Antara Nuno, Bram Dan Saya

Nuno dan Bram adalah sahabat terbaik saya. Kami bertemu di suatu tempat, di luar kampus, pada musim hujan akhir tahun 1998. Entah kenapa, kami bisa langsung klik, nyambung banget, padahal belum lama berkenalan.

Padahal lagi, karakter kami berbeda-beda. Nuno, si super asal yang jahil, suka kentut dan sendawa sambil mengucapkan ‘biawak gede banget’ dan saking cueknya, terkadang ia agak tidak sensitif dengan keadaan sekitar. Sedangkan Bram, adalah pria bersihan yang menderita sindrom obsesif kompulsif terhadap kegiatan merapikan banyak hal. Kentut dan sendawa sembarangan ala Nuno, bagi Bram adalah perbuatan paling biadab. Belum lagi sifatnya yang superhipersensitif.

Rasanya takjub saja, baru kenal, kok bisa senyaman itu. Malah saya sempat melontarkan teori reinkarnasi, bahwa sebenarnya, saya dan mereka sudah berhubungan di kehidupan sebelumnya tapi entah dalam wujud apa, mungkin sebagai anggota koloni ubur-ubur di laut atau masuk dalam keluarga umbi-umbian.

Bisa ditebak, dua laki-laki ganteng ini kemudian menjadi sahabat saya. Kemana-mana kami selalu bareng, bahkan kami pernah mendengar julukan kembar tiga dempet dari teman-teman lain, karena di mana ada saya, di situlah ada mereka.

Bahkan pacar-pacar kami pada masa itu sering banget cemburu, karena kami lebih banyak menghabiskan waktu bertiga daripada dengan mereka.

Oh ya ada satu cerita konyol, ceritanya untuk membuat pacar-pacar kami mengerti bagaimana solidnya hubungan kami dan kenapa bisa sampai demikian, maka kami merencanakan sebuah triple date. Masing-masing membawa pacar ke sebuah restoran kelas menengah untuk dinner bareng. Yang ada, kami bertiga sibuk sendiri, dengan obrolan dan bercandaan sektoral kami.

Pacar-pacar kami apa kabar?
Yah, mereka hanya bisa bengong.

Setelah itu, pacar-pacar kami memang masih tidak mengerti, tapi mereka mengambil sikap “ya sudahlah..”.

Continue reading

Groupies

A groupie is a person who, while she/he may be a fan on some level, seeks intimacy (most often physical, sometimes emotional) with a famous person.

Wikipedia.org

Seorang sobat di masa SD-SMP pernah menjanjikan pengiriman hasil scan foto-foto masa SD kami, terutama foto koleksi merchandise New Kids On The Block yang pernah saya punya. Hm, mana ya? Janji tinggal janji nih.. :P

Eh, tadi saya sempat mengetikkan New Kids On The Blog,lho. Sumpah! Padahal sebelumnya saya ketawa-ketawa waktu membaca salah satu entry di Multiply-nya Bunda Tus yang bercerita bahwa ia mengetikkan keyword ‘jomblog’, padahal yang dimaksud ‘jomblo’. Jeng, kayaknya bener, kalau mau tahu akut atau tidaknya penyakit gila-blog seseorang bisa dideteksi dari yang kayak gini-gini; menulis sesuatu yang mengandung b-l-o, pasti dilanjutkan dengan huruf ‘g’.

Sebenarnya tujuan saya meminta foto itu hanya untuk bernostalgia, mengenang dan mentertawakan kegilaan masa lalu, saat saya masih mengkal nan segar [hihi].

Waktu itu, saya tergila-gila dengan boysband asal Boston ini. Bukan cuma menggemari musik dan penampilan panggung mereka, tapi sudah sampai tahap parah. Saya adalah salah satu dari sejuta remaja putri yang menjadi groupies mereka!

Continue reading

TIPS BAHAGIA ITU OMONG KOSONG

Tiba-tiba seorang teman meminta saya untuk membuat sebuah artikel ‘bagaimana menjadi perempuan happy’ untuk media tempatnya bekerja, tepatnya untuk mengisi slot artikel kosong, bukan begitu bukan, djeng?:D.

