A groupie is a person who, while she/he may be a fan on some level, seeks intimacy (most often physical, sometimes emotional) with a famous person.Wikipedia.org
Seorang sobat di masa SD-SMP pernah menjanjikan pengiriman hasil scan foto-foto masa SD kami, terutama foto koleksi merchandise New Kids On The Block yang pernah saya punya. Hm, mana ya? Janji tinggal janji nih.. :P
Eh, tadi saya sempat mengetikkan New Kids On The Blog,lho. Sumpah! Padahal sebelumnya saya ketawa-ketawa waktu membaca salah satu entry di Multiply-nya Bunda Tus yang bercerita bahwa ia mengetikkan keyword 'jomblog', padahal yang dimaksud 'jomblo'. Jeng, kayaknya bener, kalau mau tahu akut atau tidaknya penyakit gila-blog seseorang bisa dideteksi dari yang kayak gini-gini; menulis sesuatu yang mengandung b-l-o, pasti dilanjutkan dengan huruf 'g'.
Sebenarnya tujuan saya meminta foto itu hanya untuk bernostalgia, mengenang dan mentertawakan kegilaan masa lalu, saat saya masih mengkal nan segar [hihi].
Waktu itu, saya tergila-gila dengan boysband asal Boston ini. Bukan cuma menggemari musik dan penampilan panggung mereka, tapi sudah sampai tahap parah. Saya adalah salah satu dari sejuta remaja putri yang menjadi groupies mereka!
Seperti groupies yang lain, saya tentunya mengkoleksi merchandise New Kids On The Block sampai segudang - dan 'segudang' bukan kiasan seperti penggalan lirik Tua-tua Keladinya Anggun :
... Mengaku bujangan, kepada setiap wanita, ternyata cucunya segudang,
Tapi ya memang benar sebanyak itu.
Lalu histeris ketika melihat video mereka, baik berupa video klip, penggalan wawancara di setiap acara musik, serial kartun sampai konser live-nya.Ditambah lagi dengan nafsu membeli majalah yang memuat profil, cerita serta gosip tentang mereka. Bisa kecewa berhari-hari kalau terlewat satu saja tayangan TV atau majalah.
Cukup? Belum, saya juga berfantasi menjadi pacar, berkencan romantis serta berciuman dengan Jordan Knight, Joey McIntyre atau Donnie Wahlberg. Walaupun semua itu hanya sebatas fantasi - tidak seperti groupies-nya grup band rock 'n roll yang mengejar-ngejar bahkan sampai membuka baju, atau bersedia untuk bbb [bobok bobok bareng] demi mendapatkan perhatian sang oknum pujaan, tapi tetap saja, apa yang saya alami itu sudah cukup sakit mental.
Jangan bilang itu normal karena saya ABG di masa itu sebelum mendengar fakta bahwa saya sampai cemburu berat dan sebal pada Seiko Matsuda yang berduet dengan Donnie Wahlberg.
Oh ya satu lagi : saya sempat nangis bombay, ketika grup band ini konser di Jakarta, dan saat itu saya tidak bisa menonton karena oh karena ujian kelas 3 SMP! Nah sekarang, sakit jiwa, nggak? :D
Belum? Ini ada lagi.. saya adu mulut dengan orang-orang yang mencela grup band pujaan saya! Cukup kan? Cukup ya bukti-bukti sakit mentalnya? :D
Saya tidak tahu kapan penyakit menjadi groupie itu sembuh, tapi itu yang terakhir, sumpah! Setelah itu, dan sampai sekarang, saya hanya penikmat musik yang sering tidak tahu musisi yang membawakannya.
......
Sekitar dua hari yang lalu, saat saya sedang kepanasan di dalam mobil bersama dengan seorang teman, tiba-tiba sebuah sms dari djeng Monik masuk ke dalam inbox, mempertanyakan keTuhanan dan Agama, serta kenapa orang-orang beragama malah ribut sendiri, dan Tuhannya terlupa. Saya sempat membahas sedikit dan bilang supaya semua pembahasan dilanjutkan via e-mail, multitasking - menyetir, kipas-kipas kepanasan dan mengetikkan sms di keypad dalam waktu bersamaan itu susah, Jendral.
Baru beberapa menit fokus pada jalan, tiba-tiba teman yang bersama saya meminta agar mampir sebentar ke sebuah tempat ibadah , mau beribadah katanya. Okay, saya membelok, parkir, ia beribadah dan saya keluar mobil, berteduh sambil nge-teh botol.
