« Gara-gara Lift Yang Anjlok | Main | Pelanggan Adalah Raja yang Ngeselin »

Tentang Porrrrrrrrno.

Peringatan : Jauhkan anak anda, beri dia kesibukan yang membutuhkan waktu sangat lama, seperti menyelesaikan puzzle 1250 keping atau titipkan pada orang tua [mertua juga boleh, buat apa mereka kalau bukan buat memanjakan cucu,kan? *Halah*] anda dan minta mereka pergi ke Timezone sekitar 2 jam, saat anda membaca tulisan ini. Karena tulisan ini disertai oleh gambar-gambar eksplisit yang mengarah ke pornografi.

Sebenarnya topik pornografi ini sudah sempat dibahas habis-habisan saat masyarakat sedang ribut memperkarakan RUU APP sekitar awal tahun lalu. Dan waktu itu, saya tersesat saat mendefinisikan istilah pornografi sendiri.

Tapi gara-gara membahas sidang kelayakan tugas akhir Mona yang ingin membuat sebuah kampanye anti pornografi, maka saya dan seorang rekan kerja yang kebetulan adalah pembimbingnya terlibat kembali pembicaraan tentang ini, sambil menikmati mie instant sore.

Secara etimologis [cihuy, etimologis,bo!], kata pornografi ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu Porne dan Grapho. Porne sendiri berarti pelacur sedangkan grapho adalah gambar atau tulisan. Tapi jika dikaitkan dengan keadaan sekarang, definisi pornografi secara etimologis, tentunya sudah tidak terlalu tepat lagi jika digunakan. Iya lah, ME dan YZ kan bukan pelacur, tapi penyanyi dangdut kurang beken dan anggota DPR, kenapa juga film yang mereka buat dikategorikan sebagai pornografi,kalau gitu? :P

Kalau menilik sekian banyak definisi yang diajukan secara tekstual di berbagai media, didapatlah sebuah definisi umum pornografi; yaitu kurang lebih gambar [serta teks] yang merangsang birahi [seksual, tentunya], baik itu karena ekspresi, gesture serta ucapan verbal [maupun tekstual] orang-orang yang berada di dalamnya, maupun karena aktivitas yang terekam oleh gambar dan teks tersebut.

Setelah menemukan definisi tersebut, sebenarnya usaha untuk mengklasifikasi mana objek yang termasuk pornografi menjadi mudah, tinggal bertolak saja dari standar yang tersebut dalam definisi.

Semua objek yang tidak merangsang birahi, walaupun itu mengandung ketelanjangan bahkan hubungan seksual sekali pun, maka itu bukanlah pornografi. Titik. Sesederhana itu. Dalam sekejap, saya dan rekan saya punya batasan pornografi sendiri.

Nah yang menjadi masalah adalah ketika saya berkomentar,”Jadi kalau misalnya gue buka situs bokep dan malah males, bukannya terangsang ngeliat gambar-gambar orang berhubungan seksual secara eksplisit, itu bukan pornografi, dong?”

Lalu muncullah sebuah pertanyaan : apakah semua orang memiliki standar yang sama tentang apa yang merangsang birahi dan apa yang tidak?

Misalnya nih, ada cowok-cowok yang begitu terbiasa tinggal dalam lingkungan/institusi tertentu yang mentabukan melihat aurat [jangankan aurat, bahkan lawan jenis pun nggak pernah. Kasian ya?], lalu suatu waktu ia melihat iklan sepatu hak tinggi yang menampilkan paha dan betis seorang cewek, dan terangsang karenanya – apakah iklan sepatu tersebut masuk ke dalam pornografi?

Iya buat orang tersebut, nggak buat orang lain.

Lalu untuk foto telanjang-nya Anjas, ada pihak yang bilang itu masuk ke dalam pornografi, ada yang bilang itu seni. Semuanya kekeuh-jumekeuh berdasarkan batasan-batasan yang ada dalam otak masing-masing.

