« Surat Untuk Anak-anak... | Main | TIPS BAHAGIA ITU OMONG KOSONG »

Pahlawan Dalam Diri Kita

I believe there's a hero in all of us, that keeps us honest, gives us strength, makes us noble, and finally allows us to die with pride, even though sometimes we have to be steady, and give up the thing we want the most. Even our dreams…
(May Parker, Spider-Man 2)

Hal yang paling saya tunggu sewaktu SD dan masih tinggal di sini adalah masa liburan kenaikan kelas. Kenapa? Tentunya karena saya akan diajak menghabiskan liburan di tanah jawa sini :D.

Yah, maklumlah, namanya anak daerah, yang hiburannya pantai lagi pantai lagi, menghabiskan liburan di kota yang banyak gedungnya itu adalah sebuah hal mewah yang cuma terjadi setahun sekali - jadi gimana nggak ditunggu coba?

Iya, liburan di tanah jawa adalah masa di mana saya memuaskan seluruh kecemburuan terhadap sepupu-sepupu yang bisa berkunjung ke kebun binatang, bioskop, makan di KFC, berkunjung ke taman bermain yang ada mobil senggol dan rumah hantunya setiap akhir pekan.


Oh ya, selama liburan saya tinggal di rumah salah seorang tante saya, dan rumah itu memang terkenal sebagai rumah persinggahan bagi para sepupu sekalian yang tinggal di daerah dan ingin menikmati liburan di Jawa.

Kami beramai-ramai menyambangi tempat-tempat yang berulang kali membuat melongo karena tidak ada di daerah kami. Menyenangkan. Seru. Oh ya, tempat tambahan untuk saya adalah sebuah toko buku kecil bernama Alumni, di jalan Sulanjana yang telah menjadi toko hadiah bernama [kalau nggak salah] Celebrate, untuk membeli serial Asterix & Obelix, Tintin, Lucky Luck, serial Nina, Steven Sterk, Smurf, Arad dan Maya serta novel-novel Enid Blyton.

Walaupun ingin, tapi kami nggak setiap hari pergi kok, kasihan kan, kalau begitu lama-lama uang orangtua kami masing-masing habis. Ada masanya di mana kami hanya tinggal di rumah, membaca buku yang saya beli beramai-ramai - favorit kami adalah Lima Sekawan versi Pilih Sendiri Petualanganmu. Kalau tidak membaca ya nonton film sejenis superhero.

Seringnya setelah itu, kami jadi terinspirasi untuk membuat skenario berdasarkan apa yang sudah kami serap dari buku maupun film. Sewaktu-waktu, kami bermain lima sekawan, Mbak ini menjadi Julian, saya menjadi George, ada yang menjadi Dick, ada yang menjadi Anne - yang sering protes biasanya yang kebagian peran menjadi Timmy, tapi sayang, anak-anak yang lebih tua-lah pemegang kuasa pada saat itu - kalau mau terus diajak bermain, dia harus mau terima nasib. Sisanya menjadi penjahat -- sebagai informasi, sebenarnya tidak ada yang mau jadi penjahat, semua ingin jadi tokoh protagonis - tapi kasusnya sama seperti anak yang menjadi Timmy - kalau nggak mau ya nggak main. [senior itu berkuasa! hehe]

Dengan konyolnya kami menjelajah rumah, atas sampai bawah, sembunyi di gudang, berkemah di atap, menyusuri garasi yang penuh dengan peralatan perbengkelan. Sebenarnya, cerita dalam skenario cuma dua jenis [1] mencari harta karun atau [2] menyelamatkan seseorang. Tapi yang sering sih menyelamatkan seseorang - dan melawan penjahat.

Kadang-kadang saya dan sepupu sering lupa bahwa kami hanya main-main, jadi dalam permainan, semua bentuk perkelahian, pemukulan, pengikatan, pengurungan sering jadi serius.

Selain bermain Lima Sekawan, kami juga senang pura-pura jadi superhero yang kami tonton dari film. Nyaris ada satu kebodohan kami lakukan gara-gara menonton, kami percaya, jika di punggung kami terdapat kain yang menyerupai sayap, maka kami pasti bisa terbang. Untung saja, ada orang tua yang melihat.