Selesai ia beribadah, kami berteduh bareng di bawah pohon. Ngobrol sana, ngobrol sini.. teringat dengan sms djeng Monik, akhirnya terangkat juga masalah tentang agama.
"Lo jadi ngibadah gini ya? Ga pernah bolos gini lo..." tanya saya.
"Iya, nih..lo.. ngerasa terbakar?" ia tersenyum-senyum. Iya, banyak perubahan yang terjadi pada dirinya sejak tahun baru ini. Saya tidak mengikuti dengan jelas prosesnya; tapi saya percaya ia melewati sebuah perjalanan yang sangat berat.
"Nggak lah... "
"Gue ngerasa tenang aja dengan begini.." serunya.
"Emang pas lo begitu, lo ngapain sih? Ngobrol sama Tuhan?"
Dia terdiam. Saya menunggu.
"Ya enggak juga sih..., kayaknya gue belum sesakti itu deh. Gue cuma ngerasa tenang kalo udah ngikutin apa yang disuruh dalam agama gue." akhirnya ia berkata demikian.
"Lo ngelakuin apa yang disuruh sama agama lo, semuanya?"
"Iya, semuanya."
"Hanya dengan alasan patuh perintah agama? Lo emang ga pernah bertanya-tanya, buat apa, kenapa? apa alasannya?"
"Nggak. Gue ga mau tanya-tanya, ntar bingung -- kayak lo..Gue ngelakuin ini karena gue cinta agama gue." ledeknya.
"Dan lo sakaw kalau nggak ngibadah?"
"Iya, bisa jadi. Biar deh, agama jadi opium gue - mungkin ini proses yang harus gue lewatin, nyandu dulu sama ritual agama, baru ngerti esensinya"
"Semacam groupie-nya agama gitu?"
"Maksud?"
"Lo ngingetin gue di jaman-jaman gue jadi groupie-nya New Kids, deh..."
"Maksud?"
"Ngelakuin apa pun karena gue cinta sama New Kids. Tanpa nanya-nanya, buat apa gue begitu. Sakaw kalau ngelewatin tayangan kartun New Kids di TPI, nangis-nangis kalo keabisan video tournya ke suatu tempat dan seterusnya."
"Iya ya? Wah, kalo gitu gue groupie-nya agama gue dong?"Ia ketawa.
"Asal loe nggak kayak gue waktu itu aja..." kata saya lagi.
"Kenapa?"
"Saking cintanya sama New Kids, gue jadi pengen membasmi semua orang yang nggak suka New Kids atau nyela-nyela bahwa New Kids itu grup banci atau gay.Menolak keras jika ternyata ada salah satu anggota yang melakukan kesalahan."
"Nggak laaaah... "ia terkekeh-kekeh,"Iya gue inget tuh masa-masa itu, gue pernah heran kok ada sepupu-sepupu gue yang ga suka New Kids, sampe gue racunin supaya suka...Pokoknya New Kids adalah grup musik terbaik, yang lain basi!"
"Hehehe, gue juga..."
Pada akhirnya, kami menggali-gali ingatan kami, tentang banyak pembahasan kami di masa-masa kebingungan-dan-ketidak-mengertian-jaya tentang hubungan antar umat beragama yang tidak harmonis.
Bahwa sebenarnya ada dua sudut pandang tentang agama.
Yang pertama adalah yang memperlakukan [dogma-dogma] agama[serta ritualnya] sebagai opium, yang jika ditinggalkan akan membuat sakaw -- yang seringnya membuat orang menjadi ketergantungan secara emosional. Ini nggak apa-apa, kalau tidak berbuntut menjadi fanatisme saya-yang-terbenar yang lain ke-laut aje, kemudian diaplikasikan dalam kehidupan sosial dalam bentuk kebencian [dan segala bentuk provokasinya].
Yang kedua adalah yang memperlakukan agama sebagai jalan/cara untuk mencapai orgasme transenden [aiyoooh, gayanya!], yang bersifat sangat personal, dengan cara yang berbeda-beda, baik seperti teman saya yang melakukan ritual yang sudah dikenalnya - maupun dengan melampaui proses pencarian panjang sampai pusing tak tentu arah. Tapi tujuannya satu : hakekat kebenaran serta keTuhanan. [ihiw]
Setelah beromong-omong panjang lebar. Saya dan teman saya langsung bisa memutuskan, orang-orang bersudut pandang seperti apa yang sering jadi trouble makers ;).