Bahkan ada komentar untuk entri saya tentang alat kelamin yang mengatakan kurang lebih ia terangsang ketika membaca dan berkomentar pada tulisan tersebut, ya ampun; padahal saya belum tidak menulis ala Wiro di Cerita Cerita Seru lho! Berarti tulisan saya termasuk kategori pornografi buat sang komentator, padahal maksud saya bukan.

Nah lalu apa kabar kalau ada orang yang terangsang jika melihat orang berciuman, tattoo, borgol, cambuk, high heel bahkan kodok atau jempol kaki ?? Hehe, ini berlebihan tentunya.

Pada akhirnya sampai sejauh ini, saya dan teman saya masih tersesat dalam mendefinisikan pornografi. Ini jelas karena belum ada standar ‘baku’ mengenai pornografi – batasan-batasan pornografi dalam masyarakat itu masih subjektif berdasarkan interpretasi dan wawasan yang ada dalam kepala masing-masing orang. Kalau semua standar dalam benak diikuti, bisa-bisa gagang telepon pun jadi pornografi dong?

Atau memang sebenarnya yang bersalah karena membangkitkan birahi bukan objek -seperti yang dituduhkan orang-orang banyak? Yang salah adalah otak. Nah, gimana kalau dibuat definisi pornografi baru?

Bahwa pornografi adalah bagaimana cara seseorang membangkitkan birahinya dengan hanya melihat sebuah objek visual/teks

Eh, tapi kalau kata teman yang lain, jadinya itu bukan pornografi, tapi pornotasi, porno-interpretasi.

Heu, makin nggak jelas.

Tinggal sekarang Mona yang bingung, mau mengadakan kampanye anti pornografi, untuk pornografi berdasarkan interpretasi yang mana?


PS : Jangan nanya kemana gambar eksplisit yang menjurus ke pornografi seperti yang saya sebutkan pada peringatan di awal tulisan ini – lha wong emang nggak ada kok :P

Porrrnotasi aja!

Haha.

TrackBack

TrackBack URL for this entry:
http://sepatumerah.net/mt/mt-tb.cgi/50

Comments (25)

Hmmm.
Kalo gitu semua cerita, semua tampilan lelaki yang cerdas, pintar, bersuara ehm .. dahsyat, apalagi penyayang, baik hati, ramah tamah dan tidak sombong, harusnya termasuk pornografi dong ya?
They turn me on much easier than whatever-too-much-skin-six-packed-guys on mags.

JJ:

Emang Wiro di Cerita2 Seru nulis apa Mbak? *penasaran :P*

"Karena tulisan ini disertai oleh gambar-gambar eksplisit yang mengarah ke pornografi."

Mana?? *:PP*

rudy:

...atau mau pake definisi di fotografi aja ?
this is a nude picture and that is just a crotch shot ..
yang satu art, yang satu pornografi ..
tapi yang nude bisa jadi porn, yang crotch shot bisa jadi art.
lha memang tipis batasannya.

ah males ah bahas definisi ..
saya mau liat site porn eh art dulu ah ..

nella:

Jadi inget dalil kita taun lalu:

kompor adalah pornografi buat sekelompok orang yang-lo-tau-deh-wawasannya-kayak-gimana. hahah..

okke:

ehm, kalo itu sih pornografi juga buat gue, Bun-Silv :D

Apaan mana, Jen? situ ngarep? ;)

sebenernya siih,Rud, gw bukan mau ngedefinisiin, tapi mo ngomong apa yang nella omongin... hi, Nell!

rudy:

oooooo awas lho ntar menyinggung mereka yang wawasannya lo tau deh bgmn ..
eh kalo disinggung lalu jadi horny salah siapa ..

okke:

Yah, gampang aja, jelas salah otak sendiri,Rud huehehe

pornofiksi nih, pornotipu .. :D

ooo.. pornograpih

orang orang romawi memang gilaaa.. *sambil ngeliat miyabi*

Arya:

Kalau semua standar dalam benak diikuti, bisa-bisa gagang telepon pun jadi pornografi dong?