Yah, sama saja, ketika bermain superhero, pasti ada aksi penyelamatan, perkelahian, pemukulan, pengikatan, pengurungan yang sering menyebabkan ada yang berdarah betulan, benjol betulan, nangis betulan dan terkurung betulan. :D

Tapi dari permainan-permainan itu, saya merasa menjadi tokoh penyelamat yang berperan sebagai pahlawan sangatlah membanggakan; bisa menang melawan kejahatan itu rasanya luar biasa - malah, seringnya niiih, ketika sepupu yang berperan sebagai penjahat berdarah atau terjatuh dan kalah - para pahlawan cilik ini senangnya luar biasa [asli bo, lupa kalo itu main-main!]

.....

Cerita masa kanak-kanak bermain menjadi superhero yang membela kebenaran dan membasmi kejahatan ini sempat menjadi bahan obrolan beberapa waktu yang lalu di telepon dengan seorang kawan lama. Ternyata ia juga punya perasaan yang sama, menjadi tokoh pahlawan dalam permainan masa kecil itu membahagiakan.

Di tengah-tengah tawa tergeli-geli kami, tiba-tiba ia berkata"Superhero itu selalu ada kok dalam diri kita, bukan di masa kecil aja, tapi dari sekarang sampai kapan pun..Semua orang punya potensi untuk menyelamatkan dunia dan membasmi kejahatan."

Saya langsung ngakak dan sibuk mencelanya dengan kata andalan : Jiyeee..jiyeee.. bahasa lo mati nggak sih?

Dan kawan saya pantang mundur berusaha menjelaskan. Bahwa dunia itu sudah gila - ketika seseorang bisa melihat kegilaan itu, lalu gatel ingin melakukan sesuatu, berarti jiwa superhero masih ada dalam diri orang tersebut.

Saya jadi diam dan berpikir...

Iya juga ya, terkadang gemes-gemes-gimana-gitu melihat apa yang terjadi di sekeliling saya.Tapi seringnya dorongan menjadi superhero itu tertahan oleh satu dan lain hal, dan berakhir pada omelan, kritik serta keluhan tanpa ditindaklanjuti. Pembelaan diri yang paling sering terlontar :

Tapi kan, masa gue ngelakuinnya sendirian? Bisa apa gue?
Tapi kan, kalau gue ngelakuin gitu, apa hidup gue bisa tenteram?
Tapi kan, kalau gue nekat, apa gue ga bikin orang-orang yang gue cintai hidup tenteram?

Asli, saya berhenti men-jiyee--jiyee-i kawan saya, karena tiba-tiba merasa malu. Kawan saya masih mending, dorongan menjadi superhero-nya diwujudkan dalam bentuk tindakan.

Lah saya?

"Nggak apa-apa, selama lo masih bisa ngeliat ada yang salah di sekitar lo dan pengen melakukan sesuatu, berarti lo masih punya superhero dalam diri lo" kawan saya menenangkan.
"Walaupun gue ga ngapa-ngapain?"
"Kata gue lo lumayan melakukan sesuatu kok : berkeluh kesah, mengkritik, mengomel..., dan kadang-kadang turun ke jalan."
"Emang seperti itu ngaruh?" tanya saya.
"Tindakan dan ide ngaruh."
"Tapi kan gue banyakan ngomel, ngeluh dan ngritik. Emang ngaruh?"
"Ngaruh juga - ngaruh di polusi suara...- brisik, gitu ganti..."
"Sialan lo.."

Kalau dipikir-pikir, iya juga sih. Dunia ini sudah gila - saya percaya semua orang menyadarinya; buktinya setiap saya blogwalking, masuk ke dalam kelompok tertentu, membaca beberapa buku, saya menemukan banyak omelan, keluhan dan kritik tentang ketidakpuasan orang-orang terhadap lingkungan sekitar. Masih banyak superhero-superhero dalam diri kita - yang menyelamatkan dunia dan membasmi kejahatan dengan caranya masing-masing [aiyyohh, mati nggak sih, bahasanya?]