Yang jelas, saya beruntung, dikelilingi dengan orang-orang yang bukan groupies-nya agama, melainkan dengan orang-orang yang percaya bahwa agama itu adalah jalan/cara mencapai orgasme spiritual. Mudah-mudahan teman saya yang ini juga :).
Catatan khusus: Biasanya, setelah saya menulis entri tentang agama, ada setidaknya satu e-mail yang merekomendasikan guru spiritual - entah itu pendeta, pastur, ustadz apa pun dan menyarankan agar saya berguru pada mereka. Untuk sekarang ini, tolong hemat tenaga anda -- saya sedang berproses tapi tidak terburu-buru.;)
Dan untuk teman SD saya tercinta : MANAAAA FOTONYAAAA????
Comments (28)
Mending kalo 'cuman' jadi groupie-nya agama, Ke...
yang lebih parah, jadi groupie-nya tokoh agama!
(sadar ga sadar, udah banyak lho yang kayak gitu sekarang...)
Ustadz A, paling saleh, ceramahnya mantap, cara ngomongnya enak...
Pastur B, khotbahnya fasih, ramah sama jemaat, ajaran2nya ngena...
Pendeta C, D, E, blah-blah-blah...
Yang bahaya dari groupies' model begini, kadang kita lupa bahwa sesaleh-salehnya dan sefasih2nya seseorang, mereka toh tetap manusia biasa, gak akan luput dari kesalahan maupun kebal dosa.
Lantas, ketika 'sesuatu' yang 'buruk' terjadi, kita kecewa. Menyalahkan si figur, tanpa sadar bahwa kita-lah yang sudah jadi groupies dengan mengatasnamakan agama.
Halah... kok gue jadi sok serius ngebahas beginian sih :P
Posted by JJ | 18 januari 2007 18:05
Posted on 18 januari 2007 18:05
JJ: maksudnya.. AA G....ehm..BB CC DD deh..atau pendeta J ah sudahlahhhh :)) *dumdidumdidum*
Posted by okke | 18 januari 2007 18:09
Posted on 18 januari 2007 18:09
Barangkali yang sakaw-sakaw dan nyandu itu ndak terlalu berbahaya. Biasanya orang-orang yang kecanduan dan nagih, ngga akan sibuk mengajak orang lain ikutan menikmati opium, dia paling akan sibuk menikmati opium kalau ada, dan kebingungan kalau kehilangan opium.
Yang bahaya dan suka menyebarkan kebencian itu pengedarnya. Karena takut opiumnya tidak laku, ngancem-ngancem, awas kamu kalo nyoba yang lain. Yang ini aja, yang paling tob. Yang lain masuk neraka :)
Posted by wongiseng | 18 januari 2007 18:47
Posted on 18 januari 2007 18:47
I do believe that everyone does need something to hold on to, be it a religion or something else that sounds like a religion, which is okay, so long as there's no excessive worship beyond humanity itself. I don't think any God would allow anyone killing other people, no ?
I hope I didn't misinterprete your post ya, 'kke .. but why oh why I bumped into several posts on the blog and some conversation(s) about God-religion-universe-creator-worship within the last four weeks?
PS: Coba hari Minggu ikut ke Dufan, neng .. :D
Posted by Silverlines | 18 januari 2007 19:01
Posted on 18 januari 2007 19:01
wongiseng: iya, sih pengedar yang punya kekuatan tertentu untuk ngancem pemakai-pemakai yang mudah dipengaruhi spy semua membeli[mendapatkan?] dan menggunakan barangnya dengan cara apa pun.. hehehe
silver-lines: I don't know why I & people around me love to discuss such things either lately. Lagi trend memikirkan kebatinan mungkin hahaha..
Eh ke dufan! dih, ga ngajak2
Posted by okke | 18 januari 2007 19:52
Posted on 18 januari 2007 19:52
Yay! :)
Posted by hanindyo | 18 januari 2007 22:05
Posted on 18 januari 2007 22:05
Ya.. geto deee...
Ngomong2 tentang groupie lagi, gue pernah jadi groupie-nya Andy Lau, Jimmy Lin & sejuta aktor2 'sono' lainnya. Mulai dari poster, file map, ngoleksi majalah Pesona (dulu isinya masih artis Asia semua), fotonya, dll.
Time went by...
sekarang kalo ada yang ngebahas Andy Lau, adaaa aja temen/sodara (yang dulu juga groupie-nya Andy Lau) yang dengan teganya nyeletuk, "Ah, gantengnya dulu. Sekarang mah udah tua!"
