Krakk..
“Mati nih gue bentar lagi..” itu adalah reaksi pertama begitu mendengar bunyi berderak lift di kantor. Lalu lift itu berhenti tidak ada suara, tapi tidak juga bergerak. Angka 2 terlihat membeku pada penunjuk lantai. Jantung saya deg-degan tidak karuan, seperti mau lepas dari rongganya.
Okay, saya termasuk orang yang jarang memakai lift, tapi entah kenapa pagi itu badan terasa malas untuk diajak bergerak sedikit menuju ruangan saya dengan menggunakan tangga seperti hari-hari sebelumnya. Padahal ruangan saya cuma terletak di lantai 3.
Krraaak…trrrrrtttt…
Lift yang tadinya diam, tiba-tiba merosot, anjlok. Sangat cepat.
“Oceh deh, mati beneran nih..:” gumam saya dalam hati, sambil membayangkan, bahwa di lantai paling dasar lift akan jatuh berkeping-keping, bersama tubuh saya.
Tapi saya salah, lift tidak sampai turun ke B2, lantai terdasar yang dimiliki oleh kantor, melainkan menyangkut di lantai 1, lalu susah payah naik lagi dengan bebunyian yang lebih ajaib.
“Ya udah deh, terserah… mati, mati deh..” saya pasrah ketika lift berada dalam posisi nanggung, antara lantai 2 dan 3. Lalu ‘melonjak-lonjak’ seperti hendak terjun bebas.
Pada akhirnya lift berhasil naik lagi dan terbuka dengan sukses di lantai tujuan. Saya segera meloncat keluar melalui celah pintu yang perlahan membuka, tentunya diiringi suara aneh.
“Eh, nggak jadi mati deng…” itu yang saya pikirkan ketika sudah di luar, tidak dalam keadaan mati – bahkan anggota tubuh pun masih lengkap. Sambil senyum-senyum lega, saya berjalan menuju ruangan.
Tuhan kadang-kadang kalau bercanda suka nakutin, deh. Masa main-main picu adrenalin macam itu pagi-pagi sih?
Tapi, Han.. makasih udah ngingetin bahwa saya bisa mati kapan saja, di mana saja, dengan cara apa pun. Tidak ada yang aman dan bisa mencegah kematian. Bahkan Garuda yang pernah diklaim sebagai maskapai penerbangan paling berhati-hati dalam memperhatikan pemeliharaan pesawatnya, kepleset juga.
Selamat Berakhir pekan yang panjang.
Wahai kantor, tolonglah, perbaiki liftnya.
Dan orang Jakarta, please, have mercy on us.. jangan macet-macetin Bandung.:P