digariskan jauh sebelum bumi tercipta. kalo memang kalian berjodoh ketemu, ya semesta akan membantu.
Posted by aj's lover | 28 april 2007 15:04
Posted on 28 april 2007 15:04
Semoga takdir mempertemukan kaliankembali dan mestinya itu sebuah pertemuan yang mengesankan. Semoga juga silaturahim dengan dia lancar.
Posted by Domba Garut! | 28 april 2007 22:06
Posted on 28 april 2007 22:06