*Kasian bener ya...* ;)
Posted by JJ | 19 januari 2007 01:16
Posted on 19 januari 2007 01:16
heheh.. 'right combination' seiko & donny ada di mana ya?...
Posted by snydez | 19 januari 2007 09:17
Posted on 19 januari 2007 09:17
actually IMO groupies 'bisa' untuk semua hal ;)
let say, i'm a fan of the red devils (untuk tidak menyebut nama club :D) .. tentu dengan nyata gue akan 'happy' menjelek2an club the reds atau fans nya (kalo gue kena kenal :D).. misalnya... ...misalnya lhooooww..
*dari pada di ban dari koment box ini :D
atau misal temen gue yang ikut MLM, dengan semertamerta ngehujat, kalo gak ikutan bisnis kaya' mereka, adalah orang yang tidak mempunyai pandangan luas.. dld
Posted by snydez | 19 januari 2007 11:15
Posted on 19 januari 2007 11:15
wakakakak
udah teredit :))
Posted by VaNYa | 19 januari 2007 13:39
Posted on 19 januari 2007 13:39
buat snydez :
gua groupie nya the reds! say no to red devils!
buat okke :
nah kalo gua misalnya penggemar tim bola tertentu, dan sejalan dengan itu gua mengharamkan semua tim pesaing tim kesayangan gua, tapi juga sekaligus sadar kalau tanpa mereka gak akan seru. itu groupie bukan? (mari sejenak buang definisi groupie yang bagian "seeks intimacy, most often physical")
Posted by hans | 19 januari 2007 14:20
Posted on 19 januari 2007 14:20
hanindyo : yay opo?
jj : emang, sekarang mah udah tua..:D
snydez : iya, aplikasinya kemana2 dan ini juga bener2 IMO [sebagai orang-yang-ga-pernah-lagi-suka/cinta-apa-apa-secara-berlebihan-atau-membabibuta]: *hehe*, kalo segala bentuk kesukaan terhadap sesuatu itu sampe ganggu orang : rese'. :D. BTW,tenang,gue ga akan ngeban soalnya ga bs nyanyi en main alat musik *loh*
hans : dengan menghilangkan 'most often physical' [sialan, kok seeks intimacy brasa ga kontekstual di sini ya hehe] : gue gak tau sebelum lo bilang bentuk konkret perilaku lo sbg akibat kesukaan lo sama grup tsb mcm apa. ;)
ih sampe lupa
Vanya : iya dong, ntar kalo ga diedit terjadi kerusuham :D
Posted by okke | 19 januari 2007 15:06
Posted on 19 januari 2007 15:06
Kok loe gak napsu sama Jon dan Danny, sih Kke? ;)
Posted by -may- | 19 januari 2007 18:55
Posted on 19 januari 2007 18:55
waaah... ga keburu ama New Kids... pas mereka booming... kayaknya masih baru masuk sd... boro-boro tau bahasa inggris... baca buku bahasa indonesia aja masih ngalor ngidul... :P
Posted by mela | 19 januari 2007 19:53
Posted on 19 januari 2007 19:53
Wah wah jeng okke... Salam kenal. Memang jeng paling bisa menuangkan nya dlm bentuk writing. Sering ini jd bhn obrolan jg, cuman setiap kali mo ditulis masuk blog tp selalu gak kena sasaran. Hebat.
Ngomong2 aku jg msh dlm tahap pencarian hakekat kebenaran dan keTuhanan hehe.. Cuman msh sembunyi dlm kedok salah satu agama.
Posted by Nansa | 19 januari 2007 23:32
Posted on 19 januari 2007 23:32
pertanyaannya, bisakah langsung sampai ke sudut 2 tanpa melewati sudut pertama ?
Mungkin ada yang bisa, tapi yang sejauh ini saya lihat, semua melewati sudut 1 lalu baru ke sudut ke dua.
Tapi kebanyakan sih mentok di pertama.
Saya juga gitu soalnya...
tapi sekarang sih ngga ke sudut pandang 1 , tapi ngga juga di sudut pandang 2... tepatnya saya punya sudut pandang sendiri, yang banyak dipengaruhi sudut 2 ...