PR mendadak nyaris seperti tugas sangkuriang membuat perahu [deadlinenya mepet, gitu ganti] cukup membuat kelimpungan – karena sebenarnya saya sedang tidak punya emotional push untuk menulis apa pun, plus jujur saja, saya tidak tahu bagaimana cara menjadi happy… jadi, gimana coba mau menulis how-to-be-kind of article? :D

Tidak enaknya diminta tolongi oleh teman adalah, saya susah menolak. Dengan berat hati karena melihat wajah memelas si teman, akhirnya saya iyakan juga.

Sebagai penunda pekerjaan sejati, tugas saya biarkan tidak tersentuh, sampai pada akhirnya dua hari kemudian, teman saya menelepon untuk menanyakan masalah artikel. Aduh mampus.

Akhirnya saya memaksakan diri untuk menulisnya tengah malam, untung sudah terbiasa menjadi mahluk nokturnal, jadi tetap melek sampai di atas jam dua belas itu ya nggak masyalah. Cuma ternyata, menulis artikel tentang ‘bagaimana menjadi perempuan happy’, susah juga bo! Selama lima belas menit saya memelototi monitor dengan otak blank.

Iseng, saya kirim pesan pendek massal pada beberapa orang yang ada dalam address book ponsel saya, tentunya mempertanyakan apa definisi kebahagiaan bagi mereka dan apa yang membuat mereka bahagia. Yah siapa tau bisa memberi ide – atau setidaknya membuat saya ketawa-ketawa.

Ada yang mereply saat itu juga, ada yang besoknya, ada yang tidak. Untuk yang tidak, ah nggak asik lo anaknya.. hehehe *becanda*, saya tahu, mendapat pertanyaan seperti ini di tengah malam agak mengganggu.

Jawaban-jawaban yang saya peroleh seperti ini….

Continue reading

Pahlawan Dalam Diri Kita

I believe there’s a hero in all of us, that keeps us honest, gives us strength, makes us noble, and finally allows us to die with pride, even though sometimes we have to be steady, and give up the thing we want the most. Even our dreams…

(May Parker, Spider-Man 2)

Hal yang paling saya tunggu sewaktu SD dan masih tinggal di sini adalah masa liburan kenaikan kelas. Kenapa? Tentunya karena saya akan diajak menghabiskan liburan di tanah jawa sini :D.

Yah, maklumlah, namanya anak daerah, yang hiburannya pantai lagi pantai lagi, menghabiskan liburan di kota yang banyak gedungnya itu adalah sebuah hal mewah yang cuma terjadi setahun sekali – jadi gimana nggak ditunggu coba?

Iya, liburan di tanah jawa adalah masa di mana saya memuaskan seluruh kecemburuan terhadap sepupu-sepupu yang bisa berkunjung ke kebun binatang, bioskop, makan di KFC, berkunjung ke taman bermain yang ada mobil senggol dan rumah hantunya setiap akhir pekan.

Continue reading

Surat Untuk Anak-anak…

Kali ini, saya merelakan lembar-lembar buku yang biasa saya pakai untuk mencatat disobek dalam jumlah banyak. Biar saja, tokh hari ini hari terakhir saya berada di tempat ini. Belum tentu bisa sebulan sekali datang kembali.

“Udah berapa?” tanya saya pada dua orang perempuan yang menjadi rekan perjalanan kali ini.
“Aku sepuluh…”
“Dua belas.”
“Lelet banget sih..” saya mencela, bercanda tentunya. Kami bertiga berniat untuk menulis satu per satu surat bagi anak-anak desa yang sempat kami ajar. Ada 80 orang. Ide ini datang semalam sebelumnya, saat beromong kosong mengenai jaman dulu – kami sempat berbagi cerita bagaimana senangnya menerima surat dari sahabat pena; surat yang ditulis tangan.

Continue reading

PENGALAMAN PERTAMA

Bukan Pengalaman pertamax .
Ga penting.
Sudahlah.Lupakan.