Yah, entri ini cuma untuk mengingatkan diri sendiri, supaya jangan membiarkan superhero dalam diri saya bertindak hanya sejauh kritik, omelan dan keluhan yang menimbulkan polusi suara belaka. Menegur supaya saya tidak menjadi pengecut dan cari aman melulu. :)

Anywayyyyy..... ngomong-ngomong soal superhero, partner pernah menunjukkan sebuah link superhero generator. Dan...hey, saya sudah membuat tampilan karakter superhero saya.

perkenalken : Super sepatumerah!

Setidaknya jika belum berani bertindak sebagai superhero, ya tampilan superheronya sudah ada - kan penampilan itu penting? *ini ga penting*

Oh ya, superhero generator ini juga sudah ada versi.2-nya. Ini dia hasilnya!

Eh bentar bo, kok perasaan tampilannya jadi kinky ya? :D

Ya wis.. ini deh, SuperSepatumerah v.2

Jadi, seperti apa tampilan superhero-mu? :D

TrackBack

TrackBack URL for this entry:
http://sepatumerah.net/mt/mt-tb.cgi/35

Comments (25)

Dodol Surodol:
okke:

oh, ngerti kenapa tampilannya bisa gitu.. pake hasil unduhan ya? :D

Dodol Surodol:

Iya dong, canggih. Kan udah aku kirim ke kamu.

okke:

gede bener, ga selesai2 unduhannya :D atau koneksinya yang lelet ya?

Waktu Mariah Carey memulai lagunya, "There's a hero, if you look inside your heart ...," saya bilang, ah, gombal (umur berapa ya saya waktu itu?). Tapi waktu bibi May ngomong ttg sesuatu yg mirip dgn itu, kok kedengerannya bagus ya. Apa saya yg berubah? Atau Mariah ngomongnya ga pake konteks sih, jadi saya ga bisa connect sama dia?

Ada juga yg bilang, ada kanak-kanak di dalam diri setiap kita. Jadi yg mana, hero, atau child? atau dua-duanya? child-hero? hero-child?

Yang saya tahu, anak-anak tahu bagaimana menghargai pahlawan mereka. Kalo bisa ngomong langsung ke pahlawannya, seorang anak pasti bilang: saya mau jadi seperti kamu!

Entah kapan semangat itu hilang somewhere along the road; tau-tau kita ga mau lagi jadi seperti pahlawan kita. Malu 'kali. Tapi kita senang aja waktu seorang anak bicara blak-blakan ke kita: saya mau jadi seperti Oom/Tante!

Sori, bukan mengeluh, hanya merenung. Seperti bibi May bilang, everyone needs a hero. Siapa hero kita sekarang?

Sori lagi, ini comment jadi panjang begini. Salut buat Okke ma heronya.

hakhakhak...!!! posting ini menggugah kenangan sebagai putra daerah juga, yang kalo SD liburan menyeberang lautan ke jakarta, dan menganggap kfc sebagai ayam terenak di dunia.

mungkin dasar bakat sebagai "drama queen", waktu tk suka main niruin episode startrek yang baru ditonton malamnya (entah kenapa selalu kebagian peran jadi penjahat, hiks hiks..), trus waktu sd malah suka jadi pahlawan... silat! itulah akibat kebanyakan nonton film silat serial. tapi saya dan sepupu2 jadi kreatif menciptakan julukan kependekaran kami sendiri.

njrit barengan :)
sayangnya versi gue baru diobrolin ama si you-know-who, kke. how come...how come kepikiran hal sama pada waktu sama ya?

ps: keseluruhan tulisan jelas beda, nge-quote hal yang sama, tapi terinspirasi film berbeda :)))

Indeed. superhero itu ada di setiap orang. bagaimana dengan kekuatannya dia bisa mengeluarkan kita dr kesulitan dan keterpurukan karena...patah hati misalnya *hayaaahh..*...kita sering nggak nyadar bawa kita ternyata punya kekuatan itu. Dan kita bisa pake kekuatan kita buat bantu orang lain Kke...kalo kita mau. Do something to help other people, mulai dr lingkungan terdekat...