Posted by rudy | 21 januari 2007 00:12
Posted on 21 januari 2007 00:12
*tutup kuping* iya iyaaaaaaaaaa.. ntar biar gampang dari pada nyecan2.. gue fotoin ulang aja yeeeee....... :P
Posted by -youfy- | 21 januari 2007 17:48
Posted on 21 januari 2007 17:48
may : hihi, gue kan dulu orangnya mentingin fisik *dumdidum*
mela : waduh, sekarang gw ngerasa tua.. :D
nansa : :) proses kali ya?
rudy : ga tau ya, mungkin ada yang bisa, ada yang engga :)
youfy : HUH! :P
Posted by okke | 21 januari 2007 18:10
Posted on 21 januari 2007 18:10
NKOTB..wah klo jaman dulu kan ada maenan anak cwe yang mananya kertas surat??ada ga di jaman lo kcil kke??nah mpe skg neh msh ada tuh koleksi kertas surat gw yg gambarnya NKOTB,pdhl wktu mrk booming gw masih SD,cm ikut2an ja
so bs dikatakan groupies kah??
Posted by 'enon enie' | 22 januari 2007 10:12
Posted on 22 januari 2007 10:12
gw ga pernah jadi groupies boysband. somehow ga selera aja sama NKOTB dan teman2nya :D.
dulu gw sukanya sama Bon Jovi.. eh sampe sekarang ding. trus Shahrukh Khan! wakakakaka...
Posted by yanti | 22 januari 2007 13:09
Posted on 22 januari 2007 13:09
ah berat ah....males komen ah....kmaren aja shalat kena jamak mulu gara-gara macet. emang enak shalat sambil berdiri di bus, desek2an, kaki diinjek...snif snif
*knapa malah komen ya? ini jadi seperti nulis jomblo jadi jomblog*
Posted by nYam | 22 januari 2007 14:19
Posted on 22 januari 2007 14:19
update napah????
Posted by nella | 25 januari 2007 11:18
Posted on 25 januari 2007 11:18
saya baru tahu loh ada istilah yang disebut 'groupies' ini, dan baru tahu ternyata ada juga orang yang jadi groupies,,kirain cuman saya doang yang tergila2 mampus (sama pemaen bola) ^_^
.
oyah,,mbak Okke, hari Rabu malem kemaren, saya liat mbak Okke makan di Bakso Malang Mandeep ya?? Kok sendirian aja,mbak?? ^_^
Posted by jeng Upik | 26 januari 2007 14:17
Posted on 26 januari 2007 14:17
enon enie : hehe, gejalanya sama ga kayak yang saya ceritain? :D
yanti : ya maab... :D
nyam : :))
nella : males! :P
djeng Upik : hallo jeng, iya, sendirian, abis kelaperannya sendirian..hehehe... emang kamu duduk belah mana? *maab kalo jalan sendirian suka autis,ga merhatiin sekitar*
Posted by okke | 26 januari 2007 19:48
Posted on 26 januari 2007 19:48
Gak mau ikut2an soal agama ah.. wlpn sbnrya sy pny opium eh opini dikkiiiiit.. ttg itu..
Tapi sy suka baca entry yg ini secara ada NKOTBnya.. oalahh ternyata kisah kita ampir sama. Bedanya ^SAYA BERHASIL NONTON KONSER HARI KEDUA^ hahahahaha... walopun sebelumnya dipanggil sm guru BP karena menyebarkan gosip ^guru PMP^ gak masuk ke teman2 sekelas agar bisa ke radio Ardan beli tiket. Tapi aku berhasil..berhasil.. berhasil.. ( DORA mode ON).
Ah masa2 indah itu,, and now, where the hell are they??? Berasa tua deehh...
Posted by vita | 01 februari 2007 15:35
Posted on 01 februari 2007 15:35
sepatu beureum..kenalan yaahh... lucu ceritanya euy..
Posted by neeta | 05 februari 2007 17:11
Posted on 05 februari 2007 17:11
Groupies. Gue kok belum pernah yah ngerasain ngumpulin poto artis? Tapi gue paling suka ama Anime dan ngumpulin berbagai pernak-perniknya. eh ga nyambung yah???
Gue suka sama salah satu tokoh anime dan sibuk ngumpulin gambar, poster, wallpaper, boneka, etc. Apa itu artinya gue si grupis tokoh anime ya?
Posted by tika | 14 februari 2007 11:05
Posted on 14 februari 2007 11:05
Groupies. Gue kok belum pernah yah ngerasain ngumpulin poto artis? Tapi gue paling suka ama Anime dan ngumpulin berbagai pernak-perniknya. eh ga nyambung yah???
Gue suka sama salah satu tokoh anime dan sibuk ngumpulin gambar, poster, wallpaper, boneka, etc. Apa itu artinya gue si grupis tokoh anime ya?
Posted by tika | 14 februari 2007 11:06
Posted on 14 februari 2007 11:06