Seperti kemarin, saya masih berusaha mengerti logika bekerjanya MT brengsek ini, lumayan — hanya harus teliti saja [yang sangat bukan spesialisasi saya, sebenarnya *helanafaspanjang*]. Dan seperti entri : Pertama : 10 hal menyenangkan 2006 [yang saya sebut sebagai entri pertama tahun 2007 - dan baru tadi saya sadar ternyata bukan, ada entri tes-tes sebelumnya yang lupa saya hapus] entri ini juga ditulis ketika saya mulai jereng memperhatikan kelas-kelas dalam lembar CCS eh, CSS deng. :P

Ngomong-ngomong, internet di sini, sekarang melamban. :(

Oh ya, saya jadi ingat, pertama kali saya berkenalan dengan binatang bernama blog ini, tahun 2000. Waktu itu kalau nggak salah saya sedang mencari informasi tentang – ehm apa ya? lupa; pokoknya berhubungan dengan pekerjaan deh, lalu search engine memberikan blog nona ini, bersama dengan blogger-blogger kolot di indigos.net. Dasar gampang terdistraksi, bukannya bertahan pada tujuan semula, saya malah membuka situs blogger.com dan latah membuat blog.

Continue reading

PERTAMA : 10 Hal Yang Menyenangkan 2006

Okay, Ini pertama. Bukan pertamax!, karena pertamax! cuma miliknya para komentator yang mau absen di blog berkomentar lebih dari 100 per entri [ihiw!]. Sekali lagi ini pertama : entri pertama di tahun 2007, dan entri pertama dengan engine baru. Untuk tulisan-tulisan lama, saya arsipkan kembali di blogspot tercinta. Maaf ya blogger, bukannya saya tak setia, tapi setelah bertahun-tahun bersama, saya bosan.

Karena ini pertama [dan bukan pertamax!, ingat...], daripada memulainya dengan mengomel atau mencela, mendingan saya menulis sepuluh hal yang membuat saya senang di tahun 2006 aja,lah.. ya nggak? setelah itu baru entri-entri seperti biasanya ;)

1. Sudah menonton semua versi film Peter-Pan, yang selalu berhasil membuat perasaan saya berbunga-bunga dan berandai-andai seandainya saya nggak pernah tumbuh jadi dewasa…
2. Bertemu dengan beberapa orang yang ternyata berminat membahas ‘kenapa garpu dinamakan garpu’ serta hal-hal nggak penting lainnya, yang suka juga menciptakan dalil-dalil yang sangat diragukan kebenarannya atau tebak-tebakan serupa ‘Siapa artis aceh yang bunuh diri?’ [jawabannya cut cobain] sambil ketawa-ketawa gila. Lega deh, ternyata ada juga orang seperti itu!
3. Melanjutkan pdkt yang tertunda sejak 2003. haha.
4. Bisa bersama-sama dengan partner — ya itu, yang pdkt sejak 2003 itu.
5. Berkantor dua tahun di kantor yang penuh dengan para penggembira jaya.
6. Melihat Candra, anak bimbingan tugas akhir saya wisuda.
7. Melihat nama saya ada di dua buku yang dijual di toko buku [akhirnya!]
8. Bisa menulis dalam bahasa belanda, walaupun masih kacau.:D
9. Bertemu dengan beberapa anak korban gempa 5.9 SR Jawa Tengah yang mengajarkan saya untuk lebih mencintai keluarga.
10.Membereskan tattoo yang tertunda setahun, karena setahun sebelumnya keburu jalan-jalan, setelah itu terlupa dan hilang mood. Untung sang tattoo artist masih memikirkan reputasi dan bilang “Kalau ada yang liat tattoo setengah jadi itu dan tau gue yang bikin, bisa rusak nama gue..” — And, that’s my boss!

Dan, untuk menyebar kesenangan ini [halah], saya akan mengestafetkan entri ’10 hal yang menyenangkan 2006′ ini untuk sepuluh orang, untuk dituliskan di blog masing-masing :
1. partner
2. mbak maya
3. silver-lines
4. mbak okol
5. melly
6. gibhran yang bukan gibhran, yang sudah lama nggak nulis blog, ayo nulis!
7. ni’am
8. aprian
9. yanti
10. rizal kalau partnernya mau ikutan,boleh lho.. ;)

Dan ayo, untuk sepuluh orang di atas, sebarkan kesenangan ini [halah lagi!] kepada sepuluh orang lain yang anda kenal — begitu seterusnya.

Ya sudah, segini dulu entry pertamanya, rada pusing juga mengutak-atik Movable Type gila ini, maklumlah pemula! [iya, iya, kemana aja saya selama ini...] :D