Nuno dan Bram adalah sahabat terbaik saya. Kami bertemu di suatu tempat, di luar kampus, pada musim hujan akhir tahun 1998. Entah kenapa, kami bisa langsung klik, nyambung banget, padahal belum lama berkenalan.
Padahal lagi, karakter kami berbeda-beda. Nuno, si super asal yang jahil, suka kentut dan sendawa sambil mengucapkan ‘biawak gede banget’ dan saking cueknya, terkadang ia agak tidak sensitif dengan keadaan sekitar. Sedangkan Bram, adalah pria bersihan yang menderita sindrom obsesif kompulsif terhadap kegiatan merapikan banyak hal. Kentut dan sendawa sembarangan ala Nuno, bagi Bram adalah perbuatan paling biadab. Belum lagi sifatnya yang superhipersensitif.
Rasanya takjub saja, baru kenal, kok bisa senyaman itu. Malah saya sempat melontarkan teori reinkarnasi, bahwa sebenarnya, saya dan mereka sudah berhubungan di kehidupan sebelumnya tapi entah dalam wujud apa, mungkin sebagai anggota koloni ubur-ubur di laut atau masuk dalam keluarga umbi-umbian.
Bisa ditebak, dua laki-laki ganteng ini kemudian menjadi sahabat saya. Kemana-mana kami selalu bareng, bahkan kami pernah mendengar julukan kembar tiga dempet dari teman-teman lain, karena di mana ada saya, di situlah ada mereka.
Bahkan pacar-pacar kami pada masa itu sering banget cemburu, karena kami lebih banyak menghabiskan waktu bertiga daripada dengan mereka.
Oh ya ada satu cerita konyol, ceritanya untuk membuat pacar-pacar kami mengerti bagaimana solidnya hubungan kami dan kenapa bisa sampai demikian, maka kami merencanakan sebuah triple date. Masing-masing membawa pacar ke sebuah restoran kelas menengah untuk dinner bareng. Yang ada, kami bertiga sibuk sendiri, dengan obrolan dan bercandaan sektoral kami.
Pacar-pacar kami apa kabar?
Yah, mereka hanya bisa bengong.
Setelah itu, pacar-pacar kami memang masih tidak mengerti, tapi mereka mengambil sikap “ya sudahlah..”.
Kali ini, saya merelakan lembar-lembar buku yang biasa saya pakai untuk mencatat disobek dalam jumlah banyak. Biar saja, tokh hari ini hari terakhir saya berada di tempat ini. Belum tentu bisa sebulan sekali datang kembali.