yup.. i'm also a superhero for the people around me ^_^

asyik... coba ah superhero generatornya ^o^

Aiyayayah.. gw ngakak lihat SuperSepatumerah versi Kinky! Eh, ternyata loe sendiri ngerasa itu kinky.. :) Tapi kayaknya cocok buat loe deh ;)

Thanks, mengingatkan gw pada masa2 gw ingin menjadi George Kirrin. Sampai2 anjing Pekingese putih kecil gw pun bernama Timmy. Dapur emak gw (eh, bohong deh, dapur pembantu emak gw, secara emak gw jarang di dapur ;)) yang bentuknya memanjang 2x4meter suka gw pakai sebagai "caravan2an".. :)

Gedean dikit sih gw lebih suka berkhayal jadi pacarnya Superhero.. hehehe.. Gw pernah naksir Capt. Michel Tanguy dari Tanguy & Laverdure.. ;)

okke:

juniar : dua-duanya ada, hero dan child hidup berdampingan - hero untuk membuat kita lebih sensitif sama keadaan lingkungan, child ngebuat kita bisa bersenang-senang dan selalu polos *AIYOOOH!* hahah

lenje: anak daerah-anak daerah, tapi mbae masih di tanah Jawa juga bukan sih? eh bukan ya? hihihi

melly: mel. gue curiga sebenernya kita jodoh... hahah.. berapa kali coba mo posting hal yang sama...

emak#2: mak, yang jelas emak itu superhero dan rolemodel gue.. hahaha.. *kabur*

tjahaju: ayo, mana tampilan superheronya? ;)

maya yang bukan partnernya arad: hehe, kalo gue pernah ngebayangin jadi 'maya'-nya arad - seksi bo.. :D


nYam:

kok aku dulu lebih pengen jadi Tintin ya? mbayangin ke Tibet buat mencari Chang...padahal sampe awal kerja, ga punya komiknya satu pun. smua hasil pinjeman. baru skarang deh beli...yang seken bundelan he he he.

hehe...nice story.. SuperSepatumerah v. Kinkynya asik tuh mba..seksih.. Btw, lam kenal :)

salam kenal..inspiring writing ;-)

dalam islam, ketika kita melihat suatu ketidakbenaran kita bisa melakukan ini:
1. Mencegah dengan perbuatan
2. kalo gak bisa, mencegah dengan perkataan
3. kalo gak bisa juga, setidaknya dalam hati *ini disebut selemah-lemahnya iman*

jadiii silakan jadi pahlawan!!

asep:

saya mau jadi pahlawan

mela:

kalo diinget-inget... dulu aku juga pernah tuh diboongin sepupu...
dia bilangnya... kalo boong biar ga dosa... caranya bahu kiri nya itu digoyang-goyangin pas boong... jadinya malaikat ga bisa nyatet kita boong...
coba de... untung ada bokap waktu itu... kalo ngga... kali sekarang aku udah jadi tukang boong yang sering goyang-goyangin tangan kiri... hehehe...

okke:

nyam: hehehe...di tintin gue demen sama thomson & thompson...

mpus : yang versi kinky keknya bukan menyelamatkan dunia, tapi pasti berbuat yang kinky.. halah

wening & asep : yuk! Jadi pahlawan! :)

mela :
Orang : mel lo kenapa?
mela : gapapa *goyang2in bahu*
orang : ih cantik2, sarafnya ada yang dol..
heheheh...


Wah kinky sekali yang kedua, remind me of Wonderwoman. Yang pertama mengingatkan pada Sinbad, yang ketiga mengingatkan pada Grace Jones di A View to a Kill.

Bener gak?

okke:

wisnu : hehe, pas bikinnya sih ga nginget2 siapa2, tapi kalo diliat2 iya juga ya? :D

gimana dengan spiderman 4 yg ini??
:D

Post a comment

About

This page contains a single entry from the blog posted on 10 januari 2007 7:05 pm.

The previous post in this blog was Surat Untuk Anak-anak....

The next post in this blog is TIPS BAHAGIA ITU OMONG KOSONG.

Many more can be found on the main index page or by looking through the archives.

Powered by
Movable Type 3.31