09 mei 2008

APAKAH ANDA TERLALU PEMALU?

…sampai-sampai menanyakan nomor telepon orang yang anda sukai saja anda tidak berani?

Gunakanlah t-shirt ini!

Berhubung saya nggak terlalu pemalu, maka saya nggak beli t-shirt yang saya temukan di pasar barang bekas Suai (Distrik Cova Lima, Timor Leste) ini.

Eh, Ngomong-ngomong soal line gombal-gombalan, ada satu line yang jadi andalan kalau saya sedang ingin menggombali orang yang sedang dikecengi (ih, istilah di'keceng' itu aneh banget sih bunyinya?) :

Continue reading "APAKAH ANDA TERLALU PEMALU?" »

26 april 2008

IBU

ibu /n/

Perempuan yang –waktu saya kecil- selalu tega tidak pernah memberikan mainan yang saya mau dengan mudahnya, sebelum melihat usaha saya menabung.

Perempuan yang –waktu saya kecil- menolak untuk memberikan reward berupa uang, mungkin karena tidak mau ketika saya besar menjadi orang yang money oriented.

Perempuan yang –waktu saya kecil- dengan mudahnya membelikan saya buku atau mengikut sertakan saya ke kursus-kursus yang saya inginkan.

Perempuan yang senang bersih-bersih, sampai-sampai saya harus ‘menyelamatkan’ tshirt butut nan nyaman, karena kalau tidak tshirt tersebut akan digunting untuk dijadikan lap meja.

Perempuan yang nggak suka masak harian karena gerah dan ribet, tapi senang mencoba resep-resep baru

Perempuan yang selalu mengingatkan untuk menyisihkan perpuluhan setiap saya mendapatkan penghasilan.

Perempuan yang jago menabung, kata adik saya – jangan pernah menitipkan uang tabungan pada beliau, karena beliau itu seperti bubu atau jebakan ikan, uang gampang masuk tapi susah keluar. (‘Buat beli apa?’, ‘Jangan boros.’, ‘Tabung dulu.’, ‘Emang beli itu penting?’) – tapi saya tidak belajar dari ‘kesalahan’ dan tetap menitipkan buku tabungan dan segala dokumen penting padanya. (karena somehow saya tidak percaya akan kemampuan saya menahan nafsu kedagingan buang-buang uang *haha!*)

Continue reading "IBU" »

18 april 2008

Perbincangan Imajiner

“Kak, kenapa kebenaran itu harus dicari?”
“Soalnya dunia itu panggung sandiwara, dik.”
“Ohh, jadi semua orang berakting,ya Kak?”
“Iya.”
“Pasti nyari kebenaran tuh susah banget…”
“Kenapa kamu bilang gitu, Dik?”
“Ya liat aja, orang ini sampe mati nyari kebenaran…”

Sebuah perbincangan imajiner yang selalu muncul di kepala setiap melihat monumen depan gang rumah ini.

Continue reading "Perbincangan Imajiner" »