Hmmm... jadi membayangkan kemungkinan-kemungkinan apa yang bisa membuat sebuah gagang telepon termasuk pornografi =P

PS:
Hampir protes, "MANA GAMBARNYA???" Untung udah diklarifikasi di akhir, hehehe...

okke:

Iya, nih, oom Sonny jadi porno-ketipu :P

dicky & Apri : :P

Hehe, ya maab kalo ngarep, Ya!

cyn:

mmm... iya tuh, ga bisa dikotakin..
buat photographer or pelukis prof yang spesialisasinya pic nudis, batasan porno nya kaya apa ya? hihihihi

immi:

laahh....gw kan ngarep gambar pornonya....hahahaha....kirian beneran ada.

wah wah pornografi again...hmmm whateva` it hihihi
have a nice wikenn ^_^

tegar:

"ala Wiro di Cerita Cerita Seru lho!"

hahahahah... dia baca ini juga ... salam !!

mela:

jadi inget... waktu keponakan aku yang masih sd sunat... aku sengaja moto auratnya aja... emang sengaja si buat dikasi liat ke nyokap aku, gara-gara dia emang ga tahan buat liat luka terbuka...
pas kamdignya aku bawa ke bandung n dibuka temen-temen aku... langsung tuh pada nuduh aku pornografi... lah... padahal aku yakin... mereka juga ga terangsang liat gambar anak kecil... mentang-mentang objeknya aurat aja... jadi nuduh sembarangan...
nah itu termasuk pornografi ga ya?... atau malah termasuk art?... hehehe...

hans:

Tolong bilangin ke Mona dong, gak usah repot2 mikirin kampanye anti pornografi dong... asik lagi pornografi.

LEGALKAN PELACURAN, SUPPORT PORNOGRAFI, BIARKAN MANUSIA MELAKUKAN APA YANG INGIN MEREKA LAKUKAN.KARENA EVERY ACTION HAS IT'S REASON

" PORNOGRAFI ITU ILLEGAL, DAN ILEGAL ITU MENYENANGKAN......."

BASTA DA VIOLENCIA CONTRA LA MUJER......

SicSid6:

WHATEVER.....HIDUP PORNO (grafi ataupun aksi)....HELL YEAH

okke:

cyn : nah, apa? :D

immi : sekali lagii, maab yaa kena porno-fiksi dan porno-tipu hehe..

ranny : met wiken juga :)

tegar : hehehe, biasa aja kali deh. bukan sesuatu yang spektakuler. haha

mela : :D

hans : udah diapprove judulnya itu, piye?

seven : mbok ya capslocknya dimatiin dulu, ganggu ngeliatnya :D

sicsid6 : yeah yea, hidup pornografi.. TA tuh beresin, ga bosen jadi mahasiswa? heran :P

Budi:

hmmhh....Pornographi...

divan kurniawan:

pornografi itu tergantung bagaimana kita bisa menyikapi hal-hal yg dianggap tabu dari sisi lain...!!!
kenapa di negara kita selalu meributkan hal-hal yg bagi masyarakat luas selalu menjadi bahasan yg dianggap dapat merusak moral,tp coba kita telaah lebih jauh tentang bagaimana rusak nya bangsa kita melalui para koruptor yg ga jelas kasus nya dan malah di lindungi!!!

Kharisma:

waktu itu gw pernah melihat sepasang sejoli sedang melakukan hubungan gt dech........!!! ternyata yang ku lihat adalah sepasang KUCING di depan rumahku

nana:

porno itu relatif tergantung dari cara pandang individunya. contohnya ada perbedaan cara pandang dari sisi orang awam dengan orang2 dari dunia seni tentang batasan porno dan sampe sekarang masih jadi bahan perdebatan panjang

Post a comment

About

This page contains a single entry from the blog posted on 27 maart 2007 4:28 pm.

The previous post in this blog was Gara-gara Lift Yang Anjlok.

The next post in this blog is Pelanggan Adalah Raja yang Ngeselin.

Many more can be found on the main index page or by looking through the archives.

Powered by
Movable Type